Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : MANUSKRIPTA

Karakteristik Iluminasi dalam Naskah Betawi Koleksi Cohen Stuart di Perpustakaan Nasional RI Firdausa, Fiona; Limbong, Priscila Fitriasih
Manuskripta Vol 12 No 1 (2022): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v12i1.148

Abstract

The article explains the characteristics of illumination in Betawi manuscripts and reveals every culture that shows in it. The data used in this research is Betawi manuscript in Cohen Stuart’s collection (CS). This study uses documentation and literature review method to collect the data. Beside that, this research uses codicology method to analyze the characteristics of illumination in six Betawi manuscripts. The result of data analysis showed that there are three characteristics in Betawi manuscript’s illumination, which are (1) simplicity, (2) the illuminations are formed from a combination of floral and geometric patterns, and (3) the illuminations are made with certain colors, namely red, blue, yellow, and black. Those characteristics show several cultures that are stored in it, that are Betawi, Chinese, Arabic, and Indian cultures. It shows that, at that time, Chinese, Arabs, and Indians had contact with Betawinese. In addition, it also explains Betawinese’s egalitarian nature so that they can accept acculturation that happened in their culture. === Artikel ini menjelaskan karakteristik iluminasi naskah Betawi koleksi Cohen Stuart (CS) dan khazanah budaya yang terdapat di dalamnya. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi dan studi pustaka. Penelitian dilakukan dengan metode kodikologi untuk membahas karakteristik iluminasi di dalam enam naskah Betawi koleksi CS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga karakteristik yang terlihat dalam iluminasi-iluminasi tersebut, yaitu (1) bentuk iluminasi yang sederhana, (2) iluminasi dibentuk dari perpaduan motif floral dan motif geometris, dan (3) iluminasi dibuat dengan warna-warna tertentu, yakni merah, biru, kuning, dan hitam. Karakteristik-karakteristik tersebut mengungkap adanya beberapa khazanah budaya yang tersimpan di dalam iluminasi naskahnaskah Betawi koleksi CS, yaitu budaya Betawi, Cina, Arab, dan India. Hal tersebut menunjukkan bahwa bangsa Cina, Arab, dan India memiliki kontak dengan masyarakat Betawi pada masa itu. Selain itu, hal tersebut juga menjelaskan sifat egaliter yang dimiliki masyarakat Betawi sehingga dapat menerima terjadinya akulturasi di dalam budayanya.
Serat Baron Sakendher dalam Pusaran Naskah Babad: Negosiasi Kultural Penguasa Jawa Pascaperang Diponegoro 1830 Widodo, Widodo; Pudjiastuti, Titik; Limbong, Priscila Fitriasih; Sudibyo, Sudibyo
Manuskripta Vol 12 No 2 (2022): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v12i2.154

Abstract

This article discusses historical construction of Baron Sakendher manuscripts in the collection of Yogayakarta Sonobudoyo Museum. Serat Baron Sakendher (SBS) was written in the main frame of Babad Tanah Jawi. Various stories frame SBS distinctively based on each manuscript. This study proposes to explain the position of SBS in the Javanese authority domain under the Colonial—which was increasingly entrenched. The study used historical philological research methods, namely by selecting manuscripts and tracing their historical backgrounds to discuss the contents. The results point out that there are six manuscripts containing SBS stories. Four are included in the big frame of Babad Tanah Jawi, one is in Babad Selahardi, and one is in Pakem Ringgit. None of the six was written as a single stand; they were always integrated with the monumental Javanese genealogical story and believed by the Javanese people. As a means of cultural arrangement, stories in SBS are incorporated in the midst of Javanese legendary figures or rulers with different secondary stories. Conquest and cultural approach through genealogy pedigree are crucial in babad (chronicle stories). === Artikel ini membahas konstruksi historis naskah-naskah Baron Sakendher koleksi Museum Sonobudoyo Yogyakarta. Naskah SBS ditulis dalam bingkai utama yakni naskah Babad Tanah Jawi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan posisi naskah SBS dalam lingkaran kekuasaan Jawa di bawah bayang-bayang Kolonial yang semakin kuat mengakar. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian dilakukan dengan metode penelitian filologi historis, yaitu pemilihan naskah, kemudian penelusuran latar belakang sejarah naskah untuk membahas isi teks. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam naskah yang memuat cerita SBS. Empat naskah masuk dalam bingkai besar Babad Tanah Jawi satu naskah Babad Selahardi dan satu naskah masuk dalam bingkai Pakem Ringgit. Kelima naskah tidak ada yang ditulis berdiri tunggal tetapi, selalu menyatu dengan cerita genealogi Jawa yang monumental dan dipercaya kebenarannya oleh masyarakat Jawa. Sebagai sarana penataan kultural, cerita SBS dimasukan dalam lingkaran tokoh legenda penguasa Jawa dengan cerita penyerta yang berbeda-beda. Penaklukan dan pendekatan kultural melalui silsilah genealogi menjadi penting dalam cerita babad.
Praktik Kekuasaan antara Inggris dan Aceh dalam Naskah Cerita Asal Sultan Hidayat, Mega Adilla Septiyani; Limbong, Priscila Fitriasih
Manuskripta Vol 14 No 1 (2024): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v14i1.18

Abstract

The Aceh Sultanate is one of the prosperous kingdoms in Nusantara which was very strategically located. They had many contacts with other nations, including England. This research will use one of the manuscripts, namely Aceh, Cerita Asal Sultan, to find out the power relationship between Aceh and England. The manuscript, coded as ML.221 is one of the manuscripts that collected by National Library of Indonesia. From the description inside the catalog, this manuscript discusses about the relations between the Sultanate of Aceh and the English colonial government. Therefore, this research aims to reveal the power relations between both using a postcolonial approach and Foucault’s power theory. This research utilizes a descriptive qualitative method and philological study approach. The conclusion of this research is the manuscript indicates England’s strong influence over Aceh, emphasizing minor domination rather than repression or violence. === Kesultanan Aceh adalah salah satu kerajaan makmur di Nusantara yang berlokasi sangat strategis. Mereka banyak berhubungan dengan bangsa-bangsa lainnya, termasuk Inggris. Penelitian ini akan menggunakan salah satu naskah klasik, yakni Aceh, Cerita Asal Sultan, untuk mengetahui bagaimana hubungan kekuasaan antara Aceh dengan Inggris. Naskah dengan kode ML. 221 ini merupakan salah satu naskah koleksi Perpustakaan Nasional RI. Dari deskripsi yang terdapat di dalam katalog, naskah ini menceritakan hubungan antara Kesultanan Aceh dan Pemerintah Kolonial Inggris. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana hubungan kekuasaan di antara keduanya pada masa itu dengan menggunakan pendekatan poskolonial dan teori kekuasaan Foucault. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan metode kajian filologi. Hasil penelitian ini adalah naskah tersebut menunjukkan kekuasaan Inggris atas Aceh sangatlah kuat. Inggris menguasai Aceh melalui penguasaan minor, tidak melalui penindasan atau kekerasan.
Pajak Pendapatan dalam Naskah Peraturan Pajak Pendapatan Ternate Hapsari, Latifah Kurnia; Limbong, Priscila Fitriasih
Manuskripta Vol 11 No 1 (2021): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v11i1.119

Abstract

Tax is a compulsory contribution paid by each citizen to the government. Tax can be used to fulfill the country’s needs for the greatest prosperity of the people. Income tax is one of tax that levied by the government from worker’s income. Income tax has been applied since colonial era. In the colonial era, income tax can be found in Income Tax Regulation 113 H 8/14. This research will discuss about the prevailing income tax rules in Ternate and explain the effect of Income Tax Regulation 113 H 8/14 to the taxpayer. This research uses philology methods with tax theory approach. The result showed that there are regulations that regulate the taxpayer, calculation of the aanslag, the tax collection methods and fines. The regulation was applied by the royal government to all citizens who lived in Ternate in 19th century. According to the regulation, this research also found the intervention of the Dutch government on the management in Ternate’s income tax. It can be seen from the clauses of the regulation that shows an agreement between the Dutch and the royal government caused by economical interest. === Pajak merupakan salah satu iuran yang harus dibayarkan oleh setiap warga yang bermukim di suatu negara dan digunakan untuk kepentingan masyarakat. Salah satu pajak yang berperan adalah pajak pendapatan. Pajak pendapatan telah diterapkan sejak zaman kolonial. Hal ini dapat ditemukan dalam naskah Peraturan Pajak Pendapatan 113 H 8/14. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan aturan pajak pendapatan yang berlaku pada masyarakat Ternate dan menjelaskan penerapan pajak terhadap pembayar pajak yang telah ditentukan dalam naskah Peraturan Pajak Pendapatan 113 H 8/14. Metode penelitian yang digunakan adalah metode filologi dengan pendekatan teori perpajakan. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa di dalam naskah ini terdapat aturan mengenai pembayar pajak, orang yang dibebaskan dari pajak, perhitungan jumlah aanslag, cara pemungutan pajak serta perihal denda. Aturan ini diterapkan kepada seluruh masyarakat yang bermukim di Ternate pada abad XIX.Selain itu, pada peraturan ini ditemukan pula bahwa Belanda ikut campur tangan dalam pengelolaan pajak pendapatan di daerah Ternate. Hal tersebut terlihat dari pasal-pasal di dalam PPPT yang menunjukkan adanya kesepakatan keputusan antara pemerintah kerajaan dan pegawai pemerintah Belanda.