Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Inisiasi Dan Bantuan Dalam Pra Desain Dinding Penahan Tanah Untuk Sekolah Asrama Islam Nor Hidayati; Desti Setiyowati; Khotibul Umam; Fathinatul Labibah; Mahendra Hamid Arrafi; Mochammad Qomaruddin; Supot Rattanapun
Diteksi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Diteksi, Vol. 4, No. 1, Mei 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/diteksi.v4i1.25340

Abstract

Daruttauhid Islamic Boarding School, located in Jepara, is located in a landslide-prone area due to its position at the foot of a steep cliff with a height of about 14 meters and only about 3 meters from the slope. On March 17, 2024, a landslide occurred which caused damage to several buildings inside the Islamic boarding school and increased the threat to the safety of students. This situation prompted the community service team from the Civil Engineering Study Program of UNISNU Jepara to carry out community service activities in the form of an initial design of a retaining wall. This initiative aims to provide technical solutions in addressing disaster risks and strengthening the institutional capacity of Islamic boarding schools in sustainable infrastructure planning. The implementation was carried out through a participatory approach, which included field surveys, slope stability analysis, geometric design of retaining walls, creation of engineering drawings, and dissemination of results to Islamic boarding school stakeholders. The outputs of this program include: technical design documents, scientific publications, media coverage, project implementation videos, and intellectual property rights registration. It is hoped that this program will reduce the potential for landslides, increase partners' understanding of the importance of retaining wall infrastructure, and support the roadmap of Nahdlatul Ulama Islamic University (UNISNU) Jepara for disaster mitigation, sustainable infrastructure, and the application of appropriate technology.
Pemanfaatan Limbah Kulit Durian sebagai Sumber Energi Terbarukan melalui Teknologi Inklusif Berbasis Biobriket Dwi Retna Sulistyawati; Gunawan Mohammad; Muhammad Choiru Zulfa; Desti Setiyowati; Tiara Turay; Ihwan Ghazali
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v8i2.3212

Abstract

Kawasan Lenggong Perak sebagai salah satu pusat penghasil durian, namun belum mampu mengatasi permasalahan limbah durian, sehingga diperlukan suatu teknologi atau solusi dalam mengatasinya. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini, sepakat untuk mengelola kulit durian, yang merupakan masalah bagi masyarakat menjadi produk baru bermanfaat serta memiliki nilai jual. Adapun metode yang diperkenalkan dan digunakan dalam kegiatan ini yaitu teknologi inklusif yaitu teknologi pengolahan dengan memanfaatkan alat-alat sederhana, effisien dan efektif. Hasil dari kegiatan ini masyarakat dapat menghasilkan Biobriket dari pemanfaatan limbah kulit durian, dimana berdasarkan hasil uji coba dimana 250 gram briket kulit durian mampu mendidihkan 2,5 liter air dalam waktu 30 menit. Berdasarkan hasil riset uji kalor biobriket kulit durian dapat dijelaskan bahwa panas yang dihasilkan cukup untuk menggantikan batu arang yang saat ini tersedia. Dengan hasil tersebut diharapkan masyarakat mampu menciptakan peluang kerja baru memproduksi biobriket sebagai sumber pendapatan tambahan.
ANALYSIS OF WATER QUALITY IN SUPPORTING MANGROVE ECOSYSTEM REHABILITATION ON THE BULAKBARU COAST, JEPARA Desti Setiyowati; Arif Mustofa; Nurcahyo Kursistiyanto
Jurnal Disprotek Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdpt.v17i1.9163

Abstract

Mangrove ecosystems play an essential role in maintaining the stability of coastal environments; however, mangrove conditions along the Bulakbaru coast, Jepara, have been increasingly pressured by coastal abrasion and human activities. The success of mangrove rehabilitation efforts is strongly influenced by surrounding water quality conditions. This study aimed to evaluate water quality as a supporting basis for mangrove ecosystem rehabilitation in the Bulakbaru coastal area, Jepara. The research was conducted in August 2024 by establishing three observation stations selected using a purposive sampling method. Water quality parameters analyzed included temperature, salinity, pH, dissolved oxygen (DO), ammonia (NH₃), nitrate (NO₃⁻), phosphate (PO₄³⁻), and total suspended solids (TSS). Physicochemical parameters were measured in situ and through laboratory analysis, and the results were subsequently compared with marine water quality standards for biota based on the Decree of the Minister of Environment No. 51 of 2004. The results indicated that temperature, salinity, pH, phosphate, and ammonia generally remained within the established quality standards. Dissolved oxygen concentrations exhibited spatial variation, with low values observed at Station II, indicating environmental stress associated with high organic loads and limited water circulation. Furthermore, nitrate concentrations at all observation stations exceeded the permissible threshold, while relatively high TSS values reflected strong influences from terrestrial activities. Overall, the water quality conditions of the Bulakbaru coastal waters still have the potential to support mangrove rehabilitation; however, sustainable management of nutrient and organic matter inputs from land is required.   ANALISIS KUALITAS AIR DALAM MENDUKUNG REHABILITASI EKOSISTEM MANGROVE DI PESISIR BULAKBARU, JEPARA Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, namun keberadaannya di pesisir Bulakbaru, Jepara, mengalami tekanan akibat abrasi dan aktivitas antropogenik. Keberhasilan rehabilitasi mangrove sangat dipengaruhi oleh kondisi kualitas perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air sebagai dasar pendukung rehabilitasi ekosistem mangrove di pesisir Bulakbaru, Jepara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2024 dengan menetapkan tiga stasiun pengamatan menggunakan metode purposive sampling. Parameter kualitas air yang dianalisis meliputi suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut (DO), amonia (NH₃), nitrat (NO₃⁻), fosfat (PO₄³⁻), dan total padatan tersuspensi (TSS). Pengukuran parameter fisika-kimia dilakukan secara in situ dan analisis laboratorium, kemudian dibandingkan dengan baku mutu air laut untuk biota berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 51 Tahun 2004. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu, salinitas, pH, fosfat, dan amonia umumnya masih berada dalam kisaran baku mutu. Nilai DO menunjukkan variasi antar stasiun, dengan kondisi rendah pada Stasiun II yang mengindikasikan adanya tekanan lingkungan akibat beban organik dan sirkulasi air yang kurang optimal. Konsentrasi nitrat di seluruh stasiun telah melampaui baku mutu, sedangkan nilai TSS relatif tinggi yang mencerminkan kuatnya pengaruh aktivitas daratan. Secara keseluruhan, kualitas perairan pesisir Bulakbaru masih berpotensi mendukung rehabilitasi mangrove, namun diperlukan pengelolaan input nutrien dan bahan organik dari daratan secara berkelanjutan.
Optimalisasi Sistem Irigasi Saluran Tersier dan Water Storage Pond di Desa Sowan Kidul Kabupaten Jepara Nor Hidayati; Risma Sukma Putri Sari; Khotibul Umam; Desti Setiyowati
Teknika Vol. 19 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v19i1.8041

Abstract

Irigasi adalah suatu sistem atau cara menyediakan air di lahan pertanian untuk memenuhi kebutuhan tanaman irigasi dengan tujuan meningkatkan produktivitas pertanian dan mengoptimalkan hasil panen. Selain itu, evaluasi kinerja irigasi pada daerah irigasi kelompok Lestari Karya Tani Desa Sowan Kidul didasarkan Peraturan Menteri PU no. 12/PRT/M2015 dengan beberapa hal misalnya, sarana penunjang, produktivitas tanam, organisasi personalia, prasarana fisik, dokumentsai, dan perkumpulan petani pemakai air memperoleh prosentase kinerja sebesar 42,1% dapat dikategorikan rusak dan membutuhkan rekomendasi tindak lanjut seperti rehabilitasi yang bersifat perbaikan. Metode F.J. Mock menganalisis ketersediaan air didapatkan nilai terendah pada bulan November dengan 1,47 m3/detik dan nilai tertinggi pada bulan Januari dengan nilai 8,46 m3/detik. Untuk mendapatkan kebutuhan air tanaman menggunakan tahun dasar perencanaan dan hasil Analisa debit. Upaya untuk mengatasi ketidakseimbangan neraca air dengan melakukan pembangunan kolam tampung. Dimensi kolam tampung digunakan 40 m x 45 m kedalaman 3 m. Pintu inlet dan outlet direncanakan memiliki lebar 1,2 m dan tinggi 0,6 m. Faktor faktor yang berpengaruh pada jaringan irigasi di desa Sowan Kidul yaitu banyaknya sampah pada aliran DAS, disekitar sungai sehingga dapat mengurangi kinerja irigasi dan juga debit air.