Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

COMBINING ENGLISH VIDEO DUBBING WITH CONTEXTUAL INSTRUCTION IN ENHANCING ENGLISH-SPEAKING SKILL OF SECOND GRADE AT SMA NEGERI 8 MAROS Krisna Rifky Perdana; Badruddin Kaddas; Jusmaniar N
ADHILINGUA: Journal of Language Education, Lilnguistics and Literature Vol 3 No 1 (2025): VERBA: Journal of English Language Issues, Trends and Studies
Publisher : English Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this study is to find out how the combining English video dubbing with contextual instruction to improving students' English-Speaking Skills in second grade of SMAN 8 Maros. The research employed Quasi Experimental model with a Nonequivalent Control Group Design, Comprising Two Groups: The Control Group and the Experimental Group. The instrument of this research is recording and test (pretest and posttest). The data analysis is descriptive analysis and descriptive inferential analysis. The data of pretest revealed a standard deviation is 1.309 from the experimental group and 1.264 from the control group. The posttest experimental group demonstrated a standard deviation is 1.591, while the posttest control group exhibited a standard deviation is 1.161. Substantiated results of the normality test indicate the control class pretest was 0.010 and the control class posttest was 0.018. Given the significance value is greater than 0.05, It therefore follows the data is normally distributed. The result found at the t count obtained is 7.217, followed by finding the t table obtained according to the df value of 67 while the sig level value is 0.05/2 = 0.025 and t table of 1.995. These results show the score of t test 7.127 > t table 1.996. At 5% significance, it means that there is a difference between the speaking skills of students who use the technique of combining English video dubbing with contextual instruction and those who do not use the technique, and sig value (2-tailed) of 0.001 <0.05 means the combining English video dubbing with contextual instruction has effect on the improving students’ English speaking skill in second grade of SMA Negeri 8 Maros.
Penerapan Pembelajaran Multimedia Interaktif Berbantuan Powtoon dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Sekolah Dasar: Application of Interactive Multimedia Learning Assisted by Powtoon in Improving Elementary School Students' Science Learning Outcomes Nur Afriani Amalia; Badruddin Kaddas; Ira Irviana
Al-Musannif Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Madrasah Tsanawiyah DDI Cilellang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65046/msn.v5i2.46

Abstract

The use of technology in elementary school education in Indonesia remains relatively low. However, students' interest in technology is increasing. This research aims to analyze efforts to improve students' science learning outcomes through the implementation of video-based interactive multimedia learning media using the Powtoon application. This type of research is Classroom Action Research (CAR). The research subjects were 25 fifth-grade elementary school students. Data collection techniques in this research are interviews, observations, tests, and documentation. The data in this research were analyzed using descriptive statistical analysis techniques. Based on the research conducted, the results obtained are: (1) The use of the Powtoon application can help teachers create multimedia in the form of interesting, unique, and interactive learning videos to support the success of the learning process in the classroom. (2) The data from the test results of Cycles I and II show an increase in students' science learning outcomes after participating in lessons that implemented video-based interactive multimedia created using the Powtoon application. This research has implications for the need for teachers to improve their professional competence in the use of technology as a learning media and tool. This must be done not only to make learning interesting and interactive, but also to make students accustomed to the use of technology in learning.
PELATIHAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI BARU DALAM PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN MELALUI APLIKASI LMS MAHASISWA PPG UNIVERSITAS ISLAM MAKASSAR Abdul Wahid; Nur Afni; Faisal Saransi; Sri Hastati; Badruddin Kaddas; Abrina Maulidnawati Jumrah; Rahmawati Rahmawati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.44288

Abstract

Pengabdian ini bertujuan  untuk fokus pada Pelatihan Pengembangan Teknologi Baru dalam Pengajaran dan Pembelajaran melalui Aplikasi Learning Management System (LMS) bagi Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Islam Makassar bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung proses pembelajaran yang efektif. Dalam konteks pendidikan yang semakin dipengaruhi oleh kemajuan teknologi, penggunaan LMS menjadi sangat penting untuk mengelola materi, interaksi, serta evaluasi pembelajaran. Meskipun LMS telah diterapkan di berbagai institusi pendidikan, tantangan terbesar yang dihadapi adalah pemahaman dan penguasaan teknologi ini oleh mahasiswa. Oleh karena itu, pelatihan ini dirancang untuk memperkenalkan mahasiswa PPG Universitas Islam Makassar pada teknologi-teknologi baru yang relevan dalam konteks pengajaran dan pembelajaran berbasis digital. Pelatihan ini melibatkan berbagai sesi yang mengajarkan penggunaan LMS secara optimal, serta integrasi berbagai aplikasi dan teknologi terbaru yang dapat memperkaya pengalaman belajar dan mempermudah proses pengajaran. Metode pelatihan yang digunakan bersifat interaktif, dengan pendekatan langsung kepada mahasiswa melalui praktik penggunaan LMS dan teknologi pendukung lainnya. Dengan pelatihan ini, mahasiswa PPG diharapkan mampu meningkatkan keterampilan digital mereka, serta dapat memanfaatkan LMS untuk memperkaya dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran di lingkungan sekolah.Pelatihan ini diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman teknis mengenai penggunaan LMS, tetapi juga memperkuat pemahaman mahasiswa tentang peran teknologi dalam inovasi pengajaran yang lebih menarik dan efektif. Secara keseluruhan, pelatihan ini diharapkan dapat mendukung pengembangan profesional mahasiswa PPG Universitas Islam Makassar dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital, serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN METAKOGNITIF PADA SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PENDAMPINGAN GURU PGSD Abdul Wahid; Nur Afni; Sri Hastati; Abrina Maulidnawati Jumrah; Erwin Nurdiansyah; Supriadi Supriadi; Badruddin Kaddas; Rahmawati Rahmawati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.57315

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran berbasis metakognitif pada siswa sekolah dasar melalui pendampingan guru Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di SD Inpres Antang 1 Kota Makassar. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya kemampuan metakognitif siswa yang berdampak pada kurangnya kemandirian belajar dan kemampuan berpikir kritis. Metode yang digunakan adalah pelatihan, pendampingan, dan implementasi model pembelajaran metakognitif secara langsung di kelas. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu analisis kebutuhan, perancangan model, pelatihan guru, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru dalam merancang pembelajaran berbasis metakognitif serta peningkatan kemampuan siswa dalam merencanakan, memonitor, dan mengevaluasi proses belajarnya. Selain itu, terjadi peningkatan hasil belajar siswa dan keterlibatan aktif dalam pembelajaran. Dengan demikian, model pembelajaran metakognitif efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
Communication strategies in the mental development of soldiers for strengthening religious moderation in the military environment Andi Hasriani; Badruddin Kaddas; St. Samsuduha; Maryati Mallongi; Andi Paduppai
Islamic Communication Journal Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2026.11.1.31620

Abstract

Da'wah communication plays an important role in fostering moderate religious attitudes amid the challenges of extremism, radicalism, and intolerance in plural societies. In military institutions, strengthening religious moderation is essential to maintain soldiers’ professionalism, social stability, and national commitment. This study aims to analyze the strategies of da'wah communication in soldiers’ mental development to strengthen religious moderation within the military environment. This research employs a descriptive qualitative method using a da'wah communication approach. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that da'wah communication strategies in soldiers’ mental development are implemented through religious lectures, interfaith dialogue, and the internalization of national and historical values using persuasive, rational, and humanistic approaches. These strategies contribute to shaping inclusive and tolerant religious attitudes while strengthening national integration within the military environment. Theoretically, this study enriches the field of Islamic communication by demonstrating that da'wah communication in military settings functions not only as a medium for transmitting religious values but also as an integrative instrument that connects religiosity, nationalism, and military professionalism in strengthening religious moderation. ***** Komunikasi dakwah memiliki peran penting dalam membangun sikap keagamaan yang moderat di tengah tantangan ekstremisme, radikalisme, dan intoleransi dalam masyarakat plural. Dalam lingkungan militer, penguatan moderasi beragama menjadi bagian penting untuk menjaga profesionalitas prajurit, stabilitas sosial, serta komitmen kebangsaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi dakwah dalam pembinaan mental prajurit untuk memperkuat moderasi beragama di lingkungan militer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan komunikasi dakwah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi dakwah dalam pembinaan mental prajurit dilakukan melalui ceramah keagamaan, dialog lintas agama, serta internalisasi nilai-nilai kebangsaan dan sejarah perjuangan bangsa dengan pendekatan persuasif, rasional, dan humanis. Strategi tersebut berkontribusi dalam membentuk sikap keagamaan yang inklusif, toleran, serta memperkuat integrasi nasional di lingkungan militer. Secara keilmuan, penelitian ini memperkaya kajian komunikasi Islam dengan menunjukkan bahwa komunikasi dakwah dalam lingkungan militer tidak hanya berfungsi sebagai sarana transmisi nilai-nilai keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen integratif yang menghubungkan nilai religiusitas, nasionalisme, dan profesionalisme keprajuritan dalam penguatan moderasi beragama.
THE CORRELATION BETWEEN EMOTIONAL INTELLIGENCE AND LEARNING ACHIEVEMENTS OF STUDENTS IN THE ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT Sahril Sahril; Badruddin Kaddas; Jusmaniar N
ADHILINGUA: Journal of Language Education, Lilnguistics and Literature Vol 3 No 3 (2025): VERBA: Journal of English Language Issues, Trends and Studies
Publisher : English Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/verba.v3i3.529

Abstract

Abstract: This study aims to determine whether there is a relationship between students' Emotional Intelligence (EI) and learning Achievement of students in the English Education Department Universitas Islam Makassar. This research used correlational design. And the total sampling used as the sample of this study amounted to 40 students. The data in this study were obtained using a questionnaire and documentation, utilizing a 33-item Likert scale questionnaire to assess Emotional Intelligence (EI). The data on students’ emotional intelligence and English academic achievement were analyzed by using Pearson Product Moment correlation analysis through SPSS 30 to find out whether or not there was correlation between them. The final finding in this study shows that Pearson correlation analysis revealed no significant correlation between EI and GPA (r = .017, p > .05). This suggests that, within this specific population, cognitive factors may be more influential determinants of academic success than EI. Further research is recommended to explore other factors influencing academic achievement and to investigate potential differences in EI's impact across various student populations and educational contexts. Keywords: Emotional Intelligence, English, Learning Achievement
IMPROVING STUDENTS’ SPEAKING SKILL BY IMPLEMENTATION OF FOLKLORE MONOLOGUE PERFORMANCE AT THE TENTH GRADE OF SMA COKROAMINOTO MAKASSAR Zebkiah Nur Afifi; Badruddin Kaddas; Jusmaniar N
ADHILINGUA: Journal of Language Education, Lilnguistics and Literature Vol 3 No 3 (2025): VERBA: Journal of English Language Issues, Trends and Studies
Publisher : English Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/verba.v3i3.787

Abstract

This study aimed to improve the speaking skills of tenth-grade students at SMA Cokroaminoto Makassar by using monologue performances of South Sulawesi folklore. This research used classroom action research, in which data were obtained from speaking tests. The subject of the study consisted of 20 tenth-grade students from SMA Cokroaminoto Makassar. The results showed that students' speaking skills before and after using the monologue performances differed significantly. The average score from the students' test was 64.45, while the average score on the final test in cycle 1 increased to 70.5. However, it had not yet reached the English subject standard score (78). Then, the average score from the final test in cycle 2 was 80.1, indicating an improvement of 13.6% from cycle 1 to cycle 2. In addition, the frequency of students’ scores, specifically in speaking fluency in cycle 1 showed that 14 students (70%) received good scores, while 6 students (30%) received fair scores. In cycle 2, there was an improvement, with 14 students (70%) achieving very good scores and 6 students (30%) receiving good scores. This indicated that there was a significant improvement in students’ speaking skills after using monologue performances of South Sulawesi folklore. Based on the results of the study, it could be concluded that the implementation of South Sulawesi folklore monologue performances was effective in improving the speaking skills of tenth-grade students at SMA Cokroaminoto Makassar.
Pendampingan Literasi Alquran dalam Meningkatkan Ketepatan Makharijul Huruf dan Tajwid Majelis Taklim Al-Hidayat Kabupaten Maros Musbaing Musbaing; Badruddin Kaddas; Dwi Syukriady; Ashar Ashar; Erwin Nurdiansyah; Abdul Mu’thy; Kurniawan Efendi; Mutiah Abd. Rasyid
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/cx8xq837

Abstract

Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas literasi Alquran jamaah Majelis Taklim Al-Hidayat Kabupaten Maros, khususnya dalam ketepatan makharijul huruf dan penerapan kaidah tajwid. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi rendahnya ketepatan pelafalan huruf hijaiyah serta ketidakkonsistenan dalam menerapkan hukum tajwid saat membaca Alquran. Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan model pendampingan partisipatif berbasis experiential learning. Metode yang diterapkan mencakup observasi awal, pembelajaran klasikal terbimbing, praktik membaca Alquran secara individual dan kelompok, serta refleksi dan evaluasi berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan jamaah melafalkan makharijul huruf secara tepat serta memahami dan menerapkan kaidah tajwid dasar. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, dan kesadaran jamaah akan pentingnya membaca Alquran secara tartil sesuai kaidah. Dengan demikian, pendampingan literasi Alquran ini terbukti efektif sebagai upaya pemberdayaan keagamaan masyarakat serta berkontribusi positif terhadap peningkatan kualitas ibadah jamaah.
Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PJBL) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas IV SDN 227 Patila Nurmaida Nurmaida; Sri Hastati; Badruddin Kaddas; Supriadi Supriadi
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1256

Abstract

Kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas IV SDN 227 Patila masih tergolong rendah. Kondisi tersebut ditandai oleh rendahnya partisipasi analitis siswa selama pembelajaran serta belum tercapainya Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) akibat dominannya penggunaan metode pembelajaran ekspositori yang berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa melalui penerapan model Project-Based Learning (PjBL). Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus pada 28 siswa kelas IV SDN 227 Patila. Data dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar, lembar observasi kemampuan berpikir kritis, wawancara, dan dokumentasi. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif-komparatif, sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis meningkat dari 42,85% pada prasiklus menjadi 85,71% pada Siklus II, sedangkan ketuntasan hasil belajar meningkat dari 35,71% menjadi 89,28% dengan nilai rata-rata kelas meningkat dari 58,21 menjadi 84,64. Dengan demikian, penerapan model Project-Based Learning (PjBL) efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas IV SDN 227 Patila.
Kesulitan Guru dalam Membuat Media Pembelajan di UPT SD Negeri 094 Ledan Nedi Tombang; Nur Afni; Badruddin Kaddas; Erwin Nurdiansyah
Educator Development Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Educator Development Journal
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/edj.010

Abstract

Guru sekolah dasar dituntut mampu merancang media pembelajaran yang konkret dan inovatif untuk menjembatani konsep abstrak dengan pemahaman siswa, namun pada praktiknya masih banyak guru yang bertahan pada metode ceramah dan media cetak sederhana, sebuah kesenjangan yang di berbagai literatur internasional dikaitkan dengan keterbatasan literasi teknologi, beban kerja administratif, dan minimnya dukungan sarana-prasarana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan secara mendalam bentuk-bentuk kesulitan yang dihadapi guru dalam membuat media pembelajaran di UPT SD Negeri 094 Ledan, serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 5 orang guru yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan guru dalam membuat media pembelajaran terbagi ke dalam tiga aspek utama, yaitu (1) aspek keterampilan teknologi (TPACK) berupa kendala mengoperasikan perangkat lunak pembuat media digital, (2) aspek keterbatasan waktu akibat beban administrasi dan mengajar yang padat, dan (3) aspek sarana-prasarana berupa keterbatasan komputer/laptop dan ketidakstabilan akses internet, yang diperparah oleh keterbatasan anggaran untuk media konkret. Berbeda dari kajian barrier teknologi berskala besar yang umumnya berbasis survei kuantitatif lintas sekolah, penelitian ini menghadirkan pemetaan kualitatif berbasis informan pada satuan pendidikan dasar berskala kecil di kawasan berkembang, yang memperlihatkan bagaimana ketiga aspek kesulitan tersebut saling berkelindan dan bervariasi menurut pengalaman mengajar guru. Kesulitan guru dalam membuat media pembelajaran bersifat multidimensi sehingga penanganannya memerlukan sinergi pelatihan berkelanjutan, manajemen beban kerja, dan penguatan sarana-prasarana sekolah secara simultan