Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pemberian Pakan Berbahan Tepung Azolla (Azolla microphylla) untuk Pertumbuhan Ikan Patin Siam (Pangasius hypophthalmus) Putri, Ega Ayu; Rosyida, Eka; Madinawati; Ya'la, Zakirah Raihani; Mangitung, Septina F.; Rukka, Andi Heryanti; Nasmia
Arborescent Journal Vol 3 No 1 (2026): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/arj.v3i1.1493

Abstract

Ikan patin Siam (Pangasius hypophthalmus) merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar bernilai ekonomi tinggi dengan kebutuhan benih yang terus meningkat. Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh penambahan tepung Azolla (Azolla microphylla) dalam pakan terhadap kinerja pertumbuhan benih patin Siam. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada Januari–Februari 2024 di Laboratorium Kualitas Air dan Biologi Akuatik Universitas Tadulako dengan menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri atas empat perlakuan tingkat substitusi tepung Azolla (0%, 15%, 20%, dan 25%) dan lima ulangan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa suplementasi tepung Azolla memberikan pengaruh signifikan (P<0,05) terhadap bobot mutlak, laju pertumbuhan spesifik, serta rasio konversi pakan. Pertumbuhan bobot mutlak tercatat berkisar 1,09–2,25 g, laju pertumbuhan spesifik 1,57–2,39%, rasio konversi pakan 1,4–2,7, serta tingkat sintasan mencapai 84–96%.
GROWTH PERFORMANCE AND SURVIVAL RATE OF EEL (Anguilla marmorata Quoy & Gaimard, 1824) IN RECIRCULATION SYSTEMS WITH DIFFERENT BIOFILTERS Tofik, Tofik; Ndobe, Samliok; Rukka, Andi Heryanti; Tantu, Fadly Y.; Masyahoro, A.; Ya’la, Zakirah Raihani; Mangitung, Septina F.
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 6 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i6.1986

Abstract

Potensi ikan sidat (Anguilla marmorata Quoy & Gaimard, 1824) di Indonesia cukup tinggi. Keberadaan potensi benih ikan sidat dari alam belum dimanfaatkan secara optimum untuk dibesarkan sampai ukuran konsumsi, sehingga perlu dikembangkan teknologi pembesaran. Diharapkan teknologi yang diterapkan dan dikembangan dapat dilakukan baik pada skala kecil maupun skala besar. Permasalahan dalam budidaya ikan adalah mempertahankan kualitas air agar tetap baik. Salah satu eknologi yang dapat diterapkan adalah teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) atau sistem budidaya dengan resirkulasi menggunakan filter alami berasal dari tanaman biofilter. Tujuan penelitian untuk mengetahui penggunaan biofilter berbeda pada sistem resirkulasi terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup (sintasan) ikan sidat (A. marmorata). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kualitas Air dan Biologi Akuatik, Program Studi Akuakultur Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Tadulako, Palu. Penelitian didesain menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan diterapkan berupa penggunaan biofilter, terdiri dari: perlakuan A = Biofilter Selada, perlakuan B = Biofilter Seledri, perlakuan C = Biofilter Pakcoy, perlakuan D = Biofilter kangkung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan biofilter tanaman berbeda berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bobot mutlak ikan sidat. Penggunaan biofilter kangkung diproleh nilai tertinggi pada pertumbuhan bobot mutlak (0,29±0,05 g), pertumbuhan bobot spesifik (1,83±0,28%); nilai terendah pertumbuhan bobot mutlak pada penggunaan biofilter selada (0,19±0,03 g) dan pertumbuhan bobot spesifik pada perlakuan biofilter packcoy (1,38±0,21%). Kelangsungan hidup tertinggi pada perlakuan biofilter kangkung (76±8,94%), sedangkan terendah pada perlakuan biofilter seledri (60±14,14%). Hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan biofilter tanaman kangkung merupakan perlakuan terbaik untuk pembesaran ikan sidat (Anguilla marmorata Quoy & Gaimard).
Accumulation, Composition, Density, and Volume of Marine Litter on Palu Bay Hermawan, Roni; Hasanah, Nur; Nurdin, Muhamad Saleh; Eka Putra, Aswad; Tis'in, Musayyadah; Riza, Femi; Mangintung, Septina Fifi; Rukka, Andi Heryanti; Purwanto, Eko; Ramadhani, Nurul Rizki; Nursalwa, Nursalwa; Darae, Charlos Daniel; Utama, Fitra Harry
Zona Laut : Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan Volume 7, Number 1, March 2026 Edition
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marine litter poses an increasing threat to the coastal ecosystem of Palu Bay, Indonesia, driven by contrasting land-based human activities. This study assessed the accumulation, composition, density, and volume of macro-debris (>2.5 cm) at four coastal stations representing residential, river-influenced, and tourism-dominated areas. Surveys were conducted from June to September 2025 using a line transect method. The results showed marked spatial differences in marine litter characteristics. Residential and river-influenced sites (Baiya and Mamboro Beaches) recorded the highest debris weights (4003.67–4378.22 g/m²), dominated by heavier household waste transported via river systems. In contrast, tourism areas (Taman Ria and Kampung Nelayan Beaches) exhibited lower debris weights (1697.67–1892.37 g/m²) but significantly higher item densities (14.46–17.28 items/m²) and volumes, reflecting the dominance of lightweight, single-use plastics from recreational activities. Plastic debris dominated all stations, exceeding 94% in tourism zones. These findings demonstrate a clear dichotomy in litter sources and characteristics between tourism and residential areas, underscoring the need for targeted management strategies. Effective mitigation should prioritize single-use plastic restrictions, adequate waste facilities, and visitor awareness in tourism areas, alongside improved household waste collection and riverine waste control in residential watersheds. Such source-specific approaches are essential for sustainable coastal management in Palu Bay and comparable semi-enclosed bays.