Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Penggunaan Metode Montessori Untuk Mengembangkan Kemampuan Kognitif Anak Disabilitas: Using The Montessory Method To Develop The Cognitive Ability Of Children With Disabilities Dwi Sari Usop; Rospala Hanisah Yukti Sari
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 6 No. 2 (2021): Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/tunas.v6i2.2520

Abstract

Penggunaan metode sangat diperlukan untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak, khususnya anak disabilitas. Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan, yakni metode Montessori, yakni metode yang mengoptimalkan stimulus indrawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis literatur. Mengkaji berbagai literatur guna memperdalam ilmu mengenai ketajaman metode Montessori mengembangkan kemampuan anak disabilitas. Hasil penelitian membuktikan bahwa metode Montessori efektif digunakan dalam pembelajaran bagi anak disabilitas bersama-sama dengan penggunaan terapi yang diberikan pada anak.
Pelatihan Meningkatkan Kompetensi Melalui Praktik Baik dalam Platform Merdeka Mengajar (PMM) Pada Gugus TK XI Bunga Matahari Suniati Suniati; Megawati Rahman; Dwi Sari Usop
Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bijaksana.v3i1.10082

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru TK dalam Gugus XI Bunga Matahari melalui pelatihan praktik baik pada Platform Merdeka Mengajar. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah ceramah, demonstrasi, dan praktik secara langsung. Kegiatan diseminasi dilakukan selama dua hari di Aula TKIT Nurul Fikri dan diikuti oleh guru-guru TK dari gugus tersebut. Materi yang disampaikan meliputi kebijakan Kurikulum Merdeka, pengenalan Platform Merdeka Mengajar, praktik baik, serta pembuatan praktik baik menggunakan Canva. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap fungsi dan pemanfaatan PMM secara signifikan, khususnya dalam membuat dan membagikan praktik baik, menyusun aksi nyata, serta memanfaatkan fitur yang tersedia seperti pelatihan mandiri dan perangkat ajar. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan mampu menghasilkan produk berupa dokumen praktik baik yang relevan dengan konteks pembelajaran di masing-masing sekolah. Simpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan praktik baik berbasis PMM terbukti efektif dalam mendukung peningkatan kompetensi pedagogik dan profesional guru, serta mendorong kolaborasi antarguru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.
Optimalisasi Kesehatan Mental Siswa: Inisiatif Sosialisasi dan Pendampingan di SMA Muhammadiyah Palangka Raya Haris Munandar; Esty Aryani Safithry; Istiqamah Hafid; Dwi Sari Usop; Isnaeni Marhani; Siti Juhairiah; Dedy Setyawan; Karyanti Karyanti
Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bijaksana.v3i1.10343

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan mental siswa SMA Muhammadiyah Palangka Raya melalui intervensi berbasis sekolah. Latar belakang didasarkan pada laporan I-NAMHS (2022) yang menunjukkan 34,9% remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, dengan hanya 2,6% yang mengakses layanan. Metode yang digunakan meliputi: (1) workshop interaktif selama dua hari dengan pendekatan partisipatif, dan (2) aplikasi digital berbasis soal psikologis dengan umpan balik instan. Partisipan terdiri dari 60 siswa yang dipilih secara acak. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan kesehatan mental sebesar 38% secara rata-rata, dengan capaian tertinggi pada pemahaman dasar (39%). Intervensi digital mendapat respons positif (85% siswa menyatakan materi mudah dipahami), meskipun 28% mengalami kendala akses internet. Program ini membuktikan efektivitas pendekatan multimodal dalam meningkatkan literasi kesehatan mental remaja, dengan rekomendasi pengembangan modul offline untuk menjangkau siswa dengan keterbatasan infrastruktur.