Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JPIG

PENINGKATAN PEMAHAMAN KENAMPAKAN ALAM DAN BUATAN MELALUI METODE KARYAWISATA Siti Halimatus Sakdiyah
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 1 No. 1 (2016): September
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.501 KB)

Abstract

Mengajar pada prinsipnya merupakan suatu perbuatan yang kompleks (a highly complexion process), karena dituntut kemampuan personal, profesional dan sosial kultural secara terpadu dalam proses pembelajaran, dituntut integrasi penguasaan materi dan metode, teori dan praktek dalam interaksi siswa serta harus mengandung unsur-unsur seni, ilmu, teknologi, nilai dan ketrampilan dalam proses pembelajaran. Depdiknas sebagai instansi yang memiliki tanggung jawab terhadap keberhasilan proses pembelajaran telah melakukan berbagai inovasi pembelajaran.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa SD kelas IV materi kenampakan alam dan buatan melalui metode karyawisata. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang terdiri dari siklus-siklus yang saling berhubungan dimana masing-masing siklus terdiri dari beberapa tahapan: 1) perencanaan tindakan, 2) pelaksanaan tindakan 3) observasi, dan 4) refleksi. Apabila siklus pertama belum mencapai tujuan yang ditargetkan maka dilanjutkan dengan siklus kedua yaitu perbaikan rencana, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Kebonsari 4 Malang pada kelas IV materi kenampakan alam dan buatan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya : hasil jawaban lembar tugas siswa, angket respon siswa dalam proses pembelajaran, observasi, wawancara, dan validasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode karyawisata pada materi kenampakan alam dan buatan dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas IV SDN Kebonsari 4 Malang.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA PLUS ‘BUSTANUL ULUM’ PUGER JEMBER TAHUN AJARAN 2016/2017 Novita Kartika; Siti Halimatus Sakdiyah; Roni Alim B
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 3 No. 1 (2018): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.549 KB) | DOI: 10.21067/jpig.v3i1.2933

Abstract

Keaktifan belajar siswa kelas X-D sangat rendah dan hasil ulangan harian dan ulangan tengah semester tahun pelajaran 2016/2017 pada semester genap masih belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar siswa kelas X-D SMA Plus ‘Bustanul Ulum’ Puger Jember melalui penerapan model pembelajaran Jigsaw. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Siklus 1 dengan pokok bahasan perairan darat, sedangkan pada siklus 2 dengan pokok bahasan perairan laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk keaktifan siswa menunjukkan ketercapaian pada siklus 1 sebesar 67,7 % yang berada pada kriteria aktif sedangkan pada siklus 2 mencapai 83,4% yang berada pada kriteria sangat aktif. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2 yaitu sebesar 15,7%. Hasil belajar pra tindakan rata-rata nilai siswa mencapai 53,3 dengan jumlah kentutasan klasikal 13,88%, siklus 1 nilai rata-rata siswa mencapai 62,3 dengan jumlah ketuntasan klasikal 33,3%, sedangkan pada siklus 2 mencapai 73,3 dengan jumlah ketuntasan klasikal 77,8%. Ini menunjukkan bahwa antara pratindakan dan siklus 1 mengalami peningkatan sebesar 19,5% dan antara siklus 1 dan siklus 2 mengalami peningkatan sebesar 44,5%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa implementasi pembelajaran model Jigsaw memenuhi kriteria sangat baik. Pembelajaran model Jigsaw meningkatkan keaktifan dan hasil belajar mata pelajaran geografi siswa kelas X-D SMA Plus ‘Bustanul Ulum’ Puger Jember.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIME TOKEN PADA MATERI INTERAKSI MANUSIA DAN LINGKUNGAN DALAM DINAMIKA LITOSFER KELAS X IPS SMA TAMAN MADYA MALANG Margareta Aprilia Wulandari; Siti Halimatus Sakdiyah
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 3 No. 2 (2018): September
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.527 KB) | DOI: 10.21067/jpig.v3i2.2949

Abstract

Time Token, merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, dan merupakan model yang paling baik untuk permulaan bagi para guru yang baru menggunakan pendekatan kooperatif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan keaktifan belajar siswa kelas X SMA Taman Madya Malang melalui penerapan model pembelajaran Kooperatif Time Token. Berdasarkan hasil observasi dan tes uraian yang diberikan guru ketika proses pembelajaran berlangsung di kelas X IPS SMA Taman Madya Malang, serta informasi yang diperoleh dari guru matapelajaran Geografi dapat diketahui bahwa hasil belajar 40% dan keaktifan 24%. Keaktifan yang rendah disebabkan oleh: 1) Siswa tidak memberikan pertanyaan ataupun pendapat pada saat guru memberikan kesempatan untuk bertanya; 2) siswa kurang percaya diri pada saat mempresentasikan Hasil diskusi didepan kelas; 3) Siswa jarang berargumen pada saat diskusi kelompok; 4) Rasa keingintauan siswa rendah, hal ini juga mempengaruhi hasil belajar yang rendah. Hasil observasi dilakukan melalui observasi di kelas X IPS SMA Taman Madya Malang, dengan jumlah 20 siswa. Berdasarkan observasi Hasil Belajar siswa dari 20 siswa hanya 8 siswa yang mecapai KKM dan 12 siswa yang lain tidak mencapai KKM. KKM yang ditetapkan di SMA Taman Madya Malang adalah 75. Sedangkan pada observasi Keaktifan Belajar, dari 20 siswa 11 siswa saja yang aktif dan 9 siswa lainnya tidak aktif. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Taggard. Penelitian dilakukan di SMA Taman Madya Malang siswa kelas X IPS, yang terdiri dari 20 siswa yaitu 18 laki-laki dan 2 perempuan. Nilai hasil belajar siswa kelas X IPS pada siklus I menunjukan dari 20 siswa yang tuntas 13 orang dengan presentase 65%, dan nilai keaktifan belajar dengan presentase 73%. Sedangkan nilai hasil belajar siklus II menunjukan siswa yang tuntas 17 orang dengan presentase 85%, dan nilai keaktifan belajar siswa dengan presentase 96%. Hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif Time Token dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa kelas X IPS SMA Taman Madya Malang.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS 2 DI SMA AL-RIFA’IE GONDANGLEGI MALANG Dewi Rafika; Siti Halimatus Sakdiyah; Achmad Maulana Malik Jamil
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 2 No. 1 (2017): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.505 KB)

Abstract

Tujuan penelitian untuk meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar siswa melalui penerapan pembelajaran model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Siklus I dengan pokok bahasan Kearifan dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam, sedangkan pada siklus II dengan pokok bahasan AMDAL dan Ekolabel. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 2 SMA Al-Rifa’ie Gondanglegi yang berjumlah 28 siswa perempuan. Metode pengumpulan data berupa metode tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kemampuan berpikir kritis pada siklus I adalah 52 dengan kategori cukup kritis, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis meningkat menjadi 75 dengan kategori kritis. Hasil belajar siswa siklus I adalah 52 dengan kategori cukup baik sedangkan hasil belajar siswa pada siklus II meningkat menjadi 75 dengan kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan pembelajaran model PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi kelas XI IPS 2 di SMA Al-Rifa’ie Gondanglegi Malang.
Makna Pembangunan Agrowisata Kebun Belimbing Bagi Masyarakat Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro Siti Rena Mei Nurliana; Dwi Fauzia Putra; Siti Halimatus Sakdiyah
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 5 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.364 KB) | DOI: 10.21067/jpig.v5i1.4199

Abstract

Pembangunan agrowisata dilatar belakangi oleh lahan yang tidak produktif dan atas inisiatif masyarakat, lahan tersebut ditanami belimbing yang kemudian berhasil sampai menjadi agrowisata dan diresmikan pemerintah kabupaten. Agrowisata menjadikan masyarakat terutama petani yang terlibat mengalami perubahan dari kondisi sebelum dengan setelah adanya agrowisata, oleh karena itu masyarakat petani memiliki makna adanya agrowisata yang didasari oleh motif sebab dan motif tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Konteks sosial subjek yang melatar belakangi agrowisata kebun belimbing; (2) Tindakan yang diterapkan subjek dalam Pembangunan Agrowisata Kebun Belimbing; (3) Makna Pembangunan Agrowisata bagi Subjek. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian Fenomenologi. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dengan pengelola dan masyarakat petani yang ikut serta mengelola agrowisata dimana pemilihan subjek dilakukan dengan teknik purposive sampling yaitu orang yang paling dianggap tahu tentang apa yang peneliti harapkan. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi, menyajikan dan memverifikasi data. Hasil penelitian ditemukan bahwa: (1) Konteks sosial subjek dilihat dari karakteristiknya yang terdiri dari usia, tingkat pendidikan, beban tanggungan, luas dan status lahan, serta penghasilan yang didapatkan; (2) Tindakan yang diterapkan subjek berupa penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan pasca panen; (3) Makna pembangunan agrowisata bagi subjek yaitu sebagai substitusi ekonomi, untuk memperoleh status sosial organisasi, dan untuk kehidupan anak yang lebih baik. Peneliti selanjutnya disarankan untuk mengkaji strategi dalam mengembangkan agrowisata berbasis pada lingkungan dan partisipasi masyarakat sehingga kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan semakin tinggi. Kata kunci: agrowisata, kebun belimbing, fenomenologi, makna, budidaya
Pengaruh Media Pembelajaran Audio Visual Terhadap Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas X Ferdrika Bobii; Yuli Ifana Sari; Siti Halimatus Sakdiyah
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 10 No. 2 (2025): September
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v10i2.11481

Abstract

This study aims to determine the effect of audio-visual learning media on the geography learning outcomes of tenth-grade students at SMA Negeri 6 Malang. The research employed a quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design, involving one experimental class (X-3) and one control class (X-4), each consisting of 35 students. The research instrument was an essay test comprising five questions that had been tested for validity, reliability, difficulty level, and discriminating power. Data were collected through essay tests, observation, and documentation, and analyzed using the t-test. The results showed a significant difference in learning outcomes between students taught using audio-visual media and those taught through conventional methods. The post-test average score of the experimental class was higher than that of the control class, with a greater gain score improvement. These findings demonstrate that audio-visual media can effectively enhance students’ motivation, engagement, and understanding of geography material, particularly in the topic of maps. The study suggests that teachers should optimally integrate audio-visual media into geography instruction to create engaging, interactive, and effective learning experiences that improve student achievement.