Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

GRAHA JURNALISTIK EXPOSE MANADO (FLEKSIBILITAS DALAM ARSITEKTUR) Uniplaita, Andre E.; Rengkung, Joseph; Takumansang, Esli D.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i2.14101

Abstract

Expose Manado sebagai media yang mewadahi karya foto para jurnalis Manado, yang didukung dengan kemajuan teknologi dan informasi, membuat majalah ini semakin berkembang. Namun perkembangan ini tidak didukung dengan fasilitas bangunan yang kompeten. Maka Graha Jurnalistik Expose Manado yang berfungsi sebagai tempat percetakan majalah, dan kantor jurnalis Manado, mampu mewadahi berbagai kegiatan jurnalis dalam peningkatan kualitas majalah Expose Manado lebih inovatif, serta mendukung kegiatan-kegiatan lain seperti, pameran foto, workshop, percetakan majalah dan lain sebagainya. Untuk mendukung rancangan objek maka tema Fleksibilitas dalam Arsitektur dipilih untuk diimplementasikan dalam rancangan karna dianggap mampu merepresentasikan fungsi objek dan dapat bekerja optimal mengikuti fungsi dan waktu. Fleksibilitas arsitektur sebagai konsep yang ditawarkan dirasa sesuai dengan kebutuhan bangunan saat ini. Sehingga sebuah desain dalam hal ini Graha Jurnalistik Expose Manado dapat berkesuaian dengan ruang tempat maupun waktu sesuai dengan penerapan konsep fleksibilitas dalam arsitektur. Metode rancangan yang dilakukan nantinya bersifat pragmatis dimana menghadirkan explorasi-explorasi bentuk mengikuti orientasi pada site perancangan yang berfungsi optimal untuk jurnalis dan percetakan majalah sebagai profil bangunan itu sendiri. Kata kunci: Expose Manado, Fleksibilitas Arsitektur, Jurnalistik.
PENDEKATAN KENYAMANAN THERMAL PADA ARSITEKTUR TRADISIONAL Masarrang, Fennyrian; Rengkung, Joseph
MEDIA MATRASAIN Vol 10, No 2 (2013)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang kenyamanan thermal pada arsitektur tradisional yang merupakan suatu kondisi thermal yang dirasakan oleh manusia tetapi dikondisikan oleh lingkungan dan benda-benda di sekitar arsitekturnya. Pembahaan di mulai dengan melihat standar internasional mengenai kenyamanan thermal yaitu : sensasi thermal yang di alami manusia merupakan fungsi dari 4 faktor iklim yaitu: suhu udara, radiasi, kelembaban udara, kecepatan angin, serta faktor-faktor individu yang berkaitan dengan laju metabolisme tubuh, serta pakaian yang di gunakan.Adapun prinsip dari pada kenyamanan thermal sendiri adalah, teciptanya keseimbangan antara suhu tubuh manusia dengan suhu tubuh sekitarnya. Karena jika suhu tubuh manusia dengan lingkungannya memiliki perbedaan suhu yang signifikan maka akan terjadi ketidaknyamanan yang di wujudkan melalui kepanasan atau kedinginan yang di alami oleh tubuh.Namun dalam perkembangan dan penerapan pada bangunan tradisional, aspek kenyamanan termal dan kekokohan konstruksi tidak dipertimbangkan. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk memahami konsep dasar pembentukan arsitektur tradisional ini dalam aspek kenyamanan thermal. Karya tulis ini dibuat yang bertujuan untuk memberikan gambaran bagi masyarakat luas, mahasiswa dan arsitek, agar dapat memahami arti penting kenyamanan termal yang dapat diupayakan melalui arsitektur tradisional.Kata kunci : kenyamanan thermal dan arsitektur tradisional.
ARSITEKTUR VERNAKULAR RUMAH TINGGAL MASYARAKAT ETNIK MINAHASA Rengkung, Joseph
MEDIA MATRASAIN Vol 8, No 3 (2011)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKArsitektur sebagai hasil karya manusia merupakan wujud kebudayaan fisik yang tidak terlepas dari perubahan akibat perkembangan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Karya arsitektur rumah tinggal masyarakat etnik Minahasa yang dapat dikategorikan sebagai arsitektur vernakular, dibangun oleh masyarakat setempat dan memiliki prinsip atau pola yang secara tradisional telah diserahterimakan dari generasi ke generasi, merupakan arsitektur yang lahir dari komunitas tertentu dibuat oleh dan untuk suatu masyarakat dan atau kebudayaan tertentu pula, sebagai ungkapan budaya dan jalan hidupnya. Dalam perkembangan fisik rumah tersebut terjadi perubahan baik secara bentuk maupun dalam pemakaian material atau perubahan terjadi secara kuantitas dan kualitas. Walaupun demikian karakteristik bentuk rumah etnik Minahasa masih terlihat jelas dalam keberadaanya, hal ini dikarenakan sifatnya yang tradisional dan selalu dijadikan sebagai suatu aturan, syarat dan pedoman yang diteruskan secara turun temurun. Arsitektur vernakular yang diartikan sebagai arsitektur asli, dibangun oleh masyarakat setempat memiliki karakteristik bentuk (Denah,Tampak dan Ornament bangunan) serta metode yang tidak tertulis dan harus dipatuhi oleh pemilik rumah dalam proses membangun. Fenomena tersebut merupakan hal yang menarik untuk diungkapkan dalam penulisan ini, sehingga keberadaan arsitektur vernakular rumah tinggal masyarakat etnik Minahasa sebagai suatu kearifan lokal dalam bidang Arsitektur dapat diketahui secara jelas dan perlu dilestarikan keberadaanya.Kata kunci : Arsitektur Vernakular Rumah Tinggal Etnik Minahasa
KAJIAN PERUBAHAN BENTUK ARSITEKTUR DENAH RUMAH TINGGAL KAITAN DENGAN SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA MASYARAKAT PEMUKIM PADA PERUMAHAN KARYAWAN KANTOR GUBERNUR DI WINANGUN MANADO Rengkung, Joseph; Makarau, Vicky H.; Kapugu, Herry
MEDIA MATRASAIN Vol 9, No 3 (2012)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perumahan Karyawan Kantor Gubernur di Desa Winangun Dua Manado dibangun tahun 1978 dan awal ditempati tahun 1981, berjumlah 70 unit terdiri dua tipe yaitu tipe 70 M2 dan tipe 54 M2.  Dalam perkembangan perumahan tersebut telah mengalami perubahan bentuk arsitektur dimana ada indikasi perubahan terkait dengan kehidupan sosial ekonomi dan latar belakang budaya masyarakat pemukim. Penelitian ini bertujuan mengetahui perubahan bentuk Arsitektur difokuskan pada perubahan bentuk denah rumah  dari ke dua tipe rumah yang ada diperumahan ini dengan melihat kaitan terhadap indikasi tersebut di atas. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini dan pengambilan sampel penelitian dilakukan secara proposive (sampel bertujuan) dengan melihat indikasi visual terhadap kondisi perubahan rumah yang ada. Sampel yang diperoleh dapat menggambarkan secara faktual fenomena yang terjadi pada ke dua tipe  rumah yang ada di perumahan ini. Sedangkan untuk mendapatkan data sosial ekonomi dan latar belakang budaya masyarakat pemukim dilakukan observasi terhadap populasi rumah yang ada di perumahan ini. Kajian dilakukan secara deduktif untuk menguji kebenaran konsep penelitian yang dibangun dari kajian teori. Hasil kajian penelitian ditemukan bahwa perubahan bentuk denah rumah terdiri dari tiga kategori yaitu; (1) Reparasi denah, (2) Modifikasi denah dan (3) Rekonstruksi denah, dimana  perubahan ini meliputi; penambahan ruang, penghapusan ruang dan perubahan fungsi ruang. Hasil kajian menunjukan bahwa perubahan yang ada   terkait dengan kondisi sosial ekonomi serta tuntutan rutinitas melakukan aktivitas kehidupan dan merupakan aplikasi konsep keluarga yang erat hubungan dengan nilai budaya masyarakat pemukim. Kata kunci : Perubahan Rumah,Sosial ekonomi dan Budaya masyarakat Pemukim
PELESTARIAN LANSEKAP BUDAYA INDONESIA : MENDOKUMENTASIKAN LANSEKAP VERNAKULAR ETNIS MINAHASA DI WILAYAH PERDESAAN PESISIR PANTAI KECAMATAN KEMA, SULAWESI UTARA Wuisang, Cynthia E.V.; Rengkung, Joseph; Rondonuwu, Dwight M.
MEDIA MATRASAIN Vol 13, No 3 (2016)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mengkaji lansekap budaya etnis Minahasa, yang difokuskan pada permukiman masyarakat di wilayah perdesaan. Perdesaan di Tana Minahasa (The Greater Minahasa Region terdiri dari beberapa kabupaten seperti Kabupaten Minahasa Utara, kabupaten Minahasa Induk, Kabupaten Minahasa Selatan dan kabupaten Minahasa Tenggara) memiliki ciri dan karakter lokal yang unik dan bervariasi. Filosofi dan pandangan hidup masyarakat Minahasa telah berakar ratusan tahun dan di ekspresikan secara vertikal dalam  hubungan lansekap-manusia dengan Tuhan penciptanya, dalam hubungan horizontal dengan masyarakat lainnya  dan hubungan masyarakat dengan lingkungannya. Setiap desa memiliki perbedaan signifikan dalam budaya dan tradisi lokalnya yang tercermin dalam perilaku dan praktek hidup sehari-hari. Penelitian Lansekap Budaya khususnya lansekap vernakular  pada masyarakat Minahasa akan dilakukan dengan mengidentifikasi karakteristik lingkungan fisik dan originalitas perspektif /pandangan hidup masa lalu dan sekarang. Rekam jejak budaya Minahasa telah terdokumentasikan dalam berbagai arsip daerah, nasional dan internasional sejak pertama kali didatangi bangsa Eropa di abad 15 dan etnis Minahasa mengalami periodisasi perubahan budaya secara drastis sejak kolonisasi Belanda. Ancaman kehilangan identitas dan  tradisinya mendorong untuk dilakukan penelitian dengan menemukan kembali dan memperbaharui tradisi dan budaya asli yang pernah berkembang dengan menggali nilai-nilai tangible dan intangible dalam lansekap budaya pada masyarakat etnis Minahasa yang hidup pada jaman sekarang  melalui tradisi dan kearifan lokal yang dimiliki. Riset dilakukan dengan pendekatan etnografi yang secara deskriptif mengkaji pola permukiman (desa)  dan ciri arsitektur vernakular yang masih bertahan hingga saat in. Penelitian ini juga menganalisis norma tradisional, kepercayaan dan nilai-nilai hidup yang mendukung praktek perencanaan, desain dan pengelolaan lansekap permukiman berdasarkan  konstruksi filosofi mempertahankan dan mengkonservasi lansekap budaya. Hasil riset membuktikan lansekap budaya Minahasa khususnya yang terdokumentasi di Kecamatan Kema masih bertahan dalam tekanan globalisasi dan modernisasi namun masih sangat membutuhkan perhatian khusus dalam pengelolaannya. Untuk itu perlu adanya pengelolaan Konservasi Budaya secara komprehensif, terpadu dan berkelanjutan.
STADION SEPAK BOLA DI MANADO” (IMPLEMENTASI BENTUK, GERAK, DAN STRUKTUR DARI SANTIAGO CALATRAVA) Pondaag, Indira A.; Rengkung, Joseph; Makarau, Vicky H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i1.12269

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman, dimana popularitas sepak bola menarik perhatian masyarakat dunia, khususnya masyarakat Manado. Dengan memperhatikan  minat masyarakat tersebut,  maka Olahraga Sepak Bola dipandang sangat penting untuk dikembangkan di Manado. Namun mencermati keadaan stadion yang ada di Manado (Stadion Klabat) terlihat bahwa belum  menunjukan adanya suatu pengelolaan yang baik dan belum lengkapnya fasilitas stadion yang memadai. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka perlu direncanakan  kembali Stadion Sepak Bola di lokasi yang representatif. Hal ini bertujuan untuk menciptakan sebuah stadion yang dapat memenuhi kebutuhan  tersebut, yaitu mampu memberikan kenyamanan pada penonton dengan kapasitas standar internasional dan dilengkapi fasilitas-fasilitas pendukung untuk menampung segala kegiatan penonton, pemain, ofisial dan pengurus stadion. Dalam perancangan ini mengambil tema Implementasi Bentuk, Gerak, dan Struktur dari Santiago Calatrava. Hasil karya Santiago Calatrava tidak lepas dari unsur-unsur estetika baik itu berupa bentuk, struktur serta konstruksi. Kata Kunci : Sepak Bola, Fasilitas Stadion, Santiago Calatrava.
RESORT di Area HUTAN BAKAU MANADO “Natural Issue” dalam Arsitektur Laoli, Agus I.; Rengkung, Joseph; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i2.8882

Abstract

Wisata merupakan suatu kebutuhan mendasar manusia di zaman yang serba modern ini sebagai suatu hiburan dari kepenatan dan aktivitas manusia. Manado merupakan salah satu tujuan wisata yang sangat baik di Indonesia, hal ini ditujang oleh adanya Taman Laut Bunaken yang terletak diarea perairan kota Manado. Selain itu juga kondisi alam kota Manado yang memiliki garis pantai panjang dan ditumbuhi oleh berbagai vegetasi pantai salah satunya bakau, merupakan suatu kekayaan alam dimiliki kota Manado. Kondisi alam seperti ini harus dapat dimanfaatkan secara optimal. Salah satu cara pemanfaatan kondisi alam yang dimiliki kota Manado yaitu pengembangan dibidang parawisata dengan pendekatan alam sebagai strategi desainnya. Resort merupakan sarana akomodasi bagi wisatawan untuk dapat menikmati suasana alam kota Manado. Perancangan resort itu sendiri dengan mengedepankan pemanfaatan keindahan ekosistem hutan bakau yang dimiliki kota Manado  dalam penataan tapak. Selain itu kualitas view yang baik perlu juga diperhatikan, sehingga menjadi daya dukung dari resort tersebut.  Penerapan tema “Natural Issue” dalam arsitektur merupakan sebuah solusi yang ditawarkan dalam membangun resort tersebut agar mampu memberikan suatu fasilitas dan akomodasi wisata alam. Penggunaan tema tersebut juga dimaksudkan agar dalam desainnya, objek memiliki ketergantungan terhadap alam sekitar, sehingga hal ini menyebabkan pengelolaan objek haus memperhatikan kelestarian alam. Kata kunci : Hutan Bakau,  Natural Issue, Wisata Alam
TIPE TEORI PADA ARSITEKTUR NUSANTARA MENURUT JOSEF PRIJOTOMO Bakhtiar, .; Waani, Judy O.; Rengkung, Joseph
MEDIA MATRASAIN Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur dan manusia adalah timbal-balik dalam hubungannya. Ini berarti bahwa satu tinjauan dapat dikatakan bahwa arsitektur itu bergantung pada manusia penghadir arsitektur. Arsitektur Nusantara yang hadir merupakan hasil cipta dan rasa dari pengetahuan kelisanan anakbangsa Nusantara. Perwujudan dari pengetahuan kelisanan yang terdiri dari aspek-aspek tan-ragawi (gagasan, norma, status maupun nilai perlambangan) dimanifestasikan ke dalam bentukan arsitektural (baik berupa persolekan/dekorasi-ornamnetasi, maupun warna). Di sini, pengetahuan tan-ragawi (esensi) maupun ragawi (bentuk) menjadi suatu rekaman-rekaman pengetahuan arsitektur Nusantara yang sudah ditumbuhkembangkan sejak sebelum republik ini dibentuk. Mengutip pernyataan Prijotomo (2004) bahwa, “..arsitektur Nusantara dibangun sebagai sebuah pengetahuan yang berlandaskan dan dipangkalkan dari filsafat, ilmu dan pengetahuan arsitektur..”. Studi ini mengkaji tentang Teori arsitektur  Nusantara menurut pemikiran Josef Prijotomo. Jenis penelitian yang digunakan adalah Kualitatif dengan pendekatan teori kritis. Pemilihan sampel secara bertujuan (purposive sample). Analisis data menggunakan analisis isi (content analisys). Data hasil analisis kemudian dikomparasikan dengan kajian Tipe teori arsitektur. Tujuannya adalah menemukan Tipe teori pada arsitektur Nusantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur Nusantara menempatkan posisinya pada tipe “Theory In Architecture” dari Edward Robbins, teori Normatif dari Jon Lang dan teori Preskriptif dari Kate Nesbitt. Kata Kunci : arsitektur Nusantara, tipe teori, pengetahuan arsitektur
TEORI DAN METODA PERANCANGAN : Suatu Kajian Pola Pemikiran Josef Prijotomo Terhadap Arsitektur Nusantara Bakhtiar, .; Waani, Judy O.; Rengkung, Joseph
MEDIA MATRASAIN Vol 12, No 1 (2015)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur dan manusia adalah timbal-balik dalam hubungannya. Ini berarti dapat dikatakan bahwa arsitektur itu bergantung pada sebagai manusia penghadir arsitektur. Arsitektur Nusantara yang hadir merupakan hasil cipta dan rasa (nuansa) dari pengetahuan kelisanan anak bangsa Nusantara. Konsep-konsep geoklimatologi, kebaharian, perwujudan dari pengetahuan kelisanan yang terdiri dari aspek-aspek tan-ragawi (gagasan, norma, status maupun nilai perlambangan) dimanifestasikan ke dalam bentukan arsitektural (baik berupa persolekan / dekorasi-ornamnetasi, maupun warna). Di sini, pengetahuan tan-ragawi (esensi) maupun ragawi (bentuk) menjadi suatu rekaman-rekaman pengetahuan Arsitektur Nusantara yang sudah ditumbuhkembangkan sejak sebelum republik ini dibentuk. Mengutip pernyataan Prijotomo (2004) bahwa, “... Arsitektur Nusantara dibangun sebagai sebuah pengetahuan yang berlandaskan dan dipangkalkan dari filsafat, ilmu dan pengetahuan arsitektur…”. Studi ini mengkaji tentang pola pemikiran Josef Prijotomo terhadap Arsitektur Nusantara yang kemudian membentuk teori dan metoda perancangan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan teori kritis. Pemilihan sampel dengan teknik purposive sampling. Tulisan-tulisan diposisikan sebagai sumber data. Analisis data menggunakan pendekatan induktif. Pendekatan induktif memungkinkan temuan-temuan penelitian muncul dari keadaan umum yang dibentuk dari satuan (unit) informasi, kategorisasi dan merumuskan pernyataan proporsional yang masih terkait dengan data (teori substantif) atau disebut dengan tema atau hipotesis kerja. Tujuan penelitian adalah mengungkapkan teori dan metoda perancangan Arsitektur Nusantara seperti apa yang tersampaikan pada pemikiran-pemikiran Josef Prijotomo yang membentuk teori substantif. Hasil analisis pola pemikiran Prijotomo membentuk kerangka temuan (pola pemikiran), yakni bangunan teori Arsitektur Nusantara meliputi: filsafat, landasan dan ideologi, pengetahuan tradisi tanpa tulisan (struktur dan tektonika bangunan), bentuk dan fungsi ruang (interior). sedangkan metoda perancangan Arsitektur Nusantara (konsep pengkinian) meliputi: interpretasi (penafsiran) dan transformasi (stilisasi/peniruan, mimesis/asimilasi dan hibrida/pencampuran). Kata Kunci: Arsitektur Nusantara, teori, metoda, pengkinian
GAMBAR SKETSA PERCEPAT KERJA MENGGAMBAR ARSITEKTUR DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM ADOBE PHOTOSHOP Rengkung, Joseph
MEDIA MATRASAIN Vol 8, No 1 (2011)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSaat ini berbagai program grafis arsitektur ditawarkan dalam mengerjakan gambar perencanaan arsitektur seperti halnya program Autocad, Adobe Photoshop CS dan beberapa program lainnya, dimana semua program dimaksud merupakan alat (tool) yang dapat digunakan untuk membantu mengerjakan grafis arsitektur. Program program tersebut telah banyak digunakan oleh mahasiswa arsitektur maupun praktisi arsitek dalam melaksanakan pekerjaan perencanaan arsitektur. bagi mahasiswa yang ada difakultas Teknik jurusan Arsitektur Universitas Sam Ratulangi Manado pengenalan akan program tersebut telah tersosialisasi dengan baik, sehingga banyak mahasiswa telah menggunakan program dimaksud dalam menyelesaikan tugas tugas perkuliahan mereka. Bahkan untuk saat ini mahasiswa dalam menyelesaikan tugas Akhir tidak lagi mengerjakan secara manual dengan menggunakan alat mistar gambar, semua telah menggunakan komputer dengan program grafis arsitektur. Observasi dari hasil kerja mahasiswa dalam mengerjakan tugas tugas kuliah memperlihatkan bahwa mereka tidak menggunakan satu program saja, melainkan beberapa program grafis, seperti halnya gambar tampak atau perspektif dihasilkan dengan program Autocad selanjutnya direndring dengan program Photoshop. Keterangan yang diperoleh dari mereka hal ini dilakukan untuk mempercepat penyelesaian gambar. argumentasi tersebut dapat dimengerti karena bila gambar tampak direndring dengan menggunakan program Autocad maka waktu penyelesaian cukup lama jika dibandingkan dengan program Photoshop, hal ini disebabkan regulasi yang ada dalam program Autocad adalah skala normatif yang harus dipatuhi, sedangkan pada program Photoshop lebih pada skala proporsi.Fenomena tersebut menunjukan bahwa tidak tertutup kemungkinan kita dapat memadukan metode lain dengan program grafis yang ada untuk mempercepat gambar arsitektur. Salah satu metode yang dapat mempercepat pengelesaian gambar arsitektur adalah menggambar tangan bebas (sketsa) dan dipadukan atau diselesaikan dengan program Photoshop, hal tersebut sangat memungkinkan dilaksanakan karena program Photoshop tidak terikat dengan suatu modul skala tertentu lebih pada penggunaan skala proporsi. Metode ini merupakan inovasi yang dikembangkan dari empiris penulis dengan pemanfaatan program Photoshop serta berbagai literatur terkait yang dijadikan sebagi kajian pustaka. Diharapkan dengan inovasi ini dapat berguna, bermanfaat dan membantu mahasiswa maupun praktisi arsitek dalam menyelesaikan gambar arsitektur secara lebih cepat dan optimal dalam presentasi yang estetis.Kata Kunci : gambar sketsa , program photoshop