Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal DISPROTEK

HUBUNGAN TIPE SEDIMEN DENGAN KELIMPAHAN GASTROPODA PADA TAMBAK UDANG MERGUIENSIS (Penaeus merguiensis de Man) SISTEM SEMI INTENSIF Desti Setiyowati; Nurcahyo Kursistiyanto; Dzwatul Fahmi Hayati; Budi Aryono
Jurnal DISPROTEK Vol 13, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdpt.v13i1.3113

Abstract

Udang jerbung sangat potensial untuk dikembangkan sebagai komoditas budidaya di Indonesia. Usaha budidaya tambak dipengaruhi oleh kesuburan perairan. Salah satu indikator yang menentukan tingkat kesuburan tambak adalah komposisi makrobenthos pada dasar tambak. Makrobenthos yang sering ditemukan di dasar tambak salah satunya adalah gastropoda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe sedimen, kelimpahan gastropoda dan hubungan tipe sedimen dengan kelimpahan gastropoda yang terdapat di tambak udang merguiensis sistem semi intensif. Metode yang digunakan yaitu metode survei dan untuk pengumpulan data dengan metode pusposive sampling. Pengambilan sampel gastropoda menggunakan metode transek kuadrat pada setiap petak tambak, yaitu pada bagian inlet, tengah dan outlet. tiap-tiap stasiun diambil sampel sedimen tanah dasar tambak. Metode analisis data menggunakan analisis deskripsi kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tipe sedimen yang terdapat di tambak udang merguiensis sistem semi intensif adalah lempung (clay), lanau (silt) dan pasir (sand). Tipe sedimen yang paling mendominasi adalah pasir. Kelimpahan gastropoda di tambak udang merguiensis sistem semi intensif adalah bagian inlet terdapat 1871 ind/m², tengah 983 ind/m² dan outlet 1513 ind/m². Tipe sedimen yang berpengaruh terhadap kelimpahan gastropoda di tambak udang merguiensis sistem semi intensif adalah tipe sedimen yang banyak mengandung pasir dan lempung.
KAJIAN STOK RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI PERAIRAN LAUT JAWA, KABUPATEN JEPARA Desti Setiyowati
Jurnal DISPROTEK Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdpt.v7i1.363

Abstract

The highest of economic values in economy supports the increase of catching crabs that it overfishing. The estimation about crabs stock in Jepara is extremely minimal to be executed because the lack of data information regarding crabs. The purpose of research is to recognize characetristics and stock condition of crabs (Portunus pelagicus) in Indian ocean, Jepara. The sample collecting is Pengambilan sampel 96 from stockist of crabs in Demaan village. It is conducted by using Simple Random Sampling. The sample is by measuring the width of karapas and the weight of crabs. Data analysis manually and using software software FISAT II Ver 1.2.2 in 2005 by FAO-ICLARM including: the spread of karapas width frequency, the connection of width weight, growth parameter. Mortality and explotation speed as well as system of recruitment of crabs (Portunus pelagicus). The result is the characteristic of crabs in Jepara is using catching tool of fold ??jebak?, the most that can be caught is male with a size of width yang banyak 13,71 cm. The stock condition of crabs in Jepara is still categorized good because the speed of exploitation of crabs in only 0,10 per year. It was shown that the effort of catching has not broken the limit of maximal exolitation level, it is 0,5 per year. Keywords: swimming crabs, stock, trap, exploitation Tingginya nilai ekonomis rajungan dalam perekonomian mendorong peningkatan penangkapan di alam sehingga memicu terjadinya overfishing. Pendugaan stok rajungan di Kabupaten Jepara sangat minim dilakukan karena kurangnya informasi data mengenai rajungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan kondisi stok rajungan (Portunus pelagicus) di Perairan Laut Jawa, Kabupaten Jepara. Pengambilan sampel sebanyak 96 ekor dari pengepul rajungan di Desa Demaan. Dilakukan dengan menggunakan metode sampel acak (Simple Random Sampling). Sampel yang didapat dilakukan pengukuran lebar karapas dan berat tubuh rajungan. Analisis data secara manual dan menggunakan bantuan software FISAT II Ver 1.2.2 tahun 2005 yang dikeluarkan oleh FAO-ICLARM. Mencakup: sebaran frekuensi lebar karapas, hubungan lebar berat, parameter pertumbuhan, mortalitas dan laju eksploitasi serta pola rekrutmen rajungan (Portunus pelagicus). Hasil penelitian ini adalah karakteristik rajungan di Kabupaten Jepara penangkapannya menggunakan alat tangkap bubu lipat ??jebak?, jenis yang banyak ditangkap jantan dengan ukuran lebar karapas 13,71 cm. Kondisi stok rajungan di Kabupaten Jepara masih dikategorikan baik sebab laju eksploitasi rajungan hanya sebesar 0,10 per tahun yang menunjukkan bahwa upaya penangkapan belum melebihi batas tingkat eksploitasi maksimal yaitu 0,5 per tahun. Kata kunci: rajungan, stok, bubu, eksploitasi
LAJU PERTUMBUHAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata) JANTAN DAN BETINA PADA SALINITAS YANG BERBEDA Arif Mustofa; Desti Setiyowati; Eko Suprihatin; Mahadi Utama Hendra; Mustaqim Mustaqim
Jurnal Disprotek Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdpt.v13i2.3536

Abstract

Salah satu organisme perairan bernilai ekonomis tinggi adalah kepiting bakau (Scylla serrata) karena rasa dagingnya lezat dan bernilai gizi tinggi. Kepiting bakau sangat potensial untuk dikembangkan dalam usaha budidaya. Faktor internal dalam pertumbuhan kepiting bakau yang dibudidayakan adalah jenis kelamin, sedangkan faktor eksternal utama adalah salinitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data perbedaan laju pertumbuhan kepiting bakau jantan dan betina serta salinitas optimal untuk pertumbuhan kepiting jantan dan betina. Hewan uji berupa kepiting bakau (Scylla serrata) dengan bobot awal sekitar 45gr/ekor dipelihara selama 4 minggu dengan ransum ikan rucah 10% bobot biomass. Karena kepiting merupakan hewan nocturnal yang aktif pada malam hari, maka pakan diberikan dua kali perhari dengan perbandingan pagi 30% dan sore 70%. Pemeliharaan pada bak yang berisi air media dengan salinitas 5ppt, 10ppt, 15ppt dan 20ppt diisi 4 ekor per bak untuk masing-masing jantan dan betina. Pengukuran terhadap bobot dan lebar karapas dilakukan seminggu sekali dan pada akhir penelitian dianalisa pertumbuhan mutlak, lebar karapas mutlak dan laju pertumbuhan harian. Pengujian data menggunakan rancangan acak kelompok dengan 2 kelompok jenis kelamin, 4 perlakuan salinitas yang berbeda dan 3 ulangan masing-masing perlakuan. Hasil pengukuran bobot kepiting bakau diperoleh nilai H dan SGR tertinggi pada perlakuan 15ppt baik jantan maupun betina. Namun pertumbuhan mutlak maupun pertumbuhan harian kepiting jantan lebih besar daripada betina yaitu 10,52 gr dan 8,41 gr serta 0,50% dan 0,46%. Pertumbuhan lebar karapas mutlak terbaik pada perlakuan salinitas 15ppt baik jantan maupun betina, yaitu 10,50mm dan 8,45mm.
GROWTH PERFORMANCE OF Orechromis sp TILAPIA FISH FEED WITH DIFFERENT DOSES OF PROBIOTICS Kursistiyanto, Nurcahyo; Mudiarti, Luky; Setiyowati, Desti; Abdurrahman, Farid; Latifa, Milfa
Jurnal Disprotek Vol 16, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdpt.v16i1.7196

Abstract

Probiotics are living microbial agents that can provide benefits to the host by modifying the microbial community or associating with the host, improving the nutritional value and utilization of feed, increasing the host's response to disease, and improving the quality of its threshold environment. This study was conducted to determine the effect of probiotic application in manufactured feed on feed consumption, feed utilization efficiency, growth rate and survival rate of tilapia (Oreochromis, sp). The study used a Completely Randomized Design method with five treatments and four replications. Treatment A is feed without the addition of probiotics; treatment B is feed with the addition of 5 cc/kg of probiotics; treatment C is feed with the addition of 10 cc/kg of probiotics, treatment D is feed with the addition of 15 cc/kg of probiotics and treatment E is feed with the addition of 20 cc/kg of probiotics. The variables observed in this study were feed consumption, feed utilization efficiency, relative growth rate and survival rate of tilapia (Oreochromis, sp). The results of the study showed that the treatment of feeding with the addition of probiotics had a very significant effect (p <0.05). The best treatment was treatment C, namely feed with the addition of 10gr/kg of probiotics. While water quality data and other supporting data were analyzed descriptively. The results showed that the treatment of feed with the addition of 10cc/kg of probiotics showed the best results on feed consumption, feed utilization efficiency and relative growth rate. KINERJA PERTUMBUHAN IKAN NILA YANG DIBERI PAKAN DENGAN PENAMBAHAN DOSIS PROBIOTIK YANG BERBEDAProbiotik merupakan agen mikroba hidup yang mampu memberikan keuntungan bagi inang dengan memodifikasi komunitas mikroba atau berasosiasi dengan inang, memperbaiki nilai nutrisi dan pemanfaatan pakan, meningkatkan respon inang terhadap penyakit,dan memperbaiki kualitas lingkungan ambangnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh aplikasi probiotik pada pakan pabrikan terhadap konsumsi pakan, efisiensi pemanfaatan pakan, laju pertumbuhan dan kelangsungan  hidup/survival rate ikan nila (Oreochromis, sp). Penelitian  menggunakan  metode Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan empat kali ulangan. Perlakuan A adalah pakan  tanpa penambahan probiotik; perlakuan B adalah pakan dengan penambahan probiotik 5 cc/kg pakan; perlakuan C adalah pakan dengan penambahan probiotik 10 cc/kg pakan, perlakuan D adalah pakan dengan penambahan probiotik 15 cc/kg pakan dan perlakuan  E adalah pakan dengan  penambahan  probiotik 20 cc/kg pakan. Peubah yang diamati dalam penelitan ini adalah konsumsi pakan, efisiensi pemanfaatan pakan,laju pertumbuhan relative dan kelangsungan hidup ikan nila(Oreochromis,sp).Hasil penelitian  menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pakan dengan penambahan probiotik  berpengaruh sangat nyata (p< 0,05). Perlakuan terbaik adalah perlakuan C yaitu pakan dengan penambahan  probiotik 10gr/kg pakan, sedangkan  data  kualitas air dan data penunjang yang lain dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pakan dengan penambahan probiotik 10cc/kg pakan  menunjukkan hasil yang terbaik terhadap konsumsi pakan ,efisiensi pemanfaatan pakan dan laju pertumbuhan relative.
PENAMBAHAN FERMENTASI TEPUNG BIJI TURI PADA PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SURVIVAL RATE BENIH IKAN GURAME (Osphronemus gouramy Lac.) Riza, Andi Nor; Kursistiyanto, Nurcahyo; Setiyowati, Desti; Mustofa, Arif
Jurnal Disprotek Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdpt.v15i2.7006

Abstract

Ikan gurame adalah komoditas budidaya ikan air tawar dengan pertumbuhan lambat namun bernilai ekonomis tinggi. Pakan merupakan faktor utama yang menentukan pertumbuhan dan daya tahan ikan terhadap penyakit. Inovasi dalam pakan diperlukan untuk meningkatkan pertumbuhan ikan gurame, salah satunya dengan penambahan tepung biji turi yang difermentasi. Biji turi adalah bahan baku lokal yang kaya protein (36,21%) dan Vitamin B2 (Riboflavin), yang baik untuk kesehatan saluran pencernaan dan antioksidan. Namun, biji turi mengandung serat kasar tinggi (12,54%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fermentasi tepung biji turi pada pakan buatan terhadap pertumbuhan dan sintasan ikan gurame serta dosis optimal yang ditambahkan. Benih ikan gurame dengan bobot rata-rata 4 g dan padat tebar 1 ekor/l air digunakan dalam rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu perlakuan A kontrol (0 g/1000 g pakan), B (10 g/1000 g pakan), C (20 g/1000 g pakan), dan D (30 g/1000 g pakan). Hasil penelitian menunjukan penambahan fermentasi tepung biji turi pada pakan buatan berpengaruh terhadap pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan relatif (RGR), rasio konversi pakan (FCR), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP) benih ikan gurame. Dosis optimal fermentasi tepung biji turi adalah 30g/kg (Perlakuan D) dalam pakan buatan mampu menghasilkan pertumbuhan mutlak 46,05 g, laju pertumbuhan relatif (RGR) 4,45 %, rasio konversi pakan (FCR) 1,75, efisiensi pemanfaatan pakan (EPP) 63,22 % dan tingkat kelulushidupan (SR) 100%. EFFECTS OF FERMENTED TURI SEED MEAL SUPPLEMENTATION ON GROWTH AND SURVIVAL RATES OF GOURAMI FRY (Osphronemus gouramy Lac.)Gourami fish is a freshwater aquaculture commodity with slow growth but high economic value. Feed is the main factor determining the growth and disease resistance of the fish. Innovation in feed is necessary to improve the growth of gourami, one of which is by adding fermented turi seed flour. Turi seeds are a local raw material rich in protein (36.21%) and Vitamin B2 (Riboflavin), which are beneficial for digestive health and act as antioxidants. However, turi seeds contain high crude fiber (12.54%). This study aims to determine the effect of fermented turi seed flour in artificial feed on the growth and survival rate of gourami and to identify the optimal dosage to be added. Gourami fry with an average weight of 4 g and a stocking density of 1 fish/liter of water were used in a completely randomized design with 4 treatments and 3 replications: treatment A (control, 0 g/1000 g feed), B (10 g/1000 g feed), C (20 g/1000 g feed), and D (30 g/1000 g feed). The results showed that the addition of fermented turi seed flour to artificial feed affected the absolute growth, relative growth rate (RGR), feed conversion ratio (FCR), and feed utilization efficiency (EPP) of gourami fry. The optimal dosage of fermented turi seed flour was 30 g/kg (Treatment D) in artificial feed, which resulted in an absolute growth of 46.05 g, a relative growth rate (RGR) of 4.45%, a feed conversion ratio (FCR) of 1.75, feed utilization efficiency (EPP) of 63.22%, and a survival rate (SR) of 100%.
KUALITAS PERAIRAN PANTAI SERIBU RANTING JEPARA Setiyowati, Desti; Mustofa, Arif
Jurnal Disprotek Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdpt.v15i1.5970

Abstract

WATER QUALITY OF JEPARA'S SERIBU RANTING BEACHSeribu Ranting Beach is located between two river estuaries. These two river estuaries are a source of sediment that enters coastal waters. These sediments can cause shallowing of coastal waters, which can disrupt the marine ecosystem, so Seribu Ranting Beach has a high potential for pollution. This research aims to determine the condition of water quality at Seribu Ranting Beach. This research was carried out in October 2023 in the waters of Seribu Ranting Beach. The research method used is descriptive exploratory. The data collection point is divided into 3 stations. Water quality data was collected, namely pH, temperature, salinity and dissolved oxygen using multimeter parameters, turbidity using a turbidity meter, depth and brightness using a Secchi disk, and current speed using a probe ball. The results of this research are physical parameters consisting of water temperature ranging from 31.3 - 35.8 °C, current speed ranging from 0.03 - 0.04 m/s, depth ranging from 0.6 - 0.7 m, brightness ranging from between 0.15 – 0.30 m and turbidity ranging from 35 – 55 NTU. Chemical parameters consist of pH ranging from 6.98 – 7.77, salinity ranging from 25 – 30 ‰ and DO ranging from 5.7 – 9.3 mg/L. The water quality of Seribu Ranting Beach meets marine water quality standards and is classified as adequate conditions for the survival of organisms or marine biota based on Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 22 of 2021, namely the parameters of temperature, pH, salinity and dissolved oxygen. Meanwhile, depth, brightness and turbidity do not meet the quality standards for marine aquatic organisms.Pantai Seribu Ranting terletak di antara dua muara sungai. Kedua muara sungai ini menjadi sumber sedimen yang masuk ke perairan pantai. Sedimen-sedimen tersebut dapat menyebabkan pendangkalan perairan pantai, yang dapat mengganggu ekosistem laut, sehingga Pantai Seribu Ranting memiliki potensi pencemaran yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kualitas perairan di Pantai Seribu Ranting. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 di wilayah perairan Pantai Seribu Ranting. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif eksploratif. Titik pengambilan data dibagi menjadi 3 stasiun. Pengambilan data kualitas air yaitu pH, suhu, salinitas dan oksigen terlarut menggunakan multicheker parameter, kekeruhan menggunakan turbidity meter, kedalaman dan kecerahan menggunakan secchi disk, dan kecepatan arus menggunakan bola duga. Hasil dari penelitian ini yaitu parameter fisika terdiri suhu air berkisar antara 31,3 – 35,8 °C, kecepatan arus berkisar 0,03 – 0,04 m/s, kedalaman berkisar antara 0,6 – 0,7 m, kecerahan berkisar antara 0,15 – 0,30 m dan kekeruhan berkisar antara 35 – 55 NTU.  Parameter kimia terdiri dari pH berkisar antara 6,98 – 7,77, salinitas berkisar antara 25 – 30 ‰ dan DO berkisar 5,7 – 9,3 mg/L. Kualitas perairan Pantai Seribu Ranting yang memenuhi standar baku mutu perairan laut dan tergolong pada kondisi yang tercukupi untuk kelangsungan hidup organisme atau biota perairan laut berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 adalah pada parameter suhu, pH, salinitas, dan oksigen terlarut. Sedangkan kedalaman, kecerahan dan kekeruhan tidak memenuhi standar baku mutu biota perairan laut.