Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PERAN PENDIDIKAN DALAM MEWUJUDKAN VISI INDONESIA EMAS 2045 Rayimas Priti Aisyapuri; Refika Aulia Putri Wulandari; Ikmawati, Ikmawati; Zainuddin Untu
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 2 (2025): APRIL
Publisher : CV. ADIBA ASIHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education is the primary pillar of a nation's success. It plays a crucial role in advancing the Golden Indonesia Vision 2045. High-quality education enhances human resources, which, in turn, drives a country's progress. This study examines the role of education in supporting the Golden Indonesia Vision 2045, which serves as the foundation for national development. A descriptive qualitative method was employed through a literature review of journals, articles, and other credible sources. The findings reveal that Indonesia faces various challenges in improving education quality, requiring several solutions. These include enhancing teacher competence through technology-based training, strengthening curricula to align with industry demands, and increasing access to adequate educational facilities, particularly in remote areas. This study highlights the importance of adaptive and innovative educational policies to ensure equity and quality improvement in education. Consequently, Indonesian youth can develop into competent individuals ready to compete on a global scale, contributing to the realization of the Golden Indonesia Vision 2045.
Mathematical Literacy in Solving PISA Space and Shape Problems : A Self-Regulation Perspective Zainuddin Untu; Tri Widyasari; Intan Dwi Hastuti; Sutarto Sutarto; Percy Sepeng; Dian Kurniati; Sharifah Osman
Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Vol 11, No 1 (2025): March
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v11i1.14659

Abstract

This study aims to explore the role of self-regulation in enhancing mathematical literacy among high school students solving PISA Space and Shape problems. Employing a qualitative descriptive approach, data were collected through self-regulation questionnaires, PISA-based tasks, and semi-structured interviews from high school students categorized into high, moderate, and low self-regulation groups. The data analysis technique in this study consisting of three stages: data condensation, data display, and conclusion. Results reveal a strong correlation between self-regulation and mathematical literacy, with high self-regulation students excelling in formulating, employing, and interpreting mathematical problems. Moderate self-regulation students displayed partial success, while low self-regulation students struggled significantly, particularly in interpreting and validating solutions. The study underscores the importance of self-regulation strategies such as goal-setting, monitoring, and reflection in improving mathematical literacy. Instructional recommendations include structured goal-setting frameworks, reflective practices, and scaffolded tasks to support learners with varying self-regulation levels. These findings contribute to mathematics education by addressing the interplay between self-regulation and problem-solving in the underexplored Space and Shape domain. Future research should expand on these insights through larger, longitudinal studies to further validate the implications of self-regulation in educational contexts.
KEMAMPUAN GURU DALAM MENGINTEGRASIKAN TECHNOLOGICAL PEDAGOGICAL CONTENT AND KNOWLEDGE (TPACK) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMP Zainuddin Untu; Tri Widyasari; Syamsuddin Mallala; Jumain Jumain; Deajeng Azura Faradiba
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v12i2.20044

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kemampuan guru dalam mengintegrasikan Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) dalam pembelajaran matematika di SMP. Subjek penelitian ini adalah 10 guru matematika di SMP Negeri di Kota Samarinda, dan objeknya adalah kemampuan guru mengintegrasikan TPACK dalam pembelajaran matematika. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan pedoman wawancara. Teknik analisis data terdiri dari (1) mentranskrip data pelaksanaan pembelajaran yang terkumpul, (2) menelaah video rekaman kegiatan pembelajaran, dan hasil observasi selama pembelajaran; (3) melakukan reduksi data; (4) menyusun dalam satuan-satuan yang selanjutnya dikategorisasikan dengan membuat coding, (5) menganalisis kemampuan guru mengintegrasikan TPACK dalam pembelajaran Matematika, (6) menganalisis hal-hal yang menarik, dan (7) penarikan kesimpulan. Dari hasil analisis disimpulkan bahwa, kemampuan guru Matematika SMP di Kota Samarinda dalam mengintegrasikan TPACK dalam pembelajaran matematika terdiri dari kategori amat baik, baik dan kurang. Secara umum, kendala yang dialami guru dalam pengintegrasian TPACK berkaitan dengan dukungan sarana/prasana, di antaranya LCD yang terbatas jumlahnya dan akses wi-fi yang tidak merata. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi peneliti selanjutnya terkait kemampuan guru mengintegrasikan TPACK dalam pembelajaran matematika. Kata kunci: Kemampuan Guru, TPACK, Pembelajaran Matematika Abstract: This research is an exploratory descriptive study with a qualitative approach, which aims to find out and describe the ability of teachers to integrate Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) in mathematics learning in junior high school. The subjects of this study were 10 mathematics teachers at public junior high schools in Samarinda City, and the object was the ability of teachers to integrate TPACK in mathematics learning. Data collection techniques used observation and interview techniques. The research instruments were observation sheets and interview guidelines. The data analysis technique consists of (1) transcribing the collected learning implementation data, (2) reviewing video recordings of learning activities, and observations during learning; (3) reducing data; (4) compiling in units which are then categorized by making coding, (5) analyzing the ability of teachers to integrate TPACK in learning Mathematics, (6) analyzing interesting things, and (7) drawing conclusions. From the analysis, it was concluded that teachers' ability to integrate TPACK in mathematics learning in junior high schools consisted of excellent, good and poor categories. In general, the obstacles experienced by teachers in integrating TPACK are related to facilities/premises support, including the limited number of LCDs and uneven wi-fi access. The results of this study are expected to be a reference for further researchers related to the ability of teachers to integrate TPACK in mathematics learning. Keywords: Teacher Ability, TPACK, Mathematics Learning
LITERASI MATEMATIKA GURU SMP DI KOTA SAMARINDA DALAM MERENCANAKAN PEMBELAJARAN Zainuddin Untu; Nanda Arista Rizki; Kurniawan Kurniawan; Ikmawati Ikmawati
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i2.17316

Abstract

Penelitian ini, mengkaji tentang literasi matematika guru SMP di Kota Samarinda dalam merencanakan pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif ekploratif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan literasi matematika guru SMP di Kota Samarinda dalam merencanakan pembelajaran ditinjau dari domain proses dan konteks. Subjek penelitian adalah 52 guru matematika di 23 SMP di Kota Samarinda. Objeknya adalah literasi Matematika guru dalam merencanakan pembelajaran. Teknik pengumpulan data yaitu teknik angket, dokumentasi, dan wawancara. Instrumen penelitian berupa lembar angket dan pedoman wawancara. Teknik analisis data terdiri dari (l) mentranskrip data verbal hasil wawancara, (2) menelaah data literasi guru dari hasil angket, wawancara, dan perangkat pembelajaran; (3) mereduksi data dengan membuat abstraksi; (4) menyusun data kedalam satuan-satuan yang selanjutnya dikategorisasikan dengan membuat coding, (5) menganalisis literasi Matematika subjek dalam merencanakan pembelajaran, (6) menggambar data pada diagram literasi dan menganalisis hal-hal yang menarik terkait literasi matematika guru dalam perencanaan pembelajaran, dan (7) penarikan kesimpulan. Dari hasil analisis disimpulkan bahwa, literasi Matematika Guru SMP di Kota Samarinda dalam merencanakan pembelajaran ditinjau dari domain proses dan konteks terdiri dari kategori baik, cukup, dan kategori kurang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi peneliti selanjutnya terkait literasi guru, terutama literasi Guru dalam pembelajaran Matematika Kata kunci: Literasi matematika, Guru SMP, Perencanaan pembelajaran Abstract: This research examines the mathematical literacy of Middle school teacher in Samarinda City in creating mathematical lesson plan. This research is a descriptive explorative study with a qualitative approach that aims to identify and describe the mathematical literacy of junior high school teachers in Samarinda City in creating a lesson plan in terms of the process and context domains. The research subjects were 52 mathematics teachers spread over 23 junior high schools in Samarinda City. While the object was the teacher's Mathematical literacy in creating mathematical lesson plan. Data collection techniques consist of questionnaire techniques, documentation, and interview techniques. The instruments used were questionnaire sheets and interview guide sheets. Meanwhile, data analysis techniques consisted of (l) transcribing verbal data from interviews, (2) examining teacher literacy data from questionnaires, interview results, and learning tools; (3) reducing data by making abstractions; (4) compiling data into units which are then categorized (clustered) by coding, (5) analyzing the subject's Mathematical literacy in lesson planning, (6) drawing data on literacy diagrams and analyzing interesting things related to mathematical literacy in lesson planning, and (7) drawing conclusions. From the results of data analysis, it was concluded that the mathematical literacy of junior high school teachers in Samarinda City in creating mathematical lesson plan in terms of the process domain and the context domain consisted of three categories, namely good literacy, good enough literacy, and poor literacy. The results of this study are expected to be a reference for further researchers regarding teacher literacy in learning, especially in mathematics learning. Keywords: Mathematical literacy, Middle school Teachers, Lesson plan
Studi Literatur: Efektivitas Model Project-Based Learning (PjBL) dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa di Tingkat Sekolah Menengah Pertama Anggi Eka Julia Cahyani; Irena Novianti; Ainun Fitri; Zainuddin Untu; Achmad Muhtaddin
Jurnal Riset Pecinta Matematika Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Cinta Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran matematika di tingkat Sekolah Menengah Pertama sering menghadapi tantangan dalam meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar siswa. Salah satu pendekatan yang banyak dikaji untuk mengatasi permasalahan ini adalah project-based learning (PjBL). Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk menganalisis efektivitas PjBL dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa di tingkat SMP berdasarkan kajian artikel jurnal penelitian lima tahun terakhir (2020-2025). Data dikumpulkan dari artikel jurnal penelitian yang relevan, kemudian dianalisis untuk mengevaluasi keunggulan, tantangan, serta dampak PjBL dalam pembelajaran matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa SMP, terutama dalam pemahaman konsep dan kemampuan menyelesaikan soal-soal matematika. Selain itu, PjBL terbukti meningkatkan motivasi belajar siswa karena memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna. Namun, terdapat beberapa tantangan dalam implementasinya, yaitu kesiapan guru, keterbatasan waktu, serta kebutuhan akan sumber daya yang memadai.