p-Index From 2021 - 2026
4.947
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Natur Indonesia Jurnal Pengajaran MIPA Widya Warta Jurnal Karya Pendidikan Matematika Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Jurnal Matematika & Sains AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika SIGMA: Jurnal Pendidikan Matematika JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika IJIET (International Journal of Indonesian Education and Teaching) JMPM: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Numeracy : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Zero : Jurnal Sains, Matematika, dan Terapan Jurnal Pendidikan Matematika (Jupitek) JPM : Jurnal Pendidikan Matematika EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN M A T H L I N E : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika JP3M (Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika) Transformasi : Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Jurnal Absis : Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika J-PiMat : Jurnal Pendidikan Matematika PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika SUPERMAT (JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA) Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA ELIPS: Jurnal Pendidikan Matematika Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika JES-MAT (Jurnal Edukasi dan Sains Matematika) Postulat : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika IndoMath: Indonesia Mathematics Education Limits: Journal of Mathematics and Its Applications
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Tingkat Kecemasan Matematika Siswa Kelas X SMA Seminari Mertoyudan Magelang Putri, Maria Agustina Reforma; Rudhito, Marcellinus Andy
J-PiMat : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2025): J-PiMat
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika STKIP Persada Khatu;istiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/j-pimat.v7i1.4528

Abstract

Kecemasan matematis adalah suatu kondisi seseorang merasakan takut dan khawatir dalam pembelajaran matematika. Kecemasan matematika dapat mempengaruhi hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kecemasan matematika siswa kelas X SMA Seminari Mertoyudan dan strategi penanganannya. Penelitian ini merupakan penilian kuantitatif yang melibatkan 51 siswa kelas X SMA Seminari Mertoyudan Magelang. Penelitian ini melakukan uji korelasi antara tingkat kecemasan matematika, faktor yang mempengaruhi kecemasan matematika dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menunjukkan 71% siswa memiliki tingkat kecemasan matematika sedang. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi negatif antara tingkat kecemasan matematika dan hasil belajar siswa. Selain itu, ditemukan korelasi positif antara kecemasan matematika dan faktor lingkungan, serta korelasi positif yang kuat antara kecemasan matematika dan faktor kognitif. Dalam sudut pandang neurosains, kecemasan ini berkaitan dengan aktivitas di korteks prefrontal yang mempengaruhi fokus dan persepsi diri siswa dalam belajar matematika. Oleh sebab itu, strategi penanganan diperlukan untuk mengurangi kecemasan matematika terutama yang berkaitan dengan pola pikir dan persepsi diri.Kata Kunci: kecemasan, kecemasan matematika, Neurosains
KAJIAN ETNOMATEMATIKA PADA CANDI SAMBISARI DAN IMPLEMENTASI DALAM PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATERI BANGUN DATAR SMP Ardinata, Christofer Yoga; Gulo, Disman; Rudhito, Marcellinus Andy
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/phi.v8i1.327

Abstract

ABSTRAK Artikel ini mengkaji potensi pemanfaatan Candi Sambisari dalam pengembangan  materi bangun datar bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) melalui pendekatan etnomatematika. Candi Sambisari sebagai situs peninggalan sejarah memberikan peluang penting untuk mengintegrasikan matematika dengan konteks budaya dan sosialnya. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif eksploratif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengidentifikasi aktivitas dasar matematika seperti counting, measuring, locating, designing, playing, dan explaining. Selain itu juga ditemukan berbagai bangun datar seperti persegi, persegi panjang, trapesium, segitiga siku-siku, segitiga sama kaki, dan lingkaran pada struktur candi. Penelitian ini memperkaya pemahaman siswa terhadap matematika dengan menghubungkan warisan budaya lokal dan memberikan wawasan tentang sejarah dan makna candi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendukung pengembangan bahan ajar yang lebih berbasis konteks dan budaya pada materi pembelajaran sekolah menengah, meningkatkan minat siswa dalam belajar matematika, dan mendorong pelestarian warisan budaya. Kata kunci :Bahan Ajar, Candi Sambisari, Etnomatematika, Materi Bangun Datar, Sekolah Menengah Pertama. ABSTRACTThis article examines the potential utilization of Sambisari Temple in the development of 2D geometry shape for Junior High School (JHS) students through an ethnomathematics approach. Sambisari Temple as a historical heritage site provides an important opportunity to integrate mathematics with its cultural and social context. This research applied an explorative descriptive qualitative approach with data collection through observation, interviews, and documentation. The results identified basic math activities such as counting, measuring, locating, designing, playing, and explaining. In addition, various flat shapes such as square, rectangle, trapezoid, right triangle, isosceles triangle, and circle were found in the temple structure. This research enriches students' understanding of mathematics by connecting local cultural heritage and providing insight into the history and meaning of temples. The results of this study are expected to support the development of more context- and culture-based teaching materials in secondary school learning materials, increase students' interest in learning mathematics, and encourage the preservation of cultural heritage. Keywords : Ethnomathematics, Junior High School, Sambisari Temple, Teaching Materials, 2D Geometry Shape.
Analisis Kemampuan Berdiskusi dan Berargumentasi Siswa SMPK St Ignasius Waipaddi Kelas VII pada Materi Bilangan Pecahan setelah Mengalami Pembelajaran dengan Pendekatan Metakognitif dan Diskursif Kaleka, Martinus; Rudhito, Marcellinus Andy
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v4i4.971

Abstract

Kemampuan berdiskusi dan berargumentasi adalah keterampilan penting dalam pembelajaran matematika, terutama untuk memahami konsep bilangan pecahan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan desain pembelajaran siswa SMPK St. Ignasius Waipaddi Kelas VII pada materi bilangan pecahan dengan pendekatan metakognitif dan diskursif, serta (2) mendeskripsikan kemampuan berdiskusi dan berargumentasi siswa pada materi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan data diperoleh melalui wawancara tidak terstruktur dan rekaman video dari tiga pertemuan. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Hipothetical Learning Trajectory (HLT), yang dirancang untuk memandu proses pembelajaran di SMP St. Ignasius Waipaddi. HLT berfungsi sebagai pedoman untuk mengamati dan mengukur kemampuan siswa dalam memahami materi pecahan melalui tiga pertemuan yang telah dirancang: Pertemuan pertama adalah penyederhanaan bilangan pecahan hingga bentuk paling sederhana menggunakan visualisasi dalam bentuk gambar serta latihan latihan soal untuk di diskusikan. Pertemuan kedua adalah penjumlahan pecahan dengan penyebut sama dan berbeda, disertai latihan diskusi dan argumentasi. Sedangkan pertemuan ketiga adalah latihan soal berdasarkan materi sebelumnya untuk mendalami pemahaman siswa. Instrumen ini mendukung pendekatan metakognitif dan diskursif untuk memantau kemampuan siswa dalam memilih dan menerapkan strategi berpikir dalam menyelesaikan masalah. Data dianalisis untuk mengidentifikasi desain pembelajaran dan efektivitas pendekatan metakognitif serta diskursif dalam meningkatkan kemampuan diskusi siswa. Hasil menunjukkan bahwa desain pembelajaran ini memfasilitasi pemahaman siswa terhadap bilangan pecahan dan meningkatkan partisipasi dalam diskusi kelas. Pendekatan metakognitif membantu siswa mengelola proses berpikir, sedangkan pendekatan diskursif mendorong interaksi konstruktif. Simpulan penelitian ini adalah bahwa kedua pendekatan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan diskusi siswa.
ANALISIS KESULITAN PEMBUKTIAN MATEMATIS PADA MATERI TEORI HIMPUNAN DARI SUDUT PANDANG NEUROSAINS Tapo, Maria Marfiani; Rudhito, Marcellinus Andy
ELIPS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 1 (2025): ELIPS, Maret 2025
Publisher : Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/elips.v6i1.1526

Abstract

Transisi dari pembelajaran matematika di sekolah menengah ke perguruan tinggi sering kali menjadi tantangan bagi mahasiswa, terutama dalam memahami pembuktian matematis, yang menuntut keterampilan logis, pemahaman konsep, serta kemampuan kognitif yang melibatkan berbagai proses di otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan – kesalahan apa saja yang dilakukan oleh mahasiswa dalam menyelesaikan soal pembuktian matematis terkhususnya pada materi teori himpunan menurut sudut pandang neurosains. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deduktif kualitatif. Subjek penelitian yaitu 22 mahasiswa S1 Pendidikan Matematika Universitas Sanata Dharma. Instrumen yang digunakan adalah tes yang terdiri dari 2 soal tes pembuktian himpunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami kesulitan dalam pembuktian matematis pada materi teori himpunan. Kesalahan-kesalahan utama yang diidentifikasi diantaranya: 1) mahasiswa sering terjebak dalam manipulasi aljabar yang salah karena kurangnya pemahaman konsep dasar, yang menurut neurosains berkaitan dengan keterbatasan memori kerja di prefrontal cortex, yang mengelola informasi abstrak dan logika formal. 2) Kesalahan juga muncul dalam representasi visual, seperti pada diagram Venn yang tidak tepat, karena masalah integrasi visual dan abstrak yang melibatkan jalur parietal-oksipital, yang penting dalam memproses informasi spasial dan konsep abstrak. 3) Selain itu, mahasiswa jarang memberikan ilustrasi contoh konkret, yang menunjukkan kurangnya pemanfaatan kemampuan visualisasi yang melibatkan jalur ventral visual cortex untuk menghubungkan konsep abstrak dengan contoh nyata.
PELATIHAN INOVASI PEMBELAJARAN STEAM MELALUI PENDEKATAN PROYEK DAN KAJIAN MASALAH BERBASIS KEARIFAN LOKAL Enny Murwaningtyas, Chatarina; Tiara Gunawan, Monica; Maharani, Wayan; Marfiani Tapo, Maria; Turnip, Grace; Andy Rudhito, Marcellinus; Julie, Hongki
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i1.309-321

Abstract

Pembelajaran Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) merupakan pendekatan terintegrasi dalam pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kreativitas siswa. Pendekatan ini menjadi lebih relevan ketika dikombinasikan dengan pembelajaran berbasis proyek dan kajian masalah yang berakar pada kearifan lokal, memungkinkan siswa untuk menghubungkan konsep-konsep ilmiah dengan konteks kehidupan nyata di lingkungan mereka. Untuk mendukung inovasi pembelajaran ini, sebuah program pelatihan khusus telah dirancang dengan tujuan memperdalam pemahaman guru mengenai pembelajaran STEAM melalui pendekatan proyek, meningkatkan keterampilan praktis dalam penerapannya, serta mengintegrasikan kajian masalah berbasis kearifan lokal. Melalui diskusi interaktif, tugas proyek kreatif, dan fokus pelatihan pada integrasi STEAM dengan kearifan lokal, program ini mendorong kolaborasi dan kreativitas di kalangan guru. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan guru untuk menerapkan STEAM dalam pembelajaran serta merancang proyek yang relevan dengan kearifan lokal, menciptakan lingkungan belajar yang kolaboratif dan menarik. Kemajuan ini tidak hanya meningkatkan motivasi guru dan kemampuan mereka dalam menyelesaikan masalah secara kreatif, tetapi juga meningkatkan kualitas pengalaman belajar siswa serta memberikan dampak positif pada pembelajaran matematika secara umum. Dengan integrasi STEAM dan kearifan lokal, pembelajaran menjadi lebih kontekstual, menarik, dan bermakna bagi siswa, mendukung perkembangan pendidikan yang lebih holistik dan kontekstual di Indonesia.
Synchonized DAMRI Public Tourist Transportation Route Design using Max-Plus Algebra Yonantha, Krisma; Putra, Dewa Putu Wiadnyana; Rudhito, Marcellinus Andy
JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Vol 10, No 1 (2026): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jtam.v10i1.33242

Abstract

The transportation system is a crucial infrastructure for supporting connectivity between each National Strategic Tourist Area (NSTA) tourist destination of Yogyakarta. Management of transportation network and scheduling departure of transportation services are not yet optimal. This study aims to design a synchronized DPTT route and schedule that covers the entire service area using max-plus algebra. This type of study is applied research. The scheduling problem will focus on determining the number of fleets serving all routes with departure periods below 60 minutes. This research was conducted through literature review, field observations and online maps using Google Maps, and computation using the Scilab program. The results show that time travel between 8 tourist destinations are organized into a strongly connected directed graph with 20 routes. Departures are modeled as a linear discrete-event system over max-plus algebra. Computation in Scilab produce a baseline departure period of 90 minutes. We evaluate by adding 2, 8, 10, or 12 of buses by reinforcing the longest route. The simulation shows that the addition of 10 and 12 buses in certain section can reduce the departure period to 56 and 48 minutes respectively. The results demonstrate that targeted fleet additions and network reconnection, guided by max-plus synchronization, can substantially improve service regularity and passenger connectivity.