Claim Missing Document
Check
Articles

An Analysis of Meteorological Data in Sumatra and Nearby using Agglomerative Clustering Handhayani, Teny; Lewenusa, Irvan
Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 8 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29207/resti.v8i2.5663

Abstract

Sumatra is one of the biggest and the second most crowded islands in Indonesia. Sumatra is also a place of abundance of tropical flora and fauna. This paper aims to cluster the cities in Sumatra and nearby based on the meteorology data. It implements Agglomerative hierarchical clustering and uses a daily time series dataset from 17 cities from 1 January 2010 to 31 December 2023. The dataset contains variables minimum temperature, maximum temperature, average temperature, humidity, sunshine duration, and average wind speed. The preprocessing data was dedicated to managing the missing values and data aggregation to create single-form data. The single-form data contains cities and meteorological variables used as an input for the clustering algorithm, i.e. K-Means, Fuzzy C-Means, K-Medoid, intelligent K-KMeans, and Agglomerative clustering. The Agglomerative clustering outperforms other methods (i.e. K-Means, Fuzzy C-Means, K-Medoid, and intelligent K-KMeans) and produces Silhouette scores of 0.11. The clusters are then analyzed to find their unique pattern. The cut-off when the number cluster is two, Agglomerative hierarchical clustering gathers Aceh, Sabang, Pekanbaru, Padang, and Padang Lawas in Cluster 1. Other cities, i.e., Nagan Raya, Batam, Jambi, Bandar Lampung, Medan, Pangkalpinang, Palembang, Bengkulu, Belitung, Tapanuli, Deli Serdang, and Nias are in Cluster 2. The results can be briefly explained that the characteristic of Cluster 1 has a higher average temperature, lower humidity, and lower sunshine duration than cities in Cluster 2. However, Cluster 1 has a lower average minimum temperature than Cluster 2. The pairs of cities which have the most similarities are (Aceh, Sabang), (Pekanbaru, Padang Lawas), (Nagan Raya, Nias), (Jambi, Palembang), (Bengkulu, Tapanuli), and (Medan, Deli Serdang). The annual trend in several cities shows that there exists an increasing trend in minimum temperature, rising sunshine duration, and decreasing wind speed. These are signs of climate change that need a proper handling.
Perbandingan Algoritma K-Means dan Fuzzy C-Means untuk Klasterisasi Produktivitas Kedelai di Pulau Jawa Jaya, Jefri; Handhayani, Teny
Jurnal Esensi Infokom : Jurnal Esensi Sistem Informasi dan Sistem Komputer Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Esensi Infokom : Jurnal esensi sistem informasi dan sistem komputer
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55886/infokom.v9i1.949

Abstract

Kedelai merupakan tanaman pangan yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan merupakan salah satu bahan pangan yang sering di konsumsi oleh masyarakat Indonesia. Meskipun memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan kedelai secara mandiri. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan produksi lokal yang belum mampu mengimbangi tingginya permintaan masyarakat. Akibatnya, Indonesia masih bergantung pada impor kedelai dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan domestik. Penelitian ini bertujuan menghasilkan informasi berupa pengelompokkan wilayah, menganalisis pola tren pertumbuhan, dan menentukan model klasterisasi yang paling optimal dari K-Means dan Fuzzy C-Means dengan menggunakan data tanaman pangan Kedelai di Pulau Jawa. Data yang digunakan berupa time series tahunan dari tahun 2010 hingga 2022, yang diperoleh dari situs Basis Data Statistik Pertanian. Hasil evaluasi silhouette dari metode K-Means dan Fuzzy C-Means memiliki hasil yang serupa dalam menentukan klasterisasi data berdasarkan nilai k yang paling optimal berada di 0.4659 dengan jumlah klaster k = 2. Tiap klaster terbagi menjadi 2 klaster, klaster 0 memiliki 66 wilayah dengan hasil produktivitas rendah, klaster 1 memiliki 16 wilayah dengan hasil produktivitas tinggi.
PREDIKSI KEBANGKRUTAN PERUSAHAAN MENGGUNAKAN DECISION TREE, RANDOM FOREST DAN LOGISTIC REGRESSION: ANALISIS RASIO KEUANGAN SEBAGAI INDIKATOR RASIO Arya Dwi Saputra; Teny Handhayani
Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi
Publisher : Fakultas Teknologi Informasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jiksi.v13i2.34303

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggunakan tiga algoritma klasifikasi: Decision Tree, Random Forest, dan Logistic Regression untuk memprediksi kebangkrutan perusahaan. Sebagai indikator utama untuk mengukur risiko kebangkrutan perusahaan, penelitian ini menggunakan data rasio keuangan yang terdiri dari berbagai rasio keuangan, termasuk return on assets (ROA), margin laba operasi, dan total turnover aset. Penelitian menilai model yang dibangun menggunakan metrik performa seperti akurasi, ketepatan, recall, dan skor F1. Hasilnya menunjukkan bahwa model Logistic Regression memiliki tingkat akurasi tertinggi sebesar 96%. Penelitian ini memberikan wawasan tentang efektivitas rasio keuangan dalam memprediksi kebangkrutan dan relevansi penggunaan berbagai algoritma klasifikasi keuangan.
PERBANDINGAN KINERJA KNN, SVM, DAN ANN UNTUK MEMPREDIKSI LEVEL OBESITAS Georgia Sugisandhea; Teny Handhayani
Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi
Publisher : Fakultas Teknologi Informasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jiksi.v13i2.34306

Abstract

This study aims to compare the performance of K-Nearest Neighbors (KNN), Artificial Neural Network (ANN), and Support Vector Machines (SVM), classification methods to find the best suited method to train a machine to classify someone to their group of obesity levels according to their eating habits and physical condition. This experiment uses the “Estimation of Obesity Levels based on Eating Habits and Physical Condition” dataset. The primary focus is on achieving high accuracy score and complex decision boundaries handling without minding the long training times, considering misclassification in the medical field might cause fatal consequences. This experiment’s result shows that the SVM classification method with linear kernel provides the best overall performance for classifying obesity level, with the average accuracy of 0.944, precision of 0.944, recall of 0.942, and f1-score of 0.942. Notably, with the help of C kernel parameter of 200, the model teaches near-perfect performance evaluation scores that has the result of 0.99 score in accuracy, precision, recall, and f1-score.
PERANCANGAN SISTEM PENJUALAN DAN MANAJEMEN PEMESANAN PADA TOKO TIO BAGS Kelvin Wijaya; Wasino; Teny Handhayani
Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi
Publisher : Fakultas Teknologi Informasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jiksi.v13i2.34308

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang pesat di era digital saat ini memberikan dampak signifikan terhadap berbagai sektor bisnis, termasuk industri penjualan tas. Usaha kecil dan menengah (UKM) dituntut untuk berinovasi dan memanfaatkan teknologi guna meningkatkan efisiensi operasional serta memperluas jangkauan pasar. Toko Tio Bags merupakan usaha yang bergerak di bidang penjualan berbagai jenis tas, yang masih menghadapi berbagai kendala akibat penggunaan sistem pencatatan manual, seperti kesalahan dalam transaksi, keterlambatan pemrosesan pesanan, serta kesulitan dalam manajemen stok dan pembuatan laporan penjualan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem penjualan dan manajemen pemesanan berbasis web. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi pencatatan penjualan, membantu mengurangi risiko kesalahan pencatatan transaksi dan mempermudah pengolahan data pemesanan serta stok barang. Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem ini adalah metode Scrum, yang mengutamakan fleksibilitas dan evaluasi yang berkelanjutan dalam proses pengembangan. Sistem ini dibangun menggunakan bahasa pemograman HTML, CSS, JavaScript, dan PHP, dengan bantuan framework Bootstrap untuk antarmuka pengguna yang responsif dan menarik. Selain itu, sistem ini menggunakan database MySQL untuk menyimpan dan mengelola data secara efisien. Sistem penjualan dan manajemen pemesanan dirancang dengan dua peran, yaitu Owner dan Admin.
Perbandingan Kinerja Naïve Bayes dan Random Forest dalam Mendeteksi Berita Palsu William, William; Handhayani, Teny
JISKA (Jurnal Informatika Sunan Kalijaga) Vol. 10 No. 2 (2025): May 2025
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jiska.2025.10.2.137-144

Abstract

Fake news has become a serious problem in today's digital era. The existence of fake news can have various negative impacts, including the spread of misinformation, social unrest, and economic losses. This study compares the performance of Naïve Bayes and Random Forest classification methods in detecting fake news. Both methods were evaluated on a news dataset comprising 44,898 samples. It uses public data from the Kaggle repository. The news samples are represented by four features: title, news content, subject, and news date. This data is then subjected to cleaning, stemming, tokenization, and feature extraction. The results indicate that the Random Forest method outperforms the Naïve Bayes method. The Random Forest method has an accuracy of 99%, while the Naïve Bayes method has an accuracy of 96%. In general, this research demonstrates that the Random Forest method can be a viable alternative for detecting fake news.
Leaf-Type Image Classification Using Deep Learning Method Convolution Neural Network Sopany, Mikael Reichi; Handhayani, Teny
METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 9 No. 1 (2025): METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputersisasi Akuntansi
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46880/jmika.Vol9No1.pp86-91

Abstract

One of the most important parts of an ecosystem is a plant, Plants life has given us many benefits from food, oxygen, and medicine. There are many species of plant each with its unique benefits and utilities. In this paper, we try to identify plants by their leaf using deep learning. For this research, we use the convolution neural network architecture Xception to classify 5 different types of leaves. We used 1075 images of leaves that can be classified into 5 different types of leaves. the classification model achieved an overall accuracy score of 74%. We hoped that the result of our research can help people's life by helping them to identify plants that they have so that they can use them for their benefit.
IMPLEMENTASI METODE CLUSTERING UNTUK PEMETAAN WILAYAH PRODUKSI DAN EKSPOR KOPI DI INDONESIA Dwi Saputra, Arya; Jaya, Jefri; Handhayani, Teny; Sitorus Dolok Lauro , Manatap
INTI Nusa Mandiri Vol. 20 No. 1 (2025): INTI Periode Agustus 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33480/inti.v20i1.6903

Abstract

Coffee is one of the main agricultural commodities in Indonesia, but the distribution of production and export contribution is still uneven. This study aims to map the patterns of coffee production and export in Indonesia using clustering methods, namely K-Means and Hierarchical Agglomerative Clustering (AHC). The data used includes coffee production by province and regency (2015–2022), as well as coffee export data by destination country (2016–2023), obtained from BDSP and BPS. The system is developed in the form of an interactive website that allows users to upload datasets, select clustering methods, and view analysis results in the form of tables, graphs, and interactive maps. Clustering quality is evaluated using the Silhouette Score and Davies-Bouldin Index (DBI). The testing results show that the optimal number of clusters is two for all datasets, with the highest Silhouette score reaching 0.85 and the lowest DBI of 0.21, indicating good clustering quality. AHC is more effective in analyzing export and provincial-level production data, while K-Means performs better for regency-level data. This system is expected to provide insights into the distribution patterns of coffee production and exports and support decision-making in the agricultural sector, particularly for coffee commodities.
PREDIKSI HARGA PANGAN JAYAPURA MENGGUNAKAN ELM, LSTM, LIGHTGBM, DAN GB Jeremia Pinnywan Immanuel; Teny Handhayani
Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi
Publisher : Fakultas Teknologi Informasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jiksi.v13i2.35122

Abstract

Ketahanan pangan di wilayah Indonesia Timur menghadapi tantangan dari aspek geografis, fluktuasi harga, dan keterbatasan pasokan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan empat algoritma pembelajaran mesin, yaitu Extreme Learning Machine (ELM), Long Short-Term Memory (LSTM), LightGBM, dan Gradient Boosting dalam memprediksi harga komoditas pangan strategis di Jayapura. Dataset yang digunakan berupa data deret waktu harga harian enam komoditas pangan yang dikumpulkan dari Januari 2018 hingga April 2025. Tahapan penelitian meliputi pra-pemrosesan data, analisis eksploratif (EDA), pelatihan model, dan evaluasi performa menggunakan metrik MAE, MAPE, RMSE, R², dan waktu pelatihan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa ELM merupakan model dengan performa terbaik secara keseluruhan dengan nilai MAE 0.21, MAPE 0.76%, RMSE 0.36, R² 0.87, serta waktu pelatihan rata-rata 4.65 detik. Model LSTM menunjukkan akurasi yang baik namun memiliki waktu pelatihan yang jauh lebih tinggi. LightGBM dan Gradient Boosting memiliki performa keseluruhan yang kurang optimal. Dengan demikian, ELM direkomendasikan sebagai model utama untuk sistem prediksi harga komoditas pangan di Jayapura yang membutuhkan kombinasi antara akurasi dan efisiensi.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ALGORITMA K-MEANS DAN FUZZY C-MEANS UNTUK CLUSTERING DATA PRODUKSI ALPUKAT DI INDONESIA Duncan Ariel; Teny Handhayani
Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi
Publisher : Fakultas Teknologi Informasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jiksi.v13i2.35133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa algoritma K-Means dan Fuzzy C-Means (FCM) dalam proses klasterisasi data produksi alpukat di Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan machine learning berbasis unsupervised clustering, di mana data produksi nasional—mencakup volume produksi, luas panen, dan produktivitas—dianalisis untuk mengidentifikasi pola kewilayahan. Kinerja kedua algoritma diuji dan divalidasi menggunakan metrik evaluasi Silhouette Score, Davies-Bouldin Index, dan waktu komputasi. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa kedua algoritma secara konvergen menemukan 2 sebagai jumlah klaster yang paling optimal dengan skor evaluasi yang superior. Namun, perbandingan lebih lanjut menunjukkan bahwa algoritma K-Means memiliki keunggulan signifikan dalam hal efisiensi waktu komputasi dan robustisitas model yang lebih baik , sedangkan Fuzzy C-Means membutuhkan waktu proses yang lebih lama. Analisis spasial juga berhasil memetakan wilayah produksi dan mengonfirmasi konsentrasi klaster produksi tinggi di Pulau Jawa. Temuan ini merekomendasikan K-Means sebagai metode yang lebih pragmatis untuk klasterisasi data produksi alpukat skala besar.
Co-Authors Adela Calista Adela Tania Adithya Putra, Farhan Andre Andre, Andre Andrian, Gion Andry Winata Angelica Christina Arya Bintang Saputra Arya Dwi Saputra Brando Dharma Saputra Castello Purba, Andrew Cecillia Chung Chairisni Lubis Cherissa Aeryn Djaya Christina, Angelica Daffa Hilmi Aji Dara Kharisma Limparan Darius Andana Haris David Jansen Dayanti, Afina Putri Desi Arisandi Desi Arisandi Djoenaedi, Owen Duncan Ariel Dwi Saputra, Arya Dyah Erny Herwindiati Dyah Erny Herwindiati Ericko, Teddy Eugene Supardi , Nicholas Faradila Herfiyana Farhan Afrial Farouqi, Akmal Fawaz Firdausyan, Naufal Gabriella Adeline Halim Georgia Sugisandhea Hendryli, Janson Herfiyana, Faradila Huang, Jervis Irvan Lewenusa Irvan Lewenusa Irvan Lewenusa, Irvan Janson Hendryli Janson Hendryli Jason Jaya, Jefri Jayadi, Bryan Valentino Jeanny Pragantha Jeanny Pragantha Jeanny Pragantha Jeremia Pinnywan Immanuel Jochsen, Erico Jong, Fenny Jordi Pradipta Kusuma Jourdan Stanley Julius Juan Karnadi, Benny Kelvin Wijaya Kusuma, Jordi Pradipta Lely Hiryanto Lim, Maggie Lubis, M.Kom., Chairisni Mahendra, Izam Susilo Mahendra, Izam Susilo Manatap Dolok Lauro Manatap Dolok Lauro, Manatap Dolok Manatap Sitorus Marchel Yusuf Rumlawang Arpipi Mathew Judianto Matthew Oni Matthew Russel Paul Mohammad Faraditya Eka Putra Monica Ong Muhammad Isnaini Syaifudin Nicko Kurniawan Novario Jaya Perdana Oni, Matthew Owen Maytrio Phratama Paulus Samotana Zalukhu Permana, Yudistira Peter James Tedja Phratama, Owen Maytrio Purba, Andrew Castello Sandy Permadi Sormin Sitorus Dolok Lauro , Manatap Sonata, Raffy Sopany, Mikael Reichi Sumarlie , Devid Sumarlie, Aurellia Clearesta Tanudy, Clara Tasya Syamsudin Tommy Wijaya Putra Tony Tony Veri Wasino Wasino Wasino Wasino Wasino Wasino, Wasino William William Winata, Andry Yusuf Rumlawang Arpipi, Marcel Zyad Rusdi