Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengimplementasian Model PASSING Pada Kelas V Dalam Meningkatkan Aktivitas Dan Motivasi Belajar Siswa Muhammad Alfian Redhani; Akhmad Riandy Agusta
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2023): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v1i3.270

Abstract

Permasalahan yang dihadapi dalam penelitian ini ialah hasil belajar siswa yang rendah. Hal ini terjadi karena kurangnya partisipasi, konsentrasi, dan minat siswa dalam proses pembelajaran, serta pembelajaran cenderung satu arah. Upaya untuk mengatasi tantangan ini melibatkan kombinasi model Problem Based Learning, Two Stay Two Stray, dan Role Playing. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan interaksi antara pengajar dan siswa, serta tingkat motivasi belajar yang memiliki dampak pada hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas. Partisipan dalam penelitian ini adalah 34 siswa dari kelas V UPTD SDN Panggung Baru pada tahun pelajaran 2022/2023. Data yang dikumpulkan terdiri dari aspek kualitatif dan kuantitatif. Informasi kualitatif diperoleh dari pengamatan terhadap aktivitas guru dan siswa, sementara data kuantitatif diperoleh melalui pengukuran tes tertulis secara individual. Proses analisis data dilakukan dengan menggunakan skala persentase dan mengacu pada indikator pencapaian hasil belajar yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan keterlaksanaan aktivitas guru pertemuan 1 sampai 3 meningkat dari 24 hingga 40 dengan kriteria sangat baik. Aktivitas siswa mencapai 85% dengan kriteria sangat aktif. Motivasi belajar siswa pada mencapai 85%, sehingga mempengaruhi peningkatan hasil belajar siswa mencapai 85%.
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Kerjasama Menggunakan Model Pelita Pada Siswa Sekolah Dasar Hennie Ananda; Akhmad Riandy Agusta
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2023): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v1i3.278

Abstract

Permasalahan pada penelitian ini adalah siswa cenderung belum mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis, siswa kurang mampu dalam menarik sebuah kesimpulan, siswa masih pasif dalam mengikuti proses pembelajaran dan siswa kurang mampu berinteraksi dengan teman sekelasnya. Sedangkan proses pembelajaran yang diimplementasikan harusnya mampu memecahkan masalah dan siswa saling bekerjasama searah dengan tujuan pembelajaran PPKn yang menuntut siswa memiliki karakter yang demokratis, berpikir kritis, bersikap rasional dan tanggap terhadap isu atau permasalahan yang dapat dikembangkan melalui pembelajaran berkelompok yang di dalamnya terdapat aktivitas bekerjasama dan mufakat dalam pengambilan keputusan. Hal ini disebabkan pembelajaran didominasi oleh metode ceramah, kurang menerapkan kerja kelompok, pembelajaran menggunakan model yang kurang bervariatif, siswa masih kurang percaya diri untuk bertanya dan kurang mampu dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan konsep pembelajaran PPKn dalam kehidupan sehari – hari. Solusi yang dapat ditempuh untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan model PELITA dalam pembelajaran PPKn. Model ini merupakan kombinasi dari model pembelajaran Problem Based Learning, Number Head Together dan Course Review Horay. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis peningkatan aktivitas siswa, keterampilan berpikir kriris, keterampilan Kerjasama dan hasil belajar siswa selama mengikuti pembelajaran menggunakan model PELITA. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) karena bertujuan untuk memahami hal – hal yang terjadi dalam keterlibatan sebuah proses perbaikan dan perubahan dalam pembelajaran di kelas seperti aktivitas, keterampilan berpikir kritis, keterampilan kerjasama dan hasil belajar melalui penerapan model pembelajaran inovatif PELITA. Penelitian ini berlangsung selama 3 kali pertemuan dengan menerapkan semua tahapan PTK yang mencakup perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Antasan Kecil Timur 3 yang berjumlah 24 orang, terdiri dari 10 orang siswa laki – laki dan 14 orang siswa perempuan pada semester II tahun ajaran 2022/2023. Hasil penelitian ini menunjukkan aktivitas guru pada pertemuan 1 memperoleh skor 25, hasil ini kemudian mengalami peningkatan pada setiap pertemuan hingga pada pertemuan terakhir mencapai skor 44. Siswa yang memperoleh kriteria cukup aktif pada aspek aktivitas siswa pertemuan 1 dengan persentase 38%, hasil ini terus meningkat hingga pertemuan akhir mencapai presentase 92%. Selanjutnya siswa yang memperoleh kriteria cukup terampil pada aspek keterampilan berpikir kritis pada pertemuan 1 dengan persentase 42%, hasil ini terus meningkat disetiap pertemuannya hingga pada pertemuan terakhir mencapai persentase 88%. Selanjutnya, siswa yang memperoleh kriteria cukup terampil pada aspek keterampilan Kerjasama pada pertemuan 1 dengan persentase 38%, hasil ini terus meningkat disetiap pertemuannya hingga pada pertemuan terakhir mencapai persentase 83%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model PELITA dapat meningkatkan aktivitas, dan keterampilan berpikir kritis siswa dan hasil belajar siswa.
Penerapan Model Speak Up Untuk Meningkatkan Aktivtas Dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Muatan IPS Di Sekolah Dasar Muhammad Abijar Rizaliannor; Akhmad Riandy Agusta
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2023): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v1i3.321

Abstract

The problem contained in this study is the low activity and critical thinking skills of students when learning social studies in elementary schools. The purpose of this research is to describe the quality of learning through teacher activities, analyzing student activities, critical thinking skills and student learning outcomes. The research method used was Classroom Action Research (PTK) which was held in 3 meetings. The subjects of this study were 12 class V students at SDN Terantang 1 2022/2023 academic year. The data collected is qualitative through observation of teacher activities, student activities, and students' critical thinking skills. In addition, quantitative data is obtained through written tests or evaluations to measure student learning outcomes. Data analysis in this study uses descriptive analysis techniques and is presented in the form of tables, graphs and percentage interpretations. The benchmark for research success is that 82% of students exceed the KKM that has been set, namely ≥70. Based on the data and results of this study, it can be concluded that the application of the SPEAK UP (Problem Based Learning, Picture and Picture, Time Token) model can increase students' activity and critical thinking skills.
Meningkatkan Motivasi Dan Kreativitas Siswa Menggunakan Model Pandora Pada Kelas IV di SDN Puntik Dalam Muhammad Maulidi Rahman; Akhmad Riandy Agusta
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2023): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v1i3.344

Abstract

The problems that occur in this study are that students have not actively involved themselves, have not worked with friends, this has an impact on student activity in participating in PKN learning to be low. Another problem that arises is that students feel bored and unenthusiastic, this has an impact on students' attention being not focused on learning so that student motivation becomes low. The impact if this problem is not resolved is certainly not developing knowledge and understanding of the concept of PKN, lack of cooperation between students, students are not motivated, lack of curiosity, does not develop creative thinking, students who become passive in learning so that it will certainly affect activities and student learning outcomes decreased. The purpose of this study was to analyze the increase in motivation, activity, creativity, and student learning outcomes after participating in learning using the PANDORA model. This study used a qualitative approach with the type of Classroom Action Research (PTK) which was carried out in four meetings. The research subjects were grade IV even semester students at SDN Puntik Dalam for the 2022-2023 academic year with a total of 23 students. The purpose of this study was to analyze the increase in motivation, activity, creativity and student learning outcomes. The data in this study were obtained through observations of teacher and student activities, student motivation, student creativity, and individual written tests. Data analysis with descriptive analysis techniques presented in tables and graphs is interpreted with the percentages and indicators of completeness of learning outcomes set.
Meningkatkan Aktivitas Belajar Dan Keterampilan Berpikir Kritis Muatan IPS Menggunakan Model Pintar Pada Kelas IV Di SDN Beringin 2 Assa’adah Napisah; Akhmad Riandy Agusta
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 1 No. 4 (2024): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v1i4.557

Abstract

The problem in this study is that students are still passive in participating in learning and critical thinking skills in social studies content. This is due to the lack of student interest in social studies content regarding the condition of the surrounding area plus learning that is delivered using conventional methods so that students feel bored and get bored quickly. The purpose of this study was to describe teacher activities, describe student activities, analyze the effect of the PINTAR model on students' critical thinking skills, and analyze the effect of the PINTAR model on student learning outcomes. This study used Classroom Action Research (PTK) which was carried out in 3 meetings. The subjects of this study were fourth grade students at SDN Beringin 2, with a total of 25 students consisting of 14 male students and 11 female students, in semester II of the 2022/2023 academic year. The results of this study showed an increase in the quality of teacher activity at meeting III obtained a score of 51. Student activity at meeting III obtained an increase of 88%. The critical thinking skills gain 84%. Meanwhile, for classical completeness, student learning outcomes at meeting III obtained a percentage of 88%.
Meningkatkan Aktivitas Dan Karakter Disiplin Menggunakan Model Paten Pada Siswa Kelas IV SDN Teluk Dalam 11 Herdyan Azoka Chandra; Akhmad Riandy Agusta
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 2 No. 1 (2024): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v2i1.959

Abstract

The main problem of learning given by teachers so far tends to only use the lecture method and learning is still one-way, as well as the lack of active student roles, student activities, and the use of media during learning. This has an effect on the low student activity, student discipline skills and learning outcomes of fourth grade students at SDN Teluk Dalam 11 Banjarmasin. Through the PATEN model (Problem Based Learning, Numbered Heads Together and Contextual Teaching Learning) which is an alternative solution to problem solving. The purpose of this research is to improve students' discipline skills and student learning outcomes. This research uses a qualitative approach with the type of Classroom Action Research (CAR). The subjects of this study were fourth grade students at SDN Teluk Dalam 11 Banjarmasin, while the number of students was 7 people. While collecting data on teacher and student activity and student discipline skills was obtained through observation sheets, and student learning outcomes were obtained through individual tests. Data analysis in this study used descriptive analysis techniques translated into tables, graphs and interpretations with percentages. The results showed that teacher activity at meeting I got a score of 36, meeting II got a score of 38, and at meeting III got a score of 40. Student activity at meeting I got a percentage of 43%, at meeting II got a percentage of 57%, and at meeting III got a percentage 86%. Meanwhile, students' discipline skills at meeting I obtained a percentage of 57%, meeting II obtained a percentage of 71%, and at meeting III obtained a percentage of 86% classically. Based on the results of this study it can be concluded that the PATEN model (Problem Based Learning, Numbered Heads Together and Contextual Teaching Learning) can increase student activity, discipline skills and student learning outcomes.
Meningkatkan Aktivitas Dan Keterampilan Berpikir Kritis Pada Muatan IPAS Dengan Model Panting Siswa Kelas V SDN Danda Jaya 2 Riska Aulia Utami; Akhmad Riandy Agusta; Fathul Jannah; Ari Hidayat
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 2 No. 2 (2024): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v2i2.1530

Abstract

Students critical thinking activities and skills are still relatively low. For this reason, an effort was made to overcome this problem by using the PANTING model which is a combination of the Problem Based Learning, Two Stay Two Stray, and Mind Mapping learning models. This research aims to improve the learning process by increasing activity, critical thinking skills, and student learning outcomes through a PANTING learning model. The research implemented Classroom Action Research (PTK) which was carried out in 4 meetings. The data collected is qualitative data obtained from observing student activities, teacher activities, and critical thinking skills as well as quantitative data obtained from student learning outcomes. The results of this research show that there has been an increase in teacher activity, student activity, critical thinking skills, and learning outcomes at each meeting. Until finally at the fourth meeting all aspects had achieved the specified success criteria. This improvement makes the learning process even better. Based on the results of the research that has been carried out, it can be concluded that the PANTING model can increase students' activities, critical thinking skills and student learning outcomes.
Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah dan Kolaborasi dalam Matematika Menggunakan Model BATUAH di Sekolah Dasar Dewi Kurniawati; Akhmad Riandy Agusta
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 4 No. 2 (2026): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v4i2.1859

Abstract

Penelitian ini membahas masalah rendahnya kemampuan pemecahan masalah dan kerja sama tim siswa, yang disebabkan oleh kurangnya variasi dalam pendekatan pengajaran dan model pembelajaran yang bersifat abstrak dan pasif. Masalah-masalah tersebut diatasi dengan menggunakan paradigma BATUAH. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi dan mendorong pengembangan kemampuan pemecahan masalah dan kerja sama tim. Dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini, sebanyak enam belas siswa kelas tiga dari SDN Sungai Jingah 1 turut berpartisipasi. Pendekatan campuran (mixed-methods) digunakan, yang menggabungkan teknik kuantitatif dan kualitatif. Demikian pula, keterampilan berkolaborasi meningkat dari 0% (yang disebut sebagai “cukup terampil”) menjadi 81% (yang disebut sebagai “sangat terampil”). Hasilnya, keterampilan memecahkan masalah dan kerja sama tim dapat ditingkatkan melalui pembelajaran tentang pengukuran panjang dan berat menggunakan model BATUAH. Pendekatan lain dalam mengajarkan pengukuran berat dan panjang adalah paradigma BATUAH.
Meningkatkan Kecerdasan Spiritual dan Kerjasama Muatan Pendidikan Pancasila Menggunakan Model BAIMAN dengan Permainan Asinan Pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Yasha Saleha Elma; Noorhapizah Noorhapizah; Akhmad Riandy Agusta; Tika Puspita Widya Rini
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 1: Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10i1.68057

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah rendahnya kecerdasan spiritual dan kemampuan kerjasama siswa. Hal ini disebabkan oleh fokus pembelajaran yang berorientasi pada pencapaian akademik serta kurangnya penghargaan dalam kegiatan kelompok, sehingga berdampak pada rendahnya kesadaran siswa dalam menerapkan nilai-nilai moral dan kesulitan dalam menyelesaikan masalah bersama. Solusinya yaitu dengan menggunakan model BAIMAN dengan permainan asinan yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kecerdasan spiritual dan kerjasama siswa. Penelitian ini menggunakan PTK yang dilaksanakan dalam 4 pertemuan. Subjeknya adalah 28 siswa kelas V SDN Antasan Besar 1 Banjarmasin. Teknik analisis menggunakan analisa kualitatif dan cross tabulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecerdasan spiritual siswa pertemuan I memperoleh skor sebesar 18%, meningkat pada pertemuan IV sebesar 93% dengan kriteria “Sangat Terampil”. Kemampuan kerjasama siswa pertemuan I memperoleh skor sebesar 21%, meningkat pada pertemuan IV sebesar 89% dengan kriteria “Sangat Terampil”. Dapat disimpulkan bahwa model ini dapat meningkatkan kecerdasan spiritual dan kemampuan kerjasama siswa sehingga dapat dijadikan alternatif.