Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Motor Relearning Program terhadap Kemampuan Fungsional Upper Limb pada Pasien Post-Stroke Iskemik Ryananda, Muhammad Rafi; Roikhatul Jannah; Ganesa Puput Dinda Kurniawan
JURNAL PROFESIONAL FISIOTERAPI Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/fisioterapi.v4i2.9067

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan penyebab utama disabilitas. Gangguan fungsi ekstremitas atas terjadi pada 50–80% pasien pasca stroke. Salah satu intervensi yang terbukti efektif adalah Motor Relearning Program (MRP) yang berfokus pada pembelajaran kembali gerakan fungsional melalui stimulasi neuroplastisitas. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pemberian MRP terhadap kemampuan fungsional upper limb pada pasien post-stroke iskemik. Metodologi: Desain penelitian menggunakan kuasi eksperimental dengan rancangan pretest – post-test dua kelompok. Melibatkan 14 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi mendapatkan intervensi MRP (n=7) dan kelompok kontrol mendapatkan terapi konvensional (n=7). Intervensi diberikan selama 4 minggu, 3 kali per minggu, dengan total 12 sesi. Kemampuan fungsional upper limb diukur menggunakan Fugl-Meyer Assessment of Upper Extremity (FMA-UE). Hasil: Menunjukkan peningkatan rerata skor FMA-UE dari 42,86 menjadi 47,29 pada kelompok MRP, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 38,57 menjadi 40,57 dengan uji statistik paired sample t-test masing-masing menunjukan nilai p = 0,000 dan 0,006. Uji statistik independent t-test menunjukkan nilai p = 0,003 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Kesimpulan: Motor Relearning Program berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kemampuan fungsional upper limb pada pasien post-stroke iskemik. Background: Stroke is a leading cause of disability, with upper limb dysfunction affecting 50–80% of post-stroke patients. Objective: This study aimed to determine the effect of the Motor Relearning Program (MRP) on upper limb functional ability in post-ischemic stroke patients. Methodology: A quasi-experimental two-group pretest-posttest design was used with 14 participants, divided into an intervention group receiving MRP (n=7) and a control group receiving conventional therapy (n=7). The intervention lasted 4 weeks, 3 sessions per week (12 sessions total). Functional ability was measured using the Fugl-Meyer Assessment of Upper Extremity (FMA-UE). Results: The MRP group showed an increase in FMA-UE scores from 42.86 to 47.29 (p=0.000), while the control group improved from 38.57 to 40.57 (p=0.006). An independent t-test showed a significant difference between groups (p=0.003). Conclusion: The findings suggest that MRP significantly improves upper limb functional ability in post-ischemic stroke patients.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG TUMBUH KEMBANG BAYI DAN BALITA MELALUI PROGRAM FISIOTERAPI KOMUNITAS DI DESA NAMBO Zahra Sativani; Roikhatul Jannah; Annisa Azzahra; Indri Junita Antikasari; Nabila Diasyifa Rizal; Revo Bernard; Taj Firman Malikulmulki; Zidan Priskha Misbachussurur
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Inpress Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.47111

Abstract

Latar Belakang: Bayi dan balita merupakan periode terpenting dalam tumbuh kembang, gangguan yang terjadi pada fase ini berdampak jangka panjang terhadap kualitas hidup individu. Faktor pendidikan, pendapatan orang tua, riwayat imunisasi, riwayat ASI, kondisi lingkungan sekitar dan gizi ibu saat hamil menjadi penyebab permasalahan tumbuh kembang bayi dan balita seringkali terjadi. Pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan kolaborasi antara keluarga dan kader menjadi salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan orang tua serta latihan stimulasi pada anak bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik anak dan meningkatkan kognitif agar tercapai hasil tumbuh kembang yang optimal. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberdayaan terhadap peningkatan pengetahuan orang tua dan kader mengenai tumbuh kembang bayi dan balita, pengaruh latihan stimulasi terhadap bayi dan balita yang mengalami gangguan tumbuh kembang, dan terbentuknya komunitas sahabat tumbuh kembang keluarga sebagai bentuk komitmen keberlanjutan program. Metode: Pengambilan data melalui wawancara, asesmen tumbuh kembang, dan data By Name By Address Desa Nambo. Kegiatan Fisioterapi dengan memberikan penyuluhan mengenai tumbuh kembang kepada orang tua dan kader, intervensi stimulasi tumbuh kembang pada bayi dan balita gangguan tumbuh kembang, dan pembentukan komunitas sahabat tumbuh kembang keluarga. Hasil: Peningkatan pengetahuan orang tua dan kader tentang tumbuh kembang, gangguan dan cara stimulasinya, kategori baik dalam tumbuh kembang bayi dan balita yang mengalami gangguan meningkat sebesar 53%, dan terbentuknya komunitas sahabat tumbang keluarga Simpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan pada orang tua dan kader setelah mengikuti kegiatan penyuluhan, dan terdapat peningkatan signifikan pada bayi dan balita yang mengalami gangguan setelah diberikan intervensi.