Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Karakteristik butir instrumen asesmen dinamis capaian karakter anak usia dini: Analisis Rasch model Harun Harun; Prayitno Prayitno; Sudaryanti Sudaryanti; Nelva Rolina; Abdul Manaf
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 16 No. 2 (2023): July–December
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpipfip.v16i2.63358

Abstract

Capaian karakter anak usia dini merupakan informasi yang sangat penting untuk diketahui seorang guru yang mengajar di TK. Namun selama ini, penilaian atau pengukuran karakter anak usia masih bersifat non dynamic, sehingga tidak diperoleh hasil penilaian atau pengukuran yang maksimal. Selain itu, instrumennya belum diuji kualitas butirnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendekripsikan karakteristik butir instrumen yang digunakan dalam mengukur capaian karakter anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, menganalisis data kuantitatif hasil pengukuran capaian karakter anak TK yang ada di Pontianak, Kalimantan Barat. Sampel penelitian berjumlah 40 anak yang dinilai oleh gurunya. Metode pengumpulan data menggunakan survei dan kuesioner. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan Rasch Model. Hasil analisis menunjukkan bahwa instrumen kuesioner yang memuat 45 butir pernyataan memiliki tingkat kesukaran yang heterogen yaitu sangat mudah, mudah, sulit, dan sangat sulit. Keterkaitan antara butir dengan responden terdapat satu butir yang sangat mudah dan sangat sulit direspon oleh responden. Ada 44 butir pernyataan dikatakan sesuai (item fit) karena memiliki: (a) nilai MNSQ OUTFIT lebih besar dari 0.5 dan kurang dari 1.5. (b) Nilai ZSTD OUTFIT lebih besar dari -2,0 dan lebih kecil dari +2.0. (c) Nilai PT MEASURE CORR lebih besar dari 0,4 dan kurang dari 0.85. Berdasarkan nilai alpha cronbach, instrumen memiliki koefisien relibilitas lebih besar 0.7 yang merupakan interaksi antara person dan item secara keseluruhan dan reliabilitas sudah sangat memuaskan. Dengan demikian butir instrumen asesmen dinamis telah memenuhi kriteria sebagai instrumen yang berkualitas dan dapat digunakan guru TK dalam mengukur pencapaian perkembangan karakter anak usia dini. Selain itu, di dalam instrumen tersebut menilai 4 dimensi karakter yaitu hubungan dengan Tuhan, diri sendiri, sesama, dan lingkungan. Characteristics of dynamic assessment instrument items for early childhood achievement: Rasch model analysisThe character achievements of early childhood are essential information for a teacher who teaches in kindergarten to know. However, so far, the assessment or measurement of the character of young children is still non-dynamic, so maximum assessment or measurement results cannot be obtained. In addition, the instrument has not been tested for item quality. This study aims to describe the characteristics of the instrument items used in measuring early childhood character achievements. This study uses a quantitative approach, analyzing quantitative data to estimate the character achievements of kindergarten children in Pontianak, West Kalimantan. The research sample consisted of 40 children who were assessed by their teachers. Data collection methods using surveys and questionnaires. The collected data were analyzed using the Rasch Model. The analysis results show that the questionnaire instrument contains 45 statement items and has heterogeneous difficulty levels: elementary, easy, complex, and very difficult. The linkage between the items and the respondents is one item that is very easy and very difficult for respondents to respond to. 44 items are said to be fit (item fit) because they have: (a) the MNSQ OUTFIT value is more significant than 0.5 and less than 1.5. (b) The ZSTD OUTFIT value is more significant than -2.0 and less than +2.0. (c) The value of PT MEASURE CORR is more critical than 0.4 and less than 0.85. Based on Cronbach's alpha value, the instrument has a more significant reliability coefficient of 0.7, which is the interaction between person and item, and the reliability is very satisfactory. Thus, the dynamic assessment instrument items meet the criteria as a quality instrument and can be used by kindergarten teachers in measuring the achievement of early childhood character development. In addition, the instrument assesses 4-character dimensions: the relationship with God, oneself, others, and the environment.
Board Game Edukatif Berbasis Berpikir Logis untuk Anak Usia 5-6 Tahun Rena Susilawati; Nelva Rolina; Prayitno Prayitno
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8457

Abstract

Kemampuan berpikir logis merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan kognitif anak usia dini yang perlu distimulasi melalui kegiatan belajar yang sesuai dengan karakteristik anak. Penelitian ini bertujuan mengembangkan board game berbasis berpikir logis untuk anak usia 5–6 tahun serta menguji kelayakan dan efektivitas penggunaannya dalam pembelajaran. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas 19 anak kelompok B pada lembaga pendidikan anak usia dini. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket validasi ahli, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa board game yang dikembangkan memenuhi kriteria kelayakan sebagai media pembelajaran dan mampu menstimulasi kemampuan berpikir logis anak pada aspek klasifikasi, pengurutan, pengenalan pola, dan pemahaman hubungan sebab-akibat. Temuan ini menunjukkan bahwa board game edukatif berbasis berpikir logis dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik belajar anak usia dini serta berkontribusi dalam pengembangan pembelajaran berbasis permainan di pendidikan anak usia dini.