Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search
Journal : Jurnal EMPATI

EKSPLORASI PENGALAMAN NONSUICIDAL SELF-INJURY (NSSI) PADA WANITA DEWASA AWAL : SEBUAH INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS Shaskia Rezky Elvira; Hastaning Sakti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2021.32933

Abstract

Nonsuicidal self-injury (NSSI) dilakukan secara sengaja untuk menyalurkan tekanan emosional yang terpendam. Pada umumnya pelaku NSSI cenderung melakukan aksinya secara tersembunyi. Kondisi tersebut membuat fenomena ini sulit dideteksi. Padahal NSSI tidak dapat dianggap remeh sehingga perlu untuk mendapat perhatian lebih. Penelitian ini bertujuan memahami pengalaman wanita dewasa awal yang melakukan NSSI. Teknik pemilihan subjek menggunakan teknik purposive dengan kriteria partisipan telah melakukan NSSI setidaknya 5 kali dalam waktu 12 bulan terakhir. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik snowball. Proses pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dengan in depth interview dan observasi. Selanjutnya hasil wawancara akan dianalisis menggunakan metode  interpretative phenomenological analysis. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh sepuluh tema superordinat, meliputi (1) konflik dengan pasangan, (2) ketidak harmonisan keluarga, (3) penilaian negatif terhadap diri , (4) manifestasi perilaku menyakiti diri, (5) sensasi emosional pada luka, (6) perasaan lepas sesaat setelah self-injury, (7) dampak negatif pada kehidupan, (8) kemunculan hasrat mengakhiri hidup, (9) kesadaran untuk mencari pertolongan profesional, (10) motivasi menjadi lebih baik. Terdapat pula satu tema khusus, yakni dukungan positif komunitas. Melalui penelitian ini telah diungkap bagaimana pemaknaan seseorang yang melakukan NSSI serta usaha masing-masing partisipan dalam mencari bantuan terkait dengan kondisi kesehatan mentalnya.  
PENGALAMAN LAKI-LAKI YANG MENJADI KORBAN KEKERASAN DALAM PACARAN (KDP): SEBUAH INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS Andrea Maria; Hastaning Sakti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2021.35290

Abstract

  Laki-laki dan perempuan dapat menjadi korban kekerasan dalam pacaran, walaupun angka kekerasan terhadap laki-laki lebih rendah dari perempuan. Meskipun demikian, fakta bahwa laki-laki dapat menjadi korban KDP tidak bisa diabaikan. Penelitian ini dilakukan untuk memahami bagaimana pengalaman laki-laki yang menjadi korban kekerasan dalam pacaran (KDP). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan metode fenomenologis dan teknik analisis data dengan interpretative phenomenological analysis (IPA). Metode pengumpulan data menggunakan wawancara kepada tiga partisipan laki-laki yang pernah menjadi korban kekerasan dalam pacaran, menjalin hubungan minimal satu tahun dan berusia diantara 18-25 tahun. Hasil analisis data menemukan sebelas tema superordinat, yakni (1) upaya membangun relasi romantis, (2) sikap agresi pasangan, (3) sikap cemburu pasangan, (4) usaha mempertahankan hubungan, (5) luka fisik akibat agresi, (6) gejolak emosi dan kehilangan motivasi, (7) trauma terhadap benda dan perempuan, (8) menenangkan diri dengan obat-obatan terlarang, (9) pengaruh negatif terhadap relasi sosial, (10) perubahan positif setelah memaafkan, dan (11) pengaruh terhadap hubungan baru. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam ilmu psikologi guna memahami seorang laki-laki yang menjadi korban kekerasan dalam pacaran.
PENGALAMAN REMAJA PEREMPUAN MENJALANI KEHIDUPAN DENGAN PERCERAIAN ORANG TUA Dicky Awaludin; Hastaning Sakti; Dinie Ratri D
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2015.12970

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan gambaran pengalaman remaja perempuan yang memiliki orang tua bercerai, dampak apa saja yang dihadapi, dan bagaimana proses remaja perempuan tersebut dapat menyesuaikan diri terhadap perceraian orang tua. Penelitian ini menggunakan metoda kualitatif fenomenologis, dengan wawancara mendalam pada tiga orang remaja perempuan yang mengalami perceraian orang tua sebagai partisipan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode deskripsi fenomena individual. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa perceraian memberikan dampak-dampak negatif pada para partisipan, seperti perasaan minder, kehilangan figur keluarga, kenakalan remaja, dan juga merokok. Dampak ini dapat di berburuk dengan pernikahan kembali orang tua. Keberadaan figur ibu yang kompeten, berkurang nya konflik antar kedua orang tua, lingkungan sekolah dan teman-teman yang mendukung merupakan faktor yang membantu para partisipan untuk menyesuaikan diri dalam menghadapi perceraian orang tua, bangkit dari keterpurukan dan menjadi resilien.
DAPATKAH AKU BERHENTI BERJUDI? Paula Widyaratna Wandita; Hastaning Sakti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.867 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7489

Abstract

Perjudian bola memiliki banyak resiko dan menimbulkan banyak permasalahan. Keterbatasan serta tugas-tugas perkembangan pada masa dewasa awal juga menambah permasalahan dalam hidup. Permasalahan-permasalahan tersebut dapat membuat para dewasa awal yang melakukan perjudian bola menjadi tertekan. Berhenti berjudi bola dapat menjadi cara dalam menyelesaikan permasalahan yang dialami, namun berhenti berjudi tidaklah mudah bagi para penjudi. Banyak diantara mereka yang kemudian kembali lagi berjudi. Kembali berjudi tersebut dapat digambarkan dalam gambaran psikologis, neurologis, serta social ekomomi.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Subjek berjumlah tiga orang dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berjudi menimbulkan banyak permasalahan dan tekanan pada penjudi bola yang memasuki masa dewasa awal. Permasalahan dan tekanan tersebut sempat membuat mereka berhenti melakukan aktivitas perjudian namun hal tersebut tidaklah bertahan lama sampai pada kembalinya mereka dalam perjudian.
HARDINESS IBU YANG MEMILIKI ANAK DENGAN THALASSEMIA Meylia Hamsyah; Hastaning Sakti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.768 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14322

Abstract

Thalassemia adalah penyakit kronis yang berdampak pada berbagai organ karena penyakitnya sendiri maupun pengobatan yang diberikan. Ibu merupakan perawat utama bagi anak dengan thalassemia. Perasaan sedih, shock, terpukul, hidup tidak tenang dan merasakan beban berat dirasakan oleh ibu ketika mendengar diagnosa thalassemia pada anak. Tujuan penelitian ini adalah menemukan gambaran hardiness pada pengalaman ibu yang  merawat anak thalassemia. Penelitian ini menggunakan metoda kualitatif fenomenologis, dengan wawancara mendalam pada tiga orang ibu yang memiliki dan merawat sendiri anak thalassemia. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode deskripsi fenomena individual. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa partisipan menjadikan anak sebagai sumber motivasi dalam menjalani hidup. Perasaan negatif yang muncul sesekali membuat ibu kembali dalam kondisi engulfed dan mendekat pada Tuhan merupakan strategi coping yang digunakan untuk meminimalkan munculnya perasaan negatif. Berpikir positif dan sikap pasrah juga dapat memberikan peranan pada ibu dalam menjalani rutinitas kehidupan bersama anak thalassemia, menjadi lebih terlibat pada apa saja yang dilakukannya, serta yakin dapat membuat suatu perubahan ke arah lebih baik.
STUDI FENOMENOLOGIS TENTANG OUT OF BODY EXPERIENCE Adhi Dhalu; Hastaning Sakti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.945 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.13030

Abstract

Out of body experience (OBE) adalah sebuah pengalaman seseorang yang dapat merasakan dirinya keluar dari tubuh fisiknya dan dapat melihat tubuhnya, serta melihat keadaan sekeliling tubuh individu, bahkan sampai mendapati dirinya berada di tempat yang berbeda dari tubuh fisiknya dan mengalami peristiwa di tempat tersebut. Pengalaman tersebut bersifat subjektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami out of body experience dari perspektif subjek. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis karena terkait dengan subjektivitas pemaknaan OBE yang dialami. Subjek penelitian berjumlah tiga orang yang mengalami OBE minimal dua kali dan dipilih secara purposive sampling. Analisis yang digunakan mengacu pada analisis model interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun masing-masing subjek mengalami OBE, tetapi pemaknaan terhadap OBE berbeda-beda. Perbedaan pemaknaan tersebut dipengaruhi oleh perbedaan latar belakang terjadinya OBE. Makna yang muncul dari subjek yang bisa OBE karena anugerah dari Tuhan adalah misi dari Tuhan yang harus disampaikan kepada orang lain. Selanjutnya subjek yang bisa OBE karena ingin menangan (selalu ingin menang) melalui induksi meditasi kejawen memaknai OBE sebagai rasa syukur yang mendalam kepada Tuhan. Sedangkan subjek yang OBE karena koma memaknainya sebagai terlahir menjadi pribadi yang baru dan lebih baik. Terlihat bahwa ketiga subjek memaknai OBE secara berbeda-beda, tetapi tetap mengarah pada manunggaling kawula Gusti (bersatunya diri dan Tuhan). Secara fisik efek OBE yang dirasakan subjek adalah lelah dan lemas. 
HUBUNGAN ANTARA PEER ATTACHMENT DENGAN PENERIMAAN DIRI PADA SISWA-SISWI AKSELERASI Siti Noviana; Hastaning Sakti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.826 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14901

Abstract

Peer attachment pada siswa akselerasi memberikan kesempatan kepada remaja untuk belajar melakukan perilaku sosial dan akan berpengaruh terhadap terbentuknya penerimaan diri siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara peer attachment dengan penerimaan diri pada siswa-siswi akselerasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling yaitu sampling jenuh. Jumlah populasi dan sampel pada penelitian ini sebesar 40. Variabel terikat adalah penerimaan diri dan variable bebas adalah peer attachment. Alat pengumpulan data berupa skala psikologis dengan model skala Likert, yaitu skala penerimaan diri dan skala peer attachment. Skala penerimaan diri dengan 28 aitem valid (α = 0,928) dan skala peer attachment dengan 15 aitem valid (α = 0,870). Analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi rxy = 0,363 dengan p = 0,011 (p<0,05) yang berarti ada hubungan positif antara peer attachment dengan penerimaan diri, semakin tinggi peer attachment maka semakin tinggi penerimaan diri siswa akselerasi, demikian pula sebaliknya semakin rendah peer attachment maka semakin rendah penerimaan diri siswa akselerasi. Sumbangan efektif peer attachment terhadap penerimaan diri siswa akselerasi sebesar 13,2% dan sisanya sebesar 86,8% dijelaskan oleh faktor-faktor lain
EFIKASI DIRI MANTAN PEROKOK Sangga Jati WIkanto; Hastaning Sakti; Nailul Fauziah
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.72 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7527

Abstract

Kecenderungan merokok sebagai perilaku makin memprihatinkan pegiat kesehatan termasuk pemerintah dan badan dunia WHO mengingat dampak negatifnya bagi masyarakat. Penelitian ini dimaksudkan mengetahui alasan mantan perokok: saat dirinya merokok, saat berhenti dari kebiasaan merokok, dan bagaimanakah efikasi diri mantan perokok setelah berhenti merokok.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik purposive, dengan menerapkan kombinasi wawancara informal, dan wawancara dengan pedoman umum, dilengkapi dokumen audio, serta catatan lapangan. Subjek penelitian terdiri dari tiga mantan perokok, yaitu dua orang pria dewasa, masing-masing berumur 21 tahun, dan satu orang pria dewasa berumur 52 tahun, ketiganya tinggal di Semarang.Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa alasan ketiga subjek saat masih merokok mengaku karena berada di lingkungan perokok ketika remaja, sedangkan alasan berhenti merokok karena dampak negatif rokok, yaitu: pemborosan, terkena sakit parah, dilarang dan dijauhi orang terdekat. Efikasi diri ketiga subjek setelah berhenti merokok, tetap menjadi mantan perokok karena mereka merasakan manfaat berhenti merokok.
HARDINESS RELATIONSHIP BETWEEN STRESS WITH SORT OF STUDENTS IN THESIS Awida Tri Sekariansah; Hastaning Sakti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.122 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.7393

Abstract

Thesis is defined as a scientific essay that must be written by students as part of the final terms of academic education (in KBBI, 2011, h.1325). Based on the observations made by Gunawati, et. all (2006) found that the daily behavior of students who are preparing theses indicate the presence of symptoms of stress. Stress is a condition of the physical and psychological stress due to the demands of the self and the environment. This study aimed to test empirically the relationship between Stress Hardiness In Preparing Students in the Faculty of Engineering Thesis Department of Mechanical Engineering, University of Diponegoro in Semarang.Total population in the study of 60 people, due to the limited number of population, the study will use the study population. The sampling technique used accidental sampling. Retrieval of data using the Student Stress Scale with 24 items Thesis Preparation (α = 0.867), and the Hardiness Scale with 24 items (α = 0.837). Data analysis using simple regression analysis.The results showed a correlation coefficient rxy = - 0.553 with p = 0.000 (p <0.01), which means showed no significant negative relationship between hardiness to stress on students in the thesis. That is, the higher the lower the stress Hardiness students in the thesis, and vice versa. The hardiness contribute to stress by 30.6% of students in the thesis, and the remaining 69.4% are other factors suspected to influence the stress mahasciswa thesis.
HUBUNGAN ANTARA KETAKUTAN AKAN KEGAGALAN DENGAN INTENSI BERWIRAUSAHA PADA MAHASISWA UKM RESEARCH AND BUSINESS (R’nB) UNIVERSITAS DIPONEGORO Hilaman Fadhlillah; Hastaning Sakti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.45 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14913

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara ketakutan akan kegagalan dengan intensi berwirausaha pada mahasiswa UKM R’nB Undip. Ketakutan akan kegagalan adalah sebuah bentuk dorongan untuk menghindari kegagalan terutama konsekuensi negatif kegagalan berupa rasa malu, menurunnya konsep diri individu dan hilangnya pengaruh sosial. Intensi berwirausaha adalah keinginan atau niat dalam diri seseorang untuk melakukan suatu tindakan wirausaha, dan menciptakan peluang usaha baru. Subjek penelitian adalah mahasiswa yg tergabung dalam UKM R’nB Undip sejumlah 60 orang dengan metode teknik sampling jenuh. Metode pengumpulan data dengan skala ketakutan akan kegagalan yang terdiri dari 21 aitem (α = 0,89) dan skala intensi berwirausaha yang terdiri dari 41 aitem (α = 0,94). Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ialah analisis regresi sederhana (rxy). Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi rxy = -0,444 dengan p = 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti diterima, yaitu terdapat hubungan negatif dan signifikan antara ketakutan akan kegagalan dengan intensi berwirausaha. Semakin tinggi ketakutan akan kegagalan, maka semakin rendah intensi berwirausaha, demikian pula sebaliknya semakin rendah ketakutan akan kegagalan, maka semakin tinggi intensi berwirausaha.