Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN INTRA UTERINE DEVICE PADA PASANGAN USIA SUBUR DI KELURAHAN SUKADAMAI KOTA BOGOR TAHUN 2019 Musawwanah, Dewi; Dewi Pertiwi, Fenti; Noor Prastia, Tika
PROMOTOR Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.738 KB) | DOI: 10.32832/pro.v3i2.4165

Abstract

Upaya pemerintah untuk menekan jumlah penduduk salah satunya dengan mengadakan program Keluarga Berencana (KB). IUD atau Spiral adalah suatu alat yang dimasukan kedalam rahim wanita untuk tujuan kontrasepsi. Di Kelurahan Sukadamai tahun 2018 sebanyak 286 (10,20%) dari 2.804 peserta KB aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan Intra Uterine Device pada pasangan usia subur di Kelurahan Sukadamai Kota Bogor tahun 2019. Jenis penelitian kuantitatif, dengan rancangan cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 2.804 orang dengan tehnik pengambilan sampel menggunakan tehnik dua proporsi dan didapatkan jumlah sampel sebanyak 119 orang, instrument pengumpulan data dengan kuisioner dan diolah dengan software pengolahan statistik dengan analisis data univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat faktor yang berhubungan dengan penggunaan IUD yaitu paritas (P value = 0,004), pendidikan (P value = 0,032), pekerjaan (P value = 0,048), pengetahuan (P value = 0,001). Adapun faktor yang tidak berhubungan yaitu umur (P value = 0,775), keterjangkauan biaya (P value = 0,329), dan dukungan suami (P value = 0,783). Saran bagi petugas PLKB agar memberikan konseling KB dan informasi secara detail kepada pasangan usia subur dengan menggunakan leaflet atau brosur, supaya informasi lebih cepat ditangkap dan tidak mudah lupa.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG TEKNIK MENYUSUI DI KELURAHAN TEGALGUNDIL KOTA BOGOR Azka, Fadhilla; Noor Prastia, Tika; Dewi Pertiwi, Fenti
PROMOTOR Vol 3 No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.577 KB) | DOI: 10.32832/pro.v3i3.4173

Abstract

Upaya meningkatkan SDM demi mencapai generasi bangsa yang optimal dengan pemberian nutrisi yang baik diawal kehidupan. ASI adalah makanan utama dan paling sempurna bagi bayi. ASI mengandung hampir semua zat gizi dengan komposisi sesuai dengan kebutuhan bayi untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih rendah dikarenakan teknik menyusui yang salah. Menurut Mayasari (2013) faktor pengetahuan dan sikap mempengaruhi teknik menyusui yang baik dan benar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang teknik menyusui di Kelurahan Tegalgundil Kota Bogor Tahun 2019.Desain penelitian menggunakan cross sectional.Populasi dalam penelitian adalah ibu bayi 0-11 bulan sebanyak 533 ibu. Sampel dalam penelitian ini 84 responden dengan menggunakan teknik sampling yaitu accidental sampling.Instrumen penelitian adalah kuisioner.Cara menganalisia data menggunakan uji univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 97,62% responden menjawab dengan benar pernyataan tentang pengertian menyusui dan pernyataan tentang setelah 15 menit bayi menyusu dapat dipindahkan pada payudara satunya. Serta 94,05% responden mampu menjawab dengan benar tentang cara menyendawakan bayi dengan posisi digendong bersandar pada bahu ibu. Kesimpulan penelitian ini sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang baik tentang posisi menyusui, sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik tentang langkah-langkah menyusui yang benar dan mayoritas memiliki pengetahuan baik tentang cara menyendawakan bayi.
FACTORS RELATED TO ADOLESCENT DEPRESSION LEVELS IN YPH PLUS BOGOR HIGH SCHOOL BOGOR 2019 Aisah Amini, Nur; Noor Prastia, Tika; Dewi Pertiwi, Fenti
PROMOTOR Vol 3 No 4 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.991 KB) | DOI: 10.32832/pro.v3i4.4195

Abstract

Depresi adalah gangguan mental yang ditandai dengan adanya perasaan sedih, kehilangan minat atau kesenangan, penurunan energi, perasaan bersalah atau rendah diri, gangguan tidur atau nafsu makan dan kurangnya konsentrasi. Studi terbaru telah mengidentifikasi masalah kesehatan mental khususnya depresi sebagai penyebab terbesar dari beban penyakit di kalangan anak muda (WHO, 2017). Depresi yang berlarut-larut dan tidak ditangani, dapat mengantarkan pada tindakan bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat depresi pada remaja di SMA YPH Plus Bogor tahun 2019, dari faktor jenis kelamin, umur, pola asuh orangtua, dan stres akademik. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 117 remaja dengan besar sampel 58 responden menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel yang berhubungan dengan tingkat depresi adalah stres akademik (p value = 0,002), sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah jenis kelamin (p value = 0,086), umur (p value = 0,187), dan pola asuh orangtua (p value = 0,051). Perlu adanya monitoring secara rutin dan penyuluhan terkait depresi bekerjasama dengan instansi yang berwenang seperti Puskesmas maupun Dinas Kesehatan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGALAMAN BULLYING DI SMK NEGERI 2 BOGOR PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2018 Nurdiana, Siti; Dewi Pertiwi, Fenti; Dwimawati, Eny
PROMOTOR Vol 3 No 6 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.077 KB) | DOI: 10.32832/pro.v3i6.5567

Abstract

Data di Indonesia kasus bullying di sekolah sudah merajalela baik di tingkat sekolah dasar, menengah, sampai perguruan tinggi. Bullying antar siswa yang semakin marak terjadi di sekolah telah menunjukkan tingkat yang memprihatinkan. Tingkat emosional siswa yang masih labil, memungkinkan pengalaman bullying ini sering terjadi di kalangan para siswa. Data tahun 2011 hingga Agustus 2014, KPAI mencatat 369 pengaduan terkait masalah tersebut. Jumlah itu sekitar 25% dari total pengaduan di bidang pendidikan sebanyak 1.480 kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan pengalaman kekerasan bullying Di SMK Negeri 2 Bogor. Penelitian ini menggunakan Penelitian Kuantitatif dengan desain studi Cross Sectional (potong lintang). Populasi dalam penelitian ini sebanyak 1.520 responden. Sampel dalam penelitian sebanyak 93 responden. Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner. Cara analisis data menggunakan perangkat lunak aplikasi statistik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan antra faktor sikap (korban bully) P-Value = 0,003, RR=0,090 (0,012-0,703) , ( pelaku bully ) P- Value = 0,000, RR=0,789 (0,690-0,903). Faktor tradisi ( kedua-duanya ) P-Value = 0,036, RR= 2,471(0,979-6,237). kesimpulan menunjukan ada hubungan sikap ( di bully dan melakukan bully), dan ada hubungan antara tradisi dengan perilaku bully ( kedua-duanya). Dari hasil Multivariat yang bermakna adalah faktor sikap dengan kategori korban dibully p- value = 0,017 <0,05, dan faktor tradisi dengan kategori kedua-duanya p-value = 0,047 <0,05. Peneliti memberikan saran kepada sekolah agar lebih memperhatikan sikap dan tradisi yang ada disekolah, dan membuat paeraturan agar siswa tidak kembali melakukan bullying.
GAMBARAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPI IMPLAN PADA WANITA USIA SUBUR DI CILENDEK BARAT KECAMATAN BOGOR BARAT KOTA BOGOR TAHUN 2019 Kurnia Irawan, Ana; Dewi Pertiwi, Fenti
PROMOTOR Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.668 KB) | DOI: 10.32832/pro.v4i1.5570

Abstract

Laju pertumbuhan penduduk ditentukan oleh tingkat kelahiran dan kematian. Tingginya tingkat kelahiran menyebabkan tingkat kematian penduduk rendah, yang berdampak pada semakin tingginya ledakan penduduk. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran penggunaan alat kontrasepi implant Wanita Usia Subur (WUS). Studi ini menggunakan rancangan kualitatif dengan Rapid Assesment Procedure (RAP). Pengumpulan data dengan teknik wawancara mendalam dan observasi. Wawancara mendalam dilakukan pada informan sebanyak 18 informan. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran penggunaan alat kontrasepsi implan wanita usia subur yaitu: sebagian besar mengetahui alat kontrasepsi implan, sebagian besar merespon baik, sebagian besar mendapatkan informasi, sebagian besar tidak mengeluarkan biaya, sebagian besar mendapatkan dukungan dari suami. Kesimpulan gambaran penggunaan alat kontrasepi implant wanita usia subur mengetahui alat kontrasepi,merespon baik,dukungan baik,mendapatkan informasi,akses ke pelayanan terjangkau,dukungan baik dari suami. Saran bagi peneliti selanjutnya untuk menambah informan serta melakukan probing lebih banyak.
GAMBARAN PENGGUNAAN INTRA UTERINE DEVICE (IUD) PADA WUS (WANITA USIA SUBUR) DI KELURAHAN CILENDEK TIMUR KECAMATAN BOGOR BARAT TAHUN 2019 Hanifah, Yusti; Dewi Pertiwi, Fenti; Noor Prastia, Tika
PROMOTOR Vol 3 No 6 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.118 KB) | DOI: 10.32832/pro.v3i6.5573

Abstract

Upaya yang dilakukan pemerintah dalam menekan laju pertumbuhan penduduk yaitu dengan menggalakan program Keluarga Berencana untuk mewujudkan penduduk tumbuh seimbang berkualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Penggunaan Intra Uterine Device (IUD) pada Wanita Usia Subur (WUS) di Kelurahan Cilendek Timur Kecamatan Bogor Barat tahun 2019. Rancangan penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan  desain Rapid Assesment Procedure (RAP). Dengan jumlah populasi sebanyak 18 informan yaitu 4 informan yang menggunakan (IUD), 4 informan non-IUD, dan 10 orang informan kunci, data primer dikumpulkan dengan cara observasi dan melakukan wawancara mendalam kepada informan dan informan kunci. Hasil penelitian menunjukan 4 WUS yang menggunkaan IUD memiliki pengetahuan cukup mengenai kontrasepsi IUD, 4 WUS bersikap positif terhadap kontrasepsi IUD, 8 informan IUD maupun non-IUD mendapat dukungan dari suami, 7 dari 8 WUS di berikan tanggapan yang postif oleh suami, 8 WUS pernah mendapatkan, 1 WUS non-IUD yang mendapatkan informasi dari tetangga sehingga memeberikan dampak negatif terhadap pengetahua WUS. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Pengetahuan WUS yang menggunakan IUD lebih baik dari WUS yang non-IUD, sikap WUS peserta IUD bersikap positif terhadap kontrasepsi IUD di bandingkan dengan WUS bukan peserta IUD, 7 dari 8 WUS pernah mendapatkan informasi mengenai IUD dari pelayanan kesehata, dan hanya 1 WUS yang mendapatkan informasi dari tetangga.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI DESA BANTARGADUNG KABUPATEN SUKABUMI TAHUN 2019 Ilmi Khoiriyah, Hana; Dewi Pertiwi, Fenti; Noor Prastia, Tika
PROMOTOR Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.743 KB) | DOI: 10.32832/pro.v4i2.5581

Abstract

Indonesia masuk kedalam negara ketiga dengan prevalensi stunting tertinggi di regional Asia Tenggara. Kabupaten Sukabumi merupakan daerah dengan kasus stunting yang tinggi dengan prevalensi 37,6%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Desa Bantargadung Kabupaten Sukabumi tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional, populasi sebanyak 506 balita dengan sampel sebanyak 83 orang. Teknik sampling menggunakan simple random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan lembar food recall 24 jam. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square.Hasil penelitian menunjukkan persentase responden yang stunting sebesar 38,6%. Analisis uji statistik menunjukkan adanya hubungan bermakna antara asupan energi (p-value 0,001), ASI eksklusif (p-value 0,001), MP-ASI (p-value 0,039), praktik kebersihan dan sanitasi (p-value 0,017), dan status ekonomi keluarga (p-value 0,027) dengan kejadian stunting pada balita. Bagi pemerintah disarankan agar dapat berperan aktif khususnya bagi petugas kesehatan untuk menanggulangi kejadian stunting pada balita. Selain itu, diharapkan untuk masyarakat terutama ibu balita menerapkan pola makan gizi seimbang sehingga risiko stunting dapat berkurang.
GAMBARAN PEMILIHAN KONTRASEPSI VASEKTOMI PADA PASANGAN USIA SUBUR DI KECAMATAN BOGOR SELATAN TAHUN 2019 ., Sulha; Dewi Pertiwi, Fenti
PROMOTOR Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.648 KB) | DOI: 10.32832/pro.v4i2.5585

Abstract

Mayoritas penduduk Indonesia menganut budaya patriahal yang memperkuat ego pada pria, menganggap program keluarga berencana tanggung jawab istri, Partisipasi masyarakat dalam program keluarga berencana masih didominasi wanita dari pada pria. Pendekatan studi ini adalah kualitatif dengan desain RAP (Rapid Assisment Procedur) menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Sampel informan berjumlah 19 orang terdiri dari 11 informan kunci, 4 informan akseptor KB vasektomi dan 4 informan akseptor non vasektomi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa sebagian besar informan memilih vasektomi pada usia 30 tahun, berstatus pekerja, Jumlah anak 2-6 orang, pendidikan yang pernah ditempuh Sekolah Dasar. Sebagian besar mendapat dukungan istri untuk ikut vasektomi, pengetahuan terhadap kontrasepsi cukup baik, jarak ketempat pelayanan dapat ditempuh, dan sumber informasi yang didapat sebagian besar dari PLKB.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI IMPLANT PADA WANITA USIA SUBUR DI KELURAHAN KATULAMPA KOTA BOGOR TAHUN 2019 Kurniawan, Dedi; Dewi Pertiwi, Fenti
PROMOTOR Vol 4 No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.91 KB) | DOI: 10.32832/pro.v4i3.5587

Abstract

Angka pertumbuhan penduduk setiap tahun terus meningkat, dari tahun 2012 sampai dengan 2014 mengalami peningkatan sebesar 3,59 juta setiap tahun menjadi 3,70 juta setiap tahun. Upaya pemerintah dalam pengendalian jumlah penduduk yaitu dengan cara menurunkan jumlah kelahiran melalui program keluarga berencana. Penggunaan Alat Kontrasepsi implant di Kelurahan Katulampa merupakan yang terendah di Kecamatan Bogor Timur yaitu sebesar 0,00%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan metode kontrasepsi implant pada wanita usia subur di Kelurahan Katulampa Kecamatan Bogor Timur tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Cross Sectional, populasi sebanyak 1.909 orang dengan sampel sebanyak 100 orang. Teknik sampling menggunakan simple random sampling. Alat yang digunakan berupa kuesioner. Analisis data menggunakan software pengolahan  data statistik Hasil penelitian berdasarkan hasil analisis data didapatkan faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan metode kontrasepsi implant adalah pendidikan, sikap dan pengetahuan, adapun faktor- faktor yang tidak ada hubungan dengan pemilihan metode kontrasepsi implant adalah pekerjaan, jumlah anak ideal, keterpaparan media informasi dan Ketersediaan Tenaga Pelayanan. Bagi peneliti yang akan mengembangkan penelitian dengan judul serupa dapat menggunakan teknik pengambilan sampel yang lebih representatif.
GAMBARAN PERNIKAHAN DINI PADA PUS (PASANGAN USIA SUBUR) DI KELURAHAN PASIR JAYA KECAMATAN BOGOR BARAT TAHUN 2019 Haidi Nurfadilah, Idzni; Dewi Pertiwi, Fenti; Noor Prastia, Tika
PROMOTOR Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.026 KB) | DOI: 10.32832/pro.v4i4.5599

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2013, sebanyak 14,2 juta anak perempuan setiap tahunnya akan menikah pada usia muda.. Dari berbagai macam pernikahan terdapat satu fenomena mengenai pernikahan yaitu pernikahan dini. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui gambaran pernikahan dini pada PUS (Pasangan Usia Subur) di Kelurahan Pasir Jaya Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor Tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kualitatif, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, dimana data primer ini digunakan dengan teknik wawancara mendalam dan observasi pada responden di Kelurahan Pasir Jaya. Populasi 992 informan. Sampel pada penelitian ini 8 informan dengan teknik purposive sampling. Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pedoman wawancara, alat perekam suara dan kamera. Hasil dari gambaran pernikahan dini yaitu pendidikan yang sebagian besar di tingkat sekolah dasar. Budaya yang menganggap pernikahan dini adalah hal yang biasa dan wajar.  Akses menuju pelayanan  kesehatan  yang mudah  dan  biaya  kesehatan  dapat  dari dana  sosial dan  asuransi pemerintah. Peran orang tua yang kurang sehingga menyebabkan pergaulan bebas dan dukungan dari keluarga terhadap pernikahan dini.