Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP KEMAMPUAN INFILTRASI DAN ALIRAN PERMUKAAN CURAH HUJAN DI DAS MALUKA Muhammad Dienul Hafiz; Badaruddin Badaruddin; Khairun Nisa
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 3 Edisi Juni 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i3.9227

Abstract

Watershed conditions is one of the variables in the occurrence of floods that affect infiltration and run-off. Infiltration and run-off that occur in each land use have different values. The high and low values of infiltration and run-off will determine whether land use in the watershed will produce run-off or not. Maluka Watershed is one of the watersheds in South Kalimantan which has a fast water level rise but has a small infiltration rate and low slope making it prone to flooding. The purpose of this research are: (1) to analyze the rate and volume of infiltration as well as run-off in the Maluka watershed; and (2) to examine the role of land use that affects the rate of infiltration and run-off. This research was conducted in the Maluka watershed, located in Tanah Laut District, Banjar District, and Banjarbaru City. The Infiltration test was carried out using Horton Method with three repetitions five minutes apart and more than five meters away. The rainfall-runoff test was carried out using the Rational Method. The result of this research showed that in dry land agriculture the highest infiltration is 55,96 mm/hour (medium) with an infiltration volume is 25.99 mm3, the smallest infiltration located on open land is 10.27 mm/hour (low medium) with infiltration volume is 2.85 mm3, the highest runoff in plantations is 92.36 m3/second (while research) and 419.16 m3/second (within five years) while the smallest run off located on shrubs is 4.95 m3/second (while research), and 22.47 m3/second (within five years). The role of land use that affects the rate and volume infiltration as well as the amount of runoff is all land use, including open landKondisi Daerah Aliran Sungai atau DAS merupakan salah satu variabel dalam terjadinya banjir yang mempengaruhi infiltrasi dan aliran permukaan. Infiltrasi dan aliran permukaan yang terjadi pada setiap penggunaan lahan memiliki nilai berbeda-beda. Tinggi dan rendahnya nilai infiltrasi dan aliran permukaan akan menentukan penggunaan lahan yang ada di DAS akan menghasilkan aliran permukaan atau tidak. DAS Maluka merupakan salah satu DAS yang ada di Kalimantan Selatan yang memiliki kenaikan muka air cepat tetapi laju infiltrasinya kecil serta kelerengannya rendah sehingga rawan terjadinya banjir. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Menganalisis laju dan volume infiltrasi serta aliran permukaan di DAS Maluka; dan (2) Mengkaji peran penggunaan lahan yang mempengaruhi laju infiltrasi dan besarnya aliran permukaan. Penelitian ini dilakukan di DAS Maluka yang terletak di Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Banjar, dan Kota Banjarbaru. Uji infiltrasi dilakukan dengan menggunakan Metode Horton dengan 3 ulangan yang berselang waktu 5 menit dan berjarak 5 meter lebih serta uji aliran permukaan dilakukan dengan Metode Rasional. Hasil penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa pertanian lahan kering memiliki laju infiltrasi terbesar 55,96 mm/jam (sedang) dengan volume infiltrasi 25,99 mm3, laju infiltrasi terkecil terdapat pada tutupan lahan tanah terbuka 10,27 mm/jam (sedang lambat) dengan volume infiltrasi 2,85 mm3, aliran permukaan tertinggi terdapat di perkebunan 92,36 m3/detik (selama penelitian) dan 419,16 m3/detik (dalam kurun waktu 5 tahun) sedangkan aliran permukaan terkecil ditemukan di semak 4,95 m3/detik (selama penelitian) dan 22,47 m3/detik (dalam kurun waktu 5 tahun). Peran penggunaan lahan yang mempengaruhi laju infiltrasi dan volume infiltrasi serta besarnya aliran permukaan yaitu semua tutupan lahan termasuk tanah terbuka.
PENGUKURAN LAJU DAN VOLUME INFILTRASI PADA BERBAGAI KELAS PENUTUPAN LAHAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI TABUNIO PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Afryanda Eka Bagaskara; Syam'ani Syam'ani; Khairun Nisa
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 4 Edisi Agustus 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i4.9990

Abstract

Infiltration is the process by which water penetrates the soil, most often through the surface. The Tabunio Watershed is one of the watersheds that plays an essential role in agriculture, plantations, industry, and the domestic interests of Tanah Laut Regency. Infiltration measurements were carried out on several land covers in the Tabunio watershed. This study aimed to calculate the infiltration rate on several different land covers in the Tabunio Watershed and calculate the infiltration volume in the Tabunio Watershed, South Kalimantan Province. Land cover interpreted visually using Sentinel-2 MSI Imagery. Each class of land cover resulting from visual interpretation was measured by infiltration rate and volume in the field using an infiltrometer. Horton's method is used in calculating the infiltration rate and volume. The highest infiltration rate was found in forest land cover with a value of 18.902 mm/hour, including a bit slower infiltration classification, while the lowest infiltration rate was in paddy fields with a value of 1.853 mm/hour. The highest infiltration volume founded in forest land cover with a value of 8.225 mm3 and the lowest infiltration volume was found in paddy fields with a value of 1.149 mm3Infiltrasi adalah proses dimana air menembus tanah sebagian besar melalui permukaan. Daerah Aliran Sungai Tabunio merupakan salah satu DAS yang berperan sangat penting bagi pertanian, perkebunan, industri dan kepentingan domestik di Kabupaten Tanah Laut. Pengukuran infiltrasi dilakukan pada beberapa tutupan lahan yang terdapat pada DAS Tabunio. Tujuan: penelitian ini yaitu: menghitung laju infiltrasi pada beberapa tutupan lahan yang berbeda pada DAS Tabunio dan menghitung besarnya volume infiltrasi DAS Tabunio Provinsi Kalimantan Selatan. Penutupan lahan diinterpretasi secara visual menggunakan Citra Sentinel-2 MSI. Setiap kelas penutupan lahan yang dihasilkan dari interpretasi visual selanjutnya dilakukan pengukuran laju dan volume infiltrasi di lapangan menggunakan infiltrometer.  Metode Horton digunakan dalam perhitungan laju dan volume infiltrasi. Laju infiltrasi tertinggi terdapat pada tutupan lahan hutan dengan nilai 18,902 mm/jam termasuk kriteria infiltrasi agak lambat sedangkan laju infiltrasi terendah pada tutupan lahan sawah dengan nilai 1,853 mm/jam. Volume infiltrasi tertinggi terdapat pada tutupan lahan hutan dengan nilai 8,225 mm3 dan volume infiltrasi terendah terdapat pada tutupan lahan sawah dengan nilai 1,149 mm3
ANALISIS STATUS KERUSAKAN TANAH DI DAERAH TANGKAPAN AIR (DTA) SUB-SUB DAS RIAM KANAN Regina Putri Utami; Eko Rini Indrayatie; Khairun Nisa
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i6.11025

Abstract

Changes in land cover can cause damage to the physical, chemical, and biological properties of the soil. Soil damage is one indicator that makes land critical. Soil damage has the potential to cause erosion so that plant growth on land cannot grow optimally or is said to be infertile. This study aimed to analyze the potential and status of soil damage in the water catchment area of The Riam Kanan sub-watersheds. The methods used in this study are overlays and scoring to determine the potential for soil damage; and matching and scoring to determine the status of soil damage. Based on the analysis of soil damage, there are three classes of potential soil damage, specifically low, medium, and high. The highest potential is found in the Typic Eutrudox Steep Open Land unit. As for soil damage, all land units have the same status, specifically slightly damaged. Those have the same limiting factors, specifically bulk density and total porosity on land unit lateritic Podzolic Flat Rubber Plantation, Lateritic Podzolic Flat Mixed Dryland Agriculture, and Kandic Podzolic Flat Mixed Dryland Agriculture. The limiting factors for unit weight, total porosity, and redox in the Haplic Oxisol Sloping Mixed Garden and Moderately Steep Haplic Oxisols Mixed Gardens land unitsPerubahan tutupan lahan dapat mengakibatkan kerusakan pada sifat fisik tanah, kimia tanah dan biologi tanah. Kerusakan tanah merupakan salah satu indikator yang membuat lahan menjadi kritis. Tanah yang mengalami kerusakan berpotensi terjadi erosi sehingga membuat pertumbuhan tanaman pada lahan tidak dapat tumbuh dengan optimal atau dikatakan tidak subur. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis potensi dan status kerusakan tanah di Daerah Tangkapan Air (DTA) Sub-Sub DAS Riam Kanan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah overlays dan scoring untuk menentukan potensi kerusakan tanah, matching dan scoring untuk menentukan status kerusakan tanah pada lokasi penelitian. Berdasarkan dari hasil analisis didapatkan 3 kelas potensi kerusakan tanah yaitu potensi rendah, potensi sedang dan potensi tinggi. Potensi tinggi terdapat pada unit lahan Typic Eutrudox Curam Tanah Terbuka (TECTT), sedangkan status kerusakan tanah pada semua unit lahan memiliki status yang sama yaitu rusak ringan. Adapun yang memiliki faktor pembatas yang sama yaitu berat isi dan porositas total pada unit lahan Podsolik Laterik, Datar, Perkebunan Karet (PLDPK), Podsolik Laterik, Datar, Pertanian Lahan Kering Campur (PLDPLKC), dan Podsolik Kandik, Datar, Pertanian Lahan Kering Campur (PKDPLKC). Faktor pembatas berat isi, porositas total dan redoks pada unit lahan Oksisol Haplik, Landai, Kebun Campuran (OHLKC) dan Oksisol Haplik Cukup Curam, Kebun Campuran (OHCCKC).
BRIKET ARANG AROMATERAPI AKAR WANGI DARI LIMBAH TEMPURUNG KELAPA, SEKAM PADI DAN PLASTIK LDPE BERDASARKAN RASIO UKURAN PARTIKEL DAN GETAH DAMAR Muhammad Faisal Mahdie; Adi Rahmadi; Noor Mirad Sari; Khairun Nisa; Mirna Mirna; Muhammad Rizki
Jurnal Hutan Tropis Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 1 Edisi Maret 2024
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v12i1.19032

Abstract

Akar wangi (Vetiveria zizanoides) yang mengandung resin dapat digunakan sebagai salah satu bahan pembuatan briket aromaterapi karena mengandung aroma yang menenangkan dan menghilangkan stres. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Menganalisis karakteristis briket aromaterapi akar wangi, 2) Mengetahui perlakuan terbaik briket arang aromaterapi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua perlakuan yaitu komposisi bahan dan ukuran partikel 20 mesh, 45 mesh, dan 60 mesh masing-masing tiga ulangan. Perlakuan terbaik untuk kadar air ukuran 20 mesh sebesar 1,91%, ukuran 45 mesh 1,36% dan 1,16% ukuran 60 mesh. Kadar abu ukuran 20 mesh yang terbaik dengan nilai 5,57%, 45 mesh sebesar 5,97% dan 60 mesh yang terbaik 6,8%. Kadar zat terbang terbaik ukuran 20 mesh sebesar 70,02%, 45 mesh 72,53% dan 60 mesh 72,34%. Kadar karbon terikat terbaik ukuran 20 mesh yaitu 21,64%, 45 mesh sebesar 22,55% dan 60 mesh 22,57%. Nilai kalor terbaik ukuran 20 mesh yaitu 7453,09 kal/gr, 45 mesh sebesar 7608,69 kal/gr dan 60 mesh sebesar 7632,32 kal/gr. Kerapatan terbaik untuk ukuran 20 mesh 1,06 gr/cm3, 45 mesh sebesar 1,10 gr/cm3 dan 60 mesh sebesar 1,17 gr/cm3. Semua perlakuan untuk kadar air, kadar abu, nilai kalor dan kerapatan memenuhi standar Amerika, namun untuk kadar zat terbang dan kadar karbon terikat belum memenuhi standar Amerika.
PENILAIAN POTENSI OBJEK WISATA TAMAN WISATA ALAM TANJUNG KELUANG DAN PANTAI KUBU DI KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT KALIMANTAN TENGAH Algifari Musthofan; Khairun Nisa; Abdi Fithria
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i2.12315

Abstract

West Kotawaringin Regency has a variety of strategic and potential tourist objects to be managed and developed. The aims of this study were 1. To identify the attractions of natural tourism objects in Tanjung Keluang Nature Park and Kubu Beach, and 2. To assess the tourism potential of Tanjung Keluang Nature Park and Kubu Beach. The method used in this study is a quantitative method of survey techniques and field observations. The results show that the tourist attractions owned by the Tanjung Keluang Nature Park are beach tourism, turtle breeding, diversity of flora and fauna, and camping areas, while the tourist attractions of Kubu Beach are beaches and culinary tours. The internal potential of Tanjung Keluang Nature Park includes a high classification (score 13), the external potential is a moderate classification (score 17) and the combined potential is a moderate classification (score 30). The internal potential of Kubu Beach is a moderate classification (score of 9), the external potential is a classification high (score of 19), and the combined potential is a moderate classification (score of 28). The internal potential of Tanjung Keluang Nature Park is superior because the area is conservation and beauty, so nature is still maintained and as well as there is a turtle hatchery that can attract visitors, but facilities available for these tourist objects are limited, in contrast to Kubu Beach which has more complete facilities such as toilets, places of worship, parking lots, and food and beverage stalls, so that the external potential of Kubu Beach is highestKabupaten Kotawaringin Barat memiliki beragam objek wisata yang strategis dan potensial untuk dikelola dan dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah 1. Identifikasi atraksi objek wisata alam yang terdapat pada Taman Wisata Alam Tanjung Keluang dan Pantai Kubu serta 2. Penilaian potensi objek wisata Taman Wisata Alam Tanjung Keluang dan Pantai Kubu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif teknik survei, dan observasi lapangan. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa atraksi wisata yang dimiliki Taman Wisata Alam Tanjung Keluang berupa wisata pantai, penangkaran penyu, keragaman flora dan fauna, serta camping area, sedangkan atraksi wisata Pantai Kubu berupa pantai, dan wisata kuliner.  Potensi internal Taman Wisata Alam Tanjung Keluang termasuk klasifikasi tinggi (skor 13), potensi eksternal termasuk klasifikasi sedang (skor 17) dan potensi gabungan termasuk klasifikasi sedang (skor 30. Potensi internal Pantai Kubu termasuk klasifikasi sedang (skor 9), potensi eksternal termasuk klasifikasi tinggi (skor 19) dan potensi gabungan termasuk klasifikasi sedang (skor 28). Potensi internal Taman Wisata Alam Tanjung Keluang lebih unggul karena kawasan tersebut merupakan kawasan konservasi sehingga keasrian alam masih terjaga serta terdapat penangkaran penyu yang dapat menarik minat pengunjung, namun fasilitas yang tersedia pada objek wisata tersebut masih terbatas berbeda dengan Pantai Kubu yang memiliki fasilitas lebih lengkap seperti toilet, tempat ibadah, tempat parkir, dan warung makanan dan minuman, sehingga potensi eksternal Pantai Kubu lebih tinggi
Aneka Olahan Pepaya Di Desa Tatah Layap Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan Sari, Noor Mirad; Mahdie, Muhammad Faisal; Violet, Violet; Nisa, Khairun; Limbong, Melani; Dewi, Emelda Fitrian
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 5 Vol. 2 April, 2024
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v5i2.135

Abstract

Kabupaten Banjar merupakan salah satu penghasil buah pepaya di Kalimantan Selatan. Buah pepaya mengandung enzim papain sehingga mudah dicerna oleh tubuh serta kaya Vitamin C. Pengolahan buah pepaya merupakan salah satu upaya untuk mengantisipasi hasil panen yang melimpah. Kelompok pengolah pepaya di Desa Tatah Layap Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar, telah membuat beberapa produk aneka olahan pepaya berupa keripik, dan manisan Alua berbentuk bunga, namun olahan kripik pepaya tersebut selama ini hanya dijual di Sekolah Dasar dan warung terdekat, sedangkan manisan alua tergantung dari pesanan konsumen karena harganya lebih mahal. Permasalahan yang dihadapi mitra yaitu belum mampu mengembangkan usaha, masih kurangnya inovasi dalam mengembangkan aneka olahan pepaya menjadi produk dan kurangnya peralatan. Tim Pelaksana Program Kemitraan Masyarakat Fakultas Kehutanan pada tanggal 27 Juli 2023 memberikan penyuluhan dan pelatihan pembuatan aneka olahan pepaya seperti puding papaya, cake papaya, dan bola-bola pepaya serta memberikan bantuan peralatan Mixer, Baking pan dan alat pembuat kripik kepada mitra. Pengetahuan dan keterampilan mitra meningkat setelah kegiatan penyuluhan dan pelatihan pembuatan produk olahan pepaya
POTENSI DESA SUNGAI RUTAS DALAM PENGEMBANGAN WISATA MINAT KHUSUS KERAJINAN ANYAMAN PURUN BERBASIS LAHAN BASAH Rohmah, Faizatur; Nisa, Khairun; Pitri, Rina Muhayah Noor
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i5.10223

Abstract

ABSTRACT. Wetlands such as rivers, beaches, lakes, and swamps are alternative tours that can enjoy their beauty. In addition to wetland areas with beautiful scenery, Sungai Rutas Village has purun handicrafts and Datu Muning's tomb for religious tourism. This study aims to identify superior products of purun handicrafts and analyze the potential of Sungai Rutas Village to development of purun handicrafts. The observation method used 4A observations (attraction, accessibility, amenity, and ancillary service) and in-depth interviews with 30 respondents. Location determination and respondents based on purposive sampling. Based on the results of the study, it found that Sungai Rutas Village has the attraction of the creative economy industry in the form of purun handicraft products. The superior products produced are bags, mats, and hats. Sungai Rutas Village has elements of potential attractions (has a choice of tourist activities), accessibility that is easy to reach (road conditions are very good and wide), amenities are still not fulfilled (homestay is not available) and terms of Ancillary services also less supportive (no tourist information center is available). However, overall, the four elements of 4A are sufficient to support the development of purun handicrafts as a potential for wetland-based special interest tourism in Sungai Rutas Village.Keywords: Wetlands; Purun handicrafts; Special interest tourism; Sungai rutas village ABSTRAK. Lahan basah seperti sungai, pantai, danau dan rawa merupakan alternatif wisata yang dapat dinikmati keindahannya. Selain kawasan lahan basah dengan pemandangan indah Desa Sungai Rutas memiliki kerajinan anyaman purun dan makam Datu Muning sebagai wisata religi. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi produk unggulan kerajinan anyaman purun dan menganalisis potensi Desa Sungai Rutas dalam pengembangan kerajinan anyaman purun. Metode pengamatan menggunakan observasi 4A (attraction, accessibility, amenity dan ancillary service) dan wawancara mendalam dengan 30 responden. Penentuan lokasi dan responden berdasarkan purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa Desa Sungai Rutas memiliki daya tarik industri ekonomi kreatif berupa produk kerajinan anyaman purun. Adapun produk unggulan yang dihasilkan berupa anyaman tas, tikar dan topi purun. Desa Sungai Rutas memiliki elemen atraksi yang potensial (memiliki pilihan aktivitas wisata), elemen aksesibilitas yang mudah dicapai (kondisi jalan sangat baik dan lebar), amenitas masih kurang terpenuhi (tidak tersedia homestay) dan dari segi elemen Ancillary juga kurang mendukung (tidak tersedia pusat informasi wisata). Namun secara keseluruhan empat elemen 4A cukup mendukung pengembangan kerajinan anyaman purun sebagai potensi wisata minat khusus berbasis lahan basah di Desa Sungai Rutas.Kata kunci: Lahan Basah; Kerajinan purun; Wisata minat khusus; Desa Sungai Rutas
Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Di Desa Mandiangin Barat Melalui Pembuatan Pot Organik Sari, Noor Mirad; Mahdie, Muhammad Faisal; Violet; Nisa, Khairun; Rianawati, Fonny; Naparin, Muhammad; Helmi, Muhammad; Pitri, Rina Muhayah Noor; Puspita, Dian Endah; Yulicia , Zamrudhinda Minna
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 6 No Risdamas (2024): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 6 Vol. Risdamas Desember, 2024
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v6iRisdamas.186

Abstract

Pot organik ramah lingkungan merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kekurangan penggunaan polybag plastik. Bahan organik yang memiliki potensi besar yang dapat digunakan sebagai bahan pot organik yang dapat terurai yaitu limbah sabut kelapa dan jerami padi. Permasalahan mitra saat ini adalah Masyarakat Desa Mandiangin Barat yang berada di sekitar KHDTK ULM belum menangkap peluang usaha untuk membuat pot organik sehingga kegiatan PKM diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Metode kegiatan pengabdian masyarakat meliputi penyuluhan, pelatihan pembuatan pot organik, pendampingan dan evaluasi. Penyuluhan dan pelatihan pembuatan pot organik dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus, bertempat di Desa Mandiangin Barat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Pengetahuan dan kemampuan mitra meningkat setelah kegiatan penyuluhan dan pelatihan. Faktor pendukung kegiatan PKM adalah keinginan mitra untuk maju dan mengembangkan usaha pot organik. Luaran kegiatan berupa publikasi pada Banjarmasin Tribunnews.com, video kegiatan pada YouTube, poster dan artikel ilmiah.
Pemanfaatan Limbah Kayu Menjadi Produk Bernilai Ekonomi: The Utilization of Wood Waste Becomes Products of Economic Value Mahdie, Muhammad Faisal; Sari, Noor Mirad; Violet, Violet; Nisa, Khairun; Rani, Syahrul; Hidayatullah, Muhammad; Misin, Misin
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 9 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i9.9565

Abstract

Wood waste is the remains of wood parts no longer considered economically valuable in product processes. However, if wood waste products are made at different times and places, they will produce new economic value products. Waste wood pieces are currently not utilized optimally due to the lack of knowledge and insight into technology and the development of creativity in the community regarding the use of wood waste. Partners in PKM are the SUKAYU (Suka Karya Kayu) group, which has just started a business with limited wood products, namely, placing flower pots. The problem partners face is limited knowledge, skills, equipment, and capital, so they cannot develop product innovations based on the high selling value and artistic value of wood waste. The method used is training on making chairs, shoe racks, and flower pots using applicative methods, mentoring, and evaluating activities. Training program held on August 16, 2022. After the training, there was an increase in the partners' knowledge and skills about wood waste and its use as wood products, and the partners were able to make several wood products from the waste. The outputs of the Community Partnership Program activities are wood products (chairs, shoe racks, and flower pots), publications in The Banjarmasin Post Online, scientific articles, and activity videos on YouTube.
POTENSI OBJEK WISATA BUKIT BATU DI DESA TIWINGAN BARU KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN Faizin, Ahmad; Nisa, Khairun; Fithria, Abdi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i6.17781

Abstract

Bukit Batu merupakan yang menawarkan keindahan alam dan keanekaragaman hayati yang dapat dinikmati pengunjung. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi atraksi wisata dan menganalisis tingkat kelayakan objek wisata. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara dengan analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif dan skoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atraksi yang ditawarkan adalah pemandangan waduk serta dikelilingi banyak perbukitan, pengunjung dapat menaiki perahu berkeliling waduk dan menuju ke wisata lain seperti Pulau Rusa, Pulau Pinus, Bukit Batas, Pulau Bekantan, Pulau Sirang, dan Gunung Batu Zarah. Flora yang ada di bukit batu berjumlah 31 jenis dan jumlah fauna 23. Biaya tranportasi penyeberangan mengunakan perahu berkisar dari Rp. 300.000 – Rp. 850.000. Objek wisata Bukit Batu di Desa Tiwingan Baru layak untuk dikembangkan sebagai objek wisata dengan nilai indeks kelayakan sebesar 77,98%. Indeks kelayakan hasil penilaian pengelola Objek Wisata Bukit Batu sebesar 80,36%, hasil penilaian dari Kepala Desa Tiwingan Baru sebesar 75,60%, hasil penilaian dari Dinas Pariwisata mendapatkan nilai indeks kelayakan sebesar 75,45% dan hasil penilaian dari wisatawan mendapat nilai indeks kelayakan sebesar 71,71%.
Co-Authors - Asysyifa Abdi Fithria Abdi Fithria Abdi Fithria Abrani Abrani Adi Rahmadi Afiena Puspadini Afryanda Eka Bagaskara Agil Ramanda Raytodi Ahmad Faizin, Ahmad Algifari Musthofan Andi Harahap Ayu Manipa Ayu Novita Sari Badaruddin Badaruddin Badaruddin Badaruddin Beny Ristanto Danang Biyatmoko Dewi Permatasari Dewi, Emelda Fitrian Diana Ulfah Dwi Tratna Wibawa Eko Rini Indrayatie Eny Dwi Pujawati Eva Prihatiningtyas Fatkhunnisa Irkhamni Fazlul Wahyudi Firmansyah Firmansyah Fitria Naimatin Khasanah Fonny Rianawati Gusti Abdul Rahmat Thamrin Hamdani Fauzi Herman Herman Hidayatullah, Muhammad Indah Komala Sari Januar Arthani Jupri Mustofa Khairuddin Khairuddin Limbong, Melani Luh Putu Lilis Suliatini Lusyiani Lusyiani Maepadeapati Chitta Marni Marni Mirna Mirna Misin, Misin Mochamad Arief Soendjoto Mochamad Arief Soendjoto Monica Andriana Muhammad Arif Rahman Muhammad Dienul Hafiz Muhammad Faisal Mahdie Muhammad Faisal Mahdie Muhammad Fikri Fani Ansori Muhammad Helmi Muhammad Rizki Naparin, Muhammad Nida Hasanah Noor Mirad Sari Noorlinda Novianty Novyta Eka Setyarini Puspita, Dian Endah Rani, Syahrul Regina Putri Utami Rina Muhayah Noor Pitri Rina Muhayah Noor Pitri, Rina Muhayah Noor ROHMAH, FAIZATUR Roy Sandi Hasugian Shinta Ajar Shinta Uli Lumbantoruan Stephany Turnip Syamani D. Ali Syamsudin Syamsudin Syarifuddin Kadir Tri Sanjaya Udiantoro Udiantoro Violet Violet Burhanuddin Violet Violet Violet Violet Violet Violet Violet, Violet Widya Nurhasanah Yuda Pranata Yudha Pahing Perdana Yulicia , Zamrudhinda Minna Yuniarti Yuniarti Zainal Islami