Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

CONSTITUTIONAL THEORY AND THE DUTIES OF THE CONSTITUTIONAL COURT IN SAFEGUARDING CONSTITUTIONAL RIGHTS Srikandi; Riyanto, Slamet
Justitia et Pax Vol. 41 No. 2 (2025): Justitia et Pax Volume 41 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Penerbit Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jep.v41i2.9533

Abstract

The constitution serves as the highest legal norm and foundational framework for the governance of a sovereign state. Within the framework of constitutionalism, the constitution is understood not merely as a collection of written or unwritten rules, but as the embodiment of a normative hierarchy that guides state authority and ensures the protection of citizens’ rights. The Constitutional Court of the Republic of Indonesia plays a central role in upholding constitutional supremacy and safeguarding constitutional rights. Its powers include judicial review of legislation, constitutional interpretation, settlement of electoral disputes, adjudication of constitutional complaints, and—through specific legal procedures—issuing decisions on the dismissal of the President and/or Vice President. This article employs a normative juridical method with a qualitative approach, based on secondary data drawn from constitutional texts, legal literature, and decisions of the Constitutional Court. Through doctrinal analysis, the study reveals that the Constitutional Court functions not only as the guardian of the Constitution but also as a protector of democratic values and fundamental human rights. The findings underscore the importance of a theoretically grounded and constitutionally consistent role of the Court in reinforcing the rule of law and preventing the abuse of state power.
TINJAUAN HUKUM TERHADAP MEKANISME PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN PERANGKAT DESA Binton Sibutarbutar; Slamet Riyanto
JOURNAL IURIS SCIENTIA Vol. 3 No. 1 (2025): JOURNAL IURIS SCIENTIA
Publisher : Yayasan Merassa Indonesia Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62263/jis.v3i1.70

Abstract

Mekanisme pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan desa yang berfungsi untuk memastikan kelancaran administrasi dan pelayanan kepada masyarakat. Pengangkatan perangkat desa dilakukan melalui proses seleksi yang melibatkan Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dengan tujuan untuk memilih individu yang memenuhi kriteria dan memiliki kapabilitas dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan desa. Proses pengangkatan ini diakhiri dengan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan oleh Kepala Desa. Di sisi lain, pemberhentian perangkat desa dapat dilakukan dengan berbagai alasan, seperti meninggal dunia, permohonan pengunduran diri, atau pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku. Prosedur pemberhentian melibatkan musyawarah desa atau keputusan Kepala Desa yang harus didasarkan pada ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku. Penyelesaian sengketa terkait pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa dapat dilakukan melalui jalur musyawarah atau prosedur hukum yang telah ditetapkan melalui mekanisme peraturan perundang-undangan. The mechanism for the appointment and dismissal of village officials is an important part of the implementation of village government which functions to ensure smooth administration and services to the community. The appointment of village officials is carried out through a selection process involving the Village Head and the Village Consultative Body (BPD), with the aim of selecting individuals who meet the criteria and have the capabilities to carry out village government duties. This appointment process ended with the inauguration and taking of the oath of office by the Village Head. On the other hand, the dismissal of village officials can be carried out for various reasons, such as death, resignation requests, or violations of applicable regulations. The dismissal procedure involves village deliberation or the decision of the Village Head which must be based on the provisions of applicable laws and regulations. Dispute resolution related to the appointment and dismissal of village officials can be carried out through deliberation channels or legal procedures that have been established through the mechanism of laws and regulations.
Laporan Kasus Risiko Perilaku Kekerasan Di Rumah Sakit Jiwa Grhasia Yogyakarta Alvi Noor Aini; Slamet Riyanto
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 5 (2026): Menulis - Mei
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i5.1116

Abstract

Latar Belakang: Risiko perilaku kekerasan adalah suatu keadaan dimana seseorang melakukan suatu tindakan yang dapat membahayakan secara fisik, baik pada dirinya sendiri maupun orang lain, disertai oleh amuk dan gaduh gelisah yang tidak terkontrol. Tujuan: Laporan kasus ini bertujuan menggambarkan penerapan intervensi pencegahan perilaku kekerasan (I.12393) dengan diagnosis risiko perilaku kekerasan. yang dirawat di RSJ Grhasia Yogyakarta. Metode: Intervensi diberikan selama lima hari melalui pengajaran teknik relaksasi nafas dalam dan pukul bantal, melatih cara mengungkapkan marah social/verbal, mengontrol marah dengan meminta dan menolak dengan baik dan mengungkapkan kesal, serta edukasi kepatuhan minum obat. Hasil: Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan konsentrasi, berkurangnya perilaku ancaman , menurunya perilaku menyerang, menurunya perilaku melukai diri/ orang lain serta hilangnya rencana bunuh diri. Kesimpulan: Meskipun pasien masih ada perasaan marah, intensitasnya menurun, sehingga dapat disimpulkan bahwa intervensi ini efektif membantu pasien mengendalikan marah.
Laporan Studi Kasus Asuhan Keperawatan Jiwa pada Pasien Skizofrenia dengan Resiko Perilaku Kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Grhasia Yogyakarta Iin Damayanti Adam; Slamet Riyanto
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Bulan Oktober
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i2.227

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang ditandai dengan gangguan pola pikir, persepsi, emosi, dan perilaku sehingga dapat menurunkan fungsi sosial individu. Salah satu masalah keperawatan yang sering muncul pada pasien skizofrenia adalah risiko perilaku kekerasan akibat ketidakmampuan mengontrol emosi dan impuls. Kondisi ini dapat membahayakan diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan sekitar sehingga memerlukan penanganan keperawatan yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan jiwa pada pasien skizofrenia dengan risiko perilaku kekerasan serta mengevaluasi efektivitas intervensi keperawatan dalam meningkatkan kontrol diri pasien. Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan jiwa pada satu pasien yang dirawat di rumah sakit jiwa. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi rekam medis. Asuhan keperawatan dilaksanakan melalui tahap pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi berdasarkan SDKI, SIKI, dan SLKI. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kontrol diri pasien setelah diberikan intervensi selama tiga hari. Pasien lebih mampu mengendalikan emosi, mengurangi perilaku agresif, serta berkomunikasi lebih tenang dan asertif. Intervensi keperawatan yang terstruktur efektif membantu menurunkan risiko perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia.
Laporan Kasus Asuhan Keperawatan Jiwa pada Pasien dengan Gangguan Persepsi Sensori di Rumah Sakit Jiwa Grhasia Yogyakarta Muliawati Supono Hadisaputri; Slamet Riyanto
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Bulan Oktober
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i2.231

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang sering disertai halusinasi pendengaran yang berdampak pada perilaku, emosi, dan interaksi sosial pasien. Kondisi ini memerlukan asuhan keperawatan yang sistematis untuk membantu pasien mengontrol gejala. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan asuhan keperawatan jiwa pada pasien dengan gangguan persepsi sensori berupa halusinasi pendengaran. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan selama tiga hari di Rumah Sakit Jiwa Grhasia Yogyakarta. Diagnosis keperawatan adalah gangguan persepsi sensori: halusinasi dengan luaran persepsi sensori (L.09083) membaik. Intervensi mengacu pada SIKI Manajemen Halusinasi (I.09288) yang meliputi observasi, terapeutik, edukasi, dan kolaborasi. Hasil menunjukkan penurunan pada seluruh indikator, yaitu verbalisasi mendengar bisikan dari skor 5 menjadi 3, perilaku halusinasi dari skor 5 menjadi 3, serta perilaku menarik diri dari skor 4 menjadi 2. Asuhan keperawatan membantu pasien mengontrol halusinasi dan meningkatkan interaksi sosial. Kesimpulan, intervensi memberikan hasil positif namun masalah belum teratasi sepenuhnya sehingga diperlukan tindak lanjut.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesiapan Industri Kreatif Memasuki Digitalisasi Bisnis Berbasis Budaya Lokal Riyanto, Slamet; Azis, Muh Nur Luthfi
Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis Vol 28, No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkb.v28i2.77848

Abstract

Industri kreatif merupakan salah satu aktivitas ekonomi utama masyarakat di Kota Madiun. Namun, dalam persiapannya masih ada kendala yang dihadapi diantaranya keterampilan beberapa sumber daya manusia (SDM) yang kurang mumpuni untuk bersaing di pasar domestik, Pengembangan produk kreatif juga masih terbatas pada hal yang umumnya sudah beredar di pasar, serta masih kurangnya akses komunikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh people, self development, technology dan innovation terhadap kesiapan pelaku industri kreatif di Kota Madiun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan bantuan software SmartPls. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan empat faktor yang mempengaruhi kesiapan pelaku usaha industri kreatif yang meliputi people, self development, technology dan innovation diketahui bahwa faktor ini dinilai siap meskipun masih membutuhkan adanya peningkatan, perbaikan yang menuju kepada kesiapan kelangsungan usaha industri kreatif. Berdasarkan hasil analisis statistik membuktikan bahwa variabel people, self development, technology dan innovation berpengaruh signifikan dan positif terhadap kesiapan pelaku industri kreatif di Kota Madiun. Dari empat faktor tersebut yang memiliki pengaruh paling besar untuk menunjang kesiapan pelaku usaha adalah faktor technology sebesar 36,8%, disusul dengan faktor innovation sebesar 35,4%, self development sebesar 17% dan faktor terkecil adanya people sebesar 9,6%.Kata kunci: digitalisasi; industri kreatif; kelangsungan usaha; kesiapan usaha; wirausaha
Penerapan Metode Preview, Question, Read,Reflect, Recite, Review (PQ4R) Untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Pemahaman Siswa Kelas IV di SDN Tunjungseto Tahun Ajaran 2021/2022 Riyanto, Slamet; Chamdani, Muhamad; Ngatman, Ngatman
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 11, No 1 (2023): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v11i1.64117

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa kelas IV di SDN Tunjungseto tahun ajaran 2021/2022 dengan metode PQ4R. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa dan guru kelas IV SDN Tunjungseto tahun ajaran 2021/2022. Data penelitian ini adalah nilai keterampilan membaca pemahaman dan aktivitas pembelajaran.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, penilaian proses, tes, dan kajian dokumen. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilaksanakan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan keterampilan membuat dan menjawab pertanyaan penamdu serta menceritakan kembali isi teks bacaan. Siswa yang terampil membuat dan menjawab pertanyaan pemandu pada siklus I sebesar 84,79%, siklus II sebesar 88,55%, dan siklus III sebesar 92,2%. Siswa yang terampil menceritakan kembali isi teks bacaan pada siklus I sebesar 62,44%, siklus II sebesar 73,82%, dan silus III sebesar 82, 82%. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan metode PQ4R dapat meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa kelas IV di SDN Tunjungseto tahun ajaran 2021/2022.