Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MASSA MORDAN TUNJUNG TERHADAP HASIL PEWARNAAN BUNGA DADAP MERAH PADA KAIN PRIMISIMA MENGGUNAKAN TEKNIK SHIBORI ARASHI IZZATI, RUSYDINA; RUSSANTI, IRMA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 7 No. 2 (2018): Jurnal Online Tata Busana Maret 2018
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v7i2.24247

Abstract

Abstrak Shibori arashi adalah teknik pemberian motif dengan cara melilitkan kain pada pipa silinder. Pencelupan untuk shibori arashi dapat menggunakan pewarna sintetis maupun pewarna alam. Pada penelitian ini menggunakan pewarna alami bunga dadap merah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hasil pewarnaan shibori arashi dan uji lab ketahanan luntur warna pada blus. Metode penelitian ini adalah eksperimen.Variabel bebas penelitian ini adalah massa mordan tunjung 50 gram, 100 gram, dan 150 gram. variabel terikat meliputi aspek ketajaman warna pada dasar kain dan hasil jadi motif, kesukaan, dan uji tahan luntur warna. Pengumpulan data menggunakan observasi yang telah diisi oleh 30 observer. Analisis data menggunakan anava tunggal dengan bantuan SPSS serta dilakukan uji laboratorium. Hasil uji data menyatakan bahwa (1) hasil jadi pewarnaan pada aspek ketajaman warna pada dasar kain, massa tunjung 50 gram dengan nilai mean 2,86. Hasil jadi motif, massa tunjung 50 gram dengan nilai mean 3,23. Pada aspek kesukaan, massa tunjung 50 gram dengan nilai mean 2,13. (2) Ada pengaruh yang signifikan pada aspek ketajaman warna pada dasar kain, hasil jadi motif, dan kesukaan masing-masing mendapatkan nilai yang signifikan P=0,000 yang artinya Ha diterima. (3) aspek uji kesukaan pada pewarnaan shibori arashi menggunakan bunga dadap merah yang paling diminati terdapat pada massa mordan 50 gram. (4) Hasil uji daya tahan luntur warna massa tunjung 50 gram memiliki nilai rata-rata cukup, massa tunjung 100 gram dan 150 gram nilai rata-rata cukup baik. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulakan bahwa hasil jadi pewarnaan bunga dadap merah pada kain primisima menggunakan teknik shibori arashi dengan massa mordan tunjung 50 gram sangat baik dan terdapat pengaruh massa mordan tunjung ditinjau dari aspek ketajaman warna meliputi warna dasar kain dan hasil jadi motif, kesukaan, dan uji daya tahan luntur warna. Kata kunci: Hasil jadi pewarnaan Shibori arashi, massa mordan tunjung, bunga dadap merah. Abstract Shibori arashi is a technique of giving the motif by wrapping a cloth on a cylinder pipe. Immersion for arashi shibori can use synthetic dyes as well as natural dyes. In this study using the natural dye of red dadap flowers. The purpose of this research is to know the result ofcolor arashi shibori and color fastness lab test on blouse. The method of this research is experiment. The free variables of this research are mordan tunjung mass 50 gram, 100 gram, and 150 gram. dependent variables include aspects of sharpness of the color on the bottom of the fabric and the finished result of motif, likability, and color fastness test. Data collection using observations that have been filled by 30 observers. Data analysis using single anava with SPSS aid and laboratory test. The results of the data test stated that (1) the results were stained on the sharpness of the color on the base of the fabric, the mass of 50 grams of tunjung with a mean value of 2.86. The result is motive, mass of 50 grams of tunjung with mean value 3,23. In the preferred aspect, the mass of 50 grams of tunjung with a mean value of 2.13. (2) There is a significant influence on the sharpness of the color on the base of fabric, the result is the motive, and the likes each get a significant value of P = 0,000 which means Ha accepted. (3) the favorite test aspect of the coloring arashi shibori using the most popular red dadap is found in the 50 gram mordan mass. (4) The result of felicity test of 50 gram of tunjung mass has enough average value, mass of tunjung 100 gram and 150 gram average value is good enough. Based on the results of data analysis and discussion can be concluded that the results so dadap dadap red color on primisima fabric usingtechnique shibori arashi with mass mordan tunjung 50 gram very good and there is influence of mordan tunjung mass observed from aspect of sharpness of color covering cloth base color and result so motif, preferences, and color fastness tests. Keywords: The result is staining Shibori arashi, mordan tunjung mass, red dadap flowers.
PENGARUH JUMLAH LAPIS KAIN TERHADAP HASIL JADI STITCH AND SLASH VARIASI MULTI LAYER CROSS STITCHING PADA BLUS NURHASANAH, IIN; RUSSANTI, IRMA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 7 No. 2 (2018): Jurnal Online Tata Busana Maret 2018
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v7i2.24884

Abstract

Abstrak Stitch and slash variasi multi layer crossstiching merupakan manipulating fabric kombinasi dari stitch and slash yang divariasikan dengan multi layer crossstiching. Dalam penelitian ini manipulating fabric stitch and slash dengan variasi multi layer cross stiching diterapkan pada blus dengan menggunakan jumlah lapis 3, 4, dan 5. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil jadi stitch and slash dengan variasi multi layer crossstiching menggunakan jumlah lapis 3, 4, dan 5 ditinjau dari aspek bentuk, kerapian, dan kestabilan, untuk mengetahui pengaruh jumlah lapis 3, lapis 4, dan lapis 5 stich and slash dengan variasi multi layer crossstiching pada blus, serta untuk mengetahui stitch and slash variasi multi layer crossstiching pada blus jumlah lapis mana yang terbaik. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Dengan pengumpulan menggunakan metode observasi. Pengumpulan data dilakukan oleh 30 observer, 4 panelis ahli yaitu dosen jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga dan 26 mahasiswa program studi S1 Tata Busana yang sudah atau sedang memprogram mata kuliah desain tekstil dan menejemen busana Wanita II. Teknik analisis data yang digunakan adalah anava klasifikasi tunggal dengan taraf signifikansi ? ? 0,05. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil jadi stitch and slash variasi multi layer crosstiching pada blus ditinjau dari keseluruhan aspek yang diamati pada jumlah lapis 4 dengan nilai mean keseluruhan 03,67 merupakan kategori sangat baik. Pada jumlah lapis 3 dengan nilai mean secara keseluruhan 03.37 merupakan kategori baik, dan pada jumlah lapis 5 dengan nilai mean secara keseluruhan 03.13 merupakan kategori baik. Dan terdapat pengaruh yang signifikan dengan jumlah lapis yang diterapkan pada stitch and slash dengan variasi multi layer crosstiching pada blus. serta dapat diketahui bahwa hasil jadi manipulating fabric stitch and slash dengan variasi multi layer crosstiching pada blus yang terbaik yaitu pada jumlah lapis 4. Kata kunci : Stich and slash , Multi layer crosstiching, Jumlah lapis, Blus. Abstract Stitch and slash multi layer crossstitching variations are manipulating fabric combination of varied stitch and slash with multi layer crossstitching. In this research, manipulating fabric stitch and slash with multi layer cross stitching variation was applied to blouses using 3, 4, and 5 layers, This research aimed to know the results of stitch and slash with multi layer cross stitching variation using 3, 4, and 5 in terms of shape, neatness and stabiliti, to determine the effect of the number of layers 3, layers 4, and 5, and stitch and slash layers with multi layer crossstitching variations on the blouse, and to know which stich and slash with multi layer cross stiching variations in the number of layers blouses in the best. The type of research is experimental research. With data was collection using observation method.data collection was done by 30 observers, 4 expert panelists namely lecturers majoring in home economy education and 26 university student of fashion program who have been or are currently programing Textile Design And Women fashion Management II classes. The data analysis technique using anava single classification with significance level ? ?0.05. Based on the result of data analysis, the results obtained stitch and slash variation of multi layer crosstitching on blouse in terms of all aspects observed on the number of layers 4 with the overall mean value of 03.67categorized as very good. On the number of layers 3 with an overall mean value 03.37 categorized as good, and the number of layers 5 with an overall mean value of 03.13 categorized as good. And there is asignificant effect based on the number of layers applied to stitch and slash with multi layer crosstiching variations on the blouse. And it can be seen that the result of manipulating fabric stich and slash with multi layer crosstiching variation on the best blouse that is on the number of layers 4. Key Word: Stitch and slash , multi layer crosstiching, total layers, blouse.
PENGARUH JENIS DAN BERAT MORDAN TERHADAP HASIL JADI PEWARNAAN MENGGUNAKAN BUAH KETAPANG PADA BLUS DENIM OGIVA, DONIO; RUSSANTI, IRMA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 7 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v7i3.25453

Abstract

AbstrakBuah ketapang mengandung zat pewarna tanin yang terdapat pada bagian kulit buahnya sehingga dapat dimanfaatkan dalam pembuatan pewarna alami. Pada penelitian ini buah ketapang yang digunakan adalah buah ketapang segar yang masih berwarna hijau dan diterapkan pada blus berbahan denim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis dan berat mordan terhadap hasil jadi pewarnaan menggunakan buah ketapang pada blus denim dan untuk mengetahui hasil terbaik. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan variabel bebas jenis mordan yaitu tunjung dan kapur serta massa mordan 30 gram, 50 gram dan 70 gram. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil jadi pewarnaan buah ketapang yang dinilai dari aspek ketajaman warna dan daya serap warna. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi yang kemudian data yang diperoleh diolah dengan metode analisis statistika anova ganda dengan menggunakan apliksi SPSS 22 dengan taraf signifikan ? ? 0.05. Hasil analisis anava ganda diketahui bahwa interaksi berat dan jenis mordan tidak mempengaruhi hasil pengujian pada aspek ketajaman warna dan daya serap warna. Sedangkan jenis mordan mempengaruhi hasil pengujian aspek ketajaman warna dan daya serap warna, pada berat mordan hanya mempengaruhi pada pengujian aspek kartajaman warna dan tidak mempengaruhi pada pengujian daya serap warna. Hasil pewarnaan terbaik jika ditinjau dari ketajaman warna adalah mordan tunjung dengan berat 70 gram. Pada aspek daya serap diperoleh hasil pewarnaan terbaik pada jenis mordan tunjung.Kata Kunci: pewarnaan, buah ketapang, jenis mordan, berat mordan, denim.AbstractKetapang fruit contains tannin which are found on the skin of the fruit so that it can be used in making natural dyes. In this research the ketapang fruit used was fresh ketapang fruit which was still green and applied to denim blouses. The purpose of this research was to determine the type and weight effect of mordan on the results of eco dyeing with ketapang fruit on the denim blouse and determine the best result. The type of this research is experimental research with free variable in type of mordant that is tunjung and kapur and the other variabel is the weight of mordant that is 30 gram, 50 gram and 70 gram. The dependent variable in this research is the result of eco dyeing with ketapang fruit which is assessed from the aspect of the color sharpness and the absorption of color. Technique of collecting data using observation technique then the data obtained is processed by statistic analysis metode of multiple anova or two way anova by applying SPSS 22 with significant level ? ? 0.05. The results revealed that the interaction of weight and type of mordan did not affect the results on aspects of color sharpness and color absorption. While the type of mordan affects the results of the aspect of color sharpness and color absorption, the weight of the mordan only affects of the color sharpness and does not affect the color absorption. The best results on the color sharpness aspect obtained mordan tunjung with weight 70 grams. On the aspect of absorption the best results obtained mordan tunjung.Keywords: eco dyeing, ketapang fruit, mordan type, mordan weight, denim.
PENGARUH JUMLAH MORDAN TUNJUNG TERHADAP HASIL PEWARNAAN DAUN MANGGA ARUMANIS DENGAN MOTIF IKATAN GARIS PADA PONCHO KHOLIFAH; RUSSANTI, IRMA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v8i1.26406

Abstract

Abstrak Mordan merupakan zat yang berfungsi sebagai pengikat warna. Mordan disebut juga sebagai zat khusus yang dapat meningkatkan lekatnya berbagai pewarna pada kain. Tujuan pemberian mordan adalah untuk memperbesar daya serap kain terhadap zat warna alam. Dalam penelitian ini Perbedaan jumlah mordan dalam pewarnaan sangat berpengaruh pada hasil ketajaman warna, Konsentrasi pada mordan mempengaruhi ikatan antara pigmen warna dan serat kain, serta arah warna yang dihasilkan. Semakin besar konsentrasi mordan yang diberikan, ion yang terdapat pada mordan akan mengalami peningkatan dan dapat mengikat zat warna dan serat semakin baik. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui hasil pewarnaan daun mangga arumanis dengan perbedaan jumlah mordan tunjung pada aspek ketajaman warna dan kejelasan bentuk motif. 2) Mengetahui adanya pengaruh perbedaan jumlah mordan tunjung terhadap hasil pewarnaan daun mangga arumanis dengan teknik tie dye ikatan garis pada aspek ketajaman warna dan kejelasan bentuk motif. 3) Untuk mengetahui hasil yang paling disukai responden dari perbedaan jumlah mordan tunjung terhadap hasil pewarnaan daun mangga arumanis dengan teknik tie dye ikatan garis. Jenis penelitian ini adalah eksperimen untuk mengetahui pengaruh jumlah mordan tunjung terhadap hasil pewarnaan daun mangga arumanis pada poncho. metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi oleh 30 observer. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah anava tunggal dan uji Duncan dengan bantuan program SPSS 23. Berdasarkan hasil analisis data dapat menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan terhadap jumlah mordan tunjung terhadap aspek ketajaman warna, kejelasan bentuk motif dan kesukaan responden. Perbedaan yang signifikan terhadap hasil pewarnaan daun mangga adalah : (1) hasil pewarnaan daun mangga arumanis pada aspek ketajaman warna hasil paling tinggi yaitu jumlah mordan 300 gram dengan nilai rata-rata 3,11. Sedangkan hasil pada aspek kejelasan bentuk motif pada jumlah mordan 100 gram dengan nilai rata-rata 3,34. (2) terdapat pengaruh yang signifikan pada pewarnaan alami daun mangga arumanis terhadap jumlah mordan terhadap aspek ketajaman warna dan kejelasan bentuk motif. (3) hasil pewarnaan pada poncho yang paling disukai oleh responden yaitu pada hasil dari jumlah mordan 200 gram dengan nilai rata-rata 3,73. Kata kunci = jumlah mordan, mordan tunjung, pewarnaan, daun mangga arumanis, poncho Abstract Mordan is a substance that functions as a color binder. Mordan also called a special substance that can increase the adhesion of various dyes on fabric. The purpose of adding mordan was to increase the absorption of fabricfor natural dyes. In this research, the difference the amount of mordan in dyeing was very influential on the results of color sharpness. Concentration on the mordan affects the bond between the color pigments and fabric fibers, and the direction of the color produced. More concentration of mordan given, the ion was contained in the mordan will increase and can bind to the dyes and fibers are better. The purpose of this research are 1) Knowing the results of the coloring of the leaves of arumanis mangoes with the difference in the number of mordan tunjung in the aspect of color sharpness and the clarity of the shape of the motif. 2) Knowing the influence of differences in the number of mordan tunjung on the results of the coloring of the leaves of arumanis mango with the tie dye technique of line ties on the aspect of color sharpness and the clarity of the shape of the motif. 3) To find out the most preferred results of respondents from the difference in the number of mordan tunjung to the results of coloring the leaves of arumanis mango with tie dye ikatan garis. This type of research is an experiment to knowing the effect of the amount of mordan tunjung on the results of arumanis mango leaves dyeing on poncho. The method of collection data used was observation by 30 observers. While the data analysis used was single anava and Duncan test with SPSS 23. Based on the results of data analysis, it can be shown that there is a significant difference in the number of mordan tunjung against the color sharpness aspect, the clarity of the motives and preferences of the respondents. Significant differences in the results of mango leaf staining are: (1) the results of arumanis mango leaf staining on the sharpest aspect of color sharpness, namely the number of mordan 300 grams with an average value of 3.11. While the results on the aspect of clarity in the form of motifs on the number of mordans of 100 grams with an average value of 3.34. (2) there is a significant effect on the natural coloring of arumanis mango leaves on the number of mordans on the aspect of color sharpness and the clarity of the motive shape. (3) the results of coloring on the poncho are the most preferred by the respondent, namely the results of the number of 200 gram mordan with an average value of 3.73. Keywords : The amount of mordan, mordan tunjung, dyeing, arumanis mango leaves, poncho
Pengaruh Jenis Mordan Terhadap Hasil Pewarnaan Daun Kersen (Muntingia Calabura) Pada Gaun Berbahan Denim Dengan Teknik Ikat Celup WARSITI; RUSSANTI, IRMA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 8 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v8i3.28634

Abstract

ABSTRAK PENGARUH JENIS MORDAN TERHADAP HASIL PEWARNAAN DAUN KERSEN (MUNTINGIA CALABURA) PADA GAUN BERBAHAN DENIM DENGAN TEKNIK IKAT CELUP Nama :Warsiti Nim : 12050404216 Program Studi : S1 Pendidikan Tata Busana Jurusan : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas : Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Suarabaya Pembimbing : Irma Russanti, S.Pd., M.Ds. Daun kersen dalam bahasa latin dikenal dengan nama (Muntingia Calabura) adalah tanaman tahunan yang dapat mencapai ketinggian 3 sampai 10 meter. Kersen memiliki beberapa bagian seperti daun, batang, bunga, dan buah. Daun kersen mengandung flavonoid, tenin, glikosida, saponin, steroid, dan minyak esensial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hasil jadi dan pengaruh jenis mordan terhadap hasil pewarnaan daun kersen (muntingia calabura) pada gaun berbahan denim dengan teknik ikat celup pada mordan garam, tawas dan soda abu di tinjau dari aspek ketajaman warna dan kejelasan motif. Jenis Penelitian adalah eksperimen, variabel bebas yaitu jenis mordan garam, tawas dan soda abu. Variabel terikat yaitu hasil jadi pewarnaan daun kersen menggunakan teknik ikat celup ditinjau dari aspek ketajaman warna dan kejelasan motif. Variabel kontrol yaitu berat daun kersen, ukuran daun kersen, jumlah air, jenis kain, teknik pewarnaan, teknik ikat celup, alat yang digunakan, teknik mordan, lama pencelupan mordan, frekuensi pencelupan, ukuran gaun, jenis gaun dan desain gaun. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, yang diolah dengan menggunakan metode analisis statistic anava tunggal dengan bantuan SPSS 24. Hasil analisis anava tunggal menunjukan bahwa hasil pewarnaan daun kersen pada aspek ketajaman warna mordan garam mendapatkan kategori sangat baik, mordan tawas mendapatkan kategori baik dan pada mordan soda abu mendapatkan ketegori cukup baik dan Pada aspek kejelasan motif mordan garam mendapatkan kategori sangat baik, mordan tawas mendapatkan kategori baik dan selanjutnya pada mordan soda abu mendapatkan kategori cukup baik. Adanya pengaruh yang signifikan jenis mordan garam, tawas dan soda abu terhadap hasil pewarnaan daun Kersen (Muntingia Calabura) pada gaun berbahan denim dengan teknik ikat celup di tinjau dari aspek ketajaman warna dan kejelasan motif. Kata kunci : Pewarnaan, jenis mordan, daun kersen, gaun, denim, ikat celup. ABSTRAK PENGARUH JENIS MORDAN TERHADAP HASIL PEWARNAAN DAUN KERSEN (MUNTINGIA CALABURA) PADA GAUN BERBAHAN DENIM DENGAN TEKNIK IKAT CELUP Name : Warsiti Nim : 12050404216 Study Program : S1 School of clothing Department : Family Welfare Education Faculty : Teknik Institution Name: State University of Suarabaya Supervisor : Irma Russanti, S.Pd., M.Ds. The cherry leaves in Latin are known by the name (Muntingia Calabura) is an annual plant that can reach a height of 3 to 10 meters. Kersen has several parts such as leaves, stems, flowers, and fruit. The cherry leaves contain flavonoids, tenines, glycosides, saponins, steroids, and essential oils. The purpose of this research is to know how the finished result and influence of mordants to the staining of cherry leaf (Muntingia calabura) in denim dress with the technique of dipping on morand salt, alum and soda ash in Review of aspects Color sharpness and clarity of motives. This type of research is experimental, free variable namely mordants type of salt, alum and soda ash. Variable binding is the result of staining cherry leaves using the technique of dyeing the dye is reviewed from the aspect of color acuity and clarity motives. Variable control i.e. weight of kersen leaves, kersen leaf size, amount of water, fabric type, staining technique, dye belt technique, used tools, Mordan technique, old Mordan immersion, dyeing frequency, dress size, dress type and dress design. Data collection techniques using observations, which are processed using a single statistic Anava analysis method with the help of SPSS 24. The results of a single Anava analysis showed that the results of staining of cherry leaves on the sharpness aspect of morand salt get a very good category, Mordants alum get a good category and on Morand soda ash get quite good thickness and on the aspect of clarity Morand salt motif get a very good category, Mordants alum get a good category and subsequently on Morand soda ash get a good enough category. There is a significant influence of mordants salt, alum and soda ash against the staining of Kersen leaf (Muntingia Calabura) on a denim dress with a bunch of dyeing techniques in the review of the aspect of color acuity and clarity motives. Keywords :Staining, types of Mordan, Kersen leaves, dresses, denim, bunch of bags.
PENGARUH BERAT LEM KAYU TERHADAP HASIL JADI APLIKASI KAIN GONI PADA TOTE BAG ayunda fitriamy, atika; RUSSANTI, IRMA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 8 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v8i3.29988

Abstract

Kain goni terbuat dari serat rosella yang memiliki warna dan tekstur yang memberi kesan natural. Kain goni tersebut bisa dimanfaatkan sebagai aplikasi pada tote bag. Untuk perlakuan kaku pada aplikasi kain goni, penguat yang digunakan adalah lem kayu dengan berat lem kayu 50 gram, 250 gram, 500 gram. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hasil jadi aplikasi kain goni dengan berat lem kayu 50 gram, 250 gram, 500 gram pada tote bag dan pengaruh berat lem kayu terhadap hasil jadi aplikasi kain goni pada tote ditinjau dari aspek kekakuan aplikasi kain goni, bentuk aplikasi kain goni, kerapian aplikasi kain goni.Jenis penelitian ini adalah eksperimen, variabel bebas yaitu berat lem kayu 50 gram, 250 gram dan 500 gram. Variabel terikat yaitu hasil jadi aplikasi goni ditinjau dari aspek kekakuan, bentuk, kerapian. Variabel kontrol yaitu desain aplikasi goni, lem kayu, kain goni, bahan pelarut, proses perendaman, pengeringan, tote bag. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, dengan mengambil sampel dari 30 observer, meliputi 5 obsever dosen tata busana dan 25 observer mahasiswa tata busana. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dengan memberikan tanda check list pada beberapa aspek yaitu kekakuan aplikasi kain goni, bentuk aplikasi kain goni, dan kerapian aplikasi kain goni. Teknik analisis data menggunakan statistic anova tunggal dengan bantuan SPSS 24.Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil jadi aplikasi kain goni dengan berat lem kayu 50 gram, 250 gram dan 500 gram pada tote bag menggunakan perhitungan statistik anova tunggal diperoleh ? 0,00 < 0,05 hal ini berarti ada pengaruh yang signifikan berat lem kayu terhadap hasil jadi aplikasi kain goni. Terdapat pengaruh berat lem kayu terhadap hasil jadi aplikasi kaih goni ditinjau dari aspek kekakuan aplikasi kain goni, bentuk aplikasi kain goni, kerapian aplikasi kain goni menunjukkan bahwa hasil jadi aplikasi kain goni dengan berat lem kayu 500 gram dengan nilai mean tertinggi sebesar 3,71, untuk berat lem kayu 250 gram dengan nilai mean sebesar 3,46, untuk lem kayu 50 gram dengan nilai mean terendah sebesar 2,83.
PENGARUH JENIS KAIN SATIN TERHADAP HASIL JADI YOYO PADA GAUN PESTA TRIA WULANDARI, SEPTY; RUSSANTI, IRMA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 8 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v8i3.29991

Abstract

Yoyo adalah sebuah benda dari kain berukuran relatif kecil yang dapat dipakai sebagai benda penghias busana ataupun pada benda lainya. Bentuknya seperti sebuah lingkaran dengan bagian atas berkerut dan bagian bawah datar serta terbuat dari sepotong kain berpola lingkaran. Pada penelitian ini hasil jadi yoyo menggunakan 3 jenis kain satin dan diterapkan pada gaun pesta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis kain satin dan hasil jadi yoyo pada gaun pesta. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, variabel bebas yaitu kain satin dengan kandungan sutra 92,90%, 94,18%, dan 96,84%. Variabel terikat yaitu hasil jadi lekapan yoyo pada gaun pesta. Variabel kontrol yaitu teknik jahit, ukuran pola , desain gaun pesta. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dengan 30 observer. Data diolah dengan menggunakan metode analisis statistic anava tunggal dan taraf signifikan ? ? 0,05 dengan bantuan SPSS 24. Hasil analisis data diketahui bahwa ada pengaruh jenis kain satin terhadap hasil jadi gaun pesta ditinjau dari aspek kesesuain bentuk dan kerapian, kandungan sutra 96,84% mempunyai hasil paling sesuai dan rapi berdasarkan uji Duncan. Dan diperoleh hasil jadi yoyo dengan kandungan sutra 96,84% mempunyai hasil kategori baik pada aspek kesesuaian bentuk dan kategori sangat baik pada aspek kerapian menurut standart skala tanggapan mean.
PERBEDAAN KETEBALAN JENIS KAIN SATIN POLYESTER TERHADAP HASIL JADI TSUMAMI (HANA) KANZASHI PADA BROS HASTI CHASANAH, MAULIDYAH; RUSSANTI, IRMA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 8 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v8i3.29993

Abstract

Kanzashi atau lebih tepatnya disebut tsumami hana kanzashi, merupakan hiasan atau pin rambut yang dikenakan oleh geisha. Kata kanzashi mengacu pada hiasan rambut yang dikenakan oleh wanita Jepang, sementara hana ialah bunga, dan tsumami mengacu pada proses melipat yaitu memotong kain dan membentuknya menjadi kotak untuk membuat bunga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan ketebalan jenis kain satin polyester terhadap hasil jadi tsumami hana kanzashi pada bros dan untuk mengetahui hasil jadi tsumami hana kanzashi yang paling baik digunakan sebagai bros ditinjau dari aspek bentuk kelopak bunga, aspek kestabilan lipatan dan aspek kerapihan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan jenis kain berbeda ketebalan, yaitu kain satin polyester dengan ketebalan 0,61 mm roberto cavali dan kain satin polyester dengan ketebalan 0,48 mm sateen. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah jenis kain satin polyester dengan ketebalan 0,48 mm roberto cavali dan kain satin polyester dengan ketebalan 0,61 mm sateen. Variabel terikat dalampenelitian ini adalah hasil jadi tsumami hana kanzashi pada bros ditinjau dari aspek bentuk kelopak bunga, aspek kestabilan lipatan dan aspek kerapihan. Berdasarkan hasil analisis data uji independent t test ditinjau dari aspek bentuk kelopak bunga diperoleh hasil ? = 0,65 yang berarti ? > 0,05 menunjukkan adanya perbedaan ketebalan jenis kain satin polyester terhadap hasil jadi tsumami hana kanzashi pada bros, pada aspek kestabilan lipatan diperoleh hasil ? = 0,03 yang berarti ? < 0,05 menunjukkan tidak terdapat perbedaan ketebalan jenis kain satin polyester terhadap hasil jadi tsumami hana kanzashi pada bros dan pada aspek kerapihan diperoleh hasil ? = 0,24 yang berarti ? > 0,05 menunjukkan tidak terdapat perbedaan ketebalan jenis kain satin polyester terhadap hasil jadi tsumami hana kanzashi pada bros pada aspek bentuk kelopak dan aspek kerapihan. Hasil jadi tsumami hana kansahi yang paling baik digunakan sebagai bros ditinjau dari aspek bentuk kelopak bunga, aspek kestabilan lipatan dan aspek kerapihan adalah kain satin polyester ketebalan 0,61 mm dengan mean 3,32
Pengaruh Lebar Bias terhadap Hasil Jadi Slashing pada Blus SEVI, DHOROTHEA; RUSSANTI, IRMA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 8 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v8i3.30002

Abstract

Fabric slashing adalah salah satu teknik dari memanipulasi kain dengan cara menumpukkan beberapa kain lalu memotong satu atau beberapa lapis dari tumpukan kain tersebut dan meninggalkan satu lapisan paling akhir tetap utuh.Pada penelitian ini, manipulating fabric slashing diterapkan pada tengah muka blus dengan menggunakan jarak lebar bias 1 cm, 1,5 cm dan 2 cm. Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui pengaruh jarak lebar bias manipulating fabric slashing terhadap ukuran jarak antara tiap jahitan 1 cm, 1,5 cm dan 2 cm pada blus ditinjau dari aspek bentuk, kerapian dan kestabilan, 2) Untuk mengetahui hasil jadi yang terbaik dari penerapan manipulating fabric slashing diantara ukuran jarak antara tiap jahitan 1 cm, 1,5 cm dan 2 cm pada blus. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan variabel bebas yaitu jarak lebar bias yang meliputi jarak lebar bias 1 cm, 1,5 cm dan 2 cm. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil jadi manipulating fabric slashing pada blus yang meliputi: aspek bentuk, aspek kerapian dan aspek kestabilan. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dengan 30 observer: 5 orang panelis ahli, 10 orang mahasiswi program studi tata busana angkatan 2012, 10 orang mahasiswi program studi tata busana angkatan 2014 dan 5 orang mahasiswi program studi tata busana angkatan 2016 yang sudah memprogram mata kuliah desain tekstil dan manajemen busana wanita II. Teknik analisis data yang digunakan adalah anava klasifikasi tunggal dengan taraf signifikansi ? ? 0,05 dengan bantuan SPSS 20. Hasil analisis data diperoleh berdasarkan hasil jadi manipulating fabric slashingpada aspek bentuk memiliki pengaruh dengan Fhitung= 8,42 dengan taraf signifikan a=0,00 (<0,05). Pada aspek kerapian memiliki pengaruh dengan Fhitung= 3,32 dengan taraf signifikan a=0,04 (<0,05), sedangkan aspek kestabilan memiliki pengaruh dengan Fhitung= 9,34 dengan taraf signifikan a=0,00 (<0,05) dengan jarak bias terhadap hasil jadi slashing pada blus dengan perolehan mean sebesar 3,48 pada jarak bias 1,5 cm. Hasil jadi manipulating fabric slashing pada blus ditinjau dari keseluruhan aspek yang diamati adalah pada jarak bias 1 cm dengan nilai mean secara keseluruhan 2.94 merupakan kategori baik, dan pada jarak bias 2 cm dengan nilai mean secara keseluruhan 3,34 merupakan kategori baik, sedangan pada jarak bias 1,5 cm diperoleh nilai mean 3.48, merupakan kategori sangat baik.
PENERAPAN BAHAN PENGISI DACROON, BUSA ANGIN DAN STYROFOAM BUTIRAN UNTUK HIASAN STUFFING APLIKASI 3 DIMENSI PADA BUSANA ANAK INDRIANI, FITRIA; RUSSANTI, IRMA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 8 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v8i3.30003

Abstract

Stuffing adalah teknik yang seperti trapunto dari serat alami atau sintetik untuk mengisi kain dengan bahan sintetis alami kapas dan kapuk untuk teknik manipulating fabric. Stuffing sebagai pengisi hiasan yang timbul pada suatu hiasan. Pengisi yang digunakan bermacam-macam, misalnya dacroon, busa angin, dan styrofoam butiran. Untuk mengetahui hasil jadi hiasan stuffing aplikasi 3 dimensi pada busana anak, dengan menggunakan bahan isian dacroon, busa angin, dan styrofoam butiran. Untuk mengetahui hasil jadi hiasan stuffing aplikasi 3 dimensi pada busana anak yang terbaik, dengan menggunakan bahan isian dacroon, busa angin, dan styrofoam butiran. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif karena dimaksud menyelidiki dan mangemati hasil jadi pnerapan aplikasi 3 dimensi dengan bahan isian dacroon, busa angin, dan styrofoam butiran pada busana anak. Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi terhadap hasil jadi hiasan trapunto aplikasi 3 dimensi dengan bahan isian dacroon, busa angin dan styrofoam butiran ditinjau dari aspek bentuk kelopak dan kaindahan kelopak bunga. Kegiatan observasi dilakukan oleh 3 dosen Tata Busana Universitas Negeri Surabaya dan 27 mahasiswa Tata Busana Universitas Negeri Surabaya. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa hasil jadi penerapan aplikasi 3 dimensi dengan bahan isian dacroon, busa angin, dan styrofoam butiran ditinjau dari 3 aspek, mean tertinggi pada mean tertinggi untuk aspek bentuk diperoleh dari bentuk hiasan stuffing aplikasi 3 dimensi pada busana anak dengan bahan pengisi dacroon, untuk nilai mean tertinggi dari aspek kerapian diperoleh dari hiasan stuffing aplikasi 3 dimensi pada busana anak dengan bahan pengisi dacroon. Sedangkan untuk nilai mean tertinggi dari aspek kestabilan diperoleh dari hiasan stuffing aplikasi 3 dimensi pada busana anak dengan bahan pengisi dacroon.
Co-Authors , KHOLIFAH , WARSITI Afidah, Inabatul Aini, Arini Nur ANDIANI, LITA Anikmah, Aden Noor Syukurian Anis Kurniawati Anita Susanti Antika, Defi Dwi Arwin Dermawan, Dodik Asidigisianti Surya Patria AULIA RAHMADYANTI, CITRA Ayu, Wa Ode Nika ayunda fitriamy, atika Budi Utami Budi Utami1 Cahya Rahmawati Dwi Wulandari Cynthia Karlina Deny Arifiana Dewi Suciningtyas Ec. Mein Kharnolis ESA APRIANTI, RYANDA Fadhilah, Silmy Fadhilah, Silmy Ni'mah Fadhilah, Silmy Ni’mah Fajarani Erliana Fatmawati Fitria Indriani, Fitria Gladis Gandini HASTI CHASANAH, MAULIDYAH ICHSANTI, SAKINA Ika Prastiana Rahmawati INDARTI Indarti Indarti Inty Nahari IVANIAR CINARAWATI, YOLANDA Izzah, Fiki Mulkiati IZZATI, RUSYDINA Kharirotur Rikza Putri Ardiyono KHOLIFAH Killi, Frigelia Rebeka Laillatul Arif Setyowati Lilis Sulandari Lukita Wardan, Ayusta Lutfiyah Hidayati MAHARANI WICAKSONO, INTAN Marniati Marniati MASPIYAH masruroh, dini nailal Maulidah, Fa'ziyah Ma’rifatun Nashikhah MEIN KHARNOLIS Mita Yuniati Mutimmatul Faidah Niluk Rozalia Asyari Ningrum, Vinna Kumala NURHASANAH, IIN Nurul Izzah Firdausy OGIVA, DONIO Peppy Mayasari Permatasari, Intan Tanjung PRATIWI K, DWI Qomariah, Lilik Rachmah, Nayliyatur Rakhmawati Dzul Hijjah Ramadhani, Bima Yatna Naugerah Ratna Suhartini Ratna Suhartini Raudhiyatuz Zahrah Ramadhani Riska, Linda Rochmawati, Zulfika ROHMAH, LAILATUL rosada, siti zakiya ROSALINA, ELZA sabrina, Inez hestiani Sari, Fadlilah Indira SEVI, DHOROTHEA Shofiana, Shofiana Silmy Ni’mah Fadhilah SUPRAPTO TRIA WULANDARI, SEPTY Urip Wahyuningsih Urip Wahyuningsih Urip Wahyuningsih Wahyuni, Rizka Catur Warsiti WENI ROSDIANA Winarsih2 Winona, Indi Rahma Yuhri Inang Prihatina Yuhri Inang Prihatina Yulistiana Yulistiana Yulistiana Yulistiana Yulistiana Yustina, Diah Ayu Nurindah