This Author published in this journals
All Journal Jurnal Natur Indonesia Jurnal Pengajaran MIPA Widya Warta JURNAL DERIVAT: JURNAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA Jurnal Karya Pendidikan Matematika Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Jurnal Matematika & Sains AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika SIGMA: Jurnal Pendidikan Matematika JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika IJIET (International Journal of Indonesian Education and Teaching) JMPM: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Numeracy : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Zero : Jurnal Sains, Matematika, dan Terapan Jurnal Pendidikan Matematika (Jupitek) JPM : Jurnal Pendidikan Matematika EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN M A T H L I N E : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika JP3M (Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika) Transformasi : Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Jurnal Absis : Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika J-PiMat : Jurnal Pendidikan Matematika PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika SUPERMAT (JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA) Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA ELIPS: Jurnal Pendidikan Matematika Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika JES-MAT (Jurnal Edukasi dan Sains Matematika) Postulat : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) IndoMath: Indonesia Mathematics Education Limits: Journal of Mathematics and Its Applications
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kemampuan Berdiskusi dan Berargumentasi Siswa SMPK St Ignasius Waipaddi Kelas VII pada Materi Bilangan Pecahan setelah Mengalami Pembelajaran dengan Pendekatan Metakognitif dan Diskursif Kaleka, Martinus; Rudhito, Marcellinus Andy
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v4i4.971

Abstract

Kemampuan berdiskusi dan berargumentasi adalah keterampilan penting dalam pembelajaran matematika, terutama untuk memahami konsep bilangan pecahan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan desain pembelajaran siswa SMPK St. Ignasius Waipaddi Kelas VII pada materi bilangan pecahan dengan pendekatan metakognitif dan diskursif, serta (2) mendeskripsikan kemampuan berdiskusi dan berargumentasi siswa pada materi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan data diperoleh melalui wawancara tidak terstruktur dan rekaman video dari tiga pertemuan. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Hipothetical Learning Trajectory (HLT), yang dirancang untuk memandu proses pembelajaran di SMP St. Ignasius Waipaddi. HLT berfungsi sebagai pedoman untuk mengamati dan mengukur kemampuan siswa dalam memahami materi pecahan melalui tiga pertemuan yang telah dirancang: Pertemuan pertama adalah penyederhanaan bilangan pecahan hingga bentuk paling sederhana menggunakan visualisasi dalam bentuk gambar serta latihan latihan soal untuk di diskusikan. Pertemuan kedua adalah penjumlahan pecahan dengan penyebut sama dan berbeda, disertai latihan diskusi dan argumentasi. Sedangkan pertemuan ketiga adalah latihan soal berdasarkan materi sebelumnya untuk mendalami pemahaman siswa. Instrumen ini mendukung pendekatan metakognitif dan diskursif untuk memantau kemampuan siswa dalam memilih dan menerapkan strategi berpikir dalam menyelesaikan masalah. Data dianalisis untuk mengidentifikasi desain pembelajaran dan efektivitas pendekatan metakognitif serta diskursif dalam meningkatkan kemampuan diskusi siswa. Hasil menunjukkan bahwa desain pembelajaran ini memfasilitasi pemahaman siswa terhadap bilangan pecahan dan meningkatkan partisipasi dalam diskusi kelas. Pendekatan metakognitif membantu siswa mengelola proses berpikir, sedangkan pendekatan diskursif mendorong interaksi konstruktif. Simpulan penelitian ini adalah bahwa kedua pendekatan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan diskusi siswa.
ANALISIS KESULITAN PEMBUKTIAN MATEMATIS PADA MATERI TEORI HIMPUNAN DARI SUDUT PANDANG NEUROSAINS Tapo, Maria Marfiani; Rudhito, Marcellinus Andy
ELIPS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 1 (2025): ELIPS, Maret 2025
Publisher : Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/elips.v6i1.1526

Abstract

Transisi dari pembelajaran matematika di sekolah menengah ke perguruan tinggi sering kali menjadi tantangan bagi mahasiswa, terutama dalam memahami pembuktian matematis, yang menuntut keterampilan logis, pemahaman konsep, serta kemampuan kognitif yang melibatkan berbagai proses di otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan – kesalahan apa saja yang dilakukan oleh mahasiswa dalam menyelesaikan soal pembuktian matematis terkhususnya pada materi teori himpunan menurut sudut pandang neurosains. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deduktif kualitatif. Subjek penelitian yaitu 22 mahasiswa S1 Pendidikan Matematika Universitas Sanata Dharma. Instrumen yang digunakan adalah tes yang terdiri dari 2 soal tes pembuktian himpunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami kesulitan dalam pembuktian matematis pada materi teori himpunan. Kesalahan-kesalahan utama yang diidentifikasi diantaranya: 1) mahasiswa sering terjebak dalam manipulasi aljabar yang salah karena kurangnya pemahaman konsep dasar, yang menurut neurosains berkaitan dengan keterbatasan memori kerja di prefrontal cortex, yang mengelola informasi abstrak dan logika formal. 2) Kesalahan juga muncul dalam representasi visual, seperti pada diagram Venn yang tidak tepat, karena masalah integrasi visual dan abstrak yang melibatkan jalur parietal-oksipital, yang penting dalam memproses informasi spasial dan konsep abstrak. 3) Selain itu, mahasiswa jarang memberikan ilustrasi contoh konkret, yang menunjukkan kurangnya pemanfaatan kemampuan visualisasi yang melibatkan jalur ventral visual cortex untuk menghubungkan konsep abstrak dengan contoh nyata.
PELATIHAN INOVASI PEMBELAJARAN STEAM MELALUI PENDEKATAN PROYEK DAN KAJIAN MASALAH BERBASIS KEARIFAN LOKAL Enny Murwaningtyas, Chatarina; Tiara Gunawan, Monica; Maharani, Wayan; Marfiani Tapo, Maria; Turnip, Grace; Andy Rudhito, Marcellinus; Julie, Hongki
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i1.309-321

Abstract

Pembelajaran Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) merupakan pendekatan terintegrasi dalam pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kreativitas siswa. Pendekatan ini menjadi lebih relevan ketika dikombinasikan dengan pembelajaran berbasis proyek dan kajian masalah yang berakar pada kearifan lokal, memungkinkan siswa untuk menghubungkan konsep-konsep ilmiah dengan konteks kehidupan nyata di lingkungan mereka. Untuk mendukung inovasi pembelajaran ini, sebuah program pelatihan khusus telah dirancang dengan tujuan memperdalam pemahaman guru mengenai pembelajaran STEAM melalui pendekatan proyek, meningkatkan keterampilan praktis dalam penerapannya, serta mengintegrasikan kajian masalah berbasis kearifan lokal. Melalui diskusi interaktif, tugas proyek kreatif, dan fokus pelatihan pada integrasi STEAM dengan kearifan lokal, program ini mendorong kolaborasi dan kreativitas di kalangan guru. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan guru untuk menerapkan STEAM dalam pembelajaran serta merancang proyek yang relevan dengan kearifan lokal, menciptakan lingkungan belajar yang kolaboratif dan menarik. Kemajuan ini tidak hanya meningkatkan motivasi guru dan kemampuan mereka dalam menyelesaikan masalah secara kreatif, tetapi juga meningkatkan kualitas pengalaman belajar siswa serta memberikan dampak positif pada pembelajaran matematika secara umum. Dengan integrasi STEAM dan kearifan lokal, pembelajaran menjadi lebih kontekstual, menarik, dan bermakna bagi siswa, mendukung perkembangan pendidikan yang lebih holistik dan kontekstual di Indonesia.
Synchonized DAMRI Public Tourist Transportation Route Design using Max-Plus Algebra Yonantha, Krisma; Putra, Dewa Putu Wiadnyana; Rudhito, Marcellinus Andy
JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Vol 10, No 1 (2026): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jtam.v10i1.33242

Abstract

The transportation system is a crucial infrastructure for supporting connectivity between each National Strategic Tourist Area (NSTA) tourist destination of Yogyakarta. Management of transportation network and scheduling departure of transportation services are not yet optimal. This study aims to design a synchronized DPTT route and schedule that covers the entire service area using max-plus algebra. This type of study is applied research. The scheduling problem will focus on determining the number of fleets serving all routes with departure periods below 60 minutes. This research was conducted through literature review, field observations and online maps using Google Maps, and computation using the Scilab program. The results show that time travel between 8 tourist destinations are organized into a strongly connected directed graph with 20 routes. Departures are modeled as a linear discrete-event system over max-plus algebra. Computation in Scilab produce a baseline departure period of 90 minutes. We evaluate by adding 2, 8, 10, or 12 of buses by reinforcing the longest route. The simulation shows that the addition of 10 and 12 buses in certain section can reduce the departure period to 56 and 48 minutes respectively. The results demonstrate that targeted fleet additions and network reconnection, guided by max-plus synchronization, can substantially improve service regularity and passenger connectivity.
Pemodelan Dan Analisa Produksi Kerupuk Subur Dengan Menggunakan Aljabar-Max-Plus Savina, Dessy Agustin; Saputra, Rika Ardiansyah; Andy Rudhito, Marcellinus
Jurnal Derivat: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 3 (2025): Jurnal Derivat (Desember 2025)
Publisher : Pendidikan Matematika Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/j.derivat.v12i3.6667

Abstract

This study aims to model and analyze the optimal time from the time of the cracker production process from the beginning to completion using the Max-Plus algebraic approach at the cracker factory. The study was conducted by collecting data from the field, following the diagram of the production process, modeling mathematically using the Max-Plus algebra, and conducting a simulation calculation using the Scilab program. The results showed that the production process could be required in the Max-Plus algebra matrix equation. The results also showed that the production of cracker crackers can be done periodically, taking about 590 minutes per unit, or about 10 hours in total to complete one production unit. If it is adjusted to the factory work schedule that runs from 05.00 WIB to 15.00 WIB, then 1 production unit can be completed in 1 day, while 10 units require 4 days. Keywords: : Linear System, Algebra Max-Plus, Production System
METACOGNITIVE–DISCURSIVE ACTIVITIES IN JUNIOR HIGH SCHOOL MATHEMATICS LEARNING: A COMPARATIVE STUDY IN SOUTHWEST SUMBA, INDONESIA Bulu, Sesilia Irmaya; Rudhito, Marcellinus Andy
IJIET (International Journal of Indonesian Education and Teaching) Vol 10, No 1 (2026): January 2026
Publisher : Sanata Dharma University Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/ijiet.v10i1.9414

Abstract

This study compares metacognitive–discursive activities in Grade-7 mathematics learning in two private Catholic junior high schools in Southwest Sumba, Indonesia: SMPK St. Paulus Karuni (n=14) and SMPK St. Aloysius Weetebula (n=13). A convergent parallel mixed-methods design was used, combining pre–post test results with classroom discourse analysis. Students completed an initial test consisting of 12 mathematics items and 6 logic items, and the same test was administered again after one semester.  Classroom lessons were video-recorded and transcribed; focal segments were analyzed using a metacognitive–discursive activity category system (Karuni: 08:20–15:35; Weetebula: 44:10–51:23). Baseline results indicated similar initial achievement (combined averages 21% at Karuni and 19% at Weetebula), with both cohorts struggling on fraction items, particularly those involving unlike denominators. Discourse coding showed that Karuni displayed a more sustained metacognitive–discursive teaching culture, including more frequent student participation in explaining, justifying, and checking solutions, alongside active peer discussion and limited impact of negative discursive events. In Weetebula, metacognitive moves appeared more teacher-mediated and negative discursive events (e.g., low audibility, fragmented explanations, interruptions) occurred more frequently, reducing clarity of meaning-making. Post-test results aligned with these patterns. Karuni improved to 27% (mathematics) and 66% (logic), yielding a combined average of 34%, whereas Weetebula reached 16% (mathematics) and 36% (logic), with a combined average of 20%. Overall, the findings suggest that sustained student engagement in metacognitive–discursive interaction is associated with stronger learning development over one semester.
Penjadwalan Kereta Bandara dan Commuter Line Yogyakarta Menggunakan Aljabar Max-Plus Nindya Yan Pramesti; Angela Merici Olivia Putri; Marcellinus Andy Rudhito
Limits: Journal of Mathematics and Its Applications Vol. 22 No. 2 (2025): Limits: Journal of Mathematics and Its Applications Volume 22 Nomor 2 Edisi Ju
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah LPPM Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/limits.v22i2.3463

Abstract

Trains serve as a crucial mode of public transportation, significantly impacting people's mobility. Residents of Solo and Yogyakarta have experienced firsthand the benefits of trains for traveling between cities, whether using commuter or airport trains. However, the schedules for the YIA airport train, Adi-Soemarmo airport train, and Yogyakarta Commuter Line are not currently coordinated, as they are planned based solely on passenger demand. Synchronizing the departure times of these three train types is essential to ensure that trains are available when passengers need to transfer between different routes. This study aims to develop a network model for the departure schedules of the Yogyakarta Commuter Line, Yogyakarta International Airport (YIA) airport train, and Adi-Soemarmo airport train. It uses max-plus algebra to analyze the scheduling, culminating in the determination of eigenvalues and eigenvectors. The research employs literature review and Software Scilab. The findings revealed a maximum eigenvalue of (A) = 136 and an eigenvector in the form of a 16  1 real number matrix. Based on this maximum eigenvalue, a synchronized train schedule was created, with departures every 2 hours and 16 minutes, or 136 minutes.
Pengembangan Aktivitas Pembelajaran Matematika Menggunakan MathCityMap Dalam Mengembangkan Kemampuan Pemecahan Masalah Kontekstual Marcellinus Andy Rudhito; Christian Gilly Victory
JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) Vol 9 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jnpm.v9i3.9405

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengembangkan aktivitas pembelajaran matematika menggunakan aplikasi MathCityMap pada materi statistika untuk peserta didik kelas X SMAN 1 Banguntapan, 2) mendeskripsikan kualitas dan kepraktisan dari hasil uji coba produk aktivitas pembelajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation) dengan subjek 24 peserta didik kelas X1 SMAN 1 Banguntapan. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, uji coba produk, penyebaran kuesioner, dan validasi produk. Hasil validasi modul oleh dua validator masing-masing menunjukkan nilai rata-rata 85% dan 86% dalam kategori “Sangat Valid”. Kuesioner respon siswa menunjukkan nilai rata-rata 83% dalam kategori “Sangat Praktis”. Tes kemampuan pemecahan masalah kontekstual oleh siswa menunjukkan skor rata-rata 80% dengan kriteria “Tinggi”. Dengan demikian, produk aktivitas pembelajaran menggunakan aplikasi MathCityMap terbukti dapat meningkatkan motivasi dan kemampuan pemecahan masalah kontekstual peserta didik kelas X1 SMAN 1 Banguntapan.
PENGEMBANGAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK DENGAN BANTUAN MATHCITYMAP UNTUK MENDUKUNG KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR SMP KELAS VIII Marcelia Puspita Ningrum; Marcellinus Andy Rudhito
Jurnal Karya Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Karya Pendidikan Matematika Volume 11 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkpm.11.2.2024.55-66

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan aktivitas pembelajaran berbasis PMR dengan MathCityMap untuk mendukung kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP. Menggunakan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation), penelitian melibatkan 16 siswa kelas VIII MTs Negeri 10 Sleman. Data dikumpulkan melalui wawancara guru, validasi media pembelajaran, tes, dan kuesioner siswa. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas pembelajaran dengan MathCityMap yang dikembangkan menggunakan ADDIE. Pada tahap Analyze, dilakukan analisis kebutuhan belajar. Pada tahap Design, dipilih media pembelajaran dan disusun tes kriteria. Pada tahap Development, dilakukan pengembangan, validasi ahli, dan revisi. Pada tahap Implementation, dilakukan uji coba. Pada tahap Evaluation, ditinjau kualitas produk. MathCityMap valid (82,3%), praktis (77,7%), dan cukup efektif (62,25%) mendukung pembelajaran bangun ruang sisi datar.