Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Hubungan Pendapatan Keluarga, Pola Asuh, Riwayat Penyakit Infkesi dan Status Imunisasi Dasar dengan Kejadian Wasting pada Balita Yulia Maulida; Rusmini Yanti; Aprianti Aprianti; Fathurrahman Fathurrahman
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 4 No. 1 (2022): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v4i1.145

Abstract

ABSTRAK Prevalensi balita wasting tahun 2016 secara nasional yaitu sebesar 11,1% dimana 3,1% balita yang sangat kurus dan 8% balita yang kurus. Berdasarkan data SSGI (Studi Status Gizi Indonesia) Kalimantan Selatan memiliki prevalensi balita wasting pada tahun 2021 sebesar 10,3% dan berada pada urutan ke 5 tertinggi. Kemudian prevalensi wasting berdasarkan Kabupaten atau Kota, menurut data SSGI tahun 2021 Kota Banjarbaru memiliki prevalensi 6,8% berada pada urutan ke-1 tertinggi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru tahun 2020 Puskesmas Liang Anggang tahun 2019 memiliki persentase balita wasting sebesar 12% menempati peringkat ke-2 dari 10 Puskesmas di Wilayah Kota Banjarbaru dan tahun 2020 naik menjadi 26,52% dan menempati posisi ke-1. Hal ini menunjukkan bahwa masih berada dibawah target Kota Banjarbaru tahun 2020 yaitu 8,1% dan tarhet RPJMN 2020-2024 7%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendapatan keluarga, pola asuh, riwayat penyakit infeksi dan status imunisasi dasar dengan kejadian wasting pada balita usia 12-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Liang Anggang Kota Banjarbaru. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan Case Control. Populasi adalah seluruh balita usia 12-59 bulan sebanyak 1.129 balita dan sampelnya adalah sebagian dari populasi dengan jumlah sampel 92 orang. Sampel didapatkan dengan teknik purposive sampling. Data penelitian diambil menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan pendapatan keluarga rendah (93,5%) dengan signifikan (p value) 0,003, pola asuh ibu kurang (78,3%) dengan signifikan (p value) 0,002, pernah menderita riwayat penyakit infeksi diare dan atau ISPA dalam dua bulan terakhir (61,9%) dengan signifikan (p value) 0,025, status imunisasi dasar tidak lengkap (55,4%) dengan signifikan (p value) 0,017 dan lebih banyak balita yang mengalami kejadian wasting (57,6%). Ditemukan hubungan bermakna antara pendapatan keluarga, pola asuh, riwayat penyakit infeksi dan status imunisasi dasar dengan kejadian wasting pada balita usia 12-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Liang Anggang Kota Banjarbaru.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU, POLA ASUH DAN KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Mahbubah Qatrunnada; Fathurrahman Fathurrahman; Siti Mas’odah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.15847

Abstract

Prevalensi stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Cintapuri Darussalam pada 2021 adalah 50,2%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu, pola asuh, dan ketahanan pangan rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita. Jenis penelitian ini analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Cintapuri Darussalam. Populasi dalam penelitian adalah seluruh anak balita usia 24-59 bulan. Teknik pengambilan sampel dengan cara two stages (pengambilan sampel 2 tahap) didapat sebanyak 88 balita dan dilaksanakan pada bulan maret. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar kuesioner. Analisa data menggunakan uji Chi-Square dengan ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar balita memiliki ibu dengan pengetahuan kurang 48.95%, pola asuh cukup 54.4%, dan didominasi ketahanan pangan rumah tangga tergolong rawan pangan 84.1%. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada balita dengan nilai p < 0.002, terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh dengan kejadian stunting pada balita dengan nilai p < 0.000, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara ketahanan pangan rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita dengan nilai p < 0.292.
Pengaruh Penggunaan Media Video Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Pemilihan Makanan Jajanan Pada Anak Sekolah Rahmadhayanti Rahmadhayanti; Fathurrahman; Siti Mas'odah
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v5i2.161

Abstract

Masalah gizi sering terjadi pada anak sekolah, prevalensi kurus di Kabupaten Hulu Sungai Selatan tergolong tinggi yaitu 14.64%. Pemilihan jajan perlu lebih diperhatikan karena anak cenderung memilih kemasan yang unik dan menarik tanpa mengetahui dampaknya. Penyuluhan dengan media video terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan media video terhadap pengetahuan dan sikap pemilihan makanan jajanan pada anak usia sekolah di SDN Bamban Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Jenis penelitian true experiment menggunakan rancangan pre-test dan post-test with control group. Populasi yaitu siswa kelas 4, 5 dan 6 dengan sampel 72 orang yang diambil dengan metode Random Sampling. Data pengetahuan dan sikap diperoleh dengan wawancara menggunakan alat bantu kuesioner. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Pada kelompok eksperimen 38.9% berusia 12 tahun sedangkan kelompok kontrol 36.1% berusia 11 tahun, kedua kelompok 55.6% perempuan, Sebelum perlakuan skor pengetahuan siswa termasuk baik yaitu kelompok eksperimen 41.7% kemudian sesudah perlakuan meningkat menjadi 83.3%, kelompok kontrol dari 47.2% menjadi 72.2%. Skor sikap sebelum perlakuan termasuk baik yaitu kelompok eksperimen 61.1% meningkat menjadi 86.1%, kelompok kontrol dari 66.7% menjadi 69.4%. Hasil analisis diketahui p value 0.000 bahwa ada pengaruh penyuluhan dengan metode ceramah dan diberi penayangan video terhadap pengetahuan dan sikap siswa. Serta p value 0.000 dan 0.004 atau ada pengaruh penayangan video terhadap pengetahuan dan sikap siswa. Kesimpulan, ada pengaruh penayangan video terhadap pengetahuan dan sikap siswa
FAKTOR DETERMINAN STUNTING PADA ANAK 24-59 BULAN DI WILAYAH PERTANIAN LAHAN GAMBUT Fathur, Fathurrahman; Hijjah Fajaria, Aura; Silva Wuryantari, Rizka; Rahmah, Annisa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34679

Abstract

Di Indonesia, stunting adalah masalah gizi jangka panjang, termasuk di Desa Simpang Warga Kecamatan Aluh-Aluh. Desa ini termasuk area pertanian berlahan gambut yang sebagian besar dilintasi oleh sungai, yang memberikan pasokan makanan bagi masyarakat. Angka stunting balita di desa ini sangat tinggi, meskipun ini adalah daerah pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh pemahaman tentang faktor-faktor determinan yang mempengaruhi tingkat stunting di daerah ini. Desain penelitian yang digunakan adalah case-control dengan sampel 90 anak, terdiri dari 45 kasus stunting dan 45 kontrol. Variabel yang diteliti meliputi asupan energi dan protein, penyakit infeksi, serta kondisi lingkungan dan perawatan ibu selama kehamilan. Data dikumpulkan melalui recall konsumsi 24 jam dan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi-square dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengasuhan anak, perawatan kesehatan ibu selama kehamilan, dan riwayat penyakit infeksi merupakan faktor yang signifikan mempengaruhi kejadian stunting. Pola pengasuhan anak menjadi faktor paling dominan, terutama terkait dengan pemberian makan yang tepat dan perawatan kesehatan yang memadai. Penyakit infeksi, seperti diare dan ISPA, juga memiliki kontribusi yang signifikan terhadap stunting karena infeksi dapat mengganggu penyerapan nutrisi. Kesimpulannya, peningkatan pola pengasuhan, perawatan ibu hamil, serta upaya pencegahan penyakit infeksi dapat menurunkan risiko stunting di wilayah ini.
Hubungan Kebiasaan Makan, Pengetahuan dan Pola Asuh Ibu dengan Kejadian Diare di Wilayah Kerja Puskesmas Liang Anggang Kota Banjarbaru Hamdah, Isnaini Noor; magdalena, magdalena; Fathurrahman, Fathurrahman
Jurnal Skala Kesehatan Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Skala Kesehatan Edisi Januari 2025
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jsk.v16i1.442

Abstract

Background Based on data from the Banjarbaru Health Service, the highest percentage of diarrhea in toddlers is at the Liang Anggang Health Center at 44.9% in 2022. The cause of diarrhea is multifactorial, mostly caused by infectious diseases. Objectives The aim of this research was to determine the relationship between eating habits, knowledge and parenting patterns of mothers with the incidence of diarrhea in toddlers in the work area of the Liang Anggang Community Health Center, Banjarbaru City. Methods This type of research is analytical observational, with a cross sectional design. The research was carried out in the work area of the Liang Anggang Community Health Center. The sample consisted of 41 toddlers taken by purposive sampling. Data collection uses questionnaires through interviews. Data analysis used the Spearman Rank Correlation test at α 0.05. Results The results of the research showed that toddlers' eating habits were good, namely 58.5%, mothers' knowledge was highest in the medium category, namely 46.3%, mothers' parenting patterns were still poor, namely 63.4%. There is a significant relationship between eating habits and the incidence of diarrhea (p=0.044). There is a significant relationship between maternal knowledge and the incidence of diarrhea (p=0.000). There is a significant relationship between maternal parenting patterns and the incidence of diarrhea (p=0.001). Conclusions It is recommended that mothers prioritize the cleanliness of water sources as well as storing water at home, maintaining food hygiene and knowing first aid for children with diarrhea.
EFFECT OF COMBINING PHALERIA MACROCARPA AND AVERRHOA BILIMBI L ON FASTING BLOOD GLUCOSE LEVES IN A RAT MODEL OF TYPE 2 DIABETES MELLITUS Laila Sholehah; Fathurrahman Fathurrahman; Widyastuti Hartati, Niken; Aprianti Aprianti
The Indonesian Journal of Public Health Vol. 20 No. 2 (2025): THE INDONESIAN JOURNAL OF PUBLIC HEALTH
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijph.v20i2.2025.316-327

Abstract

Introduction: Diabetes is a serious problem, and a solution is being sought. Traditional ingredients have been proven to contain many substances that can be used to prevent and treat diabetes. This study aimed to investigate the effects of a combination of Phaleria macrocarpa and Averrhoa bilimbi L extracts on fasting blood glucose levels. Methods: A randomized, post-test-controlled group design was used. Type 2 diabetes mellitus was induced in 36 Sprague Dawley rats by feeding them a high-fat diet for 2 weeks, followed by the administration of streptozotocin and nicotinamide to induce type 2 Diabetes Mellitus. The rats were divided into six groups: CN, C-, C+, T1, T2, and T3. The treatment was administered for 21 days, and fasting blood glucose levels were measured. The data were analyzed using One-Way ANOVA with post-hoc Tukey's HSD test. Results: The combined dose of Phaleria macrocarpa and Averrhoa bilimbi Lextract effectively reduced fasting blood glucose levels over a 21-day period. Group T1 demonstrated the highest efficacy and did not differ significantly from that of the C+ group. The effective dosage that influenced fasting blood glucose levels was a combination of Phaleria macroca at 750 mg/kg W/day and Averrhoa bilimbi L at 375 mg/kg. Conclusion: Phaleria macrocarpa and Averrhoa bilimbi L extract have a synergistic effect that makes them a promising natural medication for controlling blood glucose levels. Further investigation is required to investigate the underlying mechanisms and assess the long-term consequences of this combination therapy.
Determinant Factors of Stunting Among Toddlers in Riverbank Areas: A Case-Control Study Fathurrahman, Fathurrahman; Magdalena, Magdalena; Mas’odah, Siti; Hammad, Hammad; Hutagaol, Rutmauli
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 23 No 3 (2025): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol23.Iss3.2130

Abstract

Stunting remains a critical issue of chronic malnutrition, especially in regions with abundant food resources but poor sanitation and nutrition education. This study aims to analyze the determinants of stunting among toddlers in the riverbank areas of Aluh-Aluh District, Banjar Regency, South Kalimantan. A case-control design was used, involving 142 children (72 cases and 70 controls) selected randomly from two villages. Variables examined include the dietary patterns of children and pregnant women, maternal nutritional status (chronic energy deficiency), exclusive breastfeeding, a history of infections, drinking water sanitation, and household food expenditure. Multivariate logistic regression revealed six significant determinants of stunting: poor maternal diet (OR=5.404), maternal undernutrition (OR=11.546), lack of exclusive breastfeeding (OR=3.198), inadequate toddler diet (OR=2.600), unboiled tap water consumption (OR=2.767), and high household food expenditure (OR=6.111). Despite being a food-rich region, the high stunting prevalence reflects structural issues in maternal education, childcare practices, and sanitation access. These findings highlight the need for contextual, integrated, and community-based interventions targeting the First 1000 Days of Life. Stunting prevention efforts should prioritize maternal nutrition education, exclusive breastfeeding promotion, improved sanitation, and the utilization of local resources and village funding.
Optimizing the use of partographs by midwives in early detection of labor complications: analysis of influencing factors Yuliastuti, Erni; Fathurrahman, Fathurrahman; Rafidah, Rafidah; Syahrianti, Syahrianti; Sarita, Sultina; Rosana, Dina
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 36 No. 1 (2026): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v36i1.4110

Abstract

Background: The use of partographs in obstetric care is an important topic, especially in low- and middle-income countries, including Indonesia, which face high maternal and neonatal mortality rates. Objective: This study aimed to explore and analyze factors influencing midwives' use of the partograph for early detection of labor complications. Methods: This study employed a non-experimental quantitative approach with a cross-sectional design to analyze factors influencing partograph use by midwives. The study population was 135 midwives in Hulu Sungai Utara Regency, with a sample of 101 midwives determined using a simple random sampling technique. The dependent variable was partograph utilization, while the independent variables included midwives' knowledge, attitudes, motivation, perception of supervision, training, length of service, age, and education level. Data were collected through a structured questionnaire and observation sheet. Data analysis used the chi-square test and multiple logistic regression to identify relationships between variables influencing partograph utilization. Results: The education was significantly associated with partograph utilization (p=0.001; OR 6.0), with midwives with higher education being more likely to use it. Conversely, length of service ≥5 years was associated with decreased partograph utilization (p=0.000; OR 0.05). In addition, motivation (p=0.002; OR 1.6) and supervision (p=0.032; OR 1.7) also positively influenced partograph use. The logistic regression model showed that higher education increased the probability of partograph use (Exp(B)=11.172), while longer work experience decreased the probability (Exp(B)=0.028). Conclusion: Higher education significantly increased partograph use, while work experience above 5 years decreased its use. Motivation and supervision also positively contributed to optimal partograph use.