Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

TERMINAL PENUMPANG ANGKUTAN LAUT DI TAHUNA. Arsitektur Neo Vernakular Rompas, Jufri H.; Rengkung, Joseph; Takumansang, Esli D.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24038

Abstract

Kabupaten Kepulauan Sangihe merupakan salah satu Kabupaten yang sedang berkembang dalam hal ekonomi maupun lainnya. Daya tarik Kabupaten Kepulauan Sangihe akan budaya  dan pariwisata laut menjadi tujuan utama para turis datang ke kota ini. Sehingga perhubungan laut dengan fasilitas yang memadai sangat memberikan nilai tambah dalam pelayanan.  Pelabuhan ini juga bukan hanya berperan dalam hal pariwisata tetapi juga sebagai alat penyebrangan ke daerah lain, serta sebagai sarana untuk berdagang sehingga peran pelabuhan Tahuna sangat vital bagi daerah di sekitarnya, maka dari itu dengan adanya Perancangan ulang Terminal Pelabuhan Tahuna yang di rencanakan akan memberikan fasilitas yang memadai dan memenuhi standar dalam menampung segala aktifitas, dalam hal kepelabuhanan pelabuhan Tahuna juga merupakan salah satu pintu masuk menuju Kabupaten Kepulauan Sangihe dan sekitarnya yang tentunya sangat berperan untuk menunjang kelancaran transportasi antar kota dan kabupaten, selain itu Teminal Pelabuhan Tahuna juga akan dilengkapi dengan fasilitas penunjang lainnya. Dengan menggunakan pendekatan Arsitektur Neo Vernakular sehingga diharapkan mampu menghadirkan Terminal Pelabuhan dengan perpaduan budaya, fungsi dan fasilitas yang baik sehingga memberikan makna juga kenyamanan dalam penggunannya. Kata Kunci : Terminal Pelabuhan, Tahuna, Arsitektur Neo Vernakular, Sangihe, Budaya
Pendekatan Lansekap Budaya dalam Pengelolaan Ekomuseum: Studi di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara Wuisang, Cynthia E. V.; Rengkung, Joseph; Rondonuwu, Dwight M.
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 6 No. 4 (2017): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.7.4.191

Abstract

Lansekap budaya adalah fenomena integrasi dari lahan (land), manusia, budaya, dalam kurun waktu dan sejarah yang panjang. Dalam upaya pelestarian Lansekap Budaya berkelanjutan, Ekomuseum adalah salah satu model pengelolaan dengan berbasis sosio-budaya dan etnoekologi. Konsep Ekomuseum berkembang dengan pesat di berbagai negara di belahan dunia dengan berbagai strategi yang melibatkan masyarakat dalam perencanaan dan pengelolaan. Tulisan ini memetakan interaksi masyarakat Minahasa dengan lingkungannya dan bagaimana ekomuseum digunakan sebagai salah satu pendekatan dalam pengembangan dan pelestarian lansekap budaya. Metoda yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dengan melakukan survey terhadap sejumlah permukiman wilayah regional dan melihat potensi ekomuseum masing-masing teritory. Data kemudian dianalisis berdasarkan pendekatan geografi. Kesimpulan tulisan ini adalah merekomendasikan model pengelolaan ekomuseum yang ideal untuk Kabupaten Minahasa.