Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Intelligent Warehouse Picking Improvement Model for e-Logistics Warehouse Using Single Picker Routing Problem and Wave Picking Diah Damayanti, Dida; Novitasari, Nia; Bayu Setyawan, Erlangga; Suksessanno Muttaqin, Prafajar
JOIV : International Journal on Informatics Visualization Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/joiv.6.2.1006

Abstract

Abstract— The development and use of technological innovations have changed people's behavior from an industrial society to an information society. It can be seen in the increase in people's consumption patterns from trading through physical stores (offline) to trading through electronic systems, often referred to as e-commerce. Logistics services are distribution actors in the downstream line which are tasked with delivering products from the fulfillment center from e-commerce to the end customer. The uncertainty of the number of requests is the biggest challenge for logistics service players. The growth of e-commerce has also led to an increase in sales volume in e-commerce which has given rise to a new generation of warehouses that are specifically tailored to the special needs of online retailers who directly serve the demands of end-customers in the business-to-consumer (B2C) segment. Traditional warehousing systems cannot handle orders with the characteristics of many transactions but smaller sizes. In addition, warehouses that handle e-commerce are also required to have a fast process in the warehouse because shipments must be made on the same day. In this study, the author aims to perform calculations to find the optimal order picking time in the warehouse, so orders in e-commerce can be processed faster by comparing the picking process time using ordinary Single Picker Routing Problem (SPRP) and combined with the concept of wave picking using Genetic Algorithm (GA). Based on a theoretical study in this paper, the combination between SPRP and wave picking can reduce 42.28% picking time. 
MODEL SCHEDULING OPTIMIZATION WORKFORCE MANAGEMENT PADA KOMUNITAS UMKM FOOD AND BEVERAGES DALAM MENGOPTIMALKAN PENGGUNAAN PEGAWAI PASCA COVID-19 Prafajar Suksessanno Muttaqin; Erlangga Bayu Setyawan; Muhammad Nashir Ardiansyah; Feren Sahda Athiefa; Satriana Rasmaydiwa Sekarjatiningrum
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v3i1.7081

Abstract

Pandemi Covid saat ini telah memasuki masa pemulihan di berbagai negara yang ditunjukan dengan adanya program pada setiap aspek dari setiap negara. Pada sisi ekonomi, pemerintah Indonesia meluncurkan sejumlah langkah stimulus untuk mendukung pemulihan. Paket stimulus ekonomi diberikan kepada sektor-sektor yang terdampak langsung oleh pandemi, seperti pariwisata, perhotelan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah khususnya pada sektor kuliner. Di sisi lain sektor kuliner juga menjadi fokus perhatian, yang mana UMKM juga sudah terbukti sebagai salah satu sektor yang cukup terdampak namun dapat segera bangkit dari pandemi yang terjadi beberapa tahun sebelumnya. Salah satu fokus pada pengabdian ini adalah Kota Bandung sebagai Ibukota Provinsi Jawa Barat, yang mana menjadi salah satu Provinsi dengan jumlah penyintas covid terbanyak di Indonesia. Pada kegiatan pengabdian masyarakat dengan topik Model Scheduling Optimization Workforce Management dilakukan di cloud kitchen yang merupakan konsep bisnis yang bergerak di bidang pembuatan serta penjualan makanan dan minuman. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan memperkaya wawasan khususnya pada implementasi Model Scheduling Optimization Workforce Management dalam pemulihan pasca Covid-19 dalam membantu para UMKM kuliner jika terdapat permintaan pembelian produk secara tiba-tiba, maka pelaku usaha UMKM dapat mengetahui berapa jumlah karyawan lepas yang dapat membantu sehingga proses pembuatan makanan hingga pengemasan dapat lebih cepat dibandingkan kondisi saat ini. Hal ini dilakukan agar mencegah terjadinya pembatalan pesanan makanan baik pemesanan secara langsung maupun melalui aplikasi.
PENDAMPINGAN KEGIATAN PEMETAAN KOMODITAS PERTANIAN DI KABUPATEN BANDUNG BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Prafajar Suksessanno Muttaqin; Erlangga Bayu Setyawan; Nia Novitasari; Seto Sumargo; Yodi Nurdiansyah; Dinda Raisa Bilqisti; Mochamad Rafly
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v3i1.7095

Abstract

Sektor pertanian di Kabupaten Bandung merupakan salah satu sektor andalan dan masuk dalam empat besar penyumbang PDRB terbesar setelah industri pengolahan, perdagangan besar dan konstruksi. Pemerintah saat ini mengarahkan pembangunan pertanian berdasarkan keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif berbasis kawasan agar pelaksanaan, pengelolaan, pengawasan dan evaluasinya berjalan efektif dan efisien serta hasilnya masif dan mampu mendorong industri berbasis pertanian. Penetapan kawasan diperlukan untuk memudahkan dalam penumbuhan dan pengembangan kawasan pertanian berbasis agribisnis mulai dari penyediaan sarana produksi, budidaya, pengolahan pasca panen dan pemasaran serta kegiatan pendukungnya secara terpadu, terintegrasi dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, masyarakat sasar berpotensi tersedianya data kawasan komoditi unggulan tanaman pangan, tanaman hortikultura, serta tanaman perkebunan berdasarkan kondisi dan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber daya buatan dengan memperhatikan kondisi aktual dan peluang pemasaran. Rencana lokasi harus didasarkan pada hasil analisis situasi wilayah, analisis tata ruang dan analisis permasalahan serta sudah harus spesifik mengarah pada desa. Sehingga, penetapan rencana lokasi akan merujuk pada sasaran penerima manfaat yang akan dijadikan lokasi pengembangan, sehingga permasalahan di dalam proses penetapan calon petani dan calon lokasi dalam pelaksanaan kegiatan yang selama ini menjadi salah satu faktor keterlambatan pelaksanaan kegiatan akan dapat diminimalkan.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGISIAN ULANG YANG OPTIMAL PADA GONDOLA MENGGUNAKAN METODE NON-LINEAR INTEGER PROGRAMMING PADA SUPERMARKET XYZ Prafajar Suksessanno Muttaqin; Erlangga Bayu Setyawan; Nia Novitasari; Aulia Dihas Zahira; Yoara Damar Puspasari; Dhea Cantika Febriyanti; Denisse Michelle Gunawan
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 1 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v6i1.7903

Abstract

Supermarket XYZ menghadapi tantangan serius yang mempengaruhi profitabilitasnya. Kegiatan abdimas ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor utama yang menyebabkan penurunan profit dalam supermarket. Faktor-faktor tersebut meliputi stock out (kehabisan stok), biaya display yang tinggi, investasi tinggi dalam inventory (persediaan), biaya pemesanan yang tinggi, dan biaya penyimpanan yang tinggi. Penelitian ini dilakukan melalui analisis data historis dari Supermarket XYZ, termasuk catatan tentang tingkat stok yang tidak mencukupi, biaya pengeluaran untuk display produk, investasi dalam persediaan, biaya pemesanan, dan biaya penyimpanan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa stock out secara konsisten mengakibatkan hilangnya penjualan dan pelanggan yang kecewa. Biaya display yang tinggi, meskipun memberikan tampilan produk yang menarik, telah meningkatkan biaya operasional supermarket tanpa pencapaian yang seimbang dalam peningkatan penjualan. Investasi yang tinggi dalam persediaan menyebabkan dana yang terikat dalam stok yang tidak produktif, sementara biaya pemesanan yang tinggi dan biaya penyimpanan yang tinggi membebani profitabilitas dengan cara yang signifikan. Berdasarkan permasalahan yang dimiliki oleh Supermarket XYZ maka dilakukan pemaksimalan penggunaan gondola. Kegiatan abdimas ini dilakukan untuk memberikan usulan pengisiian ulang gondola dengan menggunakan metode Nonlinear Integer Programming yang bertujuan untuk memaksimalkan total net profit pada Supermarket XYZ. Adapun hasil penerapan metode usulan adalah total produk di display dan total produk yang ditampilkan pada showroom.
Perencanaan Distribusi Muatan Kargo Pada PT XYZ Menggunakan Metode VRPSPD-CL dengan Pendekatan Algoritma Genetika untuk Maksimasi Kapasitas Kendaraan dan Minimasi Jarak Tempuh Krisna Carviani Sjarifuddin Akasah; Erlangga Bayu Setyawan; Prafajar Suksessanno Muttaqin
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Distribusi barang merupakan aktivitas penting dalam sistem logistik yang menuntut efisiensi tinggi, terutama dari sisi jarak tempuh dan pemanfaatan kapasitas kendaraan. Dalam praktiknya, tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana merancang rute distribusi yang optimal untuk meminimalkan total jarak perjalanan sambil memaksimalkan utilisasi kapasitas muatan kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model rute distribusi optimal dengan studi kasus pada PT XYZ, menggunakan pendekatan Vehicle Routing Problem with Simultaneous Pickup and Delivery with Cargo Loading (VRPSPD-CL) yang dikombinasikan dengan metode Genetic Algorithm (GA). Model mempertimbangkan beberapa batasan penting, seperti kapasitas maksimum kendaraan dalam hal berat dan volume, serta skenario pickup dan delivery yang terjadi secara bersamaan dalam satu rute. Data pengiriman harian periode 4–16 November 2024 digunakan sebagai dasar simulasi. Proses optimasi melibatkan tahapan GA, yaitu inisialisasi populasi, evaluasi fungsi fitness, seleksi, crossover, dan mutasi hingga diperoleh solusi terbaik. Hasil menunjukkan penurunan signifikan dalam total jarak tempuh dan peningkatan rata-rata utilisasi kendaraan. Evaluasi model dilakukan melalui perbandingan kondisi aktual, simulasi usulan model, serta uji sensitivitas terhadap jumlah kendaraan. Kata kunci— Distribusi Logistik, VRPSPD-CL, Algoritma Genetika, Kapasitas Muatan.
Optimasi Alokasi Kapal ke Dermaga pada PT XYZ di Pelabuhan Panjang Menggunakan Metode Cuckoo Search Algorithm (CSA) untuk Meminimalkan Total Biaya Operasional Kapal Yoara Damar Puspasari; Erlangga Bayu Setyawan; Putu Giri Artha Kusuma
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ sebagai operator di Pelabuhan Panjang menghadapi permasalahan keterlambatan penyandaran kapal yang berdampak langsung pada peningkatan biaya operasional, seperti biaya tunggu, penanganan, dan penalti. Permasalahan ini timbul akibat alokasi dermaga yang belum optimal, terbatasnya fasilitas pelabuhan, serta faktor eksternal seperti cuaca dan keterbatasan kapal pemandu. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan alokasi dermaga dengan meminimalkan total biaya operasional kapal menggunakan pendekatan Cuckoo Search Algorithm (CSA). Model optimasi dirancang dalam bentuk pemrograman integer dengan mempertimbangkan berbagai pembatas seperti panjang dermaga, waktu aman antar kapal, slot dermaga, dan preferensi posisi sandar kapal. CSA dipilih karena kemampuannya dalam menangani ruang pencarian solusi yang besar dan kompleks secara efisien. Hasil simulasi terhadap 91 kapal selama periode 10 hari menunjukkan bahwa penerapan CSA mampu menekan biaya tunggu dari Rp878 juta menjadi Rp0 dan mengurangi biaya penalti hingga 74%. Secara keseluruhan, total biaya operasional kapal dapat ditekan sebesar 40–60%. Penelitian ini menunjukkan bahwa CSA efektif dalam meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data di pelabuhan. Kata kunci— Alokasi dermaga, Cuckoo Search Algorithm, Optimasi Biaya, Pelabuhan, Penjadwalan Kapal
Perencanaan Stowage Planning Kontainer Multi-Port Dalam Kapal Kargo Di Pelabuhan Pt. Xyz Menggunakan Model Integer Linear Programming Dengan Metode Insert-And Fix Algorithm Untuk Minimasi Jumlah Rehandle Dalam Aktivitas Bongkar Muat Di Setiap Pelabuhan Tu Muhammad Zakki Dharmawan Muly; Erlangga Bayu Setyawan; Leo Rama Kristiana
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan PT. XYZ merupakan pelabuhan yang berada di Jakarta, Indonesia. Pada penelitian ini, studi kasus mengenai Stowage Planning berupa sebuah kapal yang bersandar di Pelabuhan PT. XYZ yaitu bertujuan ke Singapura dan Jepang mengalami jumlah rehandle ketika melakukan Stowage Plan. Hal ini dilakukan dengan menggunakan data historis di bulan Agustus 2024 yaitu berupa EDIFACT yang didapat dari kegiatan operasional kapal. Hal ini bisa menyebabkan KPI pada Ship Planner bisa menurun dan akan menyebabkan rehandle berlebih pada Quay Crane di pelabuhan selanjutnya. Penelitian ini mengidentifikasi spesifikasi kapal yang digunakan untuk mengantarkan seluruh kontainer. Setelah itu, penelitian ini juga harus mengidentifikasi apa saja jenis-jenis kontainer, Data yang dianalisis meliputi jenis kontainer, berat, dimensi, urutan pelabuhan tujuan, dan jumlah rehandle yang didapatkan dari hasil perekapan data historis sebelumnya. Hasil yang didapatkan dari penyelesaian masalah adalah data kapal yang memiliki 4520 TEUs dan memiliki 11 destinasi untuk rute pelayaran kapal mengangkut kontainer yang dimuat dari Indonesia, kesimpulan yang bisa didapatkan adalah hasil perencanaan Stowage Plan menggunakan model Integer Linear Programming dengan pendekatan Insert-and Fix Algorithm bisa meminimasi rehandle sebesar 59-100% untuk setiap pelabuhan tujuannya. Hal ini dapat menurunkan jumlah rehandle untuk pelabuhan tujuan dalam rute pelayaran kapal, sehingga Quay Crane tidak melakukan rehandle berlebih. Kata kunci — Pelabuhan, Stowage Plan, Rehandle, Integer Linear Programming, Insert-and-Fix Algorithm.
Penerapan Dashboard Persediaan dengan Mempertimbangkan Umur Hidup Produk dalam Optimalisasi Biaya Persediaan pada UMKM Produk Olahan Labu di Kota Bandung Nia Novitasari; Prafajar Suksessanno Muttaqin; Erlangga Bayu Setyawan; Adam Wiradharma; Hasbi Aditya Affa Rizki; Nala Lalita Dwi Ayu Diana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5 No 3 (2025): JPMI - Juni 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3408

Abstract

CV XYZ merupakan UMKM yang bergerak dibidang makanan dan minuman yang memiliki tiga produk andalan yaitu brownies labu, stik labu, dan kerupuk labu. Permasalahan yang dihadapi oleh UMKM ini yaitu jumlah persediaan yang melebihi kebutuhan persediaan yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan yang masuk. Tingginya jumlah persediaan menunjukkan bahwa perusahaan mengalami overstock yang mengakibatkan banyaknya jumlah produk yang rusak. Adanya overstock dan kerugian akibat produk outdate berdampak terhadap biaya persediaan yang dikeluarkan oleh CV XYZ. Biaya persediaan yang dikeluarkan melebihi 45% dari batas anggaran yang sudah ditetapkan. Solusi dari permasalahan tersebut adalah perancangan dashboard pengelolaan persediaan dengan mempertimbangkan umur hidup produk. Pada pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu UMKM dalam perancangan kebijakan persediaan untuk menentukan jumlah pemesanan optimal serta menentukan reorder point melalui implementasi dashboard pengelolaan persediaan. Solusi tersebut dipilih karena dapat menyelesaikan akar masalah yang menjadi penyebab tingginya biaya persediaan. Metode pelaksanaan yaitu perancangan dashboard dalam rangka menciptakan solusi berbasis teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta memberikan pelatihan dalam penggunaan dashboard. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukan adanya penyelesaian solusi atas permasalahan pengelolaan persediaan produk labu yang ditunjukan dengan kuesioner evaluasi secara rata-rata menunjukan 82% peserta merasakan dampak positif dari penerapan dashboard persediaan. Pelaksanaan kegiatan berikutnya dapat dilanjutkan dengan mempertimbangkan aspek pengiriman produk olahan labu kepada konsumen.
IMPLEMENTASI MODEL PERSEDIAAN MULTI-ITEM PROBABILISTIK BERBASIS KADALUWARSA UNTUK MENURUNKAN TOTAL BIAYA PADA INDUSTRI FMCG Aulia Dihas Zahira; Erlangga Bayu Setyawan
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 13 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v13i3.37281

Abstract

Inventory management in the Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) sector is challenged by high demand volatility, limited storage capacity, and product perishability, all pf which substantially increase operational costs when not properly controlled. These challenges become more severe when ordering decisions are made without a structured policy and are influenced by quantity-based discounts that may unintentionally raise inventory levels and expiration risks. This study aims to develop probabilistic multi-item inventory levels and expiration risks. This study aims to develop a probabilistic multi-item inventory model that explicitly incorporates perishability factors to generate optimal replenishment decision under stochastic demand conditions. The methodology includes identifying demand distribution patterns using the Kolmogorov-Smirnov goodness test, forecasting demand through Simple Exponential Smoothing, Holt’s Method, and Linear Trend Models, and integrating the results into a contemporary probabilistic inventory control model that considers storage capacity, discount schemes, and shortage risks. A numerical study involving seven products over a 12-month horizon is conducted to empirically evaluate the model’s performance. The results demonstrate that the proposed model significantly reduces total inventory cost, with notable decreases across purchasing, ordering, holding, shortage, and expiration cost components, achieving cost reductions exceeding 70% compared to the initial condition. The model provides precise value for optimal ordering time (T*), order quantity (Q), and safety stock, offering a robust and practical decision support framework for FMCG companies. These findings reinforce the importance of integrating perishability and capacity constraints into probabilistic inventory models to enhance decision quality and operational efficiency.