Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PELESTARIAN WARISAN BUDAYA MAULID ADAT DI DESA KARANG BAJO BAYAN KABUPATEN LOMBOK UTARA Baiq Asri Triutami; I Made Murdana
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 14 No 1: Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v14i1.3842

Abstract

Tradisi Maulid Adat Bayan merupakan tradisi yang hingga kini masih dilestarikan dan masih tetap dilaksanakan oleh masyarakat adat Bayan dalam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad S.A.W . Melihat adanya nilai-nilai kebudayaan yang ada di desa Karang Bajo Bayan Lombok Utara dalam prosesi Maulid Adat serta mengupas nilai-nilai kebudayaan dalam prosesi kegiatan adat tersebut untuk melakukan penelitian terkait Pelestarian Warisan Budaya Maulid Adat Di Desa Karang Bajo Bayan Kabupaten Lombok Utara. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif yaitu menjelaskan hubungan antara fenomena yang diteliti yaitu menganalisis Pelestarian Warisan Budaya Maulid Adat Di Desa Karang Bajo Bayan Kabupaten Lombok Utara. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa didapatkan bahwa fungsi merayakan Maulid Adat yakni: 1) Sebagai peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW serta rasa cinta masyarakat adat kepada Nabi Muhammad SAW. 2) Sebagai sarana untuk bersyukur kepada Tuhan atas nikmat limpahan hasil bumi masyarakat adat bayan. 3) Sebagai sarana hiburan untuk masyarakat dan tidak melupakan warisan budaya yang sudah melekat pada diri Masyarakat Suku Sasak Bayan.Adapun Tahapan-tahapan Maulid Adat Bayan sebagai berikut (1) Menyilaq (2) Menutu (3) Bisoq meniq (4) Menghias Masjid Bayan Kuno (5) Persean (6) Meriap (7) Menghias Praja Mulud (8) Hari puncak Maulid.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN DESA WISATA (STUDI KASUS: DESA TETEBATU, KECAMATAN SIKUR, LOMBOK TIMUR) Teguh Satriawan; I Made Murdana
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 14 No 1: Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v14i1.3843

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Tetebatu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian setelah data terkumpul baik itu data primer dan sekunder, selanjutnya akan dilakukan analisis data menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman yang terdiri dari data reduction (reduksi data), data display (penyajian data), dan conclusion drawing / verification (penarikan kesimpulan / verifikasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Tetebatu dilakukan melalui berbagai bentuk kegiatan seperti pendampingan yang terdiri dari (pelatihan bahasa inggris, pelatihan tata kelola homestay, pelatihan pengolahan sampah (ecobrick), pelatihan tour guide dan porter, dan pelatihan untuk membuka kelas memasak (cooking class)), pembangunan sarana dan prasarana, serta pembentukan organisasi desa wisata yaitu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Hal ini turut berperan penting dalam memberikan kontribusi besar pada peningkatan partisipasi dan kesejahteraan masyarakat setempat. Dengan pemberdayaan ini, masyarakat dapat memperoleh kemandirian ekonomi, melestarikan lingkungan, dan memperkuat budaya lokal. Pada akhirnya, hal ini akan mendorong pariwisata berkelanjutan yang berbasiskan masyarakat.
STRATEGI PENGELOLAAN PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT DI PANTAI LABUAN HAJI Habiratun Konsolehah; I Made Murdana
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 14 No 1: Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v14i1.3844

Abstract

Pariwisata di Indonesia memiliki potensi yang cukup baik dan merupakan salah satu sektor yang memacu perekonomian di Indonesia. Perencanaan dan strategi yang tepat sangat penting dilakukan mengingat sektor pariwisata kini dijadikan sektor unggulan karena dapat memacu sektor lainnya seperti bisnis transfortasi, hotel, restauran, hiburan dan lain-lain. Pantai Labuan Haji sebagai salah satu destinasi wisata yang terdapat di Kabupaten Lombok Timur memiliki peluang besar untuk memberikan keuntungan baik bagi masyarakat maupun bagi Pemerintah Daerah setempat. Namun hal ini dapat terjadi apabila pengembangan dan pengelolaan pariwisata Pantai Labuan Haji terlaksana dengan baik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawacara, dan dokumentasi kepada informan kunci (Kepala Desa Labuan Haji dan Pokdarwis Labuan Haji) yang memiliki pengetahuan mendalam tentang topik, informan utama (masyarakat desa Labuan Haji dan pelaku usaha di sekitar pantai Labuan Haji), yaitu pelaku penting dalam komunitas, dan informan pendukung (wisatawan). Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa potensi yang dimiliki pariwisata Pantai Labuan Haji Lombok Timur yang sangat layak untuk dikembangkan berupa panorama bibir pantai, sunrise, kuliner dan sumberdaya laut. Kemudian Startegi yang dapat dikembangkan dari hasil analisis SWOT antara lain: 1) strategi pengelolaan produk wisata, 2) pengelolaan kelembagaan dan SDM pariwisata, 3) pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat dan 4) pengelolaan penunjang dan minat SDM pariwisata.
POTENSI IDENTITAS BUDAYA PACOA JARA DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA BUDAYA BERKELANJUTAN DI KABUPATEN BIMA` Ryan Adiyat Perdana; I Made Murdana
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 14 No 1: Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v14i1.3846

Abstract

Pacoa Jara merupakan tradisi pacuan kuda khas masyarakat Bima, Nusa Tenggara Barat, yang memiliki nilai historis, sosial, dan simbolik yang tinggi. Tradisi ini unik karena melibatkan joki anak-anak dan dilakukan tanpa pelana, serta telah menjadi bagian penting dari identitas budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi potensi Pacoa Jara sebagai atraksi pariwisata budaya berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pacoa Jara tidak hanya memperkuat identitas budaya masyarakat Bima, tetapi juga memberikan dampak ekonomi melalui pemberdayaan UMKM dan pelaku usaha lokal. Namun, pelestarian tradisi ini menghadapi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, isu keselamatan joki anak, dan risiko komersialisasi. Diperlukan strategi promosi, regulasi, dan pelibatan komunitas secara aktif agar Pacoa Jara dapat dikembangkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pariwisata berbasis budaya.
ANALISIS HASIL ASSESSEMENT DESA WISATA DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH TAHUN 2022: POTENSI, TANTANGAN DAN TINDAK LANJUT M Kadran Hafifi; I Made Murdana
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 14 No 1: Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v14i1.3850

Abstract

Penelitian ini menganalisis hasil assessment 38 desa wisata di Kabupaten Lombok Tengah tahun 2022 berdasarkan kriteria Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) dan panduan dari Kementerian Desa. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed-methods yang menggabungkan analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa hanya 10,5% desa wisata yang mencapai status mandiri, sedangkan mayoritas berada dalam kategori berkembang, rintisan, atau potensi rintisan. Temuan utama meliputi potensi desa wisata berbasis budaya dan alam, serta tantangan dalam digitalisasi, infrastruktur, dan partisipasi masyarakat. Rekomendasi strategis mencakup penguatan kolaborasi Penta Helix, digitalisasi berbasis komunitas, dan program pelatihan SDM berkelanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi panduan untuk pengembangan desa wisata yang berkelanjutan dan berdaya saing di Kabupaten Lombok Tengah.