Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pelatihan Cakap Digital Guna Mengantisipasi Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) Untuk Forum Osis Padang Ayu Adriyani; AB Sarca Putera; Rian Surenda; Muhammad Al Fikrah Firlian
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i2.1369

Abstract

Kuantitas yang tinggi menuntut keterampilan digital yang juga tinggi. Faktanya, konsekuensi tingginya aktivitas masyarakat di internet adalah munculnya beragam persoalan. Sementara itu, dalam menghadapi muculnya potensi-potensi permasalahan dibutuhkan kecakapan digital yang mumpuni. Berdasarkan uraian tersebut, melalui anggota Forum OSIS Padang, tim pengabdi melakukan analisis kebutuhan tentang kejahatan digital yang akrab dengan mereka dan sekiranya membutuhkan kecapakan digital yang tinggi. Hasilnya, fenomena Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) menjadi fokus utama yang memerlukan perhatian dan kecakapan. Tujuan pelaksanaan program pengabdian ini adalah untuk membangun hard skill dan soft skill peserta dalam pemanfaatan teknologi digital, utamanya dalam mengantisipasi kekerasan berbasis gender online. Kegiatan ini diikuti oleh 27 orang siswa yang berasal dari beragam sekolah di Kota Padang. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini terbagi atas tiga kegiatan utama, yaitu pre-program, program, dan post-program. Pada kegiatan pre-pogram dan post-program, kegiatan diimplementasikan dalam bentuk pre-test dan post-test untuk melihat sejauh mana perubahan pengetahuan anggota Forum OSIS Padang sebelum dan setelah kegiatan pengabdian dilaksanakan. Pada program utama, kegiatan ini memberikan pengetahuan kepada peserta dengan membagi materi berdasarkan konsep pengenalan, upaya preventif, dan mitigasi. Kegiatan yang diselenggarakan pada bulan September 2024 ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan digital peserta terutama untuk menghadapi KBGO. Sebagai gambaran dari hasil pre-test dan post-test, terjadi peningkatan dalam hal pemahaman tentang pentingnya consent (persetujuan) satu sama lain, peningkatan pengetahuan tentang bentuk-bentuk kejahatan siber yang melingkupi kekerasan berbasis gender online, serta peningkatan pengetahuan tentang mekanisme yang bisa diambil dalam merespons komunikasi yang mengarah pada kekerasan seksual.
Objective and Existential Lecturer Authenticity as Drivers of Student Engagement and Learning Performance in Tourism and Hospitality Programmes Hijriantomi Suyuthie; Rian Surenda; Rahmi Fadilah; Siti Fatma
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 2 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i2.14360

Abstract

This study examines how lecturers’ authenticity—operationalised through objective authenticity (a lecturer’s adherence to transparent course standards and consistent professional conduct) and existential authenticity (the warmth, sincerity, and meaningfulness students perceive in the learning experience)—shapes student engagement and perceived learning performance in tourism and hospitality programmes. Drawing on Self-Determination Theory, a quantitative survey was administered to 196 undergraduate students across West Sumatra, Indonesia (August–October 2025), and the proposed model was tested via partial least squares structural equation modelling (PLS-SEM) using a two-stage higher-order construct approach. Results indicate that existential authenticity exerted a stronger positive effect on student engagement (β = 0.34, p < 0.001) than objective authenticity (β = 0.17, p = 0.048). St udent engagement predicted perceived learning performance (β = 0.39, p < 0.001). The model explained 26% of variance in engagement (R² = 0.26) and 15% in perceived learning performance (R² = 0.15). Student engagement fully mediated the relationship between objective authenticity and perceived learning performance, and partially mediated the relationship between existential authenticity and perceived learning performance. Findings underscore the value of meaning-centred, sincere teaching practices for building durable student engagement and enhancing perceived learning outcomes in practice-oriented hospitality programmes.