Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Karakteristik Sampah Makroplastik di Pantai Wisata Lamaru Kota Balikpapan: Characteristics of Macroplastic at Lamaru Tourism Beach Balikpapan City Ayla Nursari; Irwan Ramadhan Ritonga; Ristiana Eryati
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 9 No. 2 (2023): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v9i2.431

Abstract

Marine debris is one of the environmental problems in Indonesia's coastal and marine areas, especially macroplastics. One of the coastal areas with macroplastic problems is the tourist beach, which may adversely affect the coastal ecosystem, biota, and reduce the quality of the coastal environment. The purpose of this study was to identify the type and composition, calculate the total weight, and determine the difference in macroplastic density in two different periods. This study was conducted in March and August 2022 at Lamaru tourism beach, Balikpapan City, East Kalimantan. Transect lines and sampling at the research site were determined by following guidelines from the Ministry of Environment and Forestry of the Republic of Indonesia. Sampling was carried out in transect areas with a length of 100 metres parallel to the shoreline and following the width of the beach ridge. All data collected were analysed using Microsoft Office Excel and SPSS software. It was found that the types and composition of macroplastic at Lamaru tourism beach were 12 types such as bottle caps, spoons, food and beverage packaging, plastic bags, toys, cigarette butts, plastic basins, net bags, tarpaulins, rope, raffia, and other plastic materials with a total of 142 items. The total weight of macroplastic waste in period I was 5.6792 gr/m2 and in period II was 4.1874 gr/m2. There was no significant effect (p>0.05) between different periods on the amount, weight and density of microplastics at Lamaru Tourism Beach, Balikpapan City. The dominant source of macroplastic at Lamaru beach comes from human activities on land.    
Struktur Komunitas Makrozoobentos di Pantai Tanah Merah, Perairan IKN Baru, Kalimantan Timur Suryana, Irma; Ritonga, Irwan Ramadhan; Paputungan, Mohammad Sumiran; Agathajani, Brigitha Anjeli; Elisar, Elisar
Journal of Marine Research Vol 13, No 3 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i3.41556

Abstract

Makrozoobentos mampu hidup di sedimen lumpur, pasir, batu, kerikil maupun sampah organik di perairan laut, sungai, kolam ataupun danau. Ia merupakan organisme yang berperan dalam rantai makanan sebagai konsumen primer dan konsumen sekunder serta membantu terdistribusinya nutrien dan mineral di substrat perairan. Penelitian pendahuluan ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang struktur komunitas Makrozooobentos di pantai Tanah Merah Samboja, serta melihat jenis substrat sedimen dan kandungan nutriennya. Peletakkan kuadran plot berukuran 2 x 0,25 m2 pada luasan 2400 m2 yang terbagi menjadi 6 titik pengamatan pada zona subtidal memperoleh 182 individu Makrozooobentos yang teridentifikasi sebagai 19 spesies kelas Gastropoda, 15 spesies Bivalvia dan 1 spesies dari kelas Scapopoda. Kelimpahan total dikonfirmasi sebesar 228 ind/m2 dimana pola sebaran kelimpahan per titik linear dengan kandungan Nitrat, Ortofosfat, total Fosfat dan Karbon organik dalam sedimen. Indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominansi secara berurutan terukur 3,085 (tinggi), 0,854 (tinggi) dan 0,064 (tidak ada jenis yang mendominasi). Adapun persentase fraksi pasir dalam kisaran 90-97% sebagai kategori tipe substrat.   Macrozoobenthos lives on mud, sand, stone, gravel or organic waste in the ocean floor, river, pond or lake. It is an active organism in the food chain as a decomposer and contributes to spreading some nutrients and minerals on the sediment substrate. This first record research had been to describe the structure community of Macrozoobenthos at Tanah Merah’s beach in Samboja district, also analyzed the type of substrate and the composition of the nutrient. The laying plot in size 2 x 0,25 m2 on the area of 2400 m2, which divided into six substations was, found 182 individuals of Macrozoobenthos, which is confirmed as 19 species of Gastropods, 15 species of Bivalva and 1 species of Scaphopoda. The total abundance was 227,5 ind/m2, whereas each substation's distribution pattern had linearity with nitrate, orthophosphate, total phosphate, and C-organic contents in the sediment. The diversity, uniformity, and dominance index sequentially confirmed 3,085 (high), 0,854 (high), and 0,064 (low). Then, it was confirmed sand fraction in range 90-97% for the type of substrate.
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Penanaman Mangrove (Kasus: Desa Sebuntal, Kabupaten Kutai Kartanegara) Rafi’i, Ahmad; Ritonga, Irwan Ramadhan; Budiarsa, Anugrah Aditya; Eryati, Ristiana; Novia, Rani; Ahmad, Ahmad; Firman, Firman; Silviana, Silviana; Main, Aminullah Aminul; Akbar, Rizali; Saputra, Dharma; Soenarih, Asih; Tobing, Binto Iskandar Hasibuan; Apriliyani, Vivi; Aprilia, Dita
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i2.75151

Abstract

Damage to mangrove ecosystems in coastal areas could result in biotic and abiotic physical changes. This damage might occur due to natural factors or human activities. Among the damaged mangrove ecosystems in East Kalimantan Province is Sebuntal Village. The aim of this research is to monitor and evaluate the survival rate of mangrove seedlings in Sebuntal village, Kutai Kartanegara Regency. The research population used in this research was all mangrove seedlings (Avicennia spp) planted during community service activities on August 9th,  2023. The research method used in this study was the survey method. It was found that the survival rate in this study was only 8.2%. This research showed that individual mangroves' survival rates were unsuccessful due to inappropriate planting times, hydro-oceanographic  patterns that are poorly studied, and poor seed preparation.
Penyediaan Tempat Sampah Berdasarkan Kategori sebagai Upaya Mengurangi Sampah di Pantai Wisata Tanah Merah Samboja Ritonga, Irwan Ramadhan; Suyatna , Iwan; Eryati, Ristiana; Adnan, Adnan; Paputungan, Mohammad Sumiran; Kusumaningrum, Widya; Nurfadilah, Nurfadilah; Suryana, Irma; Novia, Rani; Ahmad, Ahmad; Firman , Firman; Arwadi, Tri; Bulan, Dewi Embong
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i1.614

Abstract

Sampah merupakan salah satu permasalahan umum yang dihadapi oleh masyarakat di wilayah pesisir. Salah satu wilayah yang memiliki permasalahan sampah adalah pantai wisata Tanah Merah, Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kurangnya tempat sampah dan pemahaman para pengunjung dan pedagang mengakibatkan banyak sampah berserakan di sekitar pantai. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pengadaan tempat sampah berbasarkan kategori dan sosialisasi pilah sampah terhadap para pedagang dan pengunjung di Pantai Wisata Tanah Merah Samboja, Kalimantan Timur. Kegiatan ini dilakukan melalui tahap persiapan, survei awal, sosialisasi dan pengadaan tempat sampah. Secara umum, kegiatan sosialisasi penanganan sampah di pantai Tanah Merah, Samboja berjalan dengan baik dan lancar. Tempat sampah dibuat berdasarkan kategori yang terdiri dari kategori sampah organik berwarna hijau, kategori sampah anorganik berwarna kuning dan kategori sampah B3 (limbah bahan berbahaya dan beracun) berwarna merah. Total 18 tempat sampah tersebut diletakkan di beberapa titik seperti depan warung, toilet, gazebo, dan pantai. Kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan adanya peningkatan pemahaman para pedagang dan pengunjung dalam memanfaatkan tempat sampah berdasarkan kategori. Sampah yang sudah dipilah berdasarka kategori tersebut memudahkan petugas kebersihan untuk membawah dan melanjutkan proses pengolahan sampah di pembuangan akhir. Dengan kegiatan ini, diharapkan para pedangan dan pengunjung terbiasa untuk melakukan pilah sampah untuk meningkatkan kebersihan pantai yang bersih dan nyaman bagi para pengunjung di pantai wisata Tanah Merah. Waste is one of the common problems faced by communities in coastal areas. The Tanah Merah tourist beach in Samboja, Kutai Kartanegara Regency, has a garbage problem. The lack of trash cans and tourists' and traders' awareness has resulted in a lot of trash strewn across the beach. The goal of this community service project is to supply trash cans that correspond to category and to socialize waste sorting with traders and visitors at Tanah Merah Samboja Tourist Beach in East Kalimantan. This activity is carried out in stages, including planning, first survey, socializing, and waste bin providing. In summary, the waste-handling socialization activities at Tanah Merah Beach in Samboja went successfully and smoothly. Trash cans are divided into three categories: green organic garbage, yellow inorganic waste, and red B3 rubbish. A total of 18 trash cans were placed at various locations, including in front of the shop, toilet, gazebo, and beach. Community service activities demonstrate an increase in traders' and tourists' comprehension of how to use garbage cans based on categories. Waste that has been categorized makes it easier for cleaning officers to manage and continue the waste processing process at final disposal. With this activity, it is intended that traders and visitors would become accustomed to sorting trash in order to improve the cleanliness of Tanah Merah's beaches, which are clean and comfortable for guests.
Bentuk Kepedulian Lingkungan dengan Penanaman Bibit Mangrove di Pantai Desa Sebuntal Kabupaten Kutai Kartanegara Rafi’i, Ahmad; Budiarsa , Anugrah Aditya; Ritonga, Irwan Ramadhan; Eryati, Ristiana; Novia, Rani; Ahmad, Ahmad; Firman, Firman; Silviana, Silviana; Main, Aminullah Aminul; Akbar, Rizali; Apriliyani, Vivi; Aprilia, Dita; Saputra, Dharma; Soenarih, Asih; Tobing, Binto Iskandar Hasibuan
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.775

Abstract

Kondisi mangrove di wilayah Marang Kayu, khususnya Desa Sebuntal telah abrasi akibat faktor alam dan manusia. Akibatnya, fungsi ekologi dan ekonomi mangrove di wilayah pesisir Desa Sebuntal menjadi menurun. Salah satu usaha untuk mempertahankan ekosistem mangrove di wilayah pantai Sebuntal adalah dengan melakukan penaman bibit mangrove. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatan kesadaran dan peningkatan pemahaman masyarakat tentang fungsi ekosistem mangrove di ekosistem pesisir Desa Sebuntal. Kegiatan penanaman bibit mangrove dilakukan pada hari Rabu, 9 Agustus 2023 di Desa Sebuntal, Kabupaten Kutai Kartanegara. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini adalah metode ceramah. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan demostrasi penanaman bibit mangrove di lokasi penanaman. Hasil kegiatan dari pengabdian masyarakat ini adalah tertanamnya 1000 bibit mangrove jenis Avicennia sp. oleh beberapa instansi pemerintahan, tokoh masyarakat, dan juga akademisi dari Universitas Mulawarman di wilayah di pantai desa Sebuntal. Lebih lanjut, hasil dari kegiatan ini juga menunjukkan adanya peningkatan pemahaman, pengetahuan, dan kesadaran masyarakat akan pentingnya ekosistem mangrove di wilayah pesisir. Beberapa evaluasi sangat perlu dilakukan untuk mendukung keberhasilan dari kegiatan ini, seperti monitoring tingkat kelangsungan hidup (survival rate) dan tingkat pertumbuhan bibit mangrove yang masih hidup. Selain itu, proses pendampingan masyarakat di desa Sebuntal diperlukan untuk memelihara dan menjaga bibit mangrove. The condition of mangroves in the Marang Kayu region, especially Sebuntal Village, has been abrasion due to natural factors and human activities. As a result, the ecological and economic functions of mangroves in the coastal area of Sebuntal Village have been decreased. One of the efforts to maintain the mangrove ecosystem in the Sebuntal coastal area is by planting mangrove seedlings. The purpose of this activity is to increase awareness and increase public understanding of the function of mangrove ecosystems in the coastal ecosystem of Sebuntal Village. Mangrove seedling planting activities were carried out on Wednesday, 9 August 2023 in Sebuntal Village, Kutai Kartanegara Regency. The method used in this community service activity was the lecture method. Then followed by demonstration activities of planting mangrove seedlings at the planting site. The result of this community service activity was the planting of 1000 mangrove seedlings of Avicennia sp. by several government agencies, community leaders and also academics from Mulawarman University in the area on the beach of Sebuntal village. Furthermore, the results of this activity also showed an increase in understanding, knowledge and awareness of the community about the importance of mangrove ecosystems in coastal areas. Several evaluations are needed to support the success of this activity, such as monitoring the survival rate and growth rate of mangrove seedlings. In addition, the process of community assistance in Sebuntal village is needed to maintain and protect the mangrove seedlings.
Konsentrasi Kadmium (Cd) pada Kerang Darah (Anadara granosa) dari Beberapa Pasar Tradisional di Kota Samarinda, dan Potensi Risikonya Terhadap Kesehatan Manusia Andini, Ardita Dwisepti; Paputungan, Mohammad Sumiran; Suryana, Irma; Ritonga, Irwan Ramadhan
Buletin Oseanografi Marina Vol 13, No 3 (2024): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v13i3.63526

Abstract

Kerang darah (Anadara granosa) merupakan salah satu organisme laut yang dimanfaatkan masyarakat kota Samarinda sebagai sumber nutrien. Disisi lain, A. granosa dapat mengakumulasi logam Cd yang berisiko terhadap kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi Cd, mengevaluasi hubungan antara Cd dan panjang dan berat, mengkaji dan menganalisis potensi risiko kesehatan dari konsumsi daging A. Granosa. Sampel A. granosa dengan ukuran yang berbeda dibeli dan dikumpulkan dari beberapa pasar tradisional di Kota Samarinda. Proses destruksi dilakukan dengan metode asam dan konsentrasi logam Cd ditentukan dengan spektrometer serapan atom dan dinyatakan dalam µg/g berat basah. Penetapan kajian risiko kesehatan dari logam Cd pada tubuh manusia dihitung menggunakan rumus Perkiraan Asupan Mingguan (EWI), Target Bahaya (HQ) dan Risiko Kanker (TR). Ditemukan konsentrasi Cd pada daging A, granosa berkisar 0,02-16,6 µg/g dengan rerata 5,59±5,10 µg/g. Konsentrasi Cd pada A. granosa dipengaruhi aktifitas manusia secara internal seperti perikanan, pertanian, eksplorasi minyak dan gas serta masukan limbah eksternal melalui aliran sungai. Kajian risiko kesehatan menunjukkan bahwa nilai estimasi asupan mingguan (EWI) pada A. granosa pada orang dewasa dan anak – anak lebih rendah dari nilai asupan mingguan sementara yang dapat ditoleransi (PTWI) dengan nilai 7 µg/kg berat badan perhari. Semua nilai target bahaya (HQ) jauh lebih rendah dari satu. Kemudian, potensi kanker (TR) baik pada orang dewasa dan anak – anak adalah berisiko lemah (≤ 10−6).  Blood cockles (Anadara granosa) are one of the seafood used by the people of Samarinda City as a source of nutrients. On the other hand, A. granosa could accumulate Cd metal which is a risk to human health. This study aimed to determine Cd concentrations, evaluate the relationship between Cd and length and weight, assess and analyze potential health risks from consuming A. granosa. Samples of A. granosa with different sizes were purchased and collected from several traditional markets in Samarinda City. The digestion process was carried out using the acid method and the Cd metal concentration was determined using an atomic absorption spectrometer and expressed in µg/g wet weight. Determination of the health risk assessment of Cd metal in the human body was calculated using the Estimated Weekly Intake (EWI), Hazard Quotient (HQ) and Cancer Risk (TR) formulas. It was found that the Cd concentration in flesh A, granosa ranged from 0.02 to 16.6 µg/g with an average of 5.59±5.10 µg/g. Cd concentrations in A. granosa are influenced by internal human activities such as fishing, agriculture, oil and gas exploration as well as external waste input through river flows. Health risk studies show that the estimated weekly intake (EWI) value of A. granosa in adults and children was lower than the tolerable temporary weekly intake (PTWI) value of 7 µg/kg body weight per day. All target hazard (HQ) values were much lower than one. Then, the potential for cancer (TR) in both adults and children was at low risk (≤ 10−6).
ANALISIS KANDUNGAN TIMBAL (Pb) PADA SEDIMEN MANGROVE DI KAWASAN MANGROVE CENTER GRAHA INDAH, BALIKPAPAN, KALIMANTAN TIMUR Anindia Resty Syafira; Irwan Ramadhan Ritonga; Mohammad Sumiran Paputungan; Irma Suryana
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 1 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i1.465

Abstract

IDENTIFIKASI JENIS DAN KEPADATAN SAMPAH LAUT DI PANTAI MUTIARA INDAH DAN PELANGI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Antazilla Rindyani; Ristiana Eryati; Irwan Ramadhan Ritonga
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 4 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i4.642

Abstract

Sampah laut merupakan salah satu permasalahan lingkungan di wilayah pesisir. Sampah laut di wilayah pesisir dapat mempengaruhi ekosistem pesisir dan menurunkan kualitas lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan jumlah, berat total, kepadatan, persentase makro, meso dan persentase subtransek pada faktor hidrooseanografi sampah makro dan meso di Pantai Mutiara Indah dan Pelangi Kabupaten Kutai Kartanegara. Metode pengambilan sampel sampah makro dan meso yang digunakan adalah metode purposive sampling dan random sampling. Pengambilan sampel sampah makro dilakukan dengan membuat garis transek sepanjang 100 meter sejajar garis pantai, dibagi menjadi 5 garis dengan ukuran subtransek 5 x 5 meter. Sedangkan transek sampah meso dibagi menjadi 25 kotak dengan subtransek berukuran 1 x 1 meter. Berdasarkan hasil analisis diketahui komposisi sampah makro dan meso adalah plastik, karet, logam, kaca dan kayu sebanyak 88 item (makro) dan 58 item (meso). Berat total sampah makro masing-masing sebesar 1,865 g/m2 dan meso 85 g/m2. Tidak terdapat pengaruh yang nyata (p>0,05) antara lokasi penelitian yang berbeda terhadap berat, jumlah, kepadatan dan persentase sampah laut di kawasan Pantai Mutiara Indah dan Pantai Pelangi. Persentase jenis sampah makro plastik tertinggi masing-masing terdapat di Mutiara Indah (94%) dan Pantai Pelangi (65%). Sampah Meso juga didominasi oleh jenis plastik yang masing-masing terdapat di Mutiara Indah (77%) dan Pantai Pelangi (98%). Nilai persentase sub-transek menunjukkan bahwa sebaran sampah makro dan meso mungkin dipengaruhi oleh arus laut, pasang surut, dan kemiringan pantai. Sumber utama sampah makro dan meso di pantai Mutiara Indah dan Pelangi berasal dari aktivitas pengunjung yang membuang sampah di sekitar pantai.
KELIMPAHAN MAKROZOOBENTOS DI PANTAI TANAH MERAH SAMBOJA KUTAI KARTANEGARA KALIMANTAN TIMUR Brigitha Anjely Agatha Jani; Irma Suryana; Mohammad Sumiran Paputungan; Irwan Ramadhan Ritonga
Jurnal Perikanan Unram Vol 14 No 3 (2024): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v14i3.904

Abstract

Samboja beach is one of the coastal areas in Kutai Kartanegara Regency, which has various fisheries and marine resources such as macrozoobenthos. One of the ecological functions of macrozoobenthos is that it is a biological bioindicator in the waters and transfers energy in the food chain. This study aims to determine the type and abundance of macrozoobenthos, sediment texture type, organic carbon, nitrate and phosphate content, sediment type and abundance of macrozoobenthos at Tanah Merah Beach Samboja. Sediment samples were taken at the surface (0-10 cm) by placing quadrant plots on a 120 m long transect line (50x50 cm²). 50 macrozoobenthos species were found, consisting of Gastropoda, Bivalvia and Schapopoda. Macrozoobenthos abundance ranged from 60 to 268 ind/m2. Sequential ecological indices of diversity included the medium category with high uniformity and low dominance. The sediment texture at points near the coast was sandy loam while towards the sea textured sand. Sediment content in organic carbon ranged from 0.41% to 1.18% (very low), nitrate between 6.63 and 16.69 mg/L (high) and phosphate from 29.01 to 71.27 mg/L (high). There was a positive relationship with a moderate correlation between organic carbon and macrozoobenthos abundance. The relationship between nitrate and macrozoobenthos abundance was a low correlation. In contrast, a positive correlation was found between phosphate and macrozoobenthos abundance. Water quality is still normal and supports the survival of macrozoobenthos.
MACROZOOBENTHOS ABUNDANCE IN THE MANGROVE AREA OF TANAH MERAH SAMBOJA KUTAI KARTANEGARA EAST KALIMANTAN Irwan Ramadhan Ritonga; Irma Suryana; Elisar Elisar
Jurnal Perikanan Unram Vol 14 No 3 (2024): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v14i3.975

Abstract

Tanah Merah Beach is a coastal area of Samboja in East Kalimantan, which is a local tourist destination. The association of coastal ecosystems can be shown by macrozoobenthos, as one of the biota components in coastal areas to mangroves. This study identifies the species, calculates the abundance, and analyses the ecological index of macrozoobenthos, as well as looking at the relationship between nutrients and sediment texture with the number of macrozoobenthos found. The purpose of this research is to determine the condition of nutrients in the sediment substrate to its abundance in the mangrove ecosystem area. Sampling was conducted at three points based on the percentage of mangrove canopy cover in the Monmang version 2.0 application, with each point represented by 3 quadrant points measuring 0.25 m2. The results showed that the percentage of mangrove canopy cover was categorised as slight-moderate, the abundance of individuals was dominated by the Gastropoda class with 9 species and a small proportion of the Bivalve class. The ecological indices in order are the Diversity Index (H') in the low category, Diversity (E) in the low category, and dominance (C) found Cerithidae sp species dominating each point. The highest abundance was found at radius 2 canopy cover 77.24 - 83.13%. Nutrient content in sediment, nitrate (1.00-16.25 mg/L), phosphate (29.01-83.94 mg/L), organic carbon (2.23-3.24%) with confirmed sediment texture of sandy loam. Nitrate content ranged from 1.00-16.25 mg/L, Phosphate 34.65 - 44.51 mg/L and Organic carbon 2.23-3.24% (per mg) in the sediment and a significant effect of phosphate content on Macrozoobenthos abundance was found in the correlation test results.