Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

HUBUNGAN PELAKSANAAN ORIENTASI KERJA DENGAN KEMAMPUAN ADAPTASI KARYAWAN BARU Lilik Sriwiyati; Yovita Prabawati Tirta Dharma; Anastasia Lina Dwi Nursanti; Muljadi Hartono; Budi Santoso
KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2023): KOSALA: Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Kosala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/kjik.v11i1.271

Abstract

Menjadi anggota baru dalam suatu organisasi/perusahaan bagi beberapa orang bukan merupakan hal yang mudah. Tidak jarang karyawan baru menghadapi masalah berupa rasa cemas, sehingga diperlukan adanya beragam penyesuaian melalui proses sosialisasi. Sosialisasi karyawan baru dapat diberikan melalui proses orientasi. Orientasi karyawan merupakan proses yang dirancang oleh perusahaan untuk memperkenalkan karyawan yang baru diterima pada tempatnya bekerja, termasuk memperkenalkan peran karyawan, kehidupan sosial di kantor, dan lingkungan tempat kerja. Salah satu manfaat orientasi kerja adalah meningkatkan kemampuan karyawan untuk melakukan proses adaptasi. Adaptasi yang baik dapat mengurangi tekanan dalam bekerja sehingga mencegah timbulnya stres kerja. Terdapat beberapa penelitian terdahulu terkait variabel orientasi kerja dan adaptasi kerja namun dihubungkan dengan variabel yang lain. Penulis belum menemukan penelitian tentang pengaruh orientasi kerja terhadap adaptasi kerja, sedangkan secara teori menyatakan bahwa orientasi kerja dapat berpengaruh terhadap adaptasi kerja. Maka perlu dilakukan pembuktian teori tersebut melalui penelitian ini yaitu tentang hubungan pelaksanaan orientasi kerja dengan kemampuan adaptasi karyawan baru. Maka dari itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui hubungan pelaksanaan orientasi kerja dengan kemampuan adaptasi karyawan baru. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh karyawan baru baik di pelayanan kesehatan ataupun pelayanan umum di RUMAH SAKIT Dr. OEN SOLO BARU pada periode Desember 2022 sampai Januari 2023. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisa bivariat menggunakan pearson corelation untuk mengetahui hubungan pelaksanaan orientasi kerja dengan adaptasi karyawan baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi kerja bagi karyawan baru pada aspek pendekatan partisipatif, sambutan hangat, maupun perhatian terhadap pegawai masuk pada kualitas baik dan seluruh karyawan baru di RUMAH SAKIT Dr. OEN SOLO BARU dapat beradaptasi dengan baik. Orientasi kerja dan kemampuan adaptasi memiliki hubungan yang signifikan dengan=0,034 dan bersifat positif yang berarti semakin baik orientasi kerja maka kemampuan adaptasi karyawan semakin baik pula. Kesimpulan penelitian ini adalah orientasi kerja berhubungan dengan kemampuan adaptasi karyawan baru   Kata kunci:  adaptasi, karyawan, orientasi, kerja   Becoming a new member in an organization/company for some people is not an easy thing. It is not uncommon for new employees to face problems in the form of anxiety, so various adjustments are needed through the socialization process. Socialization of new employees can be provided through the orientation process. Employee orientation is a process designed by the company to introduce newly accepted employees to their place of work, including introducing employee roles, social life in the office, and the workplace environment. One of the benefits of work orientation is to increase the ability of employees to carry out the adaptation process. Good adaptation can reduce pressure at work so as to prevent work stress. There are several previous studies related to work orientation and work adaptation variables, but they are related to other variables. The author has not found research on the effect of work orientation on work adaptation, while in theory it states that work orientation can affect work adaptation. So it is necessary to prove the theory through this research, namely about the relationship between the implementation of work orientation and the adaptability of new employees. Therefore it is necessary to conduct research to determine the relationship between the implementation of work orientation and the adaptability of new employees. This research is a correlational research. The sample in this study were all new employees both in health services and general services at Dr. OEN SOLO BARU Hospital in the period December 2022 to January 2023. Data analysis in this study used bivariate analysis using Pearson correlation to determine the relationship between the implementation of work orientation and the adaptation of new employees. The results of the study show that work orientation for new employees in the aspects of a participatory approach, warm welcome, and attention to employees is of good quality and all new employees at Dr. OEN SOLO BARU Hospital can adapt well. Work orientation and adaptability have a significant relationship with = 0.034 and are positive, which means the better the work orientation, the better the adaptability of employees. The conclusion of this study is that work orientation is related to the adaptability of new employees   Keywords: new employee adaptation, work orientation
EDUKASI UPAYA MEMPERTAHANKAN KUALITAS HIDUP PADA MASA PANDEMI COVID 19 lilik sriwiyati; Endang Dwi Ningsih; Warsini
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2022): Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v1i1.232

Abstract

The number of Covid-19 cases and/or the number of death have increased, it has an impact on the political, economic, social, cultural, defense and security aspects, and also the welfare of the people in Indonesia. Pandemic conditions will cause the people feel worry and depressed. Various impacts experienced by the community will cause problems both from an economic and psychological perspective that can affect the quality of life. Quality of life is a person's quality of life based on a person's subjective assessment of himself. During the Covid-19 pandemic, people's quality of life must be maintained. People must be able to carry out various kinds of activities to achieve an optimal quality of life. Efforts is needed to achieve an optimal quality of life, one of which is through education about efforts to maintain the quality of life during the Covid 19 pandemic. This activity aims to increase community knowledge in Lawu Nguter Sukoharjo about efforts to maintain quality of life during Covid-19 pandemic. Keywords: Covid-19, education, quality of life
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI KESEHATAN PADA SISWA SMA NEGERI 1 TAWANGSARI Lilik Sriwiyati; Hendra Dwi Kurniawan; Risa Setia Ismandani
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2023): Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v2i1.251

Abstract

ABSTRAK. Keberhasilan manajemen kesehatan sangat ditentukan antara lain oleh tersedianya data dan informasi kesehatan. Dalam pencapaian pelayanan kesehatan yang optimal diperlukan sistem informasi kesehatan yang memadai. Dengan adanya perkembangan teknologi dan informasi, akan berdampak terhadap sistem informasi kesehatan yang ada di Indonesia. Banyak masyarakat yang belum mengenal bahkan memanfaatkan adanya sistem informasi kesehatan yang ada di Indonesia. Siswa SMA Negeri 1 Tawangsari sebagian besar belum mengetahui tentang sistem informasi kesehatan sampai dengan cara pemanfaatannya. Untuk itu perlu adanya sosialisasi tentang sistem informasi kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMA Negeri 1 Tawangsari tentang pemanfaatan sistem informasi kesehatan melalui pemberian penyuluhan kesehatan. Kata kunci: penyuluhan kesehatan, sistem informasi kesehatan
KEPUASAN TENAGA MEDIS DAN TENAGA KESEHATAN DALAM IMPLEMENTASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME) DI RUMAH SAKIT Dr. OEN KANDANG SAPI SOLO Risa Setia Ismandani; Anastasia Lina Dwi Nursanti; Lilik Sriwiyati; Hendra Dwi Kurniawan; Muljadi Hartono
KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2023): KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Kosala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/kjik.v11i2.305

Abstract

Penyelenggaraan pelayanan di rumah sakit yang professional dan bertanggung jawab dibutuhkan dalam mendukung upaya kesehatan dalam rangkaian pembangunan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu. Tujuan pembangunan kesehatan dapat tercapai salah satunya dari mutu pelayanan kesehatan yang diberikan. Transformasi teknologi kesehatan merupakan wujud nyata yang relevan dengan situasi kesehatan dan era 4.0 saat ini. Salah satu bentuk transformasi digital yang bisa diterapkan di rumah sakit yaitu dengan penerapan rekam medis elektronik untuk mengelola dokumen rekam medis pasien. Diharapan dapat mempermudah dan mempercepat proses pelayanan. Namun salah satu tantangan yang dihadapi dalam penerapan rekam medis elektronik berkaitan dengan sumber daya manusia.  Beragamnya persepsi pengguna dalam implementasi rekam medis elektronik akan memperlama proses pelayanan dan menambah beban kerja yang mana hal ini mengurangi kepuasan kerja pengguna (tenaga medis dan tenaga kesehatan). Sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepuasan tenaga medis dan tenaga kesehatan dalam implementasi rekam medis elektronik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sampel  yang digunakan adalah tenaga medis dan tenaga kesehatan di RUMAH SAKIT Dr. OEN KANDANG SAPI SOLO sejumlah 100 responden. Berdasarkan analisa univariat diperoleh hasil kepuasan tenaga medis dan tenaga kesehatan dalam implementasi rekam medis elektronik dilihat dari tujuh dimensi yaitu: dimensi content (89% responden puas dan 11% tidak puas), dimensi accuracy (86% responden puas dan 14% tidak puas), dimensi format (82% responden puas dan 18% tidak puas), dimensi easy to use (85% responden puas dan 15% tidak puas), dimensi timeliness (87% responden puas dan 13% tidak puas), dimensi security (95% responden puas dan 5% tidak puas), dan dimensi speed of response (84% responden puas dan 16% tidak puas).   Kata Kunci : kepuasan, rekam medis elektronik   Professional and responsible service delivery in hospitals is needed to support health efforts in a comprehensive and integrated health development series. One of the goals of health development can be achieved from the quality of health services provided. Health technology transformation is a concrete manifestation that is relevant to the current health situation and the 4.0 era. One form of digital transformation that can be applied in hospitals is the application of electronic medical records to manage patient medical record documents. Hopefully it can simplify and speed up the service process. However, one of the challenges faced in implementing electronic medical records is related to human resources. The various perceptions of users in the implementation of electronic medical records will prolong the service process and increase the workload which reduces the job satisfaction of users (medical personnel and health workers). So it is necessary to do research on this matter. This study is to describe the satisfaction of medical personnel and health workers in the implementation of electronic medical records. Sample in this study is 100 respondents that are medical and health professional at Dr. OEN KANDANG SAPI SOLO HOSPITAL. The conclussion of this study are medical and health professional in the implementation of electronic medical record satisfaction were seen from seven dimensions, that are: content dimensions (89% of respondents were satisfied and 11% dissatisfied), dimensional accuracy (86% of respondents were satisfied and 14% were dissatisfied), format dimensions ( 82% of respondents are satisfied and 18% are dissatisfied), the dimension is easy to use (85% of respondents are satisfied and 15% are not satisfied), the dimension of timeliness (87% of respondents are satisfied and 13% are not satisfied), the dimension of security (95% of respondents are satisfied and 5 % dissatisfied), and response speed dimensions (84% of respondents were satisfied and 16% were dissatisfied.   Keywords : electronic medical record, satisfaction
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PENERAPAN E-HEALTH DALAM SISTEM PENDAFTARAN ONLINE Lilik Sriwiyati; Muljadi Hartono; Budi Santoso
KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2024): KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Kosala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/kjik.v12i1.325

Abstract

Latar Belakang: isu kesehatan menjadi prioritas utama dari setiap negara berkembang dikarenakan masih terbatasnya tenaga kesehatan serta sarana dan prasarana yang dimiliki oleh fasilitas kesehatan. Penggunaan solusi e-health dan telemedicine dapat mengatasi keterbatasan sumberdaya kesehatan di Indonesia. Pengetahuan masyarakat tentang e-health sangat penting dalam mengoptimalkan pemberian layanan kesehatan kepada masyarakat melalui e-health. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan masyarakat dalam memanfaatkan e-health adalah penerapan sistem pendaftaran online. Namun demikian masih ada masyarakat yang belum menerapkan sistem pendaftaran online karena kurang memahami dan kurang berminat menggunakan sistem tersebut. Maka dari itu perlu dilakukan penelitian tentang hubungan tingkat pengetahuan dan sikap dengan penerapan e-health dalam sistem pendaftaran online. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap dengan penerapan sistem pendaftaran online. Metode penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan sampel masyarakat Desa Kateguhan RT 02 RW 07 Kabupaten Sukoharjo yang berusia 25-50 tahun, sejumlah 50. Analisis data menggunakan analisa bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap terhadap sistem pendaftaran online (p=0,003), ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan penerapan sistem pedaftaran online (p=0,025), dan ada hubungan antara sikap dengan penerapan sistem pendaftaran online (p=0,009). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan penerapan sistem pendaftaran online.   Kata kunci: e-health, sistem pendaftaran online, tingkat pengetahuan, sikap   Background: health issues are the top priority of every developing country due to the limited health workers and facilities and infrastructure owned by health facilities. The use of e-health and telemedicine solutions can overcome limited health resources in Indonesia. Public knowledge about e-health is very important in optimizing the delivery of health services to the community through e-health. One of the actions that the community can take in utilizing e-health is the implementation of an online registration system. However, it is known that there are still people who have not implemented an online registration system because they do not understand and are less interested in using the system. Therefore, it is necessary to conduct research on the relationship between the level of knowledge and attitudes with the application of e-health in the online registration system. This study aims to determine the relationship between the level of knowledge and attitude with the implementation of the online registration system. This study is a correlational study with a sample of Kateguhan Village community RT 02 RW 07 Sukoharjo Regency aged 25-50 years, a total of 50. Data analysis using bivariate analysis with chi square test. The results showed that there was a relationship between the level of knowledge and attitudes towards the online registration system (p=0.003), there was a relationship between the level of knowledge and the application of the online registration system (p=0.025), and there was a relationship between attitudes and the application of the online registration system (p=0.009). The conclusion of this study is that there is a relationship between the level of knowledge and attitude with the implementation of the online registration system.   Keywords: attitude, e-health, knowledge level, online registration system    
Analisis Tingkat Kepuasan Masyarakat Terhadap Penggunaan Aplikasi Mobile JKN di Desa Pandanan Sekar Arum Kinasih; Diyono; Lilik Sriwiyati; Anastasia Lina Dwi Nursanti
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2025): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i3.3927

Abstract

Latar Belakang: Transformasi kesehatan adalah langkah strategis untuk memastikan pemerataan akses layanan kesehatan di Indonesia, termasuk melalui teknologi. Salah satu inovasi digitalnya adalah aplikasi Mobile JKN yang dikembangkan BPJS Kesehatan untuk mempermudah masyarakat mengakses layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat kepuasan masyarakat terhadap penggunaan aplikasi Mobile JKN di Desa Pandanan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten. Studi ini merupakan adaptasi dari penelitian sebelumnya dengan perbedaan lokasi dan metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Mayoritas masyarakat Desa Pandanan telah menggunakan aplikasi Mobile JKN, meskipun masih terdapat kendala dalam penggunaannya. Penelitian ini diharapkan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas aplikasi agar lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kepuasan masyarakat, hubungan tingkat pendidikan, jenis kelamin, dan pekerjaan terhadap kepuasan pengguna. Desain Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Subyek Penelitian: Subyek dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Pandanan yang berjumlah 111 orang yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data yang digunakan adalah data primer berupa kuesioner kemudian di analisis dengan uji chi square menggunalan SPSS seri 26 Hasil Penelitian: Hasil Penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan antara jenis kelamin (p=0,395), pendidikan (p=0,892), dan pekerjaan (p=0,404) terhadap tingkat kepuasan masyarakat. Kesimpulan: Jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan tidak memengaruhi tingkat kepuasan masyarakat pengguna aplikasi Mobile JKN di Desa Pandanan
Analisa Faktor Yang Mempengaruhi Waktu Tunggu Pelayanan Obat Pasien Rawat Jalan Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Dr. Oen Kandang Sapi Solo Rara Elyza Herasmara Triagypta; Muljadi Hartono; Warsini; Lilik Sriwiyati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2094

Abstract

Background: With advancements in medical technology, hospitals can provide fast and accurate medical services, serving as referral hospitals according to their level. The waiting time for prescription services also affects patients' expectations of hospital services, particularly pharmaceutical services. Efforts to reduce waiting times are necessary to enhance patient satisfaction, treatment effectiveness, and the workload of medical staff. Objective: The aim of this study is to identify the factors that influence the waiting time for outpatient medication services. Method: This research employs a mixed-method approach. The population in this study consisted of 10,607 prescription sheets and 23 pharmacy staff. The sample was taken using Slovin's formula, resulting in 385 prescription sheets and 10 staff members selected through consecutive sampling. Data analysis was conducted using Chi-square tests and qualitative analysis. Results: The study found that 93.5% of prescription sheets had waiting times that complied with standard of the minister of health, while 6.5% did not. The research also revealed no significant effect between the type of prescription and the compliance of waiting times for medication services at Dr. OEN KANDANG SAPI SOLO HOSPITAL, with a p-value of 0.134 (p>0.05). However, interviews indicated that factors such as drug availability, prescription completeness, human resources availability, and the availability of facilities and equipment do influence waiting times for medication services. Conclusion: The waiting time for medication services at the Pharmacy Installation of Dr. OEN KANDANG SAPI SOLO HOSPITAL mostly meets the standards. The type of prescription does not have a statistical impact; however, factors such as drug availability, prescription completeness, human resources, and facilities and equipment can affect waiting times.
HUBUNGAN HANDLING COMPLAINT DENGAN LOYALITAS PELANGGAN DI RSU JATI HUSADA Zahra Apriliani Prihatiningtyas; Lilik Sriwiyati; Muljadi Hartono; Tunjung Sri Yulianti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober 
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i1.5415

Abstract

Latar Belakang: Keluhan pasien menjadi masalah global, terbukti dengan meningkatnya jumlah keluhan di Layanan Kesehatan Nasional (NHS) Inggris, dari 170.013 keluhan pada 2020-2021, pada tahun 2021-2022 sebanyak 225.570, dan pada tahun 2022-2023 meningkat menjadi 229.458. Dalam pelayanan agar terjadi hubungan yang kuat dengan pelanggan adalah dengan keterbukaan dan komunikasi, penanganan keluhan yang baik memberikan peluang untuk perusahaan mengubah seorang pelanggan yang puas bahkan menjadi pelanggan yang loyal. Loyalitas pelanggan adalah kesetiaan terhadap perusahaan, sementara loyalitas pasien merujuk pada komitmen untuk terus menggunakan jasa atau produk kesehatan secara konsisten di masa depan, meskipun  faktor situasi dan upaya pemasaran yang dapat memengaruhi perilaku pelanggan.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan handling complaint dengan loyalitas pelanggan di RSU Jati Husada.Desain Penelitian: Penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Subyek Penelitian: Subyek dalam penelitian ini adalah pasien atau keluarga pasien kemudian dilakukan pengambilan sampel dengan teknik non probability sampling dengan jenis consecutive sampling sehingga diperoleh jumlah sampel 50 responden dalam kurun waktu 1 bulan. Data yang digunakan adalah data primer berupa kuesioner kemudian di analisis menggunakan uji chi square.Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini adalah handling complaint berhubungan dengan loyalitas pelanggan. Dari hasil analisis chi square menujukkan p value  0,024 < α = 0,05 yang menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima.
EDUKASI DETEKSI FAKTOR RESIKO DAN TANDA GEJALA GANGGUAN JANTUNG Lilik Sriwiyati; Safaruddin, Safaruddin; Yahya Christina, Tri; Juni Andika, I Putu; Wianti, Sri; Sapta, Monika Wulan
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): ABDIMAS KOSALA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v4i2.412

Abstract

Penyakit kardiovaskuler masih menjadi ancaman dunia dimana penyakit ini menjadi penyebab nomor satu kematian di dunia. Data dari Dinas Kesehatan Kota Surakarta tahun 2024 menunjukkan bahwa angka kejadian penyakit jantung di Kota Surakarta cukup tinggi. Pemahaman masyarakat tentang faktor resiko gangguan jantung dan tanda gejala serangan penyakit jantung koroner sebelum masuk rumah sakit masih menjadi masalah di masyarakat karena sebagian besar masyarakat belum paham tentang faktor resiko serta tanda dan gejala gangguan jantung. Pertolongan yang buruk sebelum pasien mendapatkan pertolongan di rumah sakit sampai saat ini masih menjadi masalah yang sulit dipecahkan karena masyarakat sering menyepelekan tanda dan gejala yang muncul saat serangan. Untuk itu perlu diberikan edukasi tentang deteksi faktor resiko dan tanda gejala gangguan jantung. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang faktor resiko dan tanda gejala gangguan jantung. Kegiatan ini dilakukan di RSUD Ir. Soekarno Kabupaten  Sukoharjo yang dihadiri oleh 32 pasien di poliklinik rawat jalan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan tanya jawab. Sebelum dan setelah kegiatan tim pengabdi memberikan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta sebelum dan setelah diberikan edukasi. Hasil analisis tingkat pengetahuan peserta terjadi peningkatan persentase peserta dengan tingkat pengetahuan tinggi dari 37,5% menjadi 68,75%. Dapat disimpulkan bahwa setelah diberikan edukasi pengetahuan peserta tentang faktor resiko dan tanda gejala gangguan jantung meningkat. Kata kunci: edukasi; faktor resiko; jantung; tanda dan gejala Cardiovascular disease is still a global threat as it is the number one cause of death in the world. Data from the Surakarta City Health Office in 2024 shows that the incidence of heart disease in Surakarta City is quite high. Public understanding of risk factors for heart problems and signs and symptoms of coronary heart disease attacks before hospitalization is still a problem in the community because most people do not understand the risk factors and signs and symptoms of heart problems. Poor assistance before patients get help at the hospital is still a problem that is difficult to solve because people often underestimate the signs and symptoms that appear during an attack. For this reason, it is necessary to provide education about detecting risk factors and signs and symptoms of heart problems. This community service activity aims to increase community knowledge about risk factors and signs and symptoms of heart problems. This activity was carried out at RSUD Ir Soekarno Sukoharjo Regency which was attended by 32 patients in the outpatient clinic. The methods used in this activity were lectures and question and answer sessions. Before and after the activity, the service team distributed questionnaires to measure the participants' level of knowledge before and after the education session. The results of the analysis of participants' knowledge levels showed an increase in the percentage of participants with high knowledge levels from 37.5% to 68.75%. It can be concluded that after the education session, the participants' knowledge of risk factors and symptoms of heart disease increased. Keywords: education; heart; risk factors; signs and symptoms
Hubungan Kepuasan Pasien dengan Waktu Tunggu Pasien Rawat Jalan Rumah Sakit X Tata Arayan; Lilik Sriwiyati; Tunjung Sri Yulianti; I Putu Juni Andika
An Nafi': Multidisciplinary Science Vol. 2 No. 03 (2025): An Nafi’
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Patient satisfaction is an important indicator of healthcare service quality, one of which is influenced by waiting time. Initial observation showed that the waiting time in the general polyclinic was still long, around 90–120 minutes. This study aims to determine whether there is a relationship between waiting time and patient satisfaction in outpatient installations. We conducted an observational study with a cross-sectional design. The population was 100 outpatients at Dr. Oen Hospital, Solo Baru, who visited in 2024. Using a purposive sampling technique, a sample of 64 patients was taken. There were two main variables studied, namely waiting time (measured by an observation sheet) and patient satisfaction (measured by a questionnaire). Data were analyzed using chi-square test. Most patients (79.7%) waited > 60 minutes with an average of 74.98 minutes, but 71.9% were still very satisfied. The chi-square analysis showed no significant relationship between waiting time and patient satisfaction (p = 0.399). Based on the results of the study, it can be concluded that the length of waiting time for registration does not affect patient satisfaction in outpatient installations. However, it is still recommended that the hospital continue to strive to reduce patient waiting time so that service capacity increases.