Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

STRATEGI PENGELOLAAN TERUMBU KARANG BERKELANJUTAN DI KAWASAN KONSERVASI LAUT DAERAH (KKLD) PULAU BIAWAK DAN SEKITARNYA, KABUPATEN INDRAMAYU Salsabiela, Mutiara
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) dibentuk sebagai alternatif kebijakan dalam pengelolaan dan perlindungan terhadap terumbu karang. Keefektifan pengelolaan terumbu karang di KKLD Pulau Biawak dan Sekitarnya adalah mendekati efektif dengan persentase penilaian sebesar 73,52%, sehingga diperlukan strategi kebijakan pengelolaan untuk meningkatkan keefektifan pengelolaannya. Tujuan dilaksanakan penelitian ini bermaksud untuk merumuskan rekomendasi strategi kebijakan pemanfaatan terumbu karang demi terwujudnya pemanfaatan terumbu karang yang sistemik dengan menggunakan aplikasi analisi SWOT. Berdasarkan masalah yang telah diteliti bahwa rekomendasi strategi pengelolaan dengan mengembangkan pengelolaan yang ramah lingkungan melalui peningkatkan. Kesadaran kepada masyarakat sekitar tentang arti pentingnya nilai ekologis dan ekonomis terumbu karang, dan meningkatkan kerjasama antara masyarakat sekitar dan stakeholder melalui program-program pengelolaan berbasis masyarakat bebagai upaya penurunan laju degradasi, meningkatan kelembagaan dan sarana prasarana pengawasan demi terwujudnya penegakan hukum dan menetapan rencana zonasi pengelolaan terumbu karang.
Pengaruh Tingkat Salinitas Berbeda Terhadap Pertumbuhan Udang Vannamei (Litopenaeus Vannamei) Yang Diablasi Mutiara Salsabiela
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 1 No. 05 (2020): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.276 KB) | DOI: 10.59141/jist.v1i05.49

Abstract

Salinitas adalah salah satu parameter kualitas air yang memiliki peranan penting dalam kelulushidupan dan pertumbuhan L. Vannamei. Salinitas berperan dalam proses osmoregulasi dan molting pada udang. Pada salinitas yang luas (euryhaline) pertumbuhan udang akan terganggu dikarenakan proses osmoregulasinya terganggu. Adanya gangguan osmolaritas menyebabkan  energi yang digunakan untuk aktivitas pertumbuhan menurun, sehingga menurunkan laju pertumbuhan. Oleh karena itu, dibutuhkan salinitas optimal untuk mendukung pertumbuhan udang yang diablasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh tingkat salinitas berbeda terhadap pertumbuhan udang vannamei L. vannamei yang diablasi. Penelitian ini dilaksanakan selama 60 hari. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratories dengan Rancangan Acak Sistematis (RAS) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan pada tiap perlakuannya. Data dianalisis dengan ANOVA. Sementara itu, perbedaan pengaruh antar perlakuan dipeloleh melalui uji wilayah ganda Duncan 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai tingkat salinitas media isoosmotik pada berbagai fase molting memberikan pengaruh (p<0,05) terhadap laju pertumbuhan harian. Nilai terbaik laju pertumbuhan harian (sebelum dan setelah mengalami kematian) berada pada perlakuan S3 (25±1 ppt) (mendekati isoosmotik intermolt akhir/premolt) dengan SGR sebesar 1,17%.
THE INSPECTION OF TEST MAINTENANCE IN PT PJB UBJ OPERATION AND MAINTANANCE PLTU INDRAMAYU Kino Hartono; Oni Oni; Mutiara Salsabiela
Jurnal Migasian Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jm.v1i1.4

Abstract

Inspeksi adalah salah satu alat kontrol manajemen klasik, namun masih relevan dan diterapkan secara luas dalam upaya menemukan masalah yang dihadapi di lapangan, termasuk untuk memperkirakan besarnya risiko, pengujian adalah alat ukur yang memiliki standar objektif yang dapat dilakukan. digunakan secara luas, dan bisa benar-benar digunakan dan membandingkan keadaan psikologis atau perilaku individu. Pemeliharaan adalah kombinasi dari berbagai tindakan yang dilakukan untuk menyimpan barang atau memperbaikinya sampai kondisi bias. K3 merupakan salah satu aspek perlindungan tenaga kerja dengan menerapkan teknologi pengendalian keselamatan dan kesehatan kerja, diharapkan tenaga kerja dapat mencapai ketahanan fisik, tenaga kerja, dan tingkat kesehatan yang tinggi. Dalam pelaksanaan Tugas Akhir yang dilakukan pada 1 Juni 2017 s.d 1 Juli 2017 bertujuan untuk mengetahui pemeriksaan program k3 APAR, prosedur pemeriksaan K3 APAR, pelaksanaan pemeriksaan K3 APAR. APAR adalah perangkat yang dirancang sebagai pertolongan pertama di awal kebakaran. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan Tugas Akhir adalah metode wawancara, observasi, dan studiliteratur. Program yang dilaksanakan adalah pemeliharaan apar dalam waktu 1 tahun 2 kali, dengan area transfer tower II, CWWTMBDS, Heavy Equipment, gudang, stepup B, limbah B3, boiler 3, turbin 3, CCB 1, CCB 2, pada minggu 1 (Rabu), minggu 2 (Selasa), minggu ke 3 (Selasa). Prosedur yang digunakan adalah prosedur pemeriksaan APAR dengan dokumen IKE-8.2.3.085 dengan tanggal 10 Maret 2016 dan prosedur pengendalian APAR dengan nomor dokumen IKY8.2-03-8 dengan tanggal publikasi 15 Maret 2013. Pelaksanaan ap3 untuk pencegahan kebakaran dan pengendalian bias dengan cara membuat manajemen kebakaran di perusahaan. Kesimpulannya adalah pemeriksaan K3 APAR yang telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan 04 tahun 1980.
ANALISA RISIKO BAHAYA DAN PENANGGULANGAN RISIKO GEDUNG DI PT ANGKASA PURA II (PERSERO) KANTOR CABANG UTAMA TANGERANG Rilo Amaula Frinanda; Ichsan Hadipranoto; Mutiara Salsabiela
Jurnal Migasian Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jm.v1i1.6

Abstract

PT Angkasa Pura II (Persero) memiliki cukup banyak potensi bahaya, sehingga perlu dilakukan Analisis resiko bahaya dan penanggulangan risiko terhadap sistem dan setiap pekerjaan yang ada. Dimana kegiatan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui program, prosedur, dan implementasi dari analisa risikodan penanggulangannya di PT Angkasa Pura II (Persero). Analisa risiko merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui apa saja pekerjaan yang memiliki tingkat risiko yang tinggi. Dengan menggunakan metode observasi, wawancara, kepustakaan, serta dokumentasi. Kegiatan ini dilakukan di PT Angkasa Pura II (Persero) selama 2 minggu dimulai pada tanggal 23 Mei 2017 Sampai dengan 6 Juni 2017. PT. Angkasa Pura II (Persero) merupakan suatu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang usaha pelayanan jasa kebandarudaraan dan pelayanan jasa terkait bandar udara di wilayah Indonesia Barat. Program analisa risiko di terapkan dengan melakukan risk assesment, monitoring mitigasi dan realisasi risk assesment, dan risk champion agent training. Prosedur analisa risiko sendiri mengacu pada pedoman kebijkan manajemen risiko dengan nomor dokumen PKMR.01/2013 yang mengacu pada ISO 31000:2009, risk assesment dilakukan menggunakan metode kertas kerja risk assesment yang tercantum dalam nomor dokumen KKRA.01/2013, Implementasi program dan prosedur di lapangan berjalan sesuai dengan metode yang digunakan oleh perusahaan. Kesimpulan penerapan analisa risiko dan penanggulangannya di PT Angkasa Pura II (Persero) meliputi aspek yang ada dalam Program, Prosedur dan Implementasi.
THE IMPLEMENTATION OF RISK ASSESSMENT AT FILLING FUEL WORK IN FILLING SHED AREA Sokheh Maulana; Mutiara Salsabiela; Sutangi Sutangi
Jurnal Migasian Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v1i2.13

Abstract

Suatu industri pasti mempunyai potensi bahaya, oleh karena itu, Implementasi Risk Assessment Di PT Pertamina (Persero) TBBM Maos pada pekerjaan pengisian BBM merupakan sistem manajemen K3 dalam mengurangi resiko di setiap tahapan pekerjaan melalui metode HIRADC. Tujuan pelaksanaan Tugas Akhir ini adalah mengetahui program implementasi risk assessment, mengetahui prosedur implementasi risk assessment, mengetahui penerapan implementasi risk assessment dan mengetahui tindak lanjut risk assessment. Kegiatan Tugas Akhir ini berlangsung pada tanggal 17 Mei s.d. 17 Juni 2017 di PT Pertamina (Persero) TBBM Maos, jalan Maos, Cilacap, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam melakukan pengambilan data yaitu observasi lapangan, wawancara, diskusi, dan melihat data/record perusahaan. PT Pertamina (Persero) Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Maos merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perminyakan yang mulai beroperasi tahun 1971 dan mempunyai tugas mendistribusikan bahan bakar minyak dengan menggunakan mobil tanki ataupun dengan RTW (Rail Tank Wagon).
Pengolahan Limbah Cair Rumah Sakit X Kabupaten Bogor Mutiara Salsabiela; Salsabila Alwi
Jurnal Migasian Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v3i1.67

Abstract

Rumah sakit adalah sarana upaya kesehatan yang menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan yang menghasilkan limbah cair. Limbah cair rumah sakit merupakan salah satu sumber pencemaran lingkungan yang sangat potensial. Oleh karena itu, guna memastikan kesehatan dan keselamatan bagi masyarakat sekitar maka limbah cair tersebut harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke badan air sehingga tidak akan menganggu atau merusak ekosistem lingkungan. Pengolahan limbar cair dilakukan dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah. Adapun tujuan melaksanakan kajian ini yaitu mengetahui pengolahan limbah cair Rumah Sakit X di Kabupaten Bogor. Kajian ini dilakukan dengan metode pengambilan data observasi lapangan, metode studi literatur, dan wawancara, sementara itu pengolahan data dilakukan dengan metode kualitatif. Rumah Sakit X di Kabupaten Bogor berdiri pada tahun 1982 pada areal seluas 41,974 m2 dengan luas bangunan 415m2. Rumah Sakit X di Kabupaten Bogor merupakan rumah sakit umum terbesar dengan kapasitas ruang inap terbanyak di kabupaten Bogor. Berdasarkan kajian yang dilakukan, pengolahan limbah cair Rumah Sakit X di Kabupaten Bogor dilakukan secara fisika dan biologi dengan mengacu pada prosedur pengolahan limbah cair nomor dokumen 028/03/109 yang dibuat pada tanggal 22 April 2016 dan kemudian diperbarui kembali oleh pihak ketiga yang mengelola limbah cair Rumah Sakit X di Kabupaten Bogor dan sudah sesuai dengan PERMENLHK Nomor 68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Limbah Cair Domestik.
Implementasi Job Safety Analysis (JSA) Sebagai Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja Pipit Marfiana; Hadi Kurniawan Ritonga; Mutiara Salsabiela
Jurnal Migasian Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v3i2.75

Abstract

Pengaruh industrialisasi yang umumnya ditandai dengan penggunaan sarana dan fasilitas maupun perangkat mesin, pesawat, instalasi serta bahan berbahaya yang menyebabkan semakin banyak pula jumlah dan jenis ataupun ragam sumber bahaya di tempat kerja dan akan menumbuhkan kemungkinan semakin banyaknya jumlah kecelakaan, penyakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan. Tujuan penelitian adalah mengetahui program Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang ada di perusahaan, prosedur job safety analysis yang ada di perusahaan dan implementasi job safety analysis beserta upaya pengendalian yang tepat sebagai sarana untuk mengenali dan mencegah kecelakaan akibat kerja. Pengambilan data yaitu observasi, diskusi, melihat data/record perusahaan dan wawancara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu menggambarkan proses identifikasi bahaya sesuai dengan kondisi yang ada. Untuk meminimalisasi risiko bahaya tersebut di lakukan upaya pencegahan dengan metoda job safety analysis. Mengidentifikasi potensi bahaya yang bisa muncul saat tenaga kerja bekerja di tempat kerja tersebut. Pengendalian bahaya dengan eliminasi, subtitusi, tanda peringatan serta penyediaan alat pelindung diri. Kemudian memonitoring bahaya yang sudah dikendalikan.
ANALYSIS OF WATER SALINITY LEVEL OF FREQUENCY MOLTING IN VANNAMEI SHRIMP (LITOPENAEUS VANNAMEI) ABLATED Mutiara Salsabiela Salsabiela
Journal of Green Science and Technology Vol 4 No 2 (2020): Journal of Green Science and Technology, Vol.4 No.2 (2020)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jgst.v4i2.3436

Abstract

Media salinity is a masking factor that plays an important role in controlling the process of shrimp molting and osmoregulation. Both of them are ecophysiological factors for shrimp life, so it is necessary to know the optimum level or range of media salinity for each phase of the molting phase changes in the stage and osmoregulation phase. This study was conducted to examine the molting frequency of adult L. vannamei which was ablated and cultivated at various levels of salinity. This research was carried out for 60 days. This study uses experimental laboratory methods with a systematic randomized design (RAS) with 4 treatments and 3 replications in each treatment. The treatments tested were salinity with S1 treatments (10 ppt, 289.20 mOsm / l postmolt H2O isosmotic), S2 (15 ppt, 432.80 mOsm / l H2O initial intermolt isosmotic), S3 (25 ± 1 ppt, 725, 15 mOsm / l H2O isosmotic final intermolt) and S4 (29 ± 1 ppt, 820.10 mOsm / l H2O isosmotic molt). Data were analyzed with ANOVA. Meanwhile, the difference in effect between treatments was obtained through Duncan's multiple area test. ANOVA results showed that various levels of isoosmotic media salinity at various molting phases had an influence (p <0.05) on molting frequency. The best value of molting frequency was in the S4 treatment (29 ± 1 ppt) (close to isoosmotic molt) 10 times. In the maintenance of L. vannamei which is affixed, it should pay attention to the needs of isoosmotic media, namely media with a salinity of 25 ± 1-29 ± 1 ppt (final intermolt isoosmotic range / premolt to molt). the difference in effect between treatments was obtained through Duncan's multiple region test. ANOVA results showed that various levels of isoosmotic media salinity at various molting phases had an influence (p <0.05) on molting frequency. The best value of molting frequency is in the treatment of S4 (29 ± 1 ppt) (close to isoosmotic molt) 10 times. In the maintenance of L. vannamei which is affixed, it is better to pay attention to the needs of isoosmotic media, ie media with a salinity of 25 ± 1-29 ± 1 ppt (final intermolt isoosmotic range / premolt to molt). the difference in effect between treatments was obtained through Duncan's multiple region test. ANOVA results showed that various levels of isoosmotic media salinity at various molting phases had an influence (p <0.05) on molting frequency. The best value of molting frequency is in the treatment of S4 (29 ± 1 ppt) (close to isoosmotic molt) 10 times. In the maintenance of L. vannamei which is affixed, it is better to pay attention to the needs of isoosmotic media, ie media with a salinity of 25 ± 1-29 ± 1 ppt (final intermolt isoosmotic range / premolt to molt). The best value of molting frequency was in the S4 treatment (29 ± 1 ppt) (close to isoosmotic molt) 10 times. In the maintenance of L. vannamei which is affixed, it is better to pay attention to the needs of isoosmotic media, ie media with a salinity of 25 ± 1-29 ± 1 ppt (final intermolt isoosmotic range / premolt to molt). The best value of molting frequency is in the treatment of S4 (29 ± 1 ppt) (close to isoosmotic molt) 10 times. In the maintenance of L. vannamei which is affixed, it is better to pay attention to the needs of isoosmotic media, ie media with a salinity of 25 ± 1-29 ± 1 ppt (final intermolt isoosmotic range / premolt to molt). Keyword : Salinity, Osmoregulation, Molting, L. vannamei, Ablation. 
ANALYSIS OF HEAVY METAL CONTENT IN SALT (CASE STUDY OF SALT FIELD, LOSARANG DISTRICT, INDRAMAYU REGENCY) Mutiara - Salsabiela
Journal of Green Science and Technology Vol 5 No 2 (2021): VOL 5, NO 2 (2021): JOURNAL OF SCIENCE AND TECHNOLOGY VOL. 5 NO. 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jgst.v5i2.5678

Abstract

Salt is a staple food needed for human life, especially for industrial and household consumption. The raw material for making the salt comes from sea water which is very susceptible to contamination by contaminants in the form of heavy metals. The presence of heavy metals in salt will be harmful to human health when consumed. The study was conducted to determine the quality of salt free from heavy metal contamination and suitable for consumption. in Losarang District, Indramayu Regency. This research was conducted by descriptive method. Data collection techniques were carried out through observation and interviews. The samples tested were salt produced with TUF technology and Geoisolator. The sampling technique refers to SNI 19-0428-1998 regarding the instructions for taking solid samples where the sample is taken using a spear and inserted into a plastic clip that has been labeled with the name and code. The parameters tested were heavy metals consisting of Lead (Pb), Cadmium (Cd), Mercury (Hg) and Arsenic (As). The method of testing the content of heavy metals in salt in this study used the AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer) method which was carried out in the
KAJIAN EFISIENSI AIR DAN PENURUNAN BEBAN PENCEMARAN AIR DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN DI PT POLYTAMA PROPINDO, INDRAMAYU Salsabiela, Mutiara; Octavian, Shendy
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v3i2.1946

Abstract

Dewasa ini, kualitas air mengalami penurunan salah satunya diakibatkan oleh pencemaran buangan air limbah industri yang menyebabkan terjadinya kelangkaan air bersih. Hal bersih tersebut dapat diantisipasi dengan melakukan efisiensi air bersih melalui upaya-upaya konservasi sumber daya air. Pemerintah melalui Program penilaian peringkat kinerja Perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup (PROPER) mendorong penaatan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui instrumen informasi secara sukarela  untuk melakukan upaya-upaya pengelolaan lingkungan hidup  salah satunya terkait efisiensi air guna menjaga ketersediaan sumberdaya air. Sebagai salah satu calon kandidat PROPER Hijau di Tahun 2018 PT Polytama Propindo berkomitmen untuk mendukung program pemerintah tersebut dengan melakukan efisiensi air dan penurunan beban pencemaran terhadap semua kegiatan pemakaian air melalui upaya efisiensi pemakaian air bersih, melakukan konservasi air dan menjaga ketersediaan sumberdaya air. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui keberhasilan efisiensi air dan penurunan beban pencemaran air dalam pengelolaan lingkungan di PT Polytama Propindo, Indramayu. Metode yang digunakan dalan kajian ini adalah studi pustaka, interview dan observasi lapangan, analisa upaya-upaya efisiensi air dan perhitungan efisiensi air sebelum dan sesudah dilakukan upaya  efisiensi air. Hasil dari upaya efisiensi air yang telah dilakukan melalui reused water system, PT Polytama Propindo berhasil melakukan efisiensi Air sebesar 28,50-30.85%  dan penurunan beban pencemaran air berhasil dilakukan dengan mengimplementasikan closed water system dalam proses produksinya  (tidak menghasilkan air limbah).