Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Science and Technology (SciTech)

APLIKASI PENAMBAHAN EKSTRAK BAWANG PUTIH PADA PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SURVIVAL RATE UDANG VANAME (Litopanaeus vannamei) Aldian Nurma Prasetya; Desti Setiyowati; Nurcahyo Kursistiyanto
Science and Technology (SciTech) The 3rd National Seminar and Proceedings Scitech 2024
Publisher : Science and Technology (SciTech)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik budidaya yang intensif dapat meningkatkan produksi udang vaname. Namun, terdapat resiko yang paling besar yaitu udang vaname akan tertular berbagai jenis penyakit. Salah satunya adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Ada beberapa inisiatif untuk mengurangi penyakit ini, termasuk penggunaan bawang putih. Oleh karena itu, diperlukan aplikasi penambahan ekstrak bawang butih ke dalam pakan buatan. Tujuan dari penelitian ini adalah penambahan ekstrak bawang putih terhadap SGR, pertumbuhan mutlak, FCR, dan SR udang vaname. Penelitian ini menggunakan rancangan acak klompok (RAK) di mana terdapat 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Dengan dosis A (kontrol), B (1 g/kg pakan), C (3 g/kg pakan), D (5 g/kg pakan). Parameter uji adalah pertumbuhan mutlak, SGR, FCR dan SR. Data dianalisis menggunakan analisis ragam mendapatkan hasil berbeda, maka dilanjutkan dengan uji wilayah duncan dengan mengetahui perbedaan nilai tengah antara perlakuan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan mutlak, SGR, FCR, dan SR terbaik pada perlakuan C (3 g/kg pakan) mampu menghasilkan pertumbuhan mutlak 8,34 g, SGR 13,81 %/hari, FCR 1,24%, dan SR 96,67%. Kualitas air pada media pemeliharaan berkisaran yang sesuai untuk budidaya udang vaname (Litopanaeus vannamei). Aplikasi penambahan ekstrak bawang putih dalam pakan buatan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan harian (SGR), rasio konfersi pakan (FCR), dan tingkat kelangsungan hidup (SR) udang vaname (Litopanaeus vannamei).  
PENAMBAHAN ENZIM BROMELIN DALAM PAKAN BUATAN UNTUK MEMACU PERTUMBUHAN, PEMANFAATAN PAKAN DAN LAJU SINTASAN BENIH IKAN BAWAL AIR TAWAR (Colossoma macropomum) Yulio Bagus Karuniawan; Desti Setiyowati; Arif Mustofa
Science and Technology (SciTech) The 3rd National Seminar and Proceedings Scitech 2024
Publisher : Science and Technology (SciTech)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penambahan enzim untuk mengoptimalkan pencernaan dan penyerapan pakan, tingginya kecernaan, Akan berdampak pada tingginya efesiensi pemanfaatan pakan, enzim bromelin yang ditambahkan ke dalam pakan, Akan menghasilkan lebih banyak protein yang dihidrolisis menjadi asam amino, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan pada ikan. Penelitian dilaksanakan selama 28 hari pada bulan Desember 2022-Januari 2023 yang bertempat di Balai Benih Ikan Pecangaan Jepara. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kandungan optimal yang diberikan untuk dapat menghasilkan pertumbuhan, efisiensi pakan dan laju sintasan pada benih ikan bawal (Colossoma macropomum). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan PA (kontrol), perlakuan PB (pakan + enzim bromelin 20%), perlakuan PC (pakan + enzim bromelin 30%) dan perlakuan PD (pakan + enzim bromelin 40%). Analisis dilakukan terhadap pertumbuhan, efisiensi pemanfaatan pakan, laju sintasan menggunakan program SPSS versi 22 dengan one way ANOVA dan dilanjutkan dengan Uji Tukey dengan tingkat keyakinan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penambahan enzim bromelin pada pakan berpengaruh nyata (P ≤ 0,05) terhadap laju pertumbuhan spesifik dengan nilai tertinggi pada perlakuan PC (bromelin 30%) sebesar 3,64 gram/hari,  namun tidak berpengaruh nyata (P ≥ 0,05) terhadap efisiensi pemanfaatan pakan (EPP) dan laju sintasan (SR) pada benih ikan bawal air tawar. Dosis yang optimal dengan penambahan enzim bromelin pada perlakuan PC (bromelin 30%) yaitu pada laju pertumbuhan spesifik tertinggi sebesar 3,64gram/hari, pada efisiensi pakan tertinggi sebesar 29,95%, dan kelulushidupan tertinggi sebesar 93,33%.
PENAMBAHAN TEPUNG MAGGOT (Hermetia illucans) SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN PADA PAKAN KOMERSIAL TERHADAP PERTUMBUHAN, EFISIENSI PAKAN DAN KELULUSHIDUPAN BENIH IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus) Nia Kholishotun Nisa; Desti Setiyowati; Luky Mudiarti
Science and Technology (SciTech) The 3rd National Seminar and Proceedings Scitech 2024
Publisher : Science and Technology (SciTech)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pengembangan budidaya ikan patin (Pangasius hypophthalmus) di Indonesia terus mengalami peningkatan disetiap tahun. Pakan merupakan salah satu komponen yang sangat menentukan koefisien teknis budidaya. Harga pakan komersial saat ini sangat mahal, biaya yang dikeluarkan untuk pakan dalam proses ikan konsumsi sudah sangat dirasakan oleh pembudidaya ikan patin, karena harga pakan ikan terus meningkat. Untuk menekan harga pakan maka perlu dicari alternatif pengganti sumber protein yang lebih murah dan mudah diperoleh. Salah satu bahan pakan alternatif sebagai sumber protein hewani adalah maggot yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ikan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penmbahan tepung maggot terhadap pertumbuhan, efisiensi pemanfaatan pakan, dan kelulushidupan ikan patin (Pangasius hypophthalmus). Penelitian dilaksanakan tanggal 25 Oktober – 28 November 2023, di Balai Benih Ikan (BBI) Pecangaan Jepara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) atas 4 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan di bedakan pada dosis atau presentase pemberian tepung maggot pada benih ikan patin dengan ukuran 3-4 gram, perlakuan A (sebagai kontrol), B (penambahan tepung maggot 25%), C (penambahan tepung magot 35%), dan D (penambahan tepung maggot 40%). Analisis dilakukan terhadap pertimbuhan, efisiensi pemanfaatan pakan dan kelulushidupan ikan, menggunakan SPSS dengan One Way ANOVA dan dilanjukan dengan Uji Tukey dengan tingkat keyakinan 5%. Hasil penelitian menunjukan penambahan tepung maggot tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan mutlak, SGR, EPP dan SR. Dosis yang paling optimal terhadap pertumbuhan mutlak adalah perlakuan D (19,5 gram), SGR adalah perlakuan D (1,53%), EPP adalah perlauan D (47,14%) dan kelulushidupan adalah perlakuan B (96,67%).