Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Implementation of Low Impact Development (LID) for Urban Drainage Optimization and Flood Mitigation Amin, Rais; Rinanti, Astri; Kurniyaningrum, Endah; Anggraini, Dina Paramita; Assidik, Muhammad Luthfi
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 6, No 2 (2025): April
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v6i2.204

Abstract

AbstractThe frequent problems of flooding and waterlogging in Serang City are triggered by unpredictable rainfall patterns and the limited capacity of the drainage system. The increasing land-use changes and rapid development put additional pressure on the existing drainage channels, leading to excessive runoff and exacerbating the flood risks in several urban areas. This study aims to evaluate the implementation of Low Impact Development (LID) approaches to improve the performance of urban drainage systems in Serang City to reduce water runoff and enhance the capacity of the drainage system to handle the frequent flooding risks. Unpredictable rainfall patterns, combined with the limited capacity of drainage channels, have caused waterlogging and flooding in some areas of the city. Simulations using the Storm Water Management Model (SWMM) software indicate that the implementation of LID techniques, such as bioretention and permeable pavement, is effective in reducing runoff volume flowing into the drainage system and improving water flow efficiency. The simulation results show a reduction in the continuity error value of surface runoff from -0.62% to -0.38%, which is still within an acceptable limit. However, one channel still experiences waterlogging due to limited channel capacity and suboptimal slope. These findings suggest that LID implementation can be a long-term solution to address drainage and flooding issues in urban areas. This study also contributes significantly to designing more environmentally friendly drainage systems, taking into account the impacts of climate change and rapid urbanization. AbstrakMasalah genangan dan banjir yang sering terjadi di Kota Serang, dengan dipicunya perubahan pola curah hujan yang tidak menentu dan kapasitas sistem drainase yang terbatas. Meningkatnya perubahan tata guna lahan dan pembangunan yang pesat menambah tekanan pada saluran drainase yang ada, sehingga menyebabkan terjadinya limpasan air yang berlebihan dan memperburuk risiko banjid ri beberapa kawasan kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan pendekatan Low Impact Development (LID) dalam meningkatkan kinerja sistem drainase perkotaan di Kota Serang guna mengurangi limpasan air dan meningkatkan daya tampung sistem drainase terhadap potensi banjir yang sering terjadi. Perubahan pola curah hujan yang tak terduga, ditambah dengan kapasitas saluran drainase yang terbatas, menyebabkan terjadinya genangan dan banjir di beberapa area kota. Simulasi menggunakan perangkat lunak Storm Water Management Model (SWMM) menunjukkan bahwa penerapan LID, seperti bioretensi dan perkerasan berpori, efektif mengurangi volume limpasan yang mengalir ke dalam sistem drainase dan meningkatkan efisiensi aliran air. Hasil simulasi menunjukkan penurunan nilai continuity error pada surface runoff dari -0,62% menjadi -0,38%, yang masih berada di bawah batas yang dapat diterima. Meskipun demikian, terdapat satu saluran yang masih mengalami genangan karena kapasitas saluran terbatas dan kemiringan yang tidak optimal. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan LID dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah drainase dan banjir di perkotaan. Penelitian ini juga memberikan kontribusi penting dalam merancang sistem drainase yang lebih ramah lingkungan, dengan mempertimbangkan dampak perubahan iklim dan urbanisasi yang cepat.
Transformasi Ketrampilan Furniture Tukang Kayu: Program Pelatihan Smart Furniture di Bengkel Kayu Mitra Kota Malang Arifin, Achmad Saiful; Ramadhani, Viola Malta; Amin, Rais; Nurhida, Ika Salsabila
JAST : Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi Vol 9, No 1 (2025): EDISI JUNI 2025
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jast.v9i1.7129

Abstract

The Sukun, Lowokwaru, and Karangbesuki areas of Malang City are known for their supply of construction workers, the most significant proportion being carpenters. However, the transformation of modern construction materials, such as light steel, aluminum, and WPC, is gradually replacing the role of wood in structural work. This has reduced the scope of work for pre-construction carpenters, so a solution is needed to maintain the sustainability of their profession through post-construction work. This community service program is designed in response to this challenge through training in making smart furniture: functional, compact, and modern furniture relevant to the limited space needs of student boarding/rental housing around the State University of Malang campus. The activity methods include concept counseling, introduction to technical design (DED), and direct manufacturing practice in two partner workshops, namely the Revan Furniture and Indah Meubel wood workshops, each making smart furniture using different material variants (solid wood, Dutch teak, multiplex, and HPL finishing). The main work is a folding table and chair unit with dimensions of 120x100x90 cm that can be easily folded for minimalist housing needs. Evaluation of the training and outreach results showed a 45% increase in understanding of working drawings, a 20% increase in jointing skills, and a 20% increase in OSH awareness. This product meets three key criteria for engineered furniture: functionality, ease of use, visual appeal, and comfort. In conclusion, this training enhanced the carpenters' technical capacity and opened up new economic opportunities in the adaptive furniture sector..ABSTRAKWilayah Sukun, Lowokwaru, dan Karangbesuki di Kota Malang dikenal sebagai penyedia pekerja konstruksi, proporsi terbanyak adalah tukang kayu. Namun, transformasi material konstruksi modern seperti penggunaan baja ringan, aluminium, dan WPC, secara bertahap menggantikan peran kayu dalam pekerjaan struktur. Hal ini berdampak pada berkurangnya ruang lingkup kerja tukang kayu pra-konstruksi, sehingga diperlukan solusi untuk mempertahankan keberlangsungan profesi mereka melalui pekerjaan pasca-konstruksi. Program pengabdian ini dirancang sebagai respon atas tantangan tersebut melalui pelatihan pembuatan smart furniture: furnitur fungsional, ringkas, dan modern yang relevan dengan kebutuhan ruang terbatas pada hunian kost/kontrak mahasiswa di sekitar kampus Universitas Negeri Malang. Metode kegiatan meliputi penyuluhan konsep, pengenalan desain teknis (DED), hingga praktik pembuatan langsung di dua bengkel mitra, yaitu bengkel kayu Revan Furnitur dan Indah Meubel, pembuatan smart furniture masing-masing menggunakan varian material berbeda (solid wood, jati belanda, multiplek, dan finishing HPL). Karya utama berupa unit meja-kursi lipat berdimensi 120×100×90 cm yang dapat dilipat secara mudah untuk kebutuhan hunian minimalis. Evaluasi hasil pelatihan dan penyuluhan menunjukkan peningkatan pemahaman gambar kerja sebesar 45%, keterampilan kerja sambungan sebesar 20%, dan kesadaran K3 naik sebesar 20%. Produk ini memenuhi tiga dari empat kriteria utama furnitur teknik: fungsionalitas, kemudahan penggunaan, daya tarik visual, dan kekurangan adalah kenyamanan. Kesimpulannya, pelatihan ini meningkatkan kapasitas teknis tukang kayu, dan  membuka peluang ekonomi baru dalam sektor furnitur adaptif.
Studi Prosedur Pemeliharaan Arsitektural Bangunan Bengkel Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 24/Prt/M/2008 Ramadhani, Viola Malta; Nurmalasari, Riana; Athalla Sidharta, Rassya; Amin, Rais
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i7.4514

Abstract

Workshop is one type of building that accommodates unusual activities and requires special handling. Therefore, in carrying out workshop building maintenance, a guideline is needed. One of them is SOP (Standard Operating Procedure). SOP is useful for ensuring consistency and efficiency in workshop building maintenance. Maintenance activities will be recorded properly. In addition, the existence of SOP can be a guideline for building maintenance according to applicable provisions. One of the provisions related to building maintenance is Permen PU No. 24/PRT/M/2008 concerning Guidelines for Building Maintenance and Care. This study aims to compile a Standard Operating Procedure (SOP) for workshop building maintenance based on Permen PU No. 24/PRT/M/2008. The research method used in this study is descriptive qualitative. Data collection was carried out through observation and interviews. Observations were made in the workshop building to see the construction specifications. Meanwhile, interviews were conducted with users and building managers to find out the activities in the building. The results of this study are SOPs for building maintenance that can be applied to workshops.
ANALISIS FUNGSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH DI SMA NEGERI 3 ENREKANG Amin Rais; Sumarlin Mus; Hasan Hasan
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Analisis Fungsi Perpustakaan Sekolah Di SMA 3 Enrekang meliputi 5 indikator sub fokus pencapaian yaitu fungsi informatif, fungsi pendidikan, fungsi rekreasi, fungsi tanggung jawab administrasi, dan fungsi penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mengenai analisis fungsi perpustakaan Sekolah di SMA Negeri 3 Enrekang mulai dari penyedian informasi petugas perpustakaan kepada siswa, seperti apa peran perpustakaan mengembangkan potensi siswa dalam lingkup pendidikan, bagaimana pihak petugas perpustakaan menyajikan informasi penting dan menghadirkan efek refresh bagi siswa, bagaimana pencatatan dan pengarsipan yang dilakukan oleh pihak perpustakaan yang ada di sekolah, bagaimana peneliti dapat menyediakan berbagai informasi mengenai perpustakaan di sekolah. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskripsi. Teknik pengumpulan data menggunakan Model Miles dan Huberman. Pengecekan keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Sekolah SMA Negeri 3 Enrekang baik melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi maka diperoleh analisis fungsi perpustakaan yaitu fungsi informatif, fungsi pendidikan, fungsi rekreasi, fungsi tanggung jawab administrasi, dan fungsi penelitian. Wujud fungsi analisis perpustakaan dapat dilihat dari perpustakaan menjadi pusat sumber ilmu pengetahuan dan informasi yang ada di sekolah.
Kelayakan dan Karakteristik Media Pembelajaran IPA Berpendekatan Gamifikasi Berbasis Socio Scientific Issue pada Tema Pencemaran Lingkungan Rais Amin; Widyaswarani, Elyvia; Jati, Ibnu Mustopo; Latip, Abdul; Pratomo, Herdianto Wahyu; Prayoga, Galih
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i1.2323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan karakteristik media pembelajaran IPA berpendekatan gamifikasi berbasis socio scientific issue (SSI) pada tema pencemaran lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode reserach and develompment (R&D) dengan desain ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implementation, Evaluation). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lembar judgment kelayakan dan karakteristik media pembelajaran IPA berpendekatan gamifikasi berbasis SSI dengan melibatkan lima orang ahli sebagai validator. Analisis data dilakukan dengan cara statistik deskriptif yang menekankan pada pencarian rata-rata dan persentase dari setiap aspek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran IPA berpendekatan gamifikasi berbasis SSI memiliki kelayakan konten media dan desain media dengan kategori snagat layak. Lebih lanjut, media pembelajaran IPA berpendekatan gamifikasi berbasis SSI memiliki karakteristik gamifikasi dengan kategori sangat baik dan karakteristik scientific dengan kategori baik. Hasil ini menunjukkan bahwa media yang dikembangkan sudah layak digunakan dalam pembelajaran di kelas pada tema pencemaran.
Pemetaan Kemampuan Mahasiswa Dalam Penulisan Akademik Sebagai Dasar Sistem Pembelajaran Pendidikan Tinggi Berbasis AI Rahayu, Sri; Rahmawati, Hanifah Indah; Ghinaya, Zahra; Meirawan, Danny; Sukadi, Sukadi; Purwanto, Dedi; Iswardhany, Rieske; Sofia, Dewi Ayu; Amin, Rais
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.248

Abstract

AbstractRecent advancements in Artificial Intelligence (AI) technology have yet to fully address fundamental challenges in academic writing within the context of higher education. Most existing systems remain focused on surface-level corrections, offering limited support for students struggling to construct logical arguments, organize ideas coherently, and adhere to the structural conventions of academic discourse. This study aims to analyze and map students’ academic writing proficiency as a foundation for developing AI-based learning systems that are responsive to actual needs in higher education. Employing a descriptive quantitative approach, data were collected through a closed-ended online questionnaire distributed via Google Forms. The instrument was designed based on five key dimensions: writing structure, language proficiency, argumentation and logic, referencing, and technical skills, using a 5-point Likert scale. A total of 132 final-year students from various Indonesian universities—particularly those in construction-related disciplines—participated in the study. Contextual analysis was conducted based on study programs, and data validity was enhanced through triangulation. The findings reveal that while most students fall within the “competent” category, notable deficiencies remain in language mastery and logical argumentation, preventing many from reaching a “highly competent” level. These results highlight persistent gaps in academic literacy that necessitate innovative learning interventions. The development of AI-assisted systems capable of delivering both technical and conceptual feedback is therefore essential to improving the quality of student academic writing. Further research is recommended to design an integrated AI-based academic writing platform and to expand the study population across institutions to strengthen the generalizability of the findings. AbstrakSaat ini, kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan tinggi belum sepenuhnya mampu menjawab tantangan mendasar dalam hal penulisan akademik mahasiswa. Banyak sistem yang tersedia masih berfokus pada perbaikan teknis, sementara mahasiswa kerap mengalami kesulitan dalam menyusun argumen logis, mengorganisasi ide secara koheren, dan memahami struktur wacana akademik secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan kemampuan menulis akademik mahasiswa sebagai dasar dalam merancang sistem pembelajaran berbasis AI yang relevan dengan kebutuhan aktual di pendidikan tinggi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif melalui penyebaran angket tertutup menggunakan kuesioner daring berbasis Google Form. Instrumen dirancang berdasarkan lima aspek utama: struktur penulisan, penguasaan bahasa, argumentasi dan logika, penggunaan referensi, serta keterampilan teknik, dengan skala Likert 1–5. Responden terdiri atas 132 mahasiswa tingkat akhir dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, khususnya dari rumpun keilmuan teknik konstruksi. Data dianalisis secara kontekstual berdasarkan program studi serta diverifikasi melalui triangulasi untuk meningkatkan validitas hasil. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berada pada kategori “mampu” dalam menulis akademik, namun belum mencapai kategori “sangat mampu”, terutama pada aspek penguasaan bahasa dan argumentasi logis. Hasil ini mengindikasikan adanya kesenjangan dalam keterampilan literasi akademik yang memerlukan intervensi pembelajaran inovatif. Oleh karena itu, pengembangan sistem pembelajaran berbasis AI yang mampu memberikan umpan balik teknis dan konseptual secara adaptif menjadi penting untuk mendorong peningkatan kualitas penulisan ilmiah mahasiswa. Rekomendasi penelitian lanjutan mencakup pengembangan sistem AI terintegrasi dan perluasan populasi lintas institusi guna memperluas generalisasi hasil.
PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL Amin Rais; Aris Munandar
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9521

Abstract

The digital era has brought significant changes to the world of education, both in terms of approaches, methods, and learning media. Education is no longer limited to physical classrooms but has evolved toward flexible, interactive learning that utilizes information and communication technology. This paper discusses the transformation of education in response to the demands of digitalization, including changes in the teacher’s role as a facilitator, the use of technology as a learning medium, and the emergence of new learning models such as blended learning, flipped classrooms, and e-learning. A literature review was used as the data collection method by examining various relevant scientific journals. The analysis shows that technology, particularly Learning Management Systems (LMS), plays a vital role in improving the quality of education through material management, data-based evaluation, and enhanced learning interaction. The use of technology enables learning to become more inclusive, independent, and adaptive to the needs of digital-native learners. In addition, teachers are required to improve their digital competence to design varied and creative learning media. Ultimately, the transformation of education in the digital era not only changes teaching and learning mechanisms but also creates a new paradigm that is more open, collaborative, and technology-based.