Articles
Penerapan Konseling Singkat Berfokus Solusi untuk Meningkatkan Tanggung Jawab Siswa dalam Belajar
Fatin Az-Zahra;
Siti Nurhaliza Muda;
Nadia Afrillia A.R;
Bagus Pribadi;
Yenti Arsini
Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora Vol. 5 No. 1 (2024): Januari : Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59059/tabsyir.v5i1.822
Solution-oriented brief counseling is a fast and effective counseling approach in solving student problems. This approach emphasizes students' skills and strengths, focuses on the solutions they want to achieve, avoids past problems, and focuses on the future to achieve the desired goals. Solution Focused Brief Therapy (SFBT) involves brief counseling sessions that focus on solutions rather than problems. This research aims to determine the effectiveness of implementing short solution focused counseling to increase student ownership of their learning. The method used is library research and data was obtained using library research. The research results show that the use of short, solution-oriented advice is effective in increasing student responsibility in their learning. Students who received short-term tutoring significantly increased their learning responsibilities compared to a control group that did not receive advising. Therefore, schools and teachers are encouraged to implement brief counseling as a strategy to increase student ownership of their learning.
PERENCANAAN DAN PEMINATAN INDIVIDU DALAM MANAGEMEN BIMBINGAN KONSELING
Yenti Arsini;
Shela Putri Nadhilah Harahap;
Ismira Chofillah;
Siti Khadijah Lubis
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2023): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.3287/liberosis.v1i2.852
Studi ini mengeksplorasi perencanaan karier remaja, dengan fokus pada peran bimbingan karir dalam membantu mereka membuat keputusan yang tepat. Masa remaja adalah fase penting dalam kehidupan seseorang, di mana mereka dihadapkan pada tugas perkembangan, termasuk perencanaan karier. Hasil dari berbagai teori kepribadian, pengambilan keputusan, dan pendekatan dalam bimbingan karir digunakan untuk menggambarkan pentingnya perencanaan karier. Dalam penelitian ini, metode kajian pustaka digunakan untuk menyusun konsep perencanaan karier dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perencanaan karier. Kami mengidentifikasi tantangan internal dan eksternal yang dihadapi oleh remaja dalam merencanakan karier mereka. Tantangan internal mencakup pandangan diri yang negatif dan minimnya pengalaman dalam mengasah keterampilan. Sedangkan tantangan eksternal melibatkan gaya hidup dan pengaruh lingkungan pertemanan. Berbagai alat dan pendekatan, seperti analisis SWOT, MBTI, dan CIP, digunakan dalam membantu individu menentukan peminatan dan merencanakan karir mereka. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya perencanaan karier dalam membantu remaja membuat keputusan yang tepat. Dengan bimbingan konseling yang tepat, remaja dapat mengatasi tantangan ini dan memilih jalur karier yang sesuai dengan karakteristik dan preferensi mereka.
BENTUK-BENTUK DAN CARA MENGANALISIS KEBUTUHAN
Yenti Arsini;
Achfa Yusra Panjaitan;
Ade Irma Ritonga;
Miranda Syarianti Simamora
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2023): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.3287/liberosis.v1i2.927
Bimbingan dan Konseling di sekolah merupakan bagian penting dalam pendidikan, bertujuan untuk membantu siswa mencapai perkembangan pribadi, akademik, dan sosial yang optimal. Pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan individu adalah kunci dalam memastikan bahwa layanan BK yang diberikan efektif dan relevan. Jurnal ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang lebih baik tentang berbagai bentuk kebutuhan dalam BK dan bagaimana cara melakukan analisis kebutuhan secara efektif. Dalam jurnal ini, kami mengidentifikasi berbagai bentuk analisis kebutuhan. Bentuk analisis yang dibahas mencakup instrument tes dan instrument non tes. Selain itu, jurnal ini menjelaskan langkah-langkah analisis kebutuhan yang diperlukan dalam praktik BK. Proses analisis yang terstruktur adalah kunci dalam memahami, merencanakan, dan memberikan bantuan yang sesuai kepada siswa. Hasil analisis kebutuhan ini digunakan untuk merancang program BK yang lebih efektif dan solusi yang lebih terpersonalisasi untuk mendukung perkembangan siswa.
MANFAAT MANAJEMEN BIMBINGAN KONSELING
Nahliyah Septi Zahrah Manik;
Wirda Novita;
Nurjannah, Nurjannah;
Yenti Arsini
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2023): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.3287/liberosis.v1i2.1067
Manajemen Bimbingan dan Konseling adalah pendekatan yang digunakan dalam mengelola dan mengkoordinasikan berbagai aspek dalam bimbingan konseling. Integrasi manajemen dalam pelayanan bimbingan dan konseling sangat dibutuhkan. Dengan adanya manajemen Bimbingan dan konseling program atau kegiatan dapat berjalan dengan baik dan kemanfaatan dari program tersebut dapat dirasakan oleh seluruh stakeholder. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, metode pendekatan literature review. Dimana peneliti mengumpulkan berbagai informasi dalam karya ilmiah melalui database seperti Google schollar. Hasil dari penelitian ini adalah dengan adanya manajemen Bimbingan dan konseling akan membantu khususnya para Guru BK/Konselor Sekolah dalam mengimplementasikan program kerjanya, dan menentukan kegiatan yang akan membantu pengembangan karakter peserta didik, serta cara apa yang dapat digunakan dalam menyelesaikan masalah peserta didik tersebut.
TUJUAN DAN FUNGSI ANALISIS KEBUTUHAN DALAM MANAJEMEN BK
Yenti Arsini;
Helvirianti, Helvirianti;
Mifta Hurriska Siregar;
Nurhayati, Nurhayati
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 3 (2023): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.3287/liberosis.v1i3.1200
Manajemen BK memainkan peran utama dalam mengkoordinasikan dan memastikan efektivitas layanan konseling. Salah satu langkah krusial dalam proses manajemen BK adalah analisis kebutuhan, yang merupakan proses yang sistematis dan terencana untuk menilai dan memahami kebutuhan yang ada dalam layanan konseling. Dalam era yang terus berubah ini, analisis kebutuhan dalam manajemen BK menjadi semakin penting. analisis kebutuhan membantu konselor dalam merancang program konseling yang sesuai dan relevan dengan kebutuhan klien. Dalam jurnal ini, kami akan menjelajahi secara lebih rinci bagaimana analisis kebutuhan memberikan landasan yang kuat untuk manajemen BK yang efektif dan bagaimana hal ini berdampak pada peningkatan kualitas hidup individu.. Diharapkan jurnal ini akan menjadi sumber pengetahuan yang berguna bagi praktisi dan peneliti di bidang manajemen BK untuk terus meningkatkan layann yang mereka berikan kepada klien mereka.
PERANAN GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM MANAJEMEN BIMBINGAN KONSELING
Yenti Arsini;
Mifta Salsabila;
Nindy Rahma Qorina Syahbila Putri Ritonga
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 3 (2023): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.3287/liberosis.v1i3.1557
Manajemen adalah kegiatan mengatur organisasi, lembaga atau sekolah yang bersifat manusia maupun non manusia. Manajemen juga merupakan suatu proses untuk menyelenggarakan dan mengawasi suatu tujuan tertentu. Manajemen baik sebagai ilmu maupun sebagai seni, pada mulanya tumbuh dan berkembang dikalangan industri dan perusahaan. Akan tetapi dalam perkembangan selanjutnya ternyata sangat diperlukan dan bermanfaat bagi setiap usaha dalam berbagai lapangan. artikel jurnal ini menggunakan metode kualitatif yang hanya berfokus pada pengamatan yang Pada mendalam. Metode yang digunakan merupakan studi Pustaka (library research), pengumpulan data dengan mencari berbagai sumber seperti, buku, jurnal, dan riset yang sudah ada dan dipercaya. Dari pengertian manajemen dan bimbingan konseling diatas maka dapat disimpulkan bahwa manajemen bimbingan dan konseling merupakan seni atau ilmu dalam pengelolaan sumber daya. Bimbingan dan konseling merupakan suatu layanan yang sangat diperlukan di sekolah juga di masyarakat dimana dalam ruang lingkup sekolah bimbingan dan konseling memiliki peranan melayani permasalahan peserta didik. Disamping itu kegiatan bimbingan dan konseling akan berjalan dengan efektif dan efisien tergantung pada peran dan profesionalitas seorang guru BK. Peranan guru BK memiliki peran sangat penting dalam keberhasilan setiap peserta didik agar dapat menjalani proses Pendidikan di sekolah dengan baik. Guru bimbingan dan konseling berperan dalam memberikan pelayanan kepada peserta didik agar dapat memahami, memcahkan, masalah dan mengambil keputusan serta menjadi manusia mandiri.
SASARAN BK DALAM PENDIDIKAN
M. Galih Rian Pranata;
M. Alvin Syahrin;
Romi Ardian;
Yenti Arsini
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 3 (2023): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.3287/liberosis.v1i3.1713
Pada dasarnya bimbingan dan konseling juga merupakan upaya bantuan untuk menunjukan perkembangan manusia secara optimal baik secara kelompok maupun idividu sesuia dengan hakekat kemanusiannya dengan berbagai potensi, kelebihan dan kekurangan, kelemahan serta permasalahannya. Penyelanggaraan layanan dan kegiatan bimbingan dan selain dimuati oleh fungsi, didasarkan juga pada prinsip-prinsip bimbingan dan memenuhi sejumlah asas bimbingan.Pemenuhan atas prinsip-prinsip dan asas-asas itu akan memperlancar pelakasanaan dan lebih menjamin keberhasilan layanan/kegiatan, sedangkan pengingkarannya akan dapat menghambat atau bahkan menggagalkan pelaksanaan serta mengurangi atau mengaburkan hasil layanan kegiatan.
Pengaruh Game Online Terhadap Perilaku Sosial Pada Siswa
Yenti Arsini;
Rahmah Yani;
Shopiyyah Nazwa
Dewantara : Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora Vol. 2 No. 3 (2023): September : Dewantara : Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora
Publisher : Universitas 45 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30640/dewantara.v2i3.1370
One result of the growth of internet media which is now widely used is online games. Games that can only be played digitally or online require the device to be linked to the Internet. Technological developments have had a huge impact on everyone's lives regardless of age, from children to adults. With the development of technology, it makes it easier for everything that is needed, starting from accessing jobs, easily getting information, being able to help long-distance communication and entertainment. There are also examples of very rapid technological developments experienced by children, such as online games. With online games, it will affect students' attitudes in the form of positive and negative impacts. Everything that is created must have positive and negative sides, therefore online games also have both sides.
Hubungan Psikologi Sosial Dalam Perilaku Manusia
Yenti Arsini;
Ferren Audy Febina Sitompul;
Kartina Anggreini Nasution
Guruku: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 3 (2023): GURUKU : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Politeknik Kampar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (191.688 KB)
|
DOI: 10.59061/guruku.v1i3.274
Several threats continue to cause species declines and even extinctions, despite increased efforts from non-governmental organizations, academics, and governments over the past few decades. Conservation scientists must be interested in the factors that motivate human behavior because resource use by a growing human population is a significant driver of biodiversity loss. Monetary models have been applied to human decision making for a long time; in any case, people are not ?nancially sane creatures and different qualities of the chief (counting demeanor) and the tension that individuals see to act with a particular goal in mind (emotional standards) may in?uence navigation; Social psychologists who are interested in human decision-making take these characteristics into consideration. We look at how behavioral theories from social psychology have been applied to conservation and resource management. Since many studies focus on general attitudes toward conservation rather than specific conservation-relevant behaviors, they are of limited use when developing interventions to change specific behaviors (such as reducing hunting of endangered species). Behaviors that have an impact on conservation goals will be better understood, allowing for improved intervention design by more specifically defining the behavior of interest and investigating attitude in the context of other social-psychological predictors of behavior (such as subjective norms, the presence of facilitating factors, and moral obligation).
Assessment Mechanism for Educators at Aisyiyah Tembung Special Needs School
Deliati;
Yenti Arsini;
Robbi Asri;
Zadrian Ardi
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 01 (2026): January 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/g-couns.v10i01.6625
Inclusive education has become a global priority, emphasizing the right of children with special needs (CSN) to receive quality education without discrimination. This study is motivated by the critical role of accurate assessment in designing effective learning for children with special needs (CSN). This research aims to evaluate the implementation of educational assessment for CSN at Aisyiyah Tembung Special Needs School and to identify the factors influencing its practice. A qualitative approach was employed, using content analysis of verbal, visual, and written documentation. The research subjects were educators teaching CSN at the school. The findings reveal that most teachers do not have a background in special education, but rather come from other disciplines such as mathematics, religion, physical education, and the arts. This lack of specialized training affects the accuracy of assessment practices, as teachers struggle to identify the individual needs of CSN comprehensively. The study underscores the urgent need for targeted training programs to equip non-specialist educators with adaptive assessment skills. The main contribution of this research lies in highlighting the importance of strengthening assessment competencies among general educators within the context of inclusive education, as a strategic step toward improving the quality of educational services for children with special needs. Keywords: assessment mechanism, educators in special schools, children with special needs