Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pemanfaatan Situs Cagar Budaya Singa Ngenuh sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa di Kelas XI SMKN 1 Gunung Timang Sartika Leluni; Yudi Susanto; Karso Karso; Silvia Arianti; Murae Murae
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 1 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v7i1.1457

Abstract

Rendahnya minat siswa SMKN 1 Gunung Timang dalam mengikuti pembelajaran sejarah mengakibatkan tujuan pembelajaran sejarah tidak tercapai. Hal ini disebabkan karena rendahnya kemampuan peserta didik di mata pelajaran sejarah, peserta didik kurang menyenangi pembelajaran sejarah karena peserta didik merasa jenuh dengan metode pembelajaran yang disampaikan guru kepada peserta didik. Berdasarkan permasalahan yang ditemukan di sekolah SMKN 1 Gunung Timang di atas, urgensi penelitian ini mengacu kepada pentingnya penggunaan materi sejarah lokal dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui penggunaan Situs Cagar Budaya Singa Ngenuh sebagai sumber pembelajaran Sejarah Indonesia materi perang melawan kolonialisme di kelas XI SMKN 1 Gunung Timang, apa saja kendala yang dihadapi guru dalam pemanfaatan situs cagar budaya Singa Ngenuh sebagai sumber pembelajaran sejarah, upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut dan untuk mengetahui relasi antara pemanfaatan situs sebagai sumber pembelajaran dengan pemahaman siswa. Penelitian dilakukan di SMKN 1 Gunung Timang yang berada di Desa Ketapang. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif dan pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan angket penelitian. Hasil dari penelitian diperoleh data bahwa situs cagar budaya Singa Ngenuh layak digunakan sebagai sumber pembelajaran sejarah, sarana dan prasarana pendukung serta materi terkait Singa Ngenuh masih minim, pemanfaatan situs cagar budaya Singa Ngenuh sebagai sumber pembelajaran sejarah dapat meningkatkan pemahaman siswa.
Efektivitas Intervensi Peer Education sebagai Strategi Pencegahan Pergaulan Bebas pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Sriyana Sriyana; Effrata Effrata; Silvia Arianti; Resviya Resviya; Rosmawiah Rosmawiah
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2026): Takuana (April-June)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v5i1.471

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of peer education-based counseling in preventing risky social behavior among university students at Universitas PGRI Palangka Raya. A quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest–posttest design was employed, involving 50 students selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires, observation, and documentation, and analyzed using descriptive statistics. The findings revealed a significant improvement in students’ knowledge and attitudes after the intervention. The mean score increased from 59.86 (pre-test) to 81.74 (post-test), indicating an overall improvement of approximately 36.6%. In addition, knowledge increased by 24% and attitudes by 22%. These results demonstrate that peer education is highly effective due to social proximity, interactive learning methods, and peer influence. However, several challenges were identified, including limited time, varying levels of participant understanding, and limited learning facilities. Overall, this study highlights the potential of peer education as a sustainable and participatory strategy for preventing risky behavior in higher education settings.
STRENGTHENING CULTURE-BASED TOURISM BASED ON LOCAL WISDOM IN PURBAYAN TOURISM VILLAGE: IMPACT OF INDONESIA-THAILAND COLLABORATION 2024 Ari Setiawan; Syamsul Hadi; Nanang Bagus Subekti; Ploypitcha Noongernchainphak; Silvia Arianti; Maulana Muhammad Ilham; Tita Rosalina; Rossi Evita; Firdaus Yuni Dharta
EMPOWERING HUMANITY Vol. 3 No. 2 (2025): Current Issues 6
Publisher : SMARTINDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58765/emhum.v3i2.274

Abstract

This community service program aims to strengthen culture-based tourism rooted in local wisdom in Purbayan Tourism Village through a collaborative partnership between Indonesia and Thailand. This service was held in the purbayan tourism village and the kings of Mataram who lived near Purbayan. This event was attended by 25 people from the management of Purbayan tourist village and representatives from Thailand. This community service activity lasted for 3 days, from May 20 to 23, 2024. Utilizing a Participatory Action Research (PAR) approach, the program was designed to empower local communities in identifying, developing, and promoting their unique cultural assets as sustainable tourism products. The activities included community capacity building workshops, development of experiential cultural tourism packages, international cultural exchange events, and digital marketing training. As a result, the community demonstrated increased awareness and participation in preserving and promoting their cultural heritage. Four thematic tourism packages were developed, integrating traditional arts, crafts, culinary experiences, and spiritual heritage. The collaboration with Thai tourism practitioners enriched local insights on sustainable tourism management and inspired innovations in storytelling and community-based governance. In addition, the program improved the digital competencies of local youth, leading to enhanced online visibility of the village.This initiative successfully illustrates how integrating local wisdom with international collaboration can foster inclusive, sustainable, and culturally rich tourism development. It also serves as a replicable model for other cultural villages seeking to build resilient tourism ecosystems grounded in community empowerment.