Claim Missing Document
Check
Articles

Factors Related To The Success Of Measles Immunization In Children Aged 2-3 Years Jayanti, Resty; Puspita, Tika Noor; Pertiwi, Fenti Dewi; Alwi, Rizal; Fernanda, Tiara
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 10 No 3 (2024): Bahasa Inggris
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v10i3.1407

Abstract

Providing immunizations to children can prevent and protect children from other dangerous and contagious infectious diseases, so that they will have the opportunity to take part in activities such as playing and studying. To determine the factors associated with the success of measles immunization in toddlers 2-3 years old in Loji Village. The location of this research was carried out in the working area of ​​the Pasir Mulya Community Health Center, precisely in Loji Village, West Bogor District, Bogor City, West Java 16118. This research was carried out from January 2023 to July 2023 with a time span of around 7 months. This type of research uses quantitative methods. This study used cross-sectional or cross-sectional. The sampling technique used was a total sampling technique with a sample size of 70 samples. The research instrument this time used by the researcher was a questionnaire. This bivariate analysis uses the Chi-square test. The educational level of parents, type of work, and the role of health workers and posyandu cadres can influence the success of measles immunization in toddlers 2-3 years old with respective p values ​​(0.004; 0.006; 0.014; 0.008). Therefore, it is important to increase public awareness and participation in immunization programs in order to achieve optimal targets. In conclusion, socio-economic factors and the role of health workers greatly influence the success of measles immunization in toddlers 2-3 years old, so there needs to be collaborative efforts between the government, community and health workers to increase immunization coverage.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BIDANG LITERASI DI DESAWARU JAYA: PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BIDANG LITERASI DI DESAWARU JAYA Pertiwi, Fenti Dewi; Rahman, Ripki Mulia; Lestari, Denisa Dwi
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2018): JUNI
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.768 KB)

Abstract

literasi berasal dari bahasa latin yaitu literatur dan bahasa Inggris Letter. Literasi merupakan kemampuan melek baca dan tulis. Membaca merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia sebagaimana perintah Alquran yaitu “iqra” bacalah. Tidak hanya membaca sebuah tulisan akan tetapi membaca ide, gagasan dan masalah yang terjadi di masyarakat untuk mendapatkan solusi yang tepat. Saat ini, literasi di masyarakat Indonesia masih dikatakan rendah dengan frekuensi interaksi dengan buku yang sangat minim. Hal ini lah yang menjadi sebuah gerakan baru untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam berbagai bidang keilmuan. Literasi banyak macam nya seperti literasi informasi dan literasi teknologi. Pemahaman akan literasi yang bermacam-macam menjadikan literasi sebuah hal yang kompleks yang bisa dilihat dari berbagai sudut pandang. Namun secara garis besar literasi merupakan sebuah media dalam menambah wawasan keilmuan di masyarakat. Metode pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah: (1) Pendekatan religius; (2) Pendekatan organisasi; (3) Pendekatan kekerabatan; Hasil yang dicapai adalah masyarakat lebih tertarik dengan kegiatan literasi secara harfiah yaitu dengan selalu mencari informasi dengan membaca baik di media cetak seperti koran dan buku. Dan secara maknawi masyarakat lebih bisa membaca keadaan yang ada disekitarnya untuk bisa menciptakan ide, gagasan dan solusi yang dihadapi di masyarakat. Gerakan literasi ini sejalan dengan gerakan keaksaraan fungsional yaitu sebuah gerakan pengentasan buta huruf untuk bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat dan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam berkomunikasi
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TERHADAP KEBERSIHAN ORGAN GENITAL DI PONDOK PESANTREN DARUSSALAM KABUPATEN BOGOR TAHUN 2018 Dewi Pertiwi, Fenti; Maeta Sari, Merry; Sismayanti, Elyana
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2020): SEPTEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.833 KB)

Abstract

Rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi memungkinkan remaja tidak berprilaku higienis dalam menjaga kebersihan organ genital. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat pengetahuan remaja putri terhadap kebersihan organ genital di Pondok Pesantren Darussalam Kabupaten Bogor Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini 137 responden dengan teknik sampel simple random sampling. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara interaksi teman sebaya (p-value = 0,030) dengan OR = 2,356. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara interaksi teman sebaya dengan tingkat pengetahuan remaja putri mengenai kebersihan organ genital. Saran yang dapat diberikan ialah pondok pesantren perlu meningkatkan sistem pembelajaran mengenai kesehatan reproduksi, karena dewasa ini masih banyak remaja putri yang belum mengetahui secara pasti dan menerapkan untuk kebiasaan sehari-harinya.
ASSISTANCE FOR DISASTER NUTRITION INTERVENTION THROUGH FOOD SUPPLY MANAGEMENT ACTIVITIES, NUTRITION COUNSELING AND EDUCATION Prastia, Tika Noor; Dewi Pertiwi, Fenti; Nasution, Andreanda
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): MARET
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v7i1.1674

Abstract

Indonesia's geographical conditions make Indonesia a region prone to disasters, one of which is an earthquake. Cianjur Regency is one of the areas affected by an earthquake at the end of 2022. Disasters also open up opportunities for new disasters to emerge on public health status. Food and nutrition are basic needs that are important to be concerned about and focus on in handling emergencies because they determine health status. The Bangkit Village Activity Program (KKB) aims to find solutions to post-earthquake disaster nutrition management problems. This program is carried out through several activities, namely Rapid Nutritional Survey, Food Supply Management, Counseling, and Nutrition Education. The target of this activity is disaster-affected communities, especially special groups, namely infants, toddlers, pregnant women, breastfeeding, and the elderly. The results of the activities show a positive impact with the availability of data describing the health status of the community, increasing knowledge through education, exploring health problems through counseling, and quality assurance and food safety. The sustainability of the program needs to be considered by all parties involved to improve the health status of disaster-affected communities in Nagrog Village, Cigrass Village, and Cugenang District.