Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Alam Kerinci Dalam Seni Lukis Naturalis siswanderi, irpan; Sami, Yasrul
Serupa The Journal of Art Education Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/stjae.v13i3.130026

Abstract

Penciptaan karya akhir ini merupakan bentuk visualisasi keindahan alam di Kabupaten Kerinci yang digambarkan dalam karya seni lukis aliran naturalis. Hal ini merupakan salah satu respon penulis terhadap berbagai keindahan alam yang ada di Kabupaten kerinci yang belum banyak diketahui masyarakat luas. Adapun langkah atau Metode yang dilakukan dalam proses penciptaan karya lukis ini Melalui beberapa tahapan: (1) Persiapan, (2) Elaborasi, (3) Sintesis, (4) Realisasi Konsep, dan (5) tahapan Penyelesaian. Bahan yang digunakan yakni cat Akrilik di atas Kanvas. Setelah semua metode yang telah diterapkan sehingga terwujud Sepuluh karya lukisan dengan judul “Muaro Sedau”, “Sawah Mukai Tinggi”, “Gunung Kerinci”, “Kebun Teh Kayu Aro”, “Danau Kerinci”, “Air Terjun Talang Kemulun”, “Bukit Khayangan”. “Danau Gunung Tujuh”, “Rawa Bento”, dan“Air Terjun Sungai minyak” Kata kunci : keindahan, Seni Lukis, Naturalis, Alam, Kabupaten Kerinci
Rang Gelandang Tuo sebagai Ide Penciptaan Karya Lukis Kontemporer Muhammad Arief; Yasrul Sami
Misterius : Publikasi Ilmu Seni dan Desain Komunikasi Visual. Vol. 2 No. 1 (2025): Maret : Misterius : Publikasi Ilmu Seni dan Desain Komunikasi Visual
Publisher : Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/misterius.v2i1.547

Abstract

This final work aims to visualize the various negative impacts that arise from small communities, from how they earn a living to ending up as midfielders and the impact of small communities' behavior in contemporary works of painting. The hope of this work is to increase public knowledge and awareness and enrich ideas in realizing contemporary painting art. The method the author uses is the art concert method which consists of: (1) Preparation, in the form of observation, gathering information and ideas. (2) Elaboration, to determine the main idea through analysis, abstraction, generalization and transmutation. (3) Synthesis, to realize the concept of the work of art. (4) Realization of concepts into various art media. (5) Finishing it into the final form of the work of art. These stages become a reference for writers in working on works of painting. Based on the understanding and determination of ideas, the author can visualize 10 works with the titles: first "Spoilt", second "Fragile", third "Effort", fourth "Cracked Wounds", fifth "Dead end innuendo", sixth "Light fool", seventh "Hanging a burden", eighth "Cupu", ninth "Voter", tenth "Wrapped in a burden".
Bonsai Sebagai Ide Karya Seni Lukis Surealistik Imroni Imroni; Yasrul Sami
Realisasi : Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain Vol. 1 No. 4 (2024): Oktober : Realisasi : Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain
Publisher : Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/realisasi.v1i4.320

Abstract

This work aims to visualize various issues related to insomnia. It reflects the author's concern about how insomnia disrupts human activity and physical health. The creation of this artwork explores how to translate the concept of insomnia into figurative abstract painting. The methods and processes used in creating this abstract figurative artwork involve several stages: (1) Preparation, (2) Elaboration, (3) Synthesis, (4) Concept Realization, and (5) Completion. The technique employed is acrylic on canvas. The result of this work, visualized on a two-dimensional medium, has led to the development of titles such as “Keseimbangan” (Balance), “Kasih Sayang” (Affection), “Dedikasi Orang Tua” (Parental Dedication), “Pilihan” (Choice), “Cinta Pertama” (First Love), “Kampak Pertahanan” (Defense Axe), “Pistol Kehidupan” (Life Pistol), “Rumah Rantau” (Home Away), and “Sajian Bonsai” (Bonsai Presentation).
Wayang Kulit Sebagai Representasi Kehidupan Sosial dalam Karya Seni Lukis Kontemporer Rahmad Al Mutaqqim; Yasrul Sami
Misterius : Publikasi Ilmu Seni dan Desain Komunikasi Visual. Vol. 2 No. 3 (2025): September : Misterius : Publikasi Ilmu Seni dan Desain Komunikasi Visual
Publisher : Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/misterius.v2i3.909

Abstract

Wayang kulit is a traditional art form that embodies moral, social, and spiritual values, while representing human life. In today’s social context, marked by challenges such as power manipulation, economic inequality, and the decline of moral values, wayang kulit remains relevant as a medium of reflection and social critique. This artistic creation applies Bandem’s consortium art method with five stages: preparation, elaboration, synthesis, concept realization, and completion. Through contemporary painting, wayang kulit characters are reinterpreted in expressive and symbolic visual styles. The artwork serves not only as an artistic expression but also as a cultural preservation effort that bridges traditional values with contemporary realities. It is expected that this work will strengthen cultural awareness, function as a medium of social critique, and open broader opportunities for artistic exploration
Peningkatan Penguasaan Materi Seni Grafis dalam Pembelajaran SBdP Bagi Guru SDN 22 Lubuk Minturun dan SDN 25 Koto Panjang Kecamatan Koto Tangah irwan, irwan; Sami, Yasrul; Ariusmedi, Ariusmedi; Wikarya, Yusron
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 23, No 3 (2023): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.05310

Abstract

Asekolah dengan ruang lingkup materi pembelajaran seni rupa, seni drama, musik, tari dan kriya. Namun, pada kenyataannya mata pelajaran SBdP terkadang diganti dengan mata pelajaran lain. PKM ini difokuskan pada dua aspek masalah utama, yaitu: (1) aspek penguasaan materi seni grafis sederhana, dan (2) aspek penilaian/asesmen hasil pembelajaran seni grafis sederhana. Pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan metode: (1) Pembuatan model, (2) Konseling, dan (3) Aplikasi melalui pelatihan/workshop. Hasil yang telah dicapai: (1) Artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi. (2) Artikel di media massa/elektronik. (3) Video kegiatan/ (4) Meningkatkan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi di masyarakat berupa peningkatan pengetahuan peserta dan keterampilan dalam penguasaan materi dan penilaian/penilaian seni grafis sederhana, dan (5) Metode atau sistem yang dihasilkan; produk (barang atau jasa) berupa produk hasil praktikum seni grafis sederhana.
Pemberdayaan Ekonomi Kelompok Pemuda dalam Upaya Mendukung Program Save Maninjau Armiati, Armiati; Astuti, Murni; Sami, Yasrul; LV, Yuhendri; Ritonga, Mentari
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 22, No 3 (2022): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.02960

Abstract

Danau Maninjau merupakan sumber kehidupan dan penghidupan bagi masyarakat setempat. Aktivitas perikanan yang dilakukan di Danau Maninjau saat ini menggunakan teknik Karamba Jaring Apung (KJA), dengan pemeliharaan ikan mas dan ikan nila. Namun, perkembangan KJA yang sangat pesat ini menimbulkan berbagai permasalahan, diantaranya ikan yang ada di permukaan mati secara massal dikarenakan kehabisan oksigen dan keracunan. Air Danau Maninjau pun menimbulkan bau busuk dan mengganggu kehidupan masyarakat sekitar. Berdasarkan fenomena ini, tentunya secara bertahap perlu dipikirkan langkah dapat mengurangi ketergantungan masnyarakat pada usaha KJA. Solusi yang dapat diberikan yaitu dengan membuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat agar dapat beralih dari KJA ke sektor usaha lain melalui program pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan berupa kegiatan pelatihan penguasaan keterampilan baru kepada kelompok masyarakat, yaitu sablon baju kaos tema khas Danau Maninjau serta pelatihan pendampingan tata rias kecantikan. Tim pengabdian juga memberikan pelatihan serta pendampingan pembuatan media promosi untuk produk dan jasa yang dihasilkan.
Pelatihan Sablon dan Pembuatan Papan Bunga menciptakan Peluang Bisnis bagi Karang Taru na Sunua Tengah Murdy, Khairi; Sofia, Nita; Sami, Yasrul
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 5, No 4 (2025): Abdira, Oktober
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v5i4.1119

Abstract

Nagari Sunua Tengah in Padang Pariaman Regency has excellent potential to develop youth creativity through economic empowerment programs. The high poverty level in this area is a significant concern, especially for Karang Taruna as an agent of change. Screen printing and flower board-making training were chosen to improve technical skills while opening new business opportunities. This program combines production skills with strategic entrepreneurship, such as digital marketing and business management. The methods used in this training are coaching, lectures, QA and mentoring. The training results showed increased participants’ abilities in producing high-value economic goods through screen printing t-shirts and flower boards and strengthening community collaboration. This activity supports local economic development while creating new job opportunities, aligning with the vision of community empowerment based on local potential. This training sustainably impacts the financial independence of the youth and the Nagari Sunua Tengah community.
Sepuluh Puisi Sapardi Djoko Damono Sebagai Ide Penciptaan Karya Digital Painting Erik Sandy, Dwili; Sami, Yasrul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya ini bertujuan untuk menciptakan karya digital painting yang merefleksikan keindahan, kedalaman makna, dan nuansa emosional dari sepuluh puisi Sapardi Djoko Damono. Sebagai sastrawan, penyair, dan akademisi terkemuka, Sapardi Djoko Damono dikenal luas lewat puisi-puisinya yang menggunakan elemen alam seperti hujan, daun, angin, dan bulan sebagai metafora dan simbol. Melalui perpaduan antara visual dan sastra, menghadirkan pengalaman estetika penulis yang menggugah dan mengajak untuk merenungi kembali makna dalam puisi-puisi Sapardi. Metode penciptaan karya ini mengikuti lima tahap yaitu: persiapan, elaborasi, sintesis, realisasi konsep, dan tahap penyelesaian. Karya tersebut dipamerkan dan membuat sebuah laporan yang mencakup seluruh proses dari awal hingga akhir. Dalam penciptaan karya, penulis menggunakan aplikasi Ibis Paint X sebagai teknik dalam pembuatan karya digital painting. Hasil dari karya terdiri dari 10 karya digital di atas kanvas berukuran 100 cm x 100 cm dengan judul: ”Hanya”, ”Tentang Matahari”, ”Ironi”, “Transformasi”, ”Aku”, “Jejak Yang Kutunggu”, ”Bahtera Kecil di Samudra Hidup”, ”Luput Pada Takdir”, ”Sihir Hujan”, ”Dalam Diriku”.