Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Analysis of land suitability for mangrove rehabilitation in Bulakbaru Coastal Area, Kedung, Jepara Setiyowati, Desti; Mustofa, Arif; Kursistiyanto, Nurcahyo
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica, Vol. 12: No. 1 (April, 2025)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v1i1.18989

Abstract

Mangrove forests are vital ecosystems that maintain coastal environmental balance by preventing erosion, absorbing waste, providing habitat for aquatic life, and protecting coastlines from natural disasters. However, mangrove areas have been damaged due to land conversion and development. Rehabilitation is necessary, including in Bulakbaru Village, Kedung District, Jepara Regency, through land suitability analysis. This study aims to analyze the suitability of the Bulakbaru coastal area by considering biophysical factors such as tidal patterns, current speed, wave height, sediment particle size, salinity, temperature, and coastal slope. Surveys were conducted at three observation stations, and the data were analyzed using a ranking method based on oceanographic parameters. The results show that Station I has the highest suitability score (92.11%), supported by slow currents, low waves, and fine sediment particles, ideal for mangrove species such as Rhizophora spp. and Avicennia spp. Station III is considered suitable (79.15%), although sediment particles are sandy and stronger currents slightly reduce its suitability. Station II is moderately suitable (77.58%) due to gravelly substrate and strong currents, which limit mangrove growth. Overall, most land in Bulakbaru is deemed suitable for mangrove rehabilitation, particularly Station I, which is the most optimal. Oceanographic factors significantly influence land suitability, with muddy land and slow currents providing ideal conditions for mangrove growth.Keywords: Land Suitability; Mangroves; Rehabilitation
Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan melalui Kegiatan Penghijauan pada Siswa MIM Derasan Sempu, Boyolali Sabardila, Atiqa; Budiargo, Anggi Desatria; Wiratmoko, Galih; Himawan, Juan Artha; Triutami, Aprilia; Intansari, Ayu; Setiyowati, Desti; Cahyani, Dizy Hana Tri; Handayani, Ratnawati; Suistri, Suistri
Buletin KKN Pendidikan Vol. 1, No. 2, Desember 2019
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bkkndik.v1i2.10763

Abstract

Program penghijauan yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan adalah kegiatan yang dilaksanakan di MIM Derasan Sempu, Kabupaten Boyolali. Ada dua alasan yang mendasari pelaksanaan program ini adalah sebagai berikut: (1) lingkungan sekolah yang gersang, dan (2) kurangnya kesadaran siswa tentang lingkungan sekolah. Hal ini terlihat dari banyaknya siswa yang membuang sampah sembarangan. Artikel ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap lingkungan melalui program penghijauan dan untuk memperkenalkan jenis media tanam kepada siswa. Dua jenis media tanam digunakan dalam program penghijauan ini, yaitu tanah dan hidrogel. Metode dalam kegiatan ini berupa analisis situasi, identifikasi masalah, menentukan tujuan kerja, rencana pemecahan masalah, pendekatan sosial, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan adalah siswa lebih peka terhadap lingkungan. Hal ini terlihat dari kegiatan mereka melakukan penyiraman tanaman setiap pagi yang dilakukan sesuai dengan jadwal piket. Siswa juga dapat bertanggung jawab untuk memelihara dan merawat tanaman.
KUALITAS PERAIRAN PANTAI SERIBU RANTING JEPARA Setiyowati, Desti; Mustofa, Arif
Jurnal Disprotek Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdpt.v15i1.5970

Abstract

WATER QUALITY OF JEPARA'S SERIBU RANTING BEACHSeribu Ranting Beach is located between two river estuaries. These two river estuaries are a source of sediment that enters coastal waters. These sediments can cause shallowing of coastal waters, which can disrupt the marine ecosystem, so Seribu Ranting Beach has a high potential for pollution. This research aims to determine the condition of water quality at Seribu Ranting Beach. This research was carried out in October 2023 in the waters of Seribu Ranting Beach. The research method used is descriptive exploratory. The data collection point is divided into 3 stations. Water quality data was collected, namely pH, temperature, salinity and dissolved oxygen using multimeter parameters, turbidity using a turbidity meter, depth and brightness using a Secchi disk, and current speed using a probe ball. The results of this research are physical parameters consisting of water temperature ranging from 31.3 - 35.8 °C, current speed ranging from 0.03 - 0.04 m/s, depth ranging from 0.6 - 0.7 m, brightness ranging from between 0.15 – 0.30 m and turbidity ranging from 35 – 55 NTU. Chemical parameters consist of pH ranging from 6.98 – 7.77, salinity ranging from 25 – 30 ‰ and DO ranging from 5.7 – 9.3 mg/L. The water quality of Seribu Ranting Beach meets marine water quality standards and is classified as adequate conditions for the survival of organisms or marine biota based on Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 22 of 2021, namely the parameters of temperature, pH, salinity and dissolved oxygen. Meanwhile, depth, brightness and turbidity do not meet the quality standards for marine aquatic organisms.Pantai Seribu Ranting terletak di antara dua muara sungai. Kedua muara sungai ini menjadi sumber sedimen yang masuk ke perairan pantai. Sedimen-sedimen tersebut dapat menyebabkan pendangkalan perairan pantai, yang dapat mengganggu ekosistem laut, sehingga Pantai Seribu Ranting memiliki potensi pencemaran yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kualitas perairan di Pantai Seribu Ranting. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 di wilayah perairan Pantai Seribu Ranting. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif eksploratif. Titik pengambilan data dibagi menjadi 3 stasiun. Pengambilan data kualitas air yaitu pH, suhu, salinitas dan oksigen terlarut menggunakan multicheker parameter, kekeruhan menggunakan turbidity meter, kedalaman dan kecerahan menggunakan secchi disk, dan kecepatan arus menggunakan bola duga. Hasil dari penelitian ini yaitu parameter fisika terdiri suhu air berkisar antara 31,3 – 35,8 °C, kecepatan arus berkisar 0,03 – 0,04 m/s, kedalaman berkisar antara 0,6 – 0,7 m, kecerahan berkisar antara 0,15 – 0,30 m dan kekeruhan berkisar antara 35 – 55 NTU.  Parameter kimia terdiri dari pH berkisar antara 6,98 – 7,77, salinitas berkisar antara 25 – 30 ‰ dan DO berkisar 5,7 – 9,3 mg/L. Kualitas perairan Pantai Seribu Ranting yang memenuhi standar baku mutu perairan laut dan tergolong pada kondisi yang tercukupi untuk kelangsungan hidup organisme atau biota perairan laut berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 adalah pada parameter suhu, pH, salinitas, dan oksigen terlarut. Sedangkan kedalaman, kecerahan dan kekeruhan tidak memenuhi standar baku mutu biota perairan laut.
Kelimpahan dan pola sebaran gastropoda di Pantai Blebak Jepara Setiyowati, Desti
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 5: No. 1 (April, 2018)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v5i1.655

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik, kelimpahan dan pola sebaran gastropoda di Pantai Blebak Jepara. Penelitian ini berlokasi di Pantai Blebak, Desa Sekuro Kabupaten Jepara. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Sampel diambil dari 3 stasiun. Masing-masing stasiun dibuat garis transek sepanjang 30 m dengan jarak antar transek 10 m. Setiap transek terdiri dari 3 plot dengan ukuran 1x1 m. Pengambilan sampel Gastropoda dilakukan pada saat surut dan tidak hujan. Gastropoda yang diambil adalah gastropoda yang terdapat pada setiap plot kuadrat dan di dalam substrat sampai kedalaman 5 cm. Karakteristik gastropoda di Pantai Blebak Jepara ditemukan 4 famili dari 7 spesies gastropoda:Cerithidea cingulata, Cerithidea qudrata, Terebralis sulcata, Chicoreus capucinus, Littoraria scabra, Littoraria melanostoma, dan Volema paradisiaca.Cerithidea qudratamenunjukkan nilai kelimpahan tertinggi (12,33 ind/m²). Pola sebaran Gastropoda di Pantai Blebak Jepara pada umumnya menyebar secara merata.Coastal waters Blebak Jepara has the potential of mangrove ecosystems that are good for mangrove conservation area management. However, land cleared for shrimp farming (aquaculture), fishing activities and attractions makes the mangrove in coastal waters be on the wane, so we need a scientific study to determine whether the abundance and distribution patterns of gastropods in those areas are still good or otherwise. The purpose of this study was to determine the characteristics, abundance and distribution patterns of gastropod in coastal waters Blebak Jepara. The research was conducted in coastal waters Blebak Jepara from June to October 2016. The sampling technique is purposive sampling. Characteristics gastropods in coastal waters Blebak Jepara found 4 familly of seven species of gastropods: Cerithidea cingulata, Cerithidea qudrata, Terebralis sulcata, Chicoreus capucinus, Littoraria scabra, Littoraria melanostoma, and Volema paradisiaca. Cerithidea qudrata showed the highest abundance values (12.33 individuals/m²). Gastropoda distribution patterns in coastal waters Blebak Jepara generally spread evenly. 
Analisis stok rajungan (Portunus pelagicus Linnaeus, 1758) di pantai utara Jepara, Provinsi Jawa Tengah Setiyowati, Desti; Sulistyawati, Dwi Retna
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 6: No. 2 (October, 2019)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v6i2.1367

Abstract

AbstrakSumberdaya rajungan (Portunus pelagicus) di perairan Kabupaten Jepara menjadi salah satu komoditas yang banyak diminati oleh nelayan untuk ditangkap karena memiliki nilai jual yang tinggi, baik sebagai komoditas lokal maupun komoditas ekspor. Kebutuhan di pasar ekspor rajungan semakin meningkat sehingga menyebabkan kegiatan penangkapan rajungan ikut meningkat. Kenaikan upaya tangkap yang tidak terkendali dikhawatirkan menimbulkan penurunan produksi hasil tangkapan dan kondisi tangkap lebih pada stok rajungan. Potensi Kabupaten Jepara sebagai wilayah yang memberikan kontribusi pada penangkapan rajungan cukup tinggi untuk itu perlu adanya manajemen atas stok rajungan agar kontinuitas rajungan di pasar tetap terjaga dan stabil. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga Desember 2017 disekitar pantai utara Jepara meliputi Desa Demaan, Kedung, dan Bondo Kabupaten Jepara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji stok rajungan melalui analisis pola pertumbuhan, parameter pertumbuhan populasi, laju mortalitas, tingkat eksploitasi, dan pola rekrutmen rajungan di Pantai Utara Kabupaten Jepara. Pengambilan data dilakukan secara acak sederhana (simple random sampling). Pengambilan sampel menggunakan alat tangkap yang biasa di gunakan oleh nelayan rajungan di Jepara yaitu dengan menggunakan alat tangkap bubu lipat. Sampel yang terkumpul, dilakukan pengukuran parameter biologi rajungan yang meliputi ukuran lebar karapas. Hasil penelitian diperoleh bahwa ukuran lebar karapas rajungan yang paling banyak tertangkap di Pantai Utara Kabupaten Jepara adalah 136,70 mm. Secara umum pola pertumbuhan rajungan adalah allometrik negatif dengan persamaan pertumbuhan rajungan yang didapat adalah Lt = 172,09 [1- ]. Laju mortalitas alami (M) rajungan sebesar 0,91 per tahun dan laju mortalitas penangkapan (F) sebesar 3,25 per tahun, sehingga diketahui laju eksploitasi rajungan (E) sebesar 78% (overexploited). Pola rekruitmen rajungan di Pantai Utara Kabupaten Jepara tertinggi pada bulan Januari (15,02%)Kata kunci: Portunus pelagicus; stok; pertumbuhan; mortalitas; eksploitasi; rekruitmenAbstractBlue Swimming crab (Portunus pelagicus) resources in the waters of Jepara Regency are one of the commodities that are much in demand by fishers to be caught because they have a high selling value, both as a local commodity and an export commodity. The need for the crab export market is increasing so that it causes increased fishing activities. The increase in uncontrolled fishing efforts is feared to lead to a decrease in catch production and more catch conditions in the crab stock. The potential of Jepara Regency as a region that contributes to the capture of crabs is quite high, so that management of the crab stock is needed so that crab continuity in the market is maintained and stable. This research was conducted from January to December 2017 around the northern coast of Jepara including the villages of Demaan, Kedung, and Bondo, Jepara Regency. The purpose of this study is to study the crab stock through analysis of growth patterns, parameters of population growth, mortality rate, exploitation rate, and crab recruitment patterns on the North Coast of Jepara Regency. Data retrieval is done in simple random sampling. Sampling using fishing gear commonly used by crab fishermen in Jepara is by using a fishing trap. The collected samples were measured by the crab biological parameters which included the size of the carapace width. The results of the study showed that the width of the crab carapace most caught on the North Coast of Jepara Regency was 136.70 mm. In general, the crab growth pattern is negative allometric with the crab growth equation obtained is Lt = 172,09 [1- ].  The natural mortality rate (M) is 0.91 per year and the catch mortality rate (F) is 3.25 per year, so the crab exploitation rate (E) is known to be 78% (overexploited). The pattern of crab recruitment on the North Coast of Jepara Regency was highest in January (15.02%).Keywords: Portunus pelagicus; stock; growth; mortality; exploitation; recruitment
MONITORING KUALITAS AIR TAMBAK BUDI DAYA KEPITING BAKAU (SCYLLA SERRATA) PADA KELOMPOK MITRA DI DESA PANGGUNG JEPARA Setiyowati, Desti; Mustofa, Arif; Riza, Andi Nor; Hasyim, Muhammad; Naseer, Jamal Abdun
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v8i2.15853

Abstract

Abstract: Panggung Village is one of the coastal villages in Kedung District, Jepara Regency which has a lot of potential natural resources to be developed. One potential natural resource that is quite potential is the mangrove forest which is widely cultivated as a place for mud crab cultivation. Mud crab (Scylla serrata) is one of the fisheries resources in the mangrove area, has high economic value and tastes delicious meat so that it is consumed by many local and foreign people. The problem faced by the partner group is that the cultivation of mud crabs has not gone well due to limited funds, lack of technology and assistance for their production activities. This activity aims to provide science and technology applications in the form of digital pond water quality monitoring technology to monitor parameters of temperature, DO, salinity and pH so that mud crabs grow optimally and have high selling prices. The method used for partner groups to support program realization is participatory. The result of the activity is a fairly high level of participation from the partner group which has a positive impact on program implementation, seen in socialization activities, counseling, training and mentoring in monitoring the water quality of mud crab cultivation ponds. The implementation of the service program is able to produce outputs, namely increasing the knowledge and skills of partner groups in monitoring water quality.Keywords: Monitoring; Water Quality; Mud Crab.Abstrak: Desa Panggung merupakan salah satu desa pesisir di Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara yang memiliki banyak potensi sumber daya alam untuk dikembangkan. Salah satu potensi sumber daya alam yang cukup potensial adalah hutan mangrove yang banyak diusahakan sebagai tempat budi daya kepiting bakau. Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu sumber daya perikanan yang berada di kawasan mangrove, memiliki nilai ekonomis tinggi dan rasa dagingnya yang lezat sehingga banyak dikonsumsi oleh masyarakat lokal maupun mancanegara. Permasalahan yang dihadapi kelompok mitra yaitu budi daya kepiting bakau yang dilakukan belum berjalan dengan baik dikarenakan keterbatasan dana, kurangnya teknologi dan pendampingan untuk kegiatan produksinya masih sangat kurang. Kegiatan ini bertujuan memberikan aplikasi IPTEKS berupa teknologi monitoring kualitas air tambak secara digital untuk memantau parameter suhu dan DO sehingga kepiting bakau tumbuh optimal serta memiliki harga jual yang tinggi. Metode yang digunakan bagi kelompok mitra untuk mendukung realisasi program adalah partisipatif. Hasil dari kegiatan adalah tingkat partisipasi yang cukup tinggi dari kelompok mitra memberikan dampak positif bagi pelaksanaan program, terlihat pada kegiatan sosialisasi, penyuluhan, pelatihan dan pendampingan monitoring kualitas air tambak budi daya kepiting bakau. Pelaksanaan program pengabdian mampu menghasilkan luaran yaitu peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kelompok mitra dalam melakukan monitoring kualitas air.Kata Kunci: Monitoring; Kualitas Air; Kepiting Bakau.
Optimalisasi Sistem Irigasi Saluran Tersier dan Water Storage Pond di Desa Sowan Kidul Kabupaten Jepara Hidayati, Nor; Sari, Risma Sukma Putri; Umam, Khotibul; Setiyowati, Desti
Teknika Vol. 19 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v19i1.8041

Abstract

Irigasi adalah suatu sistem atau cara menyediakan air di lahan pertanian untuk memenuhi kebutuhan tanaman irigasi dengan tujuan meningkatkan produktivitas pertanian dan mengoptimalkan hasil panen. Selain itu, evaluasi kinerja irigasi pada daerah irigasi kelompok Lestari Karya Tani Desa Sowan Kidul didasarkan Peraturan Menteri PU no. 12/PRT/M2015 dengan beberapa hal misalnya, sarana penunjang, produktivitas tanam, organisasi personalia, prasarana fisik, dokumentsai, dan perkumpulan petani pemakai air memperoleh prosentase kinerja sebesar 42,1% dapat dikategorikan rusak dan membutuhkan rekomendasi tindak lanjut seperti rehabilitasi yang bersifat perbaikan. Metode F.J. Mock menganalisis ketersediaan air didapatkan nilai terendah pada bulan November dengan 1,47 m3/detik dan nilai tertinggi pada bulan Januari dengan nilai 8,46 m3/detik. Untuk mendapatkan kebutuhan air tanaman menggunakan tahun dasar perencanaan dan hasil Analisa debit. Upaya untuk mengatasi ketidakseimbangan neraca air dengan melakukan pembangunan kolam tampung. Dimensi kolam tampung digunakan 40 m x 45 m kedalaman 3 m. Pintu inlet dan outlet direncanakan memiliki lebar 1,2 m dan tinggi 0,6 m. Faktor faktor yang berpengaruh pada jaringan irigasi di desa Sowan Kidul yaitu banyaknya sampah pada aliran DAS, disekitar sungai sehingga dapat mengurangi kinerja irigasi dan juga debit air.
PELATIHAN PEMBUATAN KERUPUK CANGKANG TELUR DENGAN KEPALA UDANG TINGGI KALSIUM (PENCEGAH OSTEOPOROSIS) PADA KELOMPOK PKK DESA SINGOROJO, MAYONG JEPARA Kursistiyanto, Nurcahyo; Mudiarti, Luky; Setiyowati, Desti; Mustofa, Arif; Rohman, Farid Abdur; Latifa, Milfa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19331

Abstract

ABSTRAKPengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan skill kelompok ibu-ibu  di desa Singorojo Jepara dengan mentransformasikan teknologi pengolahan, pengemasan, pemasaran dan manajemen usaha yang menggunakan bahan dasar nasi menjadi produk olahan kerupuk cangkang telur dan kepala udang. Permasalahan rendahnya pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu desa Singorojo dalam mengolah limbah baik dari cangkang telur maupun kepala udang, sehingga menjadi produk yang bernilai ekonomis. Pelatihan ini di berikan mulai dari cara pengolahaan, pengemasan, pemasaran sampai metode yang akan di terapkan, untuk mencapai tujuan atau target yaitu metode demonstrasi, pelatihan/penyuluhan. Hasil yang dicapai pada kegiatan ini adalah kelompok ibu rumah tangga desa Singorojo telah memahami dan memiliki keterampilan dalam wirausaha, dan mengetahui cara pengelolaan usaha yang lebih terstruktur, adanya produk kerupuk cangkang telur dan kepala udang berbagai rasa pedas dan manis serta memahami bagaimana cara memasarkan produk dengan adanya inovasi kemasan dan penggunaan teknologi. Hasil  evaluasi yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa pengetahuan peserta terkait pengolahan cangkang telur dan kepala udang ini meningkat dan membuka pikiran peserta untuk memanfaatkan limbah yang ada untuk meningkatkan  pendapatan serta mencegah osteoporosis. Peserta secara aktif menanggapi positif keterampilan dan pengetahuan yang di sampaikan oleh tim pengabdi.                                                                               Kata kunci: cangkang telur; kepala udang; kerupuk; inovasi ABSTRACTThis community service aims to increase the knowledge and skills of the women's group in Singorojo Jepara village by transforming processing, packaging, marketing and business management technology that uses rice as the basic ingredient into processed products such as egg shell crackers and shrimp heads. The problem is the low level of knowledge and skills of Singorojo village women in processing waste from both egg shells and shrimp heads, so that it becomes an economically valuable product. This training is provided starting from processing, packaging, marketing to the methods that will be applied, to achieve goals or targets, namely demonstration methods, training/counseling. The results achieved in this activity are that the group of housewives in Singorojo village understand and have skills in entrepreneurship, and know how to manage a business in a more structured way, there are egg shell crackers and shrimp head products in various spicy and sweet flavors and understand how to market the products in a there is packaging innovation and the use of technology. From the results of the evaluation that has been carried out, it can be seen that the participants' knowledge regarding the processing of egg shells and shrimp heads has increased and opened the participants' minds to utilize existing waste to increase income and prevent osteoporosis. Participants actively responded positively to the skills and knowledge conveyed by the service team. Keywords: egg shells; prawn heads; crackers; innovations
APLIKASI PENAMBAHAN EKSTRAK BAWANG PUTIH PADA PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SURVIVAL RATE UDANG VANAME (Litopanaeus vannamei) Aldian Nurma Prasetya; Desti Setiyowati; Nurcahyo Kursistiyanto
Science and Technology (SciTech) The 3rd National Seminar and Proceedings Scitech 2024
Publisher : Science and Technology (SciTech)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik budidaya yang intensif dapat meningkatkan produksi udang vaname. Namun, terdapat resiko yang paling besar yaitu udang vaname akan tertular berbagai jenis penyakit. Salah satunya adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Ada beberapa inisiatif untuk mengurangi penyakit ini, termasuk penggunaan bawang putih. Oleh karena itu, diperlukan aplikasi penambahan ekstrak bawang butih ke dalam pakan buatan. Tujuan dari penelitian ini adalah penambahan ekstrak bawang putih terhadap SGR, pertumbuhan mutlak, FCR, dan SR udang vaname. Penelitian ini menggunakan rancangan acak klompok (RAK) di mana terdapat 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Dengan dosis A (kontrol), B (1 g/kg pakan), C (3 g/kg pakan), D (5 g/kg pakan). Parameter uji adalah pertumbuhan mutlak, SGR, FCR dan SR. Data dianalisis menggunakan analisis ragam mendapatkan hasil berbeda, maka dilanjutkan dengan uji wilayah duncan dengan mengetahui perbedaan nilai tengah antara perlakuan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan mutlak, SGR, FCR, dan SR terbaik pada perlakuan C (3 g/kg pakan) mampu menghasilkan pertumbuhan mutlak 8,34 g, SGR 13,81 %/hari, FCR 1,24%, dan SR 96,67%. Kualitas air pada media pemeliharaan berkisaran yang sesuai untuk budidaya udang vaname (Litopanaeus vannamei). Aplikasi penambahan ekstrak bawang putih dalam pakan buatan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan harian (SGR), rasio konfersi pakan (FCR), dan tingkat kelangsungan hidup (SR) udang vaname (Litopanaeus vannamei).  
PENAMBAHAN ENZIM BROMELIN DALAM PAKAN BUATAN UNTUK MEMACU PERTUMBUHAN, PEMANFAATAN PAKAN DAN LAJU SINTASAN BENIH IKAN BAWAL AIR TAWAR (Colossoma macropomum) Yulio Bagus Karuniawan; Desti Setiyowati; Arif Mustofa
Science and Technology (SciTech) The 3rd National Seminar and Proceedings Scitech 2024
Publisher : Science and Technology (SciTech)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penambahan enzim untuk mengoptimalkan pencernaan dan penyerapan pakan, tingginya kecernaan, Akan berdampak pada tingginya efesiensi pemanfaatan pakan, enzim bromelin yang ditambahkan ke dalam pakan, Akan menghasilkan lebih banyak protein yang dihidrolisis menjadi asam amino, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan pada ikan. Penelitian dilaksanakan selama 28 hari pada bulan Desember 2022-Januari 2023 yang bertempat di Balai Benih Ikan Pecangaan Jepara. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kandungan optimal yang diberikan untuk dapat menghasilkan pertumbuhan, efisiensi pakan dan laju sintasan pada benih ikan bawal (Colossoma macropomum). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan PA (kontrol), perlakuan PB (pakan + enzim bromelin 20%), perlakuan PC (pakan + enzim bromelin 30%) dan perlakuan PD (pakan + enzim bromelin 40%). Analisis dilakukan terhadap pertumbuhan, efisiensi pemanfaatan pakan, laju sintasan menggunakan program SPSS versi 22 dengan one way ANOVA dan dilanjutkan dengan Uji Tukey dengan tingkat keyakinan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penambahan enzim bromelin pada pakan berpengaruh nyata (P ≤ 0,05) terhadap laju pertumbuhan spesifik dengan nilai tertinggi pada perlakuan PC (bromelin 30%) sebesar 3,64 gram/hari,  namun tidak berpengaruh nyata (P ≥ 0,05) terhadap efisiensi pemanfaatan pakan (EPP) dan laju sintasan (SR) pada benih ikan bawal air tawar. Dosis yang optimal dengan penambahan enzim bromelin pada perlakuan PC (bromelin 30%) yaitu pada laju pertumbuhan spesifik tertinggi sebesar 3,64gram/hari, pada efisiensi pakan tertinggi sebesar 29,95%, dan kelulushidupan tertinggi sebesar 93,33%.