Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Kecemasan Matematika Siswa Ditinjau Dari Hasil Belajar Danu Nugroho; Zainuddin Untu; Auliaul Fitrah Samsuddin
Jurnal Derivat: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Derivat (April 2023)
Publisher : Pendidikan Matematika Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jderivat.v10i1.4540

Abstract

Abstract Mathematics is a subject that is quite difficult for students. Many students feel anxious when faced with math problems. The purpose of this study was to determine the level of math anxiety possessed by students based on their learning outcomes. This research is a descriptive qualitative research with 62 junior high school students representing each category of anxiety as subjects. Data collection techniques in this study include observation, questionnaires, interviews, and tests. The results of the study show that the math anxiety experienced by students in solving flat-sided geometrical problems consists of 4 levels of anxiety, namely the category of no anxiety as many as 8 students or 13%, the category of mild anxiety as many as 34 students or 55%, the category of moderate anxiety as many as 18 students or 29%, severe anxiety category as many as 2 students or 3%. Overall, students’ mathematical anxiety in solving problems on solid shapes topi was in low category with the average score of test result is 38,18 which is in opor category.   Keywords: Learning Outcome, Mathematics Anxiety
Penerapan Reward dan Punishment untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Tenggarong Seberang Sulis Setiawati; Zainuddin Untu; Auliaul Fitrah Samsuddin
Jurnal Axioma : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol. 8 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/axi.v8i2.1992

Abstract

This study aims to determine the increase in mathematics learning outcomes through the application of reward and punishment. Typeiofiresearch is classroom action research with students in VIII E class at SMPiNegeri 2 Tenggarong Seberang as research subjects. The research was conducted for 2icycles. Data collection techniques include observation, assignments, end-of-cycle tests, and documentation. The data analysis technique uses narrative statistics, namely the presentation of data in tabular form, the average increase, and the percentage increase in the average learning outcomes. the results of the study show that the application of reward and punishment can increase students' mathematics learning outcomes. The average score of students' mathematics learning outcomes in cycle I was 68.9 with fewer criteria and a completeness percentage of 24%. In cycle II the average student mathematics learning achievement was 82.6 with good criteria and the percentage of completeness was 88%. the results of observations of teacher activities in cycle I and cycle II were classified as very good. the resultsiofiobservationsionistudent activities in cycle I were classified as lacking and in cycle II student activity was classified as very good. The conclusion of this study is that the application of reward and punishment can improve the student’s mathematics learning outcomes.
Proses Menyelesaikan Soal Matematika Materi Penjumlahan pada Siswa Tunagrahita Ringan di SLB Negeri Samarinda Sarla Sarla; Fatmawati Fatmawati; Dewi Murni; Syavira Azhaar; Muhammad Takbir; Marhamah Marhamah; Zainuddin Untu
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika, Universitas Mulawarman Vol 3 (2023): Pembelajaran Berdeferensiasi dalam Mewujudkan Generasi Pancasila Unggul melalui Pembel
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan hal penting bagi kehidupan manusia, tak terkecuali pada anak berkebutuhan khusus, yaitu anak tunagrahita. Anak tunagrahita adalah anak dengan hambatan perkembangan mental dan intelektual yang berdampak pada perkembangan kognitif dan perilakunya. Adanya pendidikan diharapkan dapat mengeksplorasi kemampuan dan merasakan pembelajaran sebagaimana yang dirasakan anak pada umumnya, khususnya matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses menyelesaikan soal matematika materi penjumlahan pada siswa tunagrahita ringan di SLB Negeri Samarinda. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, melalui pendekatan ini peneliti menggali informasi secara ilmiah. Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas VI dan tiga siswa tunagrahita ringan kelas VI. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data melalui studi literatur, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Studi literatur merupakan data awal sebagai dasar peneliti melakukan penelitian. Dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi didapatkan data kemudian disesuaikan dengan studi literatur untuk menemukan hasil penelitian mengenai proses menyelesaikan soal matematika materi penjumlahan pada siswa tunagrahita ringan di SLB Negeri Samarinda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses menyelesaikan soal matematika materi penjumlahan pada siswa tunagrahita ringan di SLB Negeri Samarinda adalah sebagai berikut: 1) Guru memberikan soal; 2) Siswa mengerjakan soal; 3) Guru mengoreksi hasil pekerjaan siswa; 4) Siswa kembali mengerjakan soal; 5) Guru mengoreksi kembali hasil pekerjaan siswa. Adapun soal yang diberikan berupa soal uraian dalam bentuk cerita berjumlah lima soal. Dalam hal ini ditemukan adanya hambatan yang dialami oleh siswa tunagrahita ringan dalam menyelesaikan soal, seperti kurang teliti dan mudah lupa, sehingga diperlukan strategi khusus dan umpan balik dari guru dalam proses menyelesaikan soal matematika.
Analisis Berpikir Kritis Siswa Dalam Memecahkan Masalah Matematika Materi Segiempat Diah Permani Putri Bakti Tulus; Zainuddin Untu; Sugeng Sugeng
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika, Universitas Mulawarman Vol 3 (2023): Pembelajaran Berdeferensiasi dalam Mewujudkan Generasi Pancasila Unggul melalui Pembel
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses berpikir kritis siswa dalam memecahkan masalah matematika di kelas VII D SMP N 24 Samarinda. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yaitu menemukan dan menggambarkan secara naratif kegiatan yang dilakukan dan dampak dari tindakan yang dilakukan subjek. Pengambilan subjek menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan pada siswa yang memiliki hasil tes tertinggi sehingga diperoleh subjek penelitian ini adalah 3 orang siswa di kelas VII D SMPN 24 Samarinda. Objek penelitian ini adalah berpikir kritis siswa dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan 4 tahapan dari Jacob dan Sam yaitu klarifikasi (merumuskan pertanyaan permasalahan), asesmen (mengumpulkan dan menilai informasi), inferensi (menentukan urutan langkah-langkah penyelesaian dengan runtut), dan strategi (menentukan tindakan alternatif). Teknik pengumpulan data diawali dari observasi pada saat kegiatan pembelajaran matematika materi segiempat karena pada materi ini subjek mengenal jenis-jenis bangun datar segiempat secara keseluruhan, kemudian melakukan tes materi segiempat terakhir wawancara mengenai hasil tes yang telah diperoleh subjek. Analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif dari Miles dan Huberman yang dilakukan secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap klarifikasi subjek dapat merumuskan pertanyaan pada permasalahan baik dalam segi gambar maupun tulisan. Tahap asesmen subjek hanya menuliskan atau mengumpulkan beberapa informasi secara benar. Tahap inferensi subjek belum mampu menentukan langkah-langkah penyelesaian secara runtut dan sistematis. Dan tahap terakhir adalah tahap strategi di mana subjek belum memperoleh langkah alternatif penyelesaian yang mengarah pada solusi
Pendampingan Penyusunan Bahan Ajar Berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) di SDN 004 Sambutan Zainuddin Untu; Nanda Arista Rizki; Azainil Azainil; Petrus Fendiyanto
Madaniya Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.800

Abstract

Bahan ajar merupakan salah satu unsur dari perangkat ajar yang sangat menentukan keberhasilan dari suatu pembelajaran, terutama pembelajaran di SD. Namun di SDN 004 sambutan yang terletak di kota Samarinda, beberapa gurunya masih bingung dan mengalami kesulitan dalam menyusun bahan ajar berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS). Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 004 Sambutan, dengan tujuan untuk memberikan pendampingan terhadap guru dalam penyusunan bahan ajar berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS). Pelaksanaan kegiatan pendampingan ini terdiri dari beberapa tahapan, yaitu identifiaksi masalah, perencanaan, pengembangan materi, pelaksanaan pendampingan, dan evaluasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pendampingan ini adalah metode ceramah, demonstrasi, dan praktik. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pendampingan penyusunan bahan ajar berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) adalah 1) guru SDN 004 Sambutan dapat memahami bahan ajar Higher Order Thinking Skills (HOTS); 2) guru SDN 004 Sambutan dapat menyusun bahan ajar berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) dengan baik dan benar. Adapun hasil evaluasi dari peserta terkait kegiatan pendampingan ini adalah sangat positif, begitu juga dari segi kebermanfaatan materi yang diberikan.
Analisis Peran Guru dalam Pembelajaran Abad 21 pada Siswa Sekolah Dasar di Kurikulum Merdeka Siti Nur Maulidah; Muhammad Aqil Madani; Najwa Nabilah; Muhammad Ridho Ramadhan Ali; Ikmawati Ikmawati; Zainuddin Untu
Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa Vol. 3 No. 2 (2024): Juni : Jurnal Penelitian Mahasiswa
Publisher : Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/populer.v3i2.2116

Abstract

This research aims to describe the role of teachers in 21st century learning for elementary school students in the independent curriculum.  In this research, the method used is qualitative descriptive analysis with a library research approach, namely an approach that focuses on literature analysis.  Researchers collect data from various written sources such as books, journals and other references.  Based on the research results, it shows that in 21st century learning teachers have a very important and crucial role in the learning process and development of students' skills based on 4C skills (communication, critical thinking, collaboration and creativity).  It is hoped that 21st century learning for elementary school students through the independent curriculum can develop students' potential and skills to compete with developments that are increasingly developing day by day.  The implementation of the independent curriculum in elementary schools also plays a role in creating empowered students, able to adapt to current developments through a project to strengthen the profile of Pancasila students.  Therefore, it is hoped that there will be collaboration and support from parents, school principals and the government so as to produce a young generation who are intelligent, have character and are ready to face the future. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peran guru dalam pembelajaran abad-21 pada siswa sekolah dasar di kurikulum merdeka. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan library research, yaitu pendekatan yang berfokus pada analisis literatur. Peneliti mengumpulkan data dari berbagai sumber tertulis seperti buku, jurnal, dan referensi lainnya. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pembelajaran abad-21 guru memiliki peran yang sangat penting dan krusial dalam proses pembelajaran dan pengembangan keterampilan siswa berdasarkan keterampilan 4C (communication, critical thinking, collaboration, dan creativity). Pembelajaran abad-21 pada siswa sekolah dasar melalui kurikulum merdeka diharapkan dapat mengembangkan potensi dan keterampilan siswa untuk bersaing dengan perkembangan zaman yang kian hari makin berkembang. Implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar juga berperan untuk menciptakan siswa yang berdaya, mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila. Oleh karena itu diharapkan adanya kolaborasi dan dukungan  dari orang tua, kepala sekolah dan pemerintah sehingga menghasilkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.
Mathematical Literacy in Solving PISA Space and Shape Problems : A Self-Regulation Perspective Zainuddin Untu; Tri Widyasari; Intan Dwi Hastuti; Sutarto Sutarto; Percy Sepeng; Dian Kurniati; Sharifah Osman
Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Vol 11, No 1 (2025): March
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v11i1.14659

Abstract

This study aims to explore the role of self-regulation in enhancing mathematical literacy among high school students solving PISA Space and Shape problems. Employing a qualitative descriptive approach, data were collected through self-regulation questionnaires, PISA-based tasks, and semi-structured interviews from high school students categorized into high, moderate, and low self-regulation groups. The data analysis technique in this study consisting of three stages: data condensation, data display, and conclusion. Results reveal a strong correlation between self-regulation and mathematical literacy, with high self-regulation students excelling in formulating, employing, and interpreting mathematical problems. Moderate self-regulation students displayed partial success, while low self-regulation students struggled significantly, particularly in interpreting and validating solutions. The study underscores the importance of self-regulation strategies such as goal-setting, monitoring, and reflection in improving mathematical literacy. Instructional recommendations include structured goal-setting frameworks, reflective practices, and scaffolded tasks to support learners with varying self-regulation levels. These findings contribute to mathematics education by addressing the interplay between self-regulation and problem-solving in the underexplored Space and Shape domain. Future research should expand on these insights through larger, longitudinal studies to further validate the implications of self-regulation in educational contexts.
KEMAMPUAN GURU DALAM MENGINTEGRASIKAN TECHNOLOGICAL PEDAGOGICAL CONTENT AND KNOWLEDGE (TPACK) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMP Zainuddin Untu; Tri Widyasari; Syamsuddin Mallala; Jumain Jumain; Deajeng Azura Faradiba
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v12i2.20044

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kemampuan guru dalam mengintegrasikan Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) dalam pembelajaran matematika di SMP. Subjek penelitian ini adalah 10 guru matematika di SMP Negeri di Kota Samarinda, dan objeknya adalah kemampuan guru mengintegrasikan TPACK dalam pembelajaran matematika. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan pedoman wawancara. Teknik analisis data terdiri dari (1) mentranskrip data pelaksanaan pembelajaran yang terkumpul, (2) menelaah video rekaman kegiatan pembelajaran, dan hasil observasi selama pembelajaran; (3) melakukan reduksi data; (4) menyusun dalam satuan-satuan yang selanjutnya dikategorisasikan dengan membuat coding, (5) menganalisis kemampuan guru mengintegrasikan TPACK dalam pembelajaran Matematika, (6) menganalisis hal-hal yang menarik, dan (7) penarikan kesimpulan. Dari hasil analisis disimpulkan bahwa, kemampuan guru Matematika SMP di Kota Samarinda dalam mengintegrasikan TPACK dalam pembelajaran matematika terdiri dari kategori amat baik, baik dan kurang. Secara umum, kendala yang dialami guru dalam pengintegrasian TPACK berkaitan dengan dukungan sarana/prasana, di antaranya LCD yang terbatas jumlahnya dan akses wi-fi yang tidak merata. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi peneliti selanjutnya terkait kemampuan guru mengintegrasikan TPACK dalam pembelajaran matematika. Kata kunci: Kemampuan Guru, TPACK, Pembelajaran Matematika Abstract: This research is an exploratory descriptive study with a qualitative approach, which aims to find out and describe the ability of teachers to integrate Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) in mathematics learning in junior high school. The subjects of this study were 10 mathematics teachers at public junior high schools in Samarinda City, and the object was the ability of teachers to integrate TPACK in mathematics learning. Data collection techniques used observation and interview techniques. The research instruments were observation sheets and interview guidelines. The data analysis technique consists of (1) transcribing the collected learning implementation data, (2) reviewing video recordings of learning activities, and observations during learning; (3) reducing data; (4) compiling in units which are then categorized by making coding, (5) analyzing the ability of teachers to integrate TPACK in learning Mathematics, (6) analyzing interesting things, and (7) drawing conclusions. From the analysis, it was concluded that teachers' ability to integrate TPACK in mathematics learning in junior high schools consisted of excellent, good and poor categories. In general, the obstacles experienced by teachers in integrating TPACK are related to facilities/premises support, including the limited number of LCDs and uneven wi-fi access. The results of this study are expected to be a reference for further researchers related to the ability of teachers to integrate TPACK in mathematics learning. Keywords: Teacher Ability, TPACK, Mathematics Learning
LITERASI MATEMATIKA GURU SMP DI KOTA SAMARINDA DALAM MERENCANAKAN PEMBELAJARAN Zainuddin Untu; Nanda Arista Rizki; Kurniawan Kurniawan; Ikmawati Ikmawati
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i2.17316

Abstract

Penelitian ini, mengkaji tentang literasi matematika guru SMP di Kota Samarinda dalam merencanakan pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif ekploratif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan literasi matematika guru SMP di Kota Samarinda dalam merencanakan pembelajaran ditinjau dari domain proses dan konteks. Subjek penelitian adalah 52 guru matematika di 23 SMP di Kota Samarinda. Objeknya adalah literasi Matematika guru dalam merencanakan pembelajaran. Teknik pengumpulan data yaitu teknik angket, dokumentasi, dan wawancara. Instrumen penelitian berupa lembar angket dan pedoman wawancara. Teknik analisis data terdiri dari (l) mentranskrip data verbal hasil wawancara, (2) menelaah data literasi guru dari hasil angket, wawancara, dan perangkat pembelajaran; (3) mereduksi data dengan membuat abstraksi; (4) menyusun data kedalam satuan-satuan yang selanjutnya dikategorisasikan dengan membuat coding, (5) menganalisis literasi Matematika subjek dalam merencanakan pembelajaran, (6) menggambar data pada diagram literasi dan menganalisis hal-hal yang menarik terkait literasi matematika guru dalam perencanaan pembelajaran, dan (7) penarikan kesimpulan. Dari hasil analisis disimpulkan bahwa, literasi Matematika Guru SMP di Kota Samarinda dalam merencanakan pembelajaran ditinjau dari domain proses dan konteks terdiri dari kategori baik, cukup, dan kategori kurang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi peneliti selanjutnya terkait literasi guru, terutama literasi Guru dalam pembelajaran Matematika Kata kunci: Literasi matematika, Guru SMP, Perencanaan pembelajaran Abstract: This research examines the mathematical literacy of Middle school teacher in Samarinda City in creating mathematical lesson plan. This research is a descriptive explorative study with a qualitative approach that aims to identify and describe the mathematical literacy of junior high school teachers in Samarinda City in creating a lesson plan in terms of the process and context domains. The research subjects were 52 mathematics teachers spread over 23 junior high schools in Samarinda City. While the object was the teacher's Mathematical literacy in creating mathematical lesson plan. Data collection techniques consist of questionnaire techniques, documentation, and interview techniques. The instruments used were questionnaire sheets and interview guide sheets. Meanwhile, data analysis techniques consisted of (l) transcribing verbal data from interviews, (2) examining teacher literacy data from questionnaires, interview results, and learning tools; (3) reducing data by making abstractions; (4) compiling data into units which are then categorized (clustered) by coding, (5) analyzing the subject's Mathematical literacy in lesson planning, (6) drawing data on literacy diagrams and analyzing interesting things related to mathematical literacy in lesson planning, and (7) drawing conclusions. From the results of data analysis, it was concluded that the mathematical literacy of junior high school teachers in Samarinda City in creating mathematical lesson plan in terms of the process domain and the context domain consisted of three categories, namely good literacy, good enough literacy, and poor literacy. The results of this study are expected to be a reference for further researchers regarding teacher literacy in learning, especially in mathematics learning. Keywords: Mathematical literacy, Middle school Teachers, Lesson plan
Studi Literatur: Efektivitas Model Project-Based Learning (PjBL) dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa di Tingkat Sekolah Menengah Pertama Anggi Eka Julia Cahyani; Irena Novianti; Ainun Fitri; Zainuddin Untu; Achmad Muhtaddin
Jurnal Riset Pecinta Matematika Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Cinta Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran matematika di tingkat Sekolah Menengah Pertama sering menghadapi tantangan dalam meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar siswa. Salah satu pendekatan yang banyak dikaji untuk mengatasi permasalahan ini adalah project-based learning (PjBL). Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk menganalisis efektivitas PjBL dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa di tingkat SMP berdasarkan kajian artikel jurnal penelitian lima tahun terakhir (2020-2025). Data dikumpulkan dari artikel jurnal penelitian yang relevan, kemudian dianalisis untuk mengevaluasi keunggulan, tantangan, serta dampak PjBL dalam pembelajaran matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa SMP, terutama dalam pemahaman konsep dan kemampuan menyelesaikan soal-soal matematika. Selain itu, PjBL terbukti meningkatkan motivasi belajar siswa karena memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna. Namun, terdapat beberapa tantangan dalam implementasinya, yaitu kesiapan guru, keterbatasan waktu, serta kebutuhan akan sumber daya yang memadai.