Claim Missing Document
Check
Articles

PERBEDAAN KETEBALAN JENIS KAIN SATIN POLYESTER TERHADAP HASIL JADI TSUMAMI (HANA) KANZASHI PADA BROS HASTI CHASANAH, MAULIDYAH; RUSSANTI, IRMA
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanzashi atau lebih tepatnya disebut tsumami hana kanzashi, merupakan hiasan atau pin rambut yang dikenakan oleh geisha. Kata kanzashi mengacu pada hiasan rambut yang dikenakan oleh wanita Jepang, sementara hana ialah bunga, dan tsumami mengacu pada proses melipat yaitu memotong kain dan membentuknya menjadi kotak untuk membuat bunga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan ketebalan jenis kain satin polyester terhadap hasil jadi tsumami hana kanzashi pada bros dan untuk mengetahui hasil jadi tsumami hana kanzashi yang paling baik digunakan sebagai bros ditinjau dari aspek bentuk kelopak bunga, aspek kestabilan lipatan dan aspek kerapihan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan jenis kain berbeda ketebalan, yaitu kain satin polyester dengan ketebalan 0,61 mm roberto cavali dan kain satin polyester dengan ketebalan 0,48 mm sateen. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah jenis kain satin polyester dengan ketebalan 0,48 mm roberto cavali dan kain satin polyester dengan ketebalan 0,61 mm sateen. Variabel terikat dalampenelitian ini adalah hasil jadi tsumami hana kanzashi pada bros ditinjau dari aspek bentuk kelopak bunga, aspek kestabilan lipatan dan aspek kerapihan. Berdasarkan hasil analisis data uji independent t test ditinjau dari aspek bentuk kelopak bunga diperoleh hasil ? = 0,65 yang berarti ? > 0,05 menunjukkan adanya perbedaan ketebalan jenis kain satin polyester terhadap hasil jadi tsumami hana kanzashi pada bros, pada aspek kestabilan lipatan diperoleh hasil ? = 0,03 yang berarti ? < 0,05 menunjukkan tidak terdapat perbedaan ketebalan jenis kain satin polyester terhadap hasil jadi tsumami hana kanzashi pada bros dan pada aspek kerapihan diperoleh hasil ? = 0,24 yang berarti ? > 0,05 menunjukkan tidak terdapat perbedaan ketebalan jenis kain satin polyester terhadap hasil jadi tsumami hana kanzashi pada bros pada aspek bentuk kelopak dan aspek kerapihan. Hasil jadi tsumami hana kansahi yang paling baik digunakan sebagai bros ditinjau dari aspek bentuk kelopak bunga, aspek kestabilan lipatan dan aspek kerapihan adalah kain satin polyester ketebalan 0,61 mm dengan mean 3,32
PENGARUH LEBAR BIAS TERHADAP HASIL JADI SLASHING PADA BLUS SEVI, DHOROTHEA; RUSSANTI, IRMA
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fabric slashing adalah salah satu teknik dari memanipulasi kain dengan cara menumpukkan beberapa kain lalu memotong satu atau beberapa lapis dari tumpukan kain tersebut dan meninggalkan satu lapisan paling akhir tetap utuh.Pada penelitian ini, manipulating fabric slashing diterapkan pada tengah muka blus dengan menggunakan jarak lebar bias 1 cm, 1,5 cm dan 2 cm. Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui pengaruh jarak lebar bias manipulating fabric slashing terhadap ukuran jarak antara tiap jahitan 1 cm, 1,5 cm dan 2 cm pada blus ditinjau dari aspek bentuk, kerapian dan kestabilan, 2) Untuk mengetahui hasil jadi yang terbaik dari penerapan manipulating fabric slashing diantara ukuran jarak antara tiap jahitan 1 cm, 1,5 cm dan 2 cm pada blus. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan variabel bebas yaitu jarak lebar bias yang meliputi jarak lebar bias 1 cm, 1,5 cm dan 2 cm. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil jadi manipulating fabric slashing pada blus yang meliputi: aspek bentuk, aspek kerapian dan aspek kestabilan. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dengan 30 observer: 5 orang panelis ahli, 10 orang mahasiswi program studi tata busana angkatan 2012, 10 orang mahasiswi program studi tata busana angkatan 2014 dan 5 orang mahasiswi program studi tata busana angkatan 2016 yang sudah memprogram mata kuliah desain tekstil dan manajemen busana wanita II. Teknik analisis data yang digunakan adalah anava klasifikasi tunggal dengan taraf signifikansi ? ? 0,05 dengan bantuan SPSS 20. Hasil analisis data diperoleh berdasarkan hasil jadi manipulating fabric slashingpada aspek bentuk memiliki pengaruh dengan Fhitung= 8,42 dengan taraf signifikan a=0,00 (<0,05). Pada aspek kerapian memiliki pengaruh dengan Fhitung= 3,32 dengan taraf signifikan a=0,04 (<0,05), sedangkan aspek kestabilan memiliki pengaruh dengan Fhitung= 9,34 dengan taraf signifikan a=0,00 (<0,05) dengan jarak bias terhadap hasil jadi slashing pada blus dengan perolehan mean sebesar 3,48 pada jarak bias 1,5 cm. Hasil jadi manipulating fabric slashing pada blus ditinjau dari keseluruhan aspek yang diamati adalah pada jarak bias 1 cm dengan nilai mean secara keseluruhan 2.94 merupakan kategori baik, dan pada jarak bias 2 cm dengan nilai mean secara keseluruhan 3,34 merupakan kategori baik, sedangan pada jarak bias 1,5 cm diperoleh nilai mean 3.48, merupakan kategori sangat baik.
PENERAPAN BAHAN PENGISI DACROON, BUSA ANGIN DAN STYROFOAM BUTIRAN UNTUK HIASAN STUFFING APLIKASI 3 DIMENSI PADA BUSANA ANAK INDRIANI, FITRIA; RUSSANTI, IRMA
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stuffing adalah teknik yang seperti trapunto dari serat alami atau sintetik untuk mengisi kain dengan bahan sintetis alami kapas dan kapuk untuk teknik manipulating fabric. Stuffing sebagai pengisi hiasan yang timbul pada suatu hiasan. Pengisi yang digunakan bermacam-macam, misalnya dacroon, busa angin, dan styrofoam butiran. Untuk mengetahui hasil jadi hiasan stuffing aplikasi 3 dimensi pada busana anak, dengan menggunakan bahan isian dacroon, busa angin, dan styrofoam butiran. Untuk mengetahui hasil jadi hiasan stuffing aplikasi 3 dimensi pada busana anak yang terbaik, dengan menggunakan bahan isian dacroon, busa angin, dan styrofoam butiran. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif karena dimaksud menyelidiki dan mangemati hasil jadi pnerapan aplikasi 3 dimensi dengan bahan isian dacroon, busa angin, dan styrofoam butiran pada busana anak. Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi terhadap hasil jadi hiasan trapunto aplikasi 3 dimensi dengan bahan isian dacroon, busa angin dan styrofoam butiran ditinjau dari aspek bentuk kelopak dan kaindahan kelopak bunga. Kegiatan observasi dilakukan oleh 3 dosen Tata Busana Universitas Negeri Surabaya dan 27 mahasiswa Tata Busana Universitas Negeri Surabaya. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa hasil jadi penerapan aplikasi 3 dimensi dengan bahan isian dacroon, busa angin, dan styrofoam butiran ditinjau dari 3 aspek, mean tertinggi pada mean tertinggi untuk aspek bentuk diperoleh dari bentuk hiasan stuffing aplikasi 3 dimensi pada busana anak dengan bahan pengisi dacroon, untuk nilai mean tertinggi dari aspek kerapian diperoleh dari hiasan stuffing aplikasi 3 dimensi pada busana anak dengan bahan pengisi dacroon. Sedangkan untuk nilai mean tertinggi dari aspek kestabilan diperoleh dari hiasan stuffing aplikasi 3 dimensi pada busana anak dengan bahan pengisi dacroon.
PERBEDAAN JENIS LINING KATUN DAN LINEN TERHADAP HASIL JADI GAUN PESTA ANAK ANDIANI, LITA; RUSSANTI, IRMA
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lining merupakan bahan pelapis berupa kain yang melapisi bahan utama sebagaian maupun seluruhnya. Bahan lining sering juga disebut dengan furing.Rumusan masalah 1) Untuk mengetahui perbedaan hasil jadi jenis lining antara bahan katun dan linen pada gaun pesta anak. 2) Untuk mengetahui hasil jadi terbaik gaun pesta anak menggunakan lining katun dan linen. Tujuan penelitian ini 1) untuk mengetahui perbedaan anatar lining katun dan linen pada gaun pesta anak 2) untuk mengetahui hasil jadi gaun pesta anak yang terbaik antara menggunakan lining katun dan linen Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen. Variabel bebasmenggunakan lining katun dan linen, Variabel terikat yaitu hasil jadi gaun pesta anak dengan aspek kesesuaian lining dan kerapian. Metode pengumpulan data adalah metode observasi dan analisis data menggunakan uji t dengan program SPSS 20 dengan ? < 0,05. Berdasarkan uji t menunjukkan terdapat perbedaan hasil jadi gaun pesta anak pada lining katun dan linen ditinjau dari aspek taraf signifikan sebesar-6.943 yaitu Kesesuaian lining untuk busana pesta anak dan Kerapian dan peletakan lining dengan bentuk. Hasil jadi gaun pesta anak yang terbaik ditinjau dari aspek Kesesuaian lining untuk busana pesta anak dan Kerapian dan peletakan lining dengan bentuk yaitu hasil jadi gaun pesta anak dengan lining katun
PENGARUH KETEBALAN KAIN DENIM TERHADAP HASIL JADI TOTE BAG DENGAN TEKNIK LASSER CUT ESA APRIANTI, RYANDA; RUSSANTI, IRMA
Jurnal Tata Busana Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH KETEBALAN KAIN DENIM TERHADAP HASIL JADI TOTE BAG DENGAN TEKNIK LASSER CUT Ryanda Esa Aprianti S1 Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya (esaryanda@gmail.com) Irma Russanti Dosen Tata Busana, Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya (Irmarussanti@unesa.ac.id) Abstrak Motif kain atau sebuah seni untuk membuat suatu bahan kain menjadi lebih indah saat ini semakin meningkat dengan adanya perkembangan teknologi. Lasercut adalah sebuah alat pemotong kayu atau benda keras dengan menggunakan alat potong berupa lasser yang tajam. Kini penggunakan alat potong lassercut tidak hanya digunakan pada kayu atau bahan tebal lainnya, tetapi saat ini lasercut banyak digunakan oleh para desainer untuk membuat hiasan motif diatas kain.Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh ketebalan kain denim terhadap hasil jadi Tote Bag dengan teknik Lasser Cut meliputi Kestabilan, Kerapian, dan Tekstur hasil jadi Lasser Cut, serta yang kedua adalah untuk mengetahu hasil jadi Lasser Cut yang paling baik diantara kain denim dengan jenis ketebalan yang berbeda. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Variabel bebas jenis ketebalan kain yaitu tipis (0,41mm), sedang (0,72mm), tebal (1,10mm). Variabel terikat meliputi: (1) Kestabilan Lasser Cut (2) Keraapian Lasser Cut (3) Tekstur Lasser Cut. Pengumpulan data menggunakan analisis varians tunggal dengan bantuan program SPSS. Hasil analisis anava tunggal ditinjau dari keseluruhan aspek menunjukkan nilai mean tertinggi adalah pada bahan denim sedang yaitu nilai mean 3,52 pada aspek kestabilan, nilai mean 3,73 pada aspek kerapian, nilai mean 3,53 pada aspek tekstur. (1) Kestabilan Lasser Cut, jenis ketebalan kain sedang (0,72mm) lebih stabil dibandingkan dengan jenis ketebalan tipis (0,41mm) dan tebal (1,10mm). (2) Kerapian Lasser Cut, jenis ketebalan kain sedang (0,72mm) lebih rapi dibandingkan dengan jenis ketebalan tipis (0,41mm) dan tebal (1,10mm). (3) Tekstur Lasser Cut, jenis ketebalan kain sedang (0,72mm) lebih bertekstur halus dibandingkan dengan jenis ketebalan tipis (0,41mm) dan tebal (1,10mm). Dengan demikian jenis ketebalan kain sedang (0,72mm) dari aspek Kestabilan, Kerapian, dan Tekstur Lasser Cut menunjukkan hasil yang paling baik dibandikan dengan jenis ketebalan tipis (0,41mm) dan tebal (1,10mm). Kata Kunci : Hiasan, Teknologi, Lasser Cut, Denim. Abstract Decorating cloth, or an art to make fabric material more beautiful, is currently increasing with the development of technology. Laser cut is a wood cutting tool or hard object using a sharp laser cutting tool. Now, the use of laser cut cutting tool is not only used on wood or thick materials, but also used by designers to make motifs of decoration on cloth. The purpose of this study is to determine the effect of the thickness of denim fabric on the results of being a tote bag with a laser cut technique, which includes stability, neatness, and the texture of the results being laser cut. In addition, to find out the laser cut results, which is the best among denim fabrics of different thickness. It is an experimental study. The independent variables of fabric thickness are thin (0.41mm), medium (0.72mm), and thick (1.10mm). The dependent variables include: (1) laser cut stability, (2) laser cut neatness (3) laser cut texture. Data collection uses a single variance analysis with the help of SPSS. The results of anava one way with observation from all of aspect point out mean highest is from fabric denim medium mean 3,52 of stability, mean 5,73 of neatness, mean 5,53 of texture. (1) the stability of the laser cut, the type of fabric thickness (0.72 mm) more stable than the type of fabric thickness (0.41mm) and (1.10mm) (2) neatness of laser cut, type of fabric thickness ( 0.72mm) is neater compared to the type of thickness (0.41mm) and (1.10mm) (3) the laser cut texture, the type of fabric thickness (0.72mm) is finer compared to the thickness of the fabric (0.41mm) and (1.10mm). Thus, the type of fabric thickness is medium, (0.72mm) from the aspects of stability, neatness, and laser cut textures showing the best results compared to the type of thin thickness (0.41mm) and thick (1.10mm) Keywords: decoration, technology, laser cut, denim
PENGARUH JENIS FIKSATOR TERHADAP HASIL JADI PEWARNAAN ALAMI DENGAN AIR REBUSAN KENIKIR PADA BUSANA ANAK MAHARANI WICAKSONO, INTAN; RUSSANTI, IRMA
Jurnal Tata Busana Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air rebusan tanaman kenikir dapat dimanfaatkan sebagai zat pewarna alami karena mengandung zat beta karoten yang merupakan golongan karotenoid (pigmen). Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui pengaruh jenis fiksator terhadap hasil jadi pewarnaan dengan air rebusan kenikir ditinjau dari aspek kerataan warna dan ketajaman warna. Penelitian ini merupakan jenis penelitan eksperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi menggunakan lembar pengamatan dan dianalisis dengan analisis varians satu arah melalui program SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh jenis fiksator terhadap hasil jadi pewarnaan dengan air rebusan kenikir pada aspek kerataan dan ketajaman warna. Berdasarkan hasil uji anava satu arah terhadap aspek kerataan warna diperoleh Fhitung sebesar 9,447 dengan nilai signifikan 0,000 (? ? 0,05) dan Fhitung sebesar 4,730 dengan nilai signifikan 0,011 (? ? 0,05) pada aspek ketajaman warna. Kata kunci: Fiksator, Pewarnaan alami, Kenikir, Busana anak.
PERBEDAAN KETEBALAN KAIN LINEN TERHADAP HASIL JADI MANIPULATING FABRIC DOUBLE CONTROLLED PLEATS PADA ROK LURUS IVANIAR CINARAWATI, YOLANDA; RUSSANTI, IRMA
Jurnal Tata Busana Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penerapan manipulating fabric double controlled pleats pada rok lurus di dunia industri fashion belum banyak digunakan dan dikenal oleh masyarakat karena proses pembuatannya yang cukup rumit dan membutuhkan waktu. Dalam pembuatan manipulating fabric double controlled pleats bahan yang cocok dan baik digunakan adalah bahan yang terbuat dari serat alami, maka penelitian ini menggunakan kain linen karena salah satu bahan yang terbuat dari serat alami dan memiliki ketebalan yang berbeda yaitu 0,88 mm dan 1,16 mm. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui adanya perbedaan hasil jadi manipulating fabric double controlled pleats pada rok lurus dengan menggunakan ketebalan kain linen 0,88 mm dan 1,16 mm ditinjau dari aspek kestabilan, kerapian, proporsi dan nilai estetika (2) untuk mengetahui hasil jadi manipulating fabric double controlled pleats pada rok lurus terbaik antara ketebalan kain linen 0,88 mm dan ketebalan kain linen 1,16 mm ditinjau dari aspek kestabilan, kerapian, proporsi dan nilai estetika. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan mengamati hasil jadi produk keseluruhan ditinjau dari aspek kestabilan, kerapian, proporsi dan nilai estetika. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian komparatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan observasi menggunakan instrument lembar observasi yang divalidasi menggunakan metode expert judgement. Pengumpulan data dilakukan pada 30 observer yaitu 5 dosen ahli S1 Pendidikan Tata Busana dan 25 mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana. Teknik analisis data menggunakan uji T dengan banuan SPSS 25. Hasil penelitian ini meliputi hasil jadi manipulating fabric double controlled pleats pada rok lurus ditinjau dari aspek kestabilan, kerapian, proporsi dan nilai estetika. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan yang signifikan hasil jadi manipulating fabric double controlled pleats pada rok lurus antara ketebalan kain linen 0,88 mm dan 1,16 mm pada aspek kestabilan dan kerapian sedangkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan hasil jadi manipulating fabric double controlled pleats pada rok lurus antara ketebalan kain linen 0,88 mm dan 1,16 pada aspek proporsi dan nilai estetika (2) hasil jadi manipulating fabric double controlled pleats yang terbaik menggunakan ketebalan kain linen 1,16 mm. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil jadi manipulating fabric double controlled pleats dengan dua ketebalan kain tersebut terdapat perbedaan yang signifikan dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada keempat aspek tersebut. Kata Kunci : Ketebalan kain linen, manipulating fabric double controlled pleats, rok lurus. Abstract The application of manipulated fabric double controlled pleats on straight skirts in the fashion industry has not been widely used and is known by the public because the manufacturing process is quite complicated and requires time. In making manipulation fabric double controlled pleats, suitable and good materials used are materials made from natural fibers, so this study uses linen because one of the materials is made from natural fibers and has different thicknesses, namely 0.88 mm and 1.16 mm. The purpose of this study was (1) to determine the differences in the results of being manipulated fabric double controlled pleats on a straight skirt using linen thickness of 0.88 mm and 1.16 mm in terms of stability, neatness, proportion and aesthetic value (2) for find out the results of the double controlled pleats fabric manipulation on the best straight skirt between 0.88 mm linen thickness and 1.16 mm linen thickness in terms of stability, neatness, proportion and aesthetic value. The research method in this research is quantitative research by observing the overall finished product in terms of stability, neatness, proportion and aesthetic value. This type of research is a comparative study. Data collection techniques used were observations using an observation sheet instrument which was validated using the expert judgment method. Data collection was conducted on 30 observers, namely 5 expert lecturers in Clothing Education S1 and 25 undergraduate students in Clothing Management. The data analysis technique used T test with SPSS 25. The results of this study include the results of manipulating fabric double controlled pleats on a straight skirt in terms of stability, neatness, proportion and aesthetic value. Based on the results of data analysis shows that (1) there is a significant difference in the results of manipulating fabric double controlled pleats on a straight skirt between the thickness of the linen fabric 0.88 mm and 1.16 mm in the aspects of stability and neatness while there is no significant difference in the results of manipulating double controlled pleats fabric on a straight skirt between 0.88 mm and 1.16 linen thickness on the aspect and aesthetic value aspects (2) the best finished manipulating fabric double pleats using 1.16 mm linen thickness. Then it can be concluded that the results of being manipulated fabric double controlled pleats with the two thicknesses of the fabric there are significant differences and there are no significant differences in the four aspects. Keywords: linen thickness, manipulating fabric double controlled pleats, straight skirt.
APD (MASKER) COVID-19 UNTUK PENYANDANG DIFABLE Russanti, Irma; Rohmah, Lailatul; Kharnolis, Mein
Fashion and Fashion Education Journal Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v10i1.43906

Abstract

Masker merupakan alat pelindung diri yang penting saat ini, penggunaan masker dapat menekan penyebaran virus COVID-19. Desain masker yang ada tidak dapat digunakan oleh semua orang terutama para difabel. Pengembangan desain masker diperlukan para difabel selain untuk melindungi diri juga memberikan kenyamanan dalam berkomunikasi.Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui desain, bahan, dan daya pakai masker COVID-19 bagi difabel. Untuk mendapatkan studi literatur ini dilakukan pencarian jurnal tentang desain, bahan, dan daya pakai masker yang baik untuk perlindungan masyarakat dan melindungi dari penyebaran droplet (cairan) yang diperoleh dari Google Scholar, Research Gate, Mendeley, dan PubMed mulai dari tahun 2017 hingga 2020 dan mendapatkan lebih dari 10 jurnal.Hasil studi literature menunjukkan bahwa bahan masker COVID-19 bagi difabel memiliki dua bahan yaitu bahan katun dan bahan mika dengan quilter cotton,desain masker COVID-19 bagi difabel memiliki bagian transparan pada bagian mulut, dan daya pakai masker COVID-19 bagi difabel yang baik memberikan perlindungan terhadap droplet dan kenyamanandalam berkomunikasi.
APD (MASKER) COVID-19 UNTUK PENYANDANG DIFABLE Russanti, Irma; Rohmah, Lailatul; Kharnolis, Mein
Fashion and Fashion Education Journal Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v10i1.43906

Abstract

Masker merupakan alat pelindung diri yang penting saat ini, penggunaan masker dapat menekan penyebaran virus COVID-19. Desain masker yang ada tidak dapat digunakan oleh semua orang terutama para difabel. Pengembangan desain masker diperlukan para difabel selain untuk melindungi diri juga memberikan kenyamanan dalam berkomunikasi.Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui desain, bahan, dan daya pakai masker COVID-19 bagi difabel. Untuk mendapatkan studi literatur ini dilakukan pencarian jurnal tentang desain, bahan, dan daya pakai masker yang baik untuk perlindungan masyarakat dan melindungi dari penyebaran droplet (cairan) yang diperoleh dari Google Scholar, Research Gate, Mendeley, dan PubMed mulai dari tahun 2017 hingga 2020 dan mendapatkan lebih dari 10 jurnal.Hasil studi literature menunjukkan bahwa bahan masker COVID-19 bagi difabel memiliki dua bahan yaitu bahan katun dan bahan mika dengan quilter cotton,desain masker COVID-19 bagi difabel memiliki bagian transparan pada bagian mulut, dan daya pakai masker COVID-19 bagi difabel yang baik memberikan perlindungan terhadap droplet dan kenyamanandalam berkomunikasi.
Desain Kebaya Sunda Abad Ke-20 Studi Kasus di Bandung Tahun 1910-1980 Irma Russanti
Journal of Visual Art and Design Vol. 1 No. 2 (2007): ITB Journal of Visual Art and Design
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/itbj.vad.2007.1.2.3

Abstract

The female traditional outfits of Sunda are varied according to geography, history, social life, economy, and cultural transformations that have taken place for centuries. The similarity in both cultures and historical background had resulted in the similarity on structural design of the various female outfits in this area. This study focuses to identify various styles of kebaya Sunda that shared similarity of features. The word Sunda itself was used as a collective term, and apparently had a relation with the original place and culture of the kebaya wearers "“ female Sundanese. Given wide geographical area and historical richness of Sunda, the study focuses on the area of Bandung during the period of 1910"“1980. The study employed a descriptive analysis that was based on the historical approach, in an attempt to describe the cultural transformation of kebaya as the traditional female outfit that had taken place in Sunda area. To identify design features of kebaya Sunda, the study employed both synchronic and diachronic approaches. To analyze the effect of modernization toward aesthetical shift and changes of design in kebaya Sunda during 1910-1980, the study employed aesthetical approach. In addition, the study also looks into the influence of social stratification upon the classification of the designs in kebaya Sunda. Results suggest that: (1) Design features of the kebaya Sunda had accumulated into five different styles (V neckline, wide samleh, small samleh, cowak, and triangle bef), (2) The modern education and the changes of thinking pattern, trend mode and textile, and the technological development of pattern making had greatly influenced the aesthetical shift of the kebaya Sunda design, thus greatly affecting their design changes (sleeve shape, collars, necklines, proportions, textures, silhouettes, constructions, and decoration varieties, (3) The influence of the social stratification to the design classification of kebaya Sunda in Bandung in 1941 was evident, when kebaya menak and kebaya cacah were created. Their significant differences appear in shapes, lines, silhouettes, proportions, textures, decoration varieties, details, and trimmings. The style of kebaya menak was predominantly used by all styles of the kebaya Sunda whereas kebaya cacah tended to use small samleh style.
Co-Authors , KHOLIFAH , WARSITI Afidah, Inabatul Aini, Arini Nur ANDIANI, LITA Anikmah, Aden Noor Syukurian Anis Kurniawati Anita Susanti Antika, Defi Dwi Asidigisianti Surya Patria AULIA RAHMADYANTI, CITRA Ayu, Wa Ode Nika ayunda fitriamy, atika Budi Utami Budi Utami1 Cahya Rahmawati Dwi Wulandari Cynthia Karlina Deny Arifiana Dewi Suciningtyas Ec. Mein Kharnolis ESA APRIANTI, RYANDA Fajarani Erliana Fatmawati Fitria Indriani, Fitria Gladis Gandini HASTI CHASANAH, MAULIDYAH ICHSANTI, SAKINA Ika Prastiana Rahmawati INDARTI Indarti Indarti Inty Nahari IVANIAR CINARAWATI, YOLANDA Izzah, Fiki Mulkiati IZZATI, RUSYDINA Kharirotur Rikza Putri Ardiyono KHOLIFAH Killi, Frigelia Rebeka Laillatul Arif Setyowati Lilis Sulandari Lutfiyah Hidayati MAHARANI WICAKSONO, INTAN Marniati Marniati MASPIYAH masruroh, dini nailal Maulidah, Fa'ziyah Ma’rifatun Nashikhah MEIN KHARNOLIS Mita Yuniati Mutimmatul Faidah Niluk Rozalia Asyari Ningrum, Vinna Kumala NURHASANAH, IIN Nurul Izzah Firdausy OGIVA, DONIO Peppy Mayasari Permatasari, Intan Tanjung PRATIWI K, DWI Qomariah, Lilik Rachmah, Nayliyatur Rakhmawati Dzul Hijjah Ramadhani, Bima Yatna Naugerah Ratna Suhartini Ratna Suhartini Raudhiyatuz Zahrah Ramadhani Riska, Linda Rochmawati, Zulfika ROHMAH, LAILATUL rosada, siti zakiya ROSALINA, ELZA sabrina, Inez hestiani SEVI, DHOROTHEA Shofiana, Shofiana Silmy Ni’mah Fadhilah TRIA WULANDARI, SEPTY Urip Wahyuningsih Urip Wahyuningsih Urip Wahyuningsih Wahyuni, Rizka Catur Warsiti WENI ROSDIANA Winarsih2 Winona, Indi Rahma Yuhri Inang Prihatina Yuhri Inang Prihatina Yulistiana Yulistiana Yulistiana Yulistiana Yulistiana Yustina, Diah Ayu Nurindah