Peningkatan jumlah lanjut usia di Indonesia diikuti oleh meningkatnya masalah kesehatan terkait penuaan, termasuk penurunan fungsi pendengaran dan fungsi kognitif. Gangguan pendengaran merupakan kondisi yang sering terjadi pada lansia dan diketahui dapat memengaruhi kemampuan komunikasi serta kemandirian. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penurunan fungsi pendengaran berhubungan dengan percepatan penurunan fungsi kognitif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis gangguan penurunan pendengaran pada lanjut usia, untuk mengetahui fungsi kognitif pada lanjut usia, serta untuk menganalisis hubungan gangguan penurunan pendengaran dengan fungsi kognitif pada lanjut usia. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia mengalami gangguan pendengaran tipe sensorineural dan menunjukkan penurunan fungsi kognitif, terutama pada kategori gangguan kognitif berat. Namun, hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara gangguan penurunan pendengaran dengan fungsi kognitif pada lanjut usia. Maka dapat disimpulkan bahwa gangguan pendengaran tipe sensorineural dan penurunan fungsi kognitif banyak ditemukan pada lansia, namun penurunan fungsi pendengaran tidak berhubungan secara signifikan dengan fungsi kognitif.