Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pertunjukan Solis Violin Melalui Karya Concerto In A Minor, Hang Tuah Dan Contradanza Hakim, Syarif Rahman; Enida, Delfi; Hidayatmi, Hidayatmi; Martarosa, Martarosa; Emridawati, Emridawati
Musica: Journal of Music Vol 5, No 1 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i1.4674

Abstract

Artikel ini meneliti bagaimana solis violin mengekspresikan karakter budaya dan emosional dalam lagu Melayu Hang Tuah yang di bawakan dengan format orkestra, dengan fokus pada integrasi elemen musik tradisional Melayu ke dalam musik klasik Barat. Artikel ini menggunakan metodologi pertunjukan yang meliputi eksplorasi, persiapan, dan perwujudan. Hasil artikel ini menunjukkan bahwa solis violin menggunakan teknik yang menunjang untuk berinterpretasi dan berekspresi seperti vibrato dan dinamika, yang didasarkan pada pemahaman budaya mendalam. Kesimpulannya, interpretasi ini memerlukan kombinasi keterampilan teknis dan pemahaman budaya, serta pentingnya kolaborasi antara solis dan orkestra untuk mencapai ekspresi musik yang autentik.
Interpretasi Elemen Musikal Dalam Pertunjukan Saluang Pauah Pada Lagu Silaing Padangpanjang Di Kota Padang Safina, Vanesha; Nursyirwan, Nursyirwan; Irwan, Irwan; In, Wilman; Emridawati, Emridawati
Musica: Journal of Music Vol 5, No 1 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i1.5342

Abstract

Penelitian ini mengkaji interpretasi elemen musikal dalam pertunjukan Saluang Pauah pada lagu "Silaing Padangpanjang" di Kota Padang. Masalah yang diangkat adalah bagaimana bentuk elemen musikal, seperti melodi, ritme, dan harmoni, saling berinteraksi dalam konteks pertunjukan tradisional ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengiterpretasikan elemen musikal Saluang Pauah secara mendalam tentang lagu Silaing Padangpanjang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis dengan tujuan untuk menganalisis interpretasi elemen musikal dalam pertunjukan Saluang Pauah pada lagu Silaing Padangpanjang di Kota Padang dengan aktifitas melihat, mengamati, mendengar dan menggumpulkan informasi serta kemudian menggambarkan secara tepat. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori dari Hugh M Miler, C. Simanjuntak, dan De With H. Parker. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang kekayaan musik tradisinal dan pentingnya pelestarian di era modern
Pelatihan Kewirausahaan di Sekolah dan Manajemen Usaha Mikro Kecil (Umk) bagi Peserta Didik Paket C di Pkbm Bina Saiyo Kota Pariaman Irja, Irja; Emridawati, Emridawati; Darmansyah, Darmansyah; Fajri, Emzia
Almufi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1: Juni (2025)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63821/ajpkm.v5i1.442

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membekali peserta didik Paket C di PKBM Bina Saiyo Kota Pariaman, dengan pengetahuan dan keterampilan dasar tentang kewirausahaan sekolah dalam mengelola usaha mikro kecil (UMK). Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman peserta didik terhadap manajemen usaha, PKBM Bina Saiyo sebagai lembaga pendidikan non formal, berperan strategis dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan. Kegiatan ini dirancang, dalam bentuk pelatihan partisipatif dengan metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, simulasi pembukuan sederhana, serta praktek penyusunan rencana usaha. Materi pelatihan meliputi: pengenalan kewirausahaan di sekolah, Manajemen Usaha Mikro Kecil (UMK), perencanaan usaha, pencatatan laporan keuangan sederhana, serta strategi pemasaran. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa, peserta didik mengetahui kewirausahaan di sekolah dan cara pengelolaan mengelola usaha mikro kecil (UMK). Dalam mengikuti pelatihan, peserta didik antusias mengikuti kegiatan ini. Diharapkan peserta setelah selesai mengikuti pelatihan agar mampu mengelola usaha secara profesional. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, dari rata-rata skor awal 48 menjadi 82 setelah pelatihan. Selain itu, sebanyak 90% peserta berhasil menyusun rencana usaha sederhana yang dapat diimplementasikan.
KOMPOSISI MUSIK MAQAM DUO Herdianto, Ferry; Mulyadi, Mulyadi; Emridawati, Emridawati; Warhat, Zainal
PANGGUNG Vol 32 No 1 (2022): Varian Model Proses Kreatif dalam Cipta Karya Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v32i1.1984

Abstract

Penciptaan komposisi musik maqam duo ini dilatarbelakangi oleh pekembangan musik Islam dan musik Melayu yang  kecendrungannya mengarah pada syair-syair yang bersifat duniawi. Ketertarikan penggarap mengolah komposisi musik baru, karena penggarap ingin mengembangkan musik Islam ini tidak dalam bentuk syair tetapi dalam bentuk ritem dan melodi lagu. Rumusan Penciptaan dalam penggarapan komposisi “Maqam Duo” ini adalah: 1) Bagaimana bentuk komposisi musik Maqam Duo setelah digarap berangkat dari skala Maqam Saba diolah dengan sestem pengembangan motif, 2) Mampukah penggarap mempertahankan nuansa musik Melayu Islami yang digarap dengan perkembangan musik popoler saat ini. Adapun tujuan dan konstribusi penciptaan karya ini adalah: 1) Mewujudkan karya komposisi musik baru yang bernuansa musik melayu Islami. 2) Memanfaatkan kekayaan musikal Melayu Islami dalam memasuki wacana kreativitas yang kreatif dan inovatif. 3) Merangsang penggarap untuk berkreativitas dalam karya musik. 4) Membangkitkan motivasi sekaligus memberikan suport mahasiswa sebagai generasi muda dalam menggarap komposisi musik. Metode penciptaan  menggunakan pendekatan metode yang ditawarkan oleh Konsersium Seni yaitu: persiapan, elaborasi, sintesis, realisasi dan penyelesaian dalam bentuk tahap-tahap kerja. Komposisi musik Maqam Duo ini digarap dalam bentuk musik dua bagaian, dengan format ensambel perkusi  dikaloborasikan dengn intrumen tradisi antara lain, gendang melayu, indang, gambus dan biola sebagai pengisi melodi-melodi dalam pengembangan  skala nada maqam duo. Bagian pertama terdiri dari 53 birama yang dimainkan secara berulang pada bagaian patron yang dibuat berdasarkan pengembangan skala nada  maqam saba dengan nada : D-Es-F-Ges-A-Bes-C-Des ( Re-Ri-Fa-Fi-La-Li-Do-Di ), patron melodi inilah yang digarap dengan pola motif yang dimainkan instrumen marimba dan fibraphone yang dimainkan secara berulang-ulang  berdurasi  7 menit yang dimainkan pada tanda sukat 4/4 dengan tempo largo dalam nada dasar C mayor. Bagian kedua terdiri dari 123 birama, dengan durasi 09.50 menit, bagian ini dimainkan dengan tanda sukat Alegro tempo 100 digarap masi dalam skala nada maqam saba. Pada Bagian kedua ini penggarapan bernuansa melayu, pengembangan melodi yang digarap dari maqam saba ini dikembangkan dengan menggunakan tehnik pengembangan motif seperti, pengembangan motif repetisi, imitasi, augmentasi, diminusi dan sekwen.Kata kunci: makam, duo, musik, arab, melayu
HOW ESSENTIAL IS THE PROTECTING MANTRA IN THE PERFORMING ARTS IN THE SOUTH COASTAL COMMUNITY? (Seberapa Penting Mantra Pelindung dalam Seni Pertunjukan di Masyarakat Pesisir Selatan?) Irdawati Irdawati; Emridawati Emridawati; Ibnu Sina; Yon Hendri; Delfi Enida
SAWERIGADING Vol 29, No 1 (2023): Sawerigading, Edisi Juni 2023
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v29i1.1192

Abstract

This research highlights the function of an antidote or protector for the Pesisir Selatan populace during performance art. Based on prior research findings, it determines that spells possess a structure and function that serves as an antidote. At the same time, mantras contain cultural and religious values. The mantras recited by Minang shamans in their native language are based on verses from the Qur'an and employ the words of Allah SWT and Prophet Muhammad SAW. These mantras serve as a means of expressing belief while maintaining the unity and divinity of Allah SWT. A soft tone characterizes the recitation and employs ideational language to convey ideas and thoughts, reflecting the supernatural powers of the sources and containing hopes and requests. The present study employs a descriptive methodology with a phenomenological orientation, explicitly examining the phenomenon of utilizing mantras to counter adverse effects within a given community. The research involves an analysis of the structure and contextual presentation of mantras as observed within the Minang community. Furthermore, the study involved interviews with informants who served as experts in mantras, providing descriptions of factual or empirical linguistic phenomena present in individuals' daily experiences. The study's findings, which involved interviews with multiple informants, indicate that chants believe to possess magical properties, specifically the ability to avert a negative outcome. AbstrakPenelitian ini mengkaji tentang fungsi penawar atau pelindung bagi masyarakat Pesisir Selatan pada seni pertunjukan. Berdasarkan temuan penelitian sebelumnya, telah ditetapkan bahwa mantra memiliki struktur dan fungsi yang berfungsi sebagai penawar racun. Pada saat yang sama, mantra mengandung nilai-nilai budaya dan agama. Mantra yang dibacakan oleh dukun Minang dalam bahasa asli mereka didasarkan pada ayat-ayat Al-Qur'an dan menggunakan kata-kata Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Mantra-mantra tersebut berfungsi sebagai sarana mengungkapkan keyakinan dengan tetap menjaga keesaan dan ketuhanan Allah SWT. Nada lembut mencirikan pembacaan dan menggunakan bahasa ideasional untuk menyampaikan ide dan pikiran, mencerminkan kekuatan supranatural dari sumber dan mengandung harapan dan permintaan. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif dengan orientasi fenomenologis, khususnya mengkaji fenomena penggunaan mantra untuk melawan efek negatif dalam suatu komunitas tertentu dalam seni pertunjukan. Penelitian ini melibatkan analisis struktur dan kontekstual penyajian mantra-mantra yang diamati dalam masyarakat Minang di Pesisir Selatan. Selain itu, penelitian ini melibatkan wawancara dengan informan yang berperan sebagai ahli mantra, memberikan deskripsi fenomena linguistik faktual atau empiris yang hadir dalam pengalaman sehari-hari individu. Temuan penelitian, yang melibatkan wawancara dengan banyak informan, menunjukkan bahwa nyanyian diyakini memiliki sifat magis, khususnya kemampuan untuk mencegah hasil negatif.
Unveiling the Aesthetic Charms of 'Khabar Mati': A Deep Dive into Text Folk Performance on the Southern Coastal Shores Emridawati Emridawati; Awerman Awerman; Irdawati Irdawati; Alfalah Alfalah; Sriyanto Sriyanto
Aksara Vol 35, No 2 (2023): Aksara, Edisi Desember 2023
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v35i2.4161.319--330

Abstract

This research delves into the aesthetic elements of 'Khabar Mati,' a renowned folk theater performance in the Southern Coastal region. The study employs qualitative analysis with a descriptive method to decipher this traditional theatrical expression's intricate artistic and cultural dimensions. The research meticulously examines the narrative and performance aspects of 'Khabar Mati,' providing a comprehensive analysis of the text and its enactment on the stage. Through this in-depth investigation, the study aims to provide valuable insights into the rich aesthetics embedded within 'Khabar Mati.' The findings promise to shed light on the profound artistic heritage of the Southern Coastal communities, offering a deeper understanding of the cultural and aesthetic significance of this captivating folk theater tradition. By scrutinizing the textual and performative aspects, this research provides a holistic exploration of 'Khabar Mati,' contributing to a more comprehensive appreciation of its artistic and cultural merits.
Penerapan Lagu Gamang Bamimpi Genre Pop Punk Format Band Di SMAN 2 Padang Panjang Pratama, Aditya; Kumala, Ofa Yutri; Sriwulan, Wilma; Emridawati, Emridawati; In, Wilman
Musica: Journal of Music Vol 5, No 2 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i2.5997

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan lagu Gamang Bamimpi yang diaransemen ke dalam genre Pop Punk sebagai strategi pembelajaran seni musik di SMAN 2 Padangpanjang. Latar belakang penelitian berangkat dari rendahnya minat siswa terhadap lagu Pop Minang dibandingkan musik populer modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode action research yang melibatkan sembilan siswa dalam format band, memadukan instrumen modern dan instrumen tradisional Minangkabau. Proses penelitian dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi yang diwujudkan dalam latihan bertahap hingga pertunjukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aransemen Pop Punk mampu meningkatkan minat, partisipasi, serta keterampilan musikal siswa secara kolaboratif. Selain itu, pendekatan ini efektif menjembatani pelestarian musik Pop Minang dengan selera musik generasi muda. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan metode pembelajaran musik yang inovatif, kontekstual, dan relevan di lingkungan sekolah menengah.