Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TERBALIK (RECIPROCAL TEACHING) MENGGUNAKAN BUKU SAKU TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VII MTs USB SAGULUNG BATAM Lisa Salminda; Ramses Ramses; Yarsi Efendi
SIMBIOSA Vol 4, No 1 (2015): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v4i1.537

Abstract

Penelitian untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa yang menerapkan model pembelajaran resiprokal (Reciprocal Learning) dengan menggunakan buku saku lebih baik dibandingkan menggunakan pembelajaran biasa (konvensional) di kelas VII MTs USB Sagulung Batam tahun akademik 2013/2014. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VII kelas mendistribusikan pada 4 (empat) kelas. Sampel yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Kelas VII C terpilih sebagai kelas eksperimen dan VII B sebagai kelas kontrol. Analisis data menggunakan pendekatan Uji t. Berdasarkan hasil analisis diperoleh hipotesis T hitung = 8,02 dan T tabel = 2,02 pada tingkat signifikansi 5% untuk T hitung T tabel berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti bahwa biologi hasil belajar rata-rata siswa setelah menggunakan aplikasi yang mengajar resiprokal menggunakan buku saku lebih baik dari rata-rata hasil belajar menggunakan pembelajaran biasa (konvensional).
Studi Awal Kelelawar (Ordo Chiroptera) di Pulau Batam Fauziah Syamsi; Yarsi Efendi; Lasdem Saragih; Muhamad Hasyir
SIMBIOSA Vol 10, No 1 (2021): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v10i1.2818

Abstract

Kelelawar adalah spesies kunci pada suatu habitat. Keberadaan kelelawar sangat penting karena menjalankan fungsi ekologis vital pada suatu ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi awal tentang keberadaan kelelawar di Pulau Batam. Metode penelitian adalah metode survei. Penangkapan kelelawar dilakukan di tiga stasiun pada Hutan Lindung Duriangkang dan Hutan Lindung Sungai Ladi. Kelelawar ditangkap menggunakan jaring kabut. Kelelawar yang tertangkap diamati karakter morfologinya, lalu diukur karakter pentingnya untuk identifikasi. Identifikasi mengacu pada buku panduan. Dari penelitian yang sudah dilakukan, ditemukan empat jenis kelelawar pada kedua hutan lindung, satu jenis ditemukan dalam jumlah yang sangat banyak dan mendominasi yaitu Cynopterus brachyotis. Nilai indeks keanekaragaman pada kedua lokasi tergolong rendah, indeks kemerataan tergolong rendah dan sedang, indeks dominansi tinggi dan sedang. Indeks kesamaan komunitas adalah 100% karena spesies yang dijumpai pada kedua lokasi sama
Perbedaan Laju Pertumbuhan Dan Tingkat Kelangsungan Hidup Karang Jenis Montipora tuberculosa Berasal Dari Induk Transplantasi Dan Induk Dari Alam Devi Bella Pratiwi; Ramses Ramses; Yarsi Efendi
SIMBIOSA Vol 8, No 1 (2019): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v8i1.1529

Abstract

Transplantasi karang adalah salah satu upaya rehabilitasi yang dapat diterapkan untuk mempercepat proses pemulihan terumbu karang pada habitat alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan laju pertumbuhan karang jenis Montipora tuberculosa berasal dari induk transplantasi dengan induk dari alam. Data penelitian diambil dari 32 fragmen yang dijadikan sampel dengan ukuran 5-9 cm pada awal penelitian. Fragmen karang diletakkan pada meja semai yang terbuat dari blok beton berbentuk meja pada kedalaman 3 meter. Pengukuran dan pengamatan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup fragmen dilakukan 2 bulan setelah penyemaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis  karang Montiporatuberculosa sumber induk transplantasi memiliki pertumbuhan mutlak sebesar 12.93 mm untuk lebar dan 5.41 mm untuk tinggi. Laju pertumbuhan mencapai 6.49 mm untuk lebar dan 2.71 mm untuk tinggi, dan tingkat kelangsungan hidup 78.13%. Sedangkan, M.tuberculosa sumber induk dari alam memiliki pertumbuhan mutlak sebesar 17.66 mm untuk lebar dan 6.49 mm untuk tinggi. Laju pertumbuhan mencapai 8.83 mm untuk lebar dan 3.24 mm untuk tinggi, dan tingkat kelangsungan hidup 93.75%. Laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup sumber induk alam memiliki laju pertumbuhan lebih baik dibandingkan sumber induk dari transplantasi.
Pengaruh Perbedaan Usia Terhadap Motilitas Spermatozoa (Studi Kasus Pasien Laboratorium Infertilitas Rumah Sakit Kasih Sayang Ibu Kota Batam) Yarsi Efendi; Fauziah Syamsi; Notowinarto Notowinarto
SIMBIOSA Vol 10, No 2 (2021): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v10i2.2626

Abstract

Motilitas spermatozoa adalah kemampuan sel sperma untuk bergerak secara progresif, spermatozoa yang sehat mampu bergerak lurus minimal 25 mikrometer per detik. Berdasarkan permasalahan tersebut timbul pertanyaan apakah perbedaan usia berpengaruh terhadap motilitas spermatozoa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan usia terhadap mortalitas spermatozoa. Penelitian dilakukan dalam waktu 1 tahun dari bulan Maret 2018 sampai Februari tahun 2019 dengan mengambil sampel pasien yang berobat pada laboratorium Infertilitas Rumah Sakit Kasih Sayang Ibu Kota Batam. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok, perbedaan usia dikelompokan atas tiga; 1. usia 20-30 tahun, 2.31-40 tahun dan 3. 41-50 tahun. Data dianalisis dengan ANOVA (Analysis of varience). Berdasarkan hasil perhitungan uji Anava diperoleh nilai F hitung dari perbandingan rerata antar kelompok perlakuan sebesar 1,331 sedangkan nilai F tabel pada taraf signifikan (α = 0.05) adalah 0.97. Karena F hitung lebih besar dari f tabel maka pengujian menolak hipotesis nol dan hasilnya terdapat pengaruh perbedaan usia terhadap motilitas spermatozoa
Inventarisasi Jamur Tingkat Tinggi (Basidiomycetes) Di Taman Wisata Alam Muka Kuning Batam Liska Chairani Harahap; Fauziah Syamsi; Yarsi Efendi
SIMBIOSA Vol 6, No 2 (2017): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v6i2.1143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis jamur tingkat tinggi (Basidiomycetes) yang ada di Taman Wisata Alam Muka Kuning Batam dan data yang diperoleh dikembangkan menjadi media pembelajaran yaitu media poster. Metode yang digunakan adalah survei di sepanjang jalur hutan di TWA Muka Kuning Batam. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksploratif. Berdasarkan hasil analisis diperoleh data jenis jamur tingkat tinggi (Basidiomycetes) di Taman Wisata Alam Muka Kuning Batam terdapat 7 famili yaitu Ganodermataceae, Hygrophoraceae, Hymenochaetaceae, Polyporaceae, Schizophyllaceae, Steccherinaceae dan Tricholomataceae. Dan 15 jenis jamur tingkat tinggi (Basidiomycetes) yaitu Amauroderma rugosum, Ganoderma applanatum, Ganoderma sp., Hygrocybe sp., Hymenochaete sp., Fomes sp., Microporus xanthopus, Panus sp., Polyporus sp., Pycnoporus sanguineus, Trametes sp., Schizophyllum commune., Nigroporus vinosus, Marasmius androsaceus dan Marasmius sp.
Pengaruh Pemberian Thiamin (Vitamin B1) Terhadap Pertumbuhan Morfometrik Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica rapa L.) Martha Friendly; Yarsi Efendi; Rahmi Rahmi
SIMBIOSA Vol 10, No 1 (2021): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v10i1.2627

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Thiamin (Vitamin B1) terhadap pertumbuhan morfometrik tanaman sawi pakcoy hijau (Brassica rapa L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 1 kontrol, perlakuan A (Dosis 3 ml Thiamin + 1 Liter Air Biasa), perlakuan B (Dosis 6 ml Thiamin + 1 Liter Air Biasa) dan perlakuan C (Dosis 9 ml Thiamin + 1 Liter Air Biasa). Masing- masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali, sehingga terdapat 20 satuan percobaan. Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis dengan ANOVA (Analysis of varience) dan dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) dengan taraf 5%. Terdapat pengaruh nyata dari pemberian Thiamin (Vitamin B1) terhadap parameter pertumbuhan tanaman yang diteliti yaitu tinggi tanaman (Fhitung = 17.7 >FTabel (0.05) = 3.24), jumlah helai daun (Fhitung = 8.26 >FTabel (0.05) = 3.24), berat basah (signifikan/S) (Fhitung = 4.4 >FTabel (0.05) = 3.24). Dosis optimal adalah Perlakuan A dengan pemberian 3 ml Thiamin ditambah 1 Liter air biasa.
ANALISIS FAKTOR KESULITAN BELAJAR PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) SISWA KELAS VII MTs BATAMIYAH BATAM Zikkra Evita; Rahmi Rahmi; Yarsi Efendi
SIMBIOSA Vol 4, No 1 (2015): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v4i1.539

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan yang dialami siswa dalam belajar IPA dan faktor-faktor apa saja yang menyebabkannya. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs Batamiyah Batam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Data yang berupa hasil belajar dikumpulkan, sedangkan data yang berupa respons siswa terhadap pembelajaran IPA menggunakan lembar observasi dan kuesioner. Siswa yang mendapat nilai di bawah KKM berarti mengalami kesulitan belajar dalam memahami pelajaran IPA. Faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar berasal dari diri sendiri sebesar 70.9 %, dari lingkungan keluarga sebesar 50. 1 %, dan dari lingkungan sekolah sebesar 68.9 %.
KELIMPAHAN POPULASI DAN PERBEDAAN MORFOMETRI Telescopium telescopium PADA HABITAT MANGROVE DI SUNGAI BONGKOK KAMPUNG BAGAN TANJUNG PIAYU DAN DI SEKITAR TPA PUNGGUR KOTA BATAM Yarsi Efendi; Ramses Ramses; Adil Waraney
SIMBIOSA Vol 3, No 1 (2014): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v3i1.249

Abstract

The Research have done started from February to June 2013, have purpose to compare the population abudance and difference of morphometric Telescopium telescopium in two different observation places. The sampling point determined by method of random sampling. The sample has taken by plot measurement 10x10 m and the sub plot measurement 1x1 m placed in 5 pieces plot measurement 10x10 m.The research result got 62 individual Telescopium telescopium in research location with the density value 0.155 (ind/m²) at 1st location and 297 individual Telescopium telescopium with the density value 0.7425 (ind/m²) at 2nd location. The average measurement result (length and dimeter) morphometric of Telescopium telescopium found at mangrove habitat in Sungai Bongkok was length 8.94 cm and diameter 4.73 cm. The morphometric average measurement result (length and diameter) Telescopium telescopium found at mangrove habitat around the garbage disposal Punggur was length 4.66 cm and diameter 2.54 cm. Keywords: Population Abundance; Morphometric; Telescopium telescopium. 
PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS VIII SMP NEGERI 10 BATAM TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Yarsi Efendi; Ramses Ramses; Styvany Styvany
SIMBIOSA Vol 3, No 2 (2014): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v3i2.281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Student Facilitator And Explaining Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Biologi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan populasi seluruh kelas VIII, SMP dimana sampel yang digunakan adalah kelas VIII5 sebagai kelas kontrol dan kelas VIII9 sebagai kelas eksperimen dengan teknik pengambil sampel Cluster Random Sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen tes hasil belajar dan hasilnya diuji melalui statistik tes “t”.Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif Student Facilitator And Explaining terhadap hasil belajar kelas VIII SMP Negeri 10 Batam pada materi respirasi dan fotosintesis TP 2013/2014. Hasil belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif Student Facilitator And Explaining (X1) dengan nilai rerata (μx1) sebesar 88 lebih besar dari hasil belajar dengan menggunakan metode konvensional/ceramah (X2) dengan rerata (μx2) sebesar 76. Hal ini juga sesuai dengan analisis statistik inferensial yang membuktikan nilai thitung sebesar 8.941 sedangkan nilai ttabel diperoleh sebesar 2.000. Hasil penelitian menerima hasil hipotesis alternatif (Ha), dengan kesimpulan akhir terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif Student Facilitator And Explaining terdahap hasil belajar siswa kelas VIII pada materi respirasi dan fotosintesis di SMP Negeri 10 Batam TP 2013/2014. Kata Kunci : Pembelajaran kooperatif, Student Facilitator And Explaining, Hasil Belajar
Pengaruh Pupuk Organik Cair Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.) terhadap Pertumbuhan Bayam Cabut (Amaranthus tricolor L.) dan Implementasinya dalam Video Pembelajaran Fauziah Syamsi; Kiptiyah Kiptiyah; Yarsi Efendi
SIMBIOSA Vol 11, No 1 (2022): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v11i1.4094

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.)  terhadap pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor L.). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 kontrol, perlakuan A (dosis 10 ml), perlakuan B (dosis 15 ml), perlakuan C (dosis 20 ml), perlakuan D (dosis 25 ml), dan perlakuan E (30 dosis ml); masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali, sehingga terdapat 30 satuan pecobaan. Variabel yang dianalisis adalah tinggi tanaman, jumlah daun dan berat basah. Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis dengan ANOVA (Analysis of varience) dan apabila perlakuan berpengaruh nyata, maka akan dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) pada taraf 5%.  Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang nyata dari pemberian pupuk organik cair kulit pisang kepok terhadap variabel pertumbuhan tinggi bayam cabut (Fhitung = 4.637 FTabel (0.05) = 2.62), tidak terdapat pengaruh nyata terhadap varibel jumlah daun bayam cabut (Fhitung = 1.855 FTabel (0.05) = 2.62), dan tidak tidak terdapat pengaruh nyata terhadap variabel berat basah bayam cabut (Fhitung = 1.011 FTabel (0.05) = 2.62).