Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL PANGAN

Strategi Menghadapi Perdagangan Bebas Kawasan Asean-China Untuk Komoditas Pertanian Santosa, Purbayu Budi; Santoso, Teguh
JURNAL PANGAN Vol 19, No 1 (2010): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.79 KB) | DOI: 10.33964/jp.v19i1.115

Abstract

Perdagangan bebas Cina-ASEAN (CAFTA) mulai diberlakukan tanggal 1 Januari 2010. Khusus untuk produki pertanian beberapa komoditas masih belum diliberalisasi, karena masuk dalam kelompok produk sensitive list atau higly sensitive list. Akan tetapi semua produk yang masuk dalam SL dan HSL akan diliberalisasi mulai tahun 2015. Neraca perdagangan Indonesia untuk sektor pertanian dan Indeks Spesialisasi Perdagangan menunjukkan bahwa kekuatiran bagi Indonesia sebelum diberlakukan liberalisasi CAFTA. Salah satu strategi yang dapat ditempuh untuk menghadapi perdagangan bebas adalah dengan membangun dan mengembangan pertanian melalui konsep agropolitan, yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia. Keberhasilan pelaksanaan pendekatan agropolitan memerlukan kemauan politik (political will) dari pemerintah, tanpa itu akan sulit diujudkan.
Kelangkaan Pupuk dan Alternatif Pemecahannya Budi Santosa, Purbayu
JURNAL PANGAN Vol 17, No 3 (2008): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.948 KB) | DOI: 10.33964/jp.v17i3.268

Abstract

Permasalahan kelangkaan pupuk bersubsidi tidak ada habis-habisnya dalam perjalanar, petani berbudidaya padi.Sewaktu pupukdibutuhkan biasanya menjadi barang langka sehingga harganya membumbung tinggi. Penyebab dari hal tersebut antara lain masalah struktur pasar yang cenderung oligopolisdan distribusi pupuk yang masih lemah, konspirasi antar kepentingan untuk memperoleh rente ekonomi, masalah pemakaian pupuk yang boras dan pasokan input kebutuhan pabrik pupuk yang tersendat. Pemecahan masalah tersebut bisa dilakukan dengan cara menata struktur pasar, melakukan perbaikan dalam distribusi perpupukan, mengefisienkan pemakaian pupuk, membebaskan harga pupuk sesuai mekanisme pasar dengan ganti subsidi untuk pembelian beras dan memperlakukan hukum yang tegas dan konsisten kepada pihak-pihak yang melanggar peraturan yang ada.
Strategi Menghadapi Perdagangan Bebas Kawasan Asean-China Untuk Komoditas Pertanian Purbayu Budi Santosa; Teguh Santoso
JURNAL PANGAN Vol. 19 No. 1 (2010): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v19i1.115

Abstract

Perdagangan bebas Cina-ASEAN (CAFTA) mulai diberlakukan tanggal 1 Januari 2010. Khusus untuk produki pertanian beberapa komoditas masih belum diliberalisasi, karena masuk dalam kelompok produk sensitive list atau higly sensitive list. Akan tetapi semua produk yang masuk dalam SL dan HSL akan diliberalisasi mulai tahun 2015. Neraca perdagangan Indonesia untuk sektor pertanian dan Indeks Spesialisasi Perdagangan menunjukkan bahwa kekuatiran bagi Indonesia sebelum diberlakukan liberalisasi CAFTA. Salah satu strategi yang dapat ditempuh untuk menghadapi perdagangan bebas adalah dengan membangun dan mengembangan pertanian melalui konsep agropolitan, yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia. Keberhasilan pelaksanaan pendekatan agropolitan memerlukan kemauan politik (political will) dari pemerintah, tanpa itu akan sulit diujudkan.
Kelangkaan Pupuk dan Alternatif Pemecahannya Purbayu Budi Santosa
JURNAL PANGAN Vol. 17 No. 3 (2008): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v17i3.268

Abstract

Permasalahan kelangkaan pupuk bersubsidi tidak ada habis-habisnya dalam perjalanar, petani berbudidaya padi.Sewaktu pupukdibutuhkan biasanya menjadi barang langka sehingga harganya membumbung tinggi. Penyebab dari hal tersebut antara lain masalah struktur pasar yang cenderung oligopolisdan distribusi pupuk yang masih lemah, konspirasi antar kepentingan untuk memperoleh rente ekonomi, masalah pemakaian pupuk yang boras dan pasokan input kebutuhan pabrik pupuk yang tersendat. Pemecahan masalah tersebut bisa dilakukan dengan cara menata struktur pasar, melakukan perbaikan dalam distribusi perpupukan, mengefisienkan pemakaian pupuk, membebaskan harga pupuk sesuai mekanisme pasar dengan ganti subsidi untuk pembelian beras dan memperlakukan hukum yang tegas dan konsisten kepada pihak-pihak yang melanggar peraturan yang ada.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aan Zainul Anwar Afif Leksono Agni Kusumawati Agni Kusumawati Agung Riyardi AGUS RIYANTO Akrom, Akrom Amalia, Luthfina Zahrotul Arif Pujiyono Arifta Budi M Aris Anwaril Muttaqin Ariza Fuadi B. Bambang Bahtiar Rifai Bambang Nolo Kresno Bambang Nolo Kresno, Bambang Nolo Bayu Setyoko Bella Aldida Darwanto Darwanto Darwanto Darwanto Darwanto Deden Dinar Iskandar Della Arny Novera Destiartono, Mohamad Egi Desyandri Desyandri Diah Meani R.M.D Dul Muid Dzulfikar, Muhammad Zacky Eddy Yusuf Agung Gunanto Edi Susilo Edy Yusuf Agung Gunanto Farah Nailal Azzah Fatchur Rohman Fawwaz Arif Aljabar Gentur Handoyo Gunanto, Eddy Yusuf Agung Hadi Sasana Hidayat, Muhammad Rizal Jamhari Jamhari Kafabih, An’im Karsinah - Kasiyati, Sri Kasiyati, Sri Khariza, Adhisty Mohammad Laila Baroroh Laksono Trisnantoro Lili Marliyah Maria, Nugroho Nugroho Sumarjiyanto Benedictus Martatatina, Yasri Mi'raj, Denizar Abdurrahman Mochammad Ardani Mohammad Khariza, Adhisty Muhadjirin Muhadjirin Muhammad Aladdin Hanif Muhammad Kharisma Muhammad Naufal Lazuardi Muhammad Zacky Dzulfikar Muliawan Hamdani Mulyani, Nisrina Ikhfadhillah Muttaqin, Aris Anwaril N. Widodo Nenik Woyanti Nugroho, Aditya Febriansyah Ondo Ilarinduan PS Paul SP Hutagalung Prakoso, Lindhu Dwi Putra Perdana Putri, Wafa Maharani Rasyda, Amanda Naura Rifai, Bahtiar Roessali, Wiludjeng Romadhansya Indra Setiyadi Saifhul Anuar Syahdan Siti Nur Aisyah Suci Rismawati Ulfa Nadra Utami, Fadia Wahyu Ardiyanto Wahyuni, Hesti Asri Widodo, N. Wisnu Mawardi Wongsokarto, Misdiarso Zusak, M Bastomi Fahri