Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

COACHING CLINIK LATIHAN BERTAHAN FUTSAL MIX DEFENCE PADA CLUB FUTSAL FERNANDO BSM U-19 BANJARBARU Habibie, Muhammad; Kasanrawali, Andi; Fawaid, Muhammad
Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI) Vol. 1 No. 2 (2025): Vol. 1 No. 2 Edisi Juli 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/jpi.v1i2.1227

Abstract

Fernando BSM U-19 players continue to experience confusion in implementing defensive collaboration, which hinders their ability to execute defensive strategies effectively. This coaching clinic activity aims to facilitate coaches and players in understanding, implementing, and developing defensive system patterns, particularly mixed defense patterns in futsal. This community service was carried out through three meetings, beginning with a pre-test in the form of a questionnaire containing 15 questions regarding defensive pattern strategies. After the coaching clinic, a similar questionnaire was administered again as a post-test. The results of the activity showed an increase in understanding of up to 80% among players and coaches after participating in the training. This finding confirms that the coaching clinic method is able to deliver material systematically and easily understood, so it can be an effective alternative strategy in improving the understanding of defensive tactics in futsal.
Hubungan Tingkat Kebugaran Jasmani (TKSI) Dan Kinerja Akademik Pada Fase B SDN Handil Bakti Banjarmasin Muhammad Habibie; Andi Kasanrawali; Muhammad Irfan; Oddie Barnanda Rizky
SPORT GYMNASTICS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/gymnastics.v6i2.44496

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kebugaran jasmani siswa (TKSI) dengan kinerja akademik pada Fase B (kelas 3 dan 4) di SDN Handil Bakti Banjarmasin. Penelitian menggunakan metode korelasional dengan teknik purposive sampling, melibatkan 39 siswa sebagai sampel. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk mengukur tingkat hubungan antara kedua variabel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan positif antara tingkat kebugaran jasmani dengan kinerja akademik siswa. Hal ini mengindikasikan bahwa siswa dengan tingkat kebugaran jasmani yang tinggi cenderung memiliki kinerja akademik yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang kurang aktif secara fisik atau memiliki tingkat kebugaran yang rendah. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan program pembelajaran yang mengintegrasikan aktivitas fisik untuk meningkatkan prestasi akademik siswa. Abstract This study aims to determine the relationship between students' physical fitness levels (TKSI) and academic performance in Phase B (grades 3 and 4) at SDN Handil Bakti Banjarmasin. The study used a correlational method with purposive sampling, involving 39 students as a sample. Data were analyzed descriptively and quantitatively to measure the degree of relationship between the two variables. The results showed a significant and positive relationship between physical fitness levels and student academic performance. This indicates that students with high levels of physical fitness tend to have better academic performance compared to students who are less physically active or have low levels of fitness. These findings have important implications for the development of learning programs that integrate physical activity to improve student academic achievement.
Hubungan Antara Kebugaran Jasmani TKSI Terhadap Tingkat Konsentrasi Pada Siswa SD Negeri Telaga Biru 7 Andi Kasanrawali; Muhammad Habibie; Hegen Dadang Prayoga; Retno Farhana Nurulita; Endang Pratiwi
SPORT GYMNASTICS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/gymnastics.v6i2.45177

Abstract

Kebugaran jasmani yang baik diketahui memiliki dampak positif terhadap fungsi otak, termasuk daya pikir, memori, dan konsentrasi. Aktivitas fisik terbukti dapat meningkatkan aliran darah ke otak, memicu pelepasan hormon yang mendukung suasana hati dan fokus, serta membantu mengurangi stres dan kelelahan mental. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat Hubungan antara Kebugaran Jasmani TKSI terhadap Tingkat Konsentrasi pada siswa SD Negeri Telaga Biru 7. Pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Hasil uji parsial (uji t) menunjukkan bahwa kebugaran jasmani tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat konsentrasi siswa, dengan nilai signifikansi sebesar 0,251 (> 0,05). Artinya, peningkatan kebugaran jasmani tidak secara langsung diikuti oleh peningkatan konsentrasi belajar siswa. Hasil uji simultan (uji F) juga menunjukkan bahwa kebugaran jasmani tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat konsentrasi siswa, dengan nilai signifikansi sebesar 0,251 (> 0,05). Hal ini menandakan bahwa kebugaran jasmani bukanlah faktor dominan yang menentukan konsentrasi siswa dalam proses pembelajaran. Hasil uji koefisien determinasi (R²) menunjukkan nilai sebesar 0,040, yang berarti hanya 4% variasi perubahan konsentrasi siswa dapat dijelaskan oleh kebugaran jasmani, sedangkan 96% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini, seperti motivasi belajar, minat, metode pengajaran, maupun lingkungan belajar. Abstract Good physical fitness is known to have a positive impact on brain function, including thinking power, memory, and concentration. Physical activity has been shown to increase blood flow to the brain, trigger the release of hormones that support mood and focus, and help reduce stress and mental fatigue. The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between TKSI Physical Fitness and Concentration Levels in students of Telaga Biru 7 Elementary School. A quantitative approach with a correlational method. The results of the partial test (t-test) showed that physical fitness did not have a significant effect on students' concentration levels, with a significance value of 0.251 (> 0.05). This means that increasing physical fitness is not directly followed by an increase in students' learning concentration. The results of the simultaneous test (F-test) also showed that physical fitness did not have a significant effect on students' concentration levels, with a significance value of 0.251 (> 0.05). This indicates that physical fitness is not a dominant factor that determines students' concentration in the learning process. The results of the coefficient of determination (R²) test showed a value of 0.040, which means that only 4% of the variation in changes in student concentration can be explained by physical fitness, while the remaining 96% is influenced by other factors outside this study, such as learning motivation, interest, teaching methods, and the learning environment..
PEMBINAAN PERMAINAN TRADITIONAL PADA SISWA HANDIL BAKTI Andi Kasanrawali; Hengki; Bonita Amaliah; Endang Pratiwi
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.343

Abstract

Permainan tradisional adalah aktivitas rekreasi atau hiburan yang telah ada dan dimainkan oleh masyarakat sejak zaman dahulu. Permainan ini biasanya diwariskan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya dan merupakan bagian integral dari kehidupan budaya suatu komunitas. Berbeda dengan permainan modern yang mungkin melibatkan teknologi atau peralatan canggih, permainan tradisional seringkali menggunakan alat atau benda sederhana yang tersedia di sekitar masyarakat pada masa tersebut. Permainan lokal merujuk kepada berbagai jenis permainan yangtumbuh dan berkembang di suatu daerah atau komunitas tertentu. Permainan ini sering kali mencerminkan budaya, tradisi, dan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat setempat Pembinaan permainan tradisional pada siswa SDN Handil Bakti, bertujuannya untuk dapat mengatasi tantangan utama, yaitu kurangnya minat dan pengetahuan siswa terhadap permainan tradisional. Dengan Pemberian edukasi tentang nilai-nilai budaya permainan tradisional serta penyelengaraan demontrasi permainnan tradisional sehingga dapat menjadi jembatan untuk membangun rasa bangga terhadap budaya lokal,dan dapat memahami dan menghargai keunikan budaya tradisional Indonesia sehingga menumbuhkan minat anak-anak pada permainan tradisioanal dan mempertahankan kelestarian permainan tradisional Indonesia. keberhasilan pembinaan menunjukkan bahwa siswa merasakan manfaat yang signifikan dari kegiatan ini. Sebelum pelatihan, beberapa siswa merasa bahwa pembinaan ini hanya cukup bermanfaat, sementara sebagian besar merasa sangat bermanfaat. Setelah kegiatan selesai, hampir seluruh siswa merasa bahwa pembinaan ini sangat bermanfaat bagi mereka, baik dari segi keterampilan, pengetahuan, maupun pemahaman budaya. 70% siswa merasa kegiatan ini sangat bermanfaat, dengan 85% siswa merasakan manfaat yang signifikan setelah mengikuti pelatihan.
Modelling Identification of Factors Affecting the Development of Sports Entrepreneurship Opportunities in The Field of Sports Education and Research Ari Tri Fitrianto; Aulia Putri Yuliasti; Andi Kasanrawali; Dessalegn Wase Mola; Parveen Kumar
Journal of Sport Science and Education Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Sport and Health Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jossae.v10n1.p47-57

Abstract

Entrepreneurship development is a priority across all sectors, including the field of sports. This study sought to construct a model and determine the key factors that drive the expansion of entrepreneurial opportunities within sports education and research. Employing an exploratory-consequential approach with applied and developmental aims, the study was conducted in two phases. The qualitative phase involved semi-structured interviews with ten experts comprising academics, entrepreneurs, and sports administrators selected through convenience sampling. The quantitative phase included 52 randomly selected participants from the same population. Data collection instruments consisted of semi-structured interviews and a custom-designed questionnaire utilizing a 5-point Likert scale. Data analysis was performed using partial least squares structural equation modeling via SmartPLS 4. Exploratory factor analysis identified 52 items distributed across eight constructs. All constructs demonstrated strong validity and reliability, with factor loadings and AVE values exceeding 0.70. The final structural model exhibited a good overall fit and confirmed a significant positive impact of all eight factors (P < 0.001). The findings underscore the critical role of these dimensions in advancing sports entrepreneurship and suggest that reinforcing them could enhance the entrepreneurial framework within the domain of sports education and research.
Pelatihan Wasit Olahraga Teqball Untuk Memimpin Pertandingan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Teqball Kalimantan Selatan Tahun 2025 Arham Syahban; Muhammad Habibie; Ari Tri Fitrianto; Andi Kasanrawali; Moh. Ifkhal Sianto
LITERA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Juli
Publisher : PT. Mediatama Zayna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Teqball Seluruh Indonesia Kalimantan Selatan (Pengprov POTSI Kalsel) memiliki tugas besar dalam menyelenggarakan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Teqball Kalimantan Selatan Tahun 2025. Tantangan Pengprov POTSI Kalsel dalam menyelenggarakan Kejurprov Teqball adalah kurangnya wasit yang memiliki lisensi dan pengetahuan peraturan resmi olahraga teqball. Peran wasit olahraga teqball sangat penting dan menjadi faktor yang menentukan dalam menjalankan peraturan resmi olahraga teqball. Dalam memenuhi kebutuhan wasit dan mempersiapkan wasit untuk memimpimpin pertandingan di Kejurprov Teqball 2025 maka Pengprov POTSI Kalsel menyelenggarakan “Pelatihan Wasit Teqball Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025”. Kegiatan ini juga merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat. Hasil dari pelatihan wasit teqball ini bertambahnya jumlah wasit teqball berlisensi tingkat daerah, yang akan memimpin pertandingan di Kejurprov Teqball Kalimantan Selatan Tahun 2025
PELATIHAN SEPAKTAKRAW DENGAN MEDIA BOLA ROTAN KARET UNTUK SISWA SDN HANDIL BAKTI Andi Kasanrawali; Muhammad Habibie; Hegen Dadang Prayoga; Muh Mawardi
Ite Ngabdi Vol. 1 No. 2 (2025): ITE NGABDI
Publisher : ite ngabdi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/qz6j9x15

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh permasalahan dalam pembelajaran sepaktakraw di SDN Handil Bakti, yang mencakup penggunaan media pembelajaran yang kurang sesuai, keterbatasan sarana prasarana, serta metode pembelajaranyang belum inovatif. Bola takraw yang digunakan di sekolah terbuat dari plastik sintetis yang keras, sehingga menyebabkan ketidaknyamanan dan rasa takut cedera pada siswa, sertaberdampak pada rendahnya partisipasi dalam pembelajaran. Selain itu, keterbatasan ruang bermain dan metode pengajaran yang monoton turut memperburuk efektivitas proses belajar-mengajar.Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, ditawarkan inovasi media pembelajaranberupa bola takraw berbahan rotan karet yang lebih lunak dan ramah anak. Kegiatanpengabdian ini mencakup pengenalan bola rotan karet kepada guru dan siswa, pelatihanteknik dasar sepaktakraw dengan media tersebut, serta simulasi pembelajaran langsung di lingkungan sekolah. Inovasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan motivasi dankeselamatan siswa, tetapi juga mendukung pelestarian olahraga tradisional Indonesia dalam konteks pendidikan dasar. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif, dengan melibatkan langsung guru dan siswa kelas 5 dalam kegiatan pelatihan. Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan proses pembelajaran pendidikan jasmani yang lebih aman, menarik, dan bermakna, serta memperkuat nilai-nilai sportivitas, kerja sama, dan budaya lokal di kalangan peserta didik.