Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENAMBAHAN TEPUNG MAGGOT (Hermetia illucans) SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN PADA PAKAN KOMERSIAL TERHADAP PERTUMBUHAN, EFISIENSI PAKAN DAN KELULUSHIDUPAN BENIH IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus) Nia Kholishotun Nisa; Desti Setiyowati; Luky Mudiarti
Science and Technology (SciTech) The 3rd National Seminar and Proceedings Scitech 2024
Publisher : Science and Technology (SciTech)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pengembangan budidaya ikan patin (Pangasius hypophthalmus) di Indonesia terus mengalami peningkatan disetiap tahun. Pakan merupakan salah satu komponen yang sangat menentukan koefisien teknis budidaya. Harga pakan komersial saat ini sangat mahal, biaya yang dikeluarkan untuk pakan dalam proses ikan konsumsi sudah sangat dirasakan oleh pembudidaya ikan patin, karena harga pakan ikan terus meningkat. Untuk menekan harga pakan maka perlu dicari alternatif pengganti sumber protein yang lebih murah dan mudah diperoleh. Salah satu bahan pakan alternatif sebagai sumber protein hewani adalah maggot yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ikan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penmbahan tepung maggot terhadap pertumbuhan, efisiensi pemanfaatan pakan, dan kelulushidupan ikan patin (Pangasius hypophthalmus). Penelitian dilaksanakan tanggal 25 Oktober – 28 November 2023, di Balai Benih Ikan (BBI) Pecangaan Jepara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) atas 4 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan di bedakan pada dosis atau presentase pemberian tepung maggot pada benih ikan patin dengan ukuran 3-4 gram, perlakuan A (sebagai kontrol), B (penambahan tepung maggot 25%), C (penambahan tepung magot 35%), dan D (penambahan tepung maggot 40%). Analisis dilakukan terhadap pertimbuhan, efisiensi pemanfaatan pakan dan kelulushidupan ikan, menggunakan SPSS dengan One Way ANOVA dan dilanjukan dengan Uji Tukey dengan tingkat keyakinan 5%. Hasil penelitian menunjukan penambahan tepung maggot tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan mutlak, SGR, EPP dan SR. Dosis yang paling optimal terhadap pertumbuhan mutlak adalah perlakuan D (19,5 gram), SGR adalah perlakuan D (1,53%), EPP adalah perlauan D (47,14%) dan kelulushidupan adalah perlakuan B (96,67%).
Pemanfaatan Limbah Kulit Durian sebagai Sumber Energi Terbarukan melalui Teknologi Inklusif Berbasis Biobriket Dwi Retna Sulistyawati; Mohammad, Gunawan; Muhammad Choiru Zulfa; Desti Setiyowati; Tiara Turay; Ihwan Ghazali
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v8i2.3212

Abstract

Kawasan Lenggong Perak sebagai salah satu pusat penghasil durian, namun belum mampu mengatasi permasalahan limbah durian, sehingga diperlukan suatu teknologi atau solusi dalam mengatasinya. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini, sepakat untuk mengelola kulit durian, yang merupakan masalah bagi masyarakat menjadi produk baru bermanfaat serta memiliki nilai jual. Adapun metode yang diperkenalkan dan digunakan dalam kegiatan ini yaitu teknologi inklusif yaitu teknologi pengolahan dengan memanfaatkan alat-alat sederhana, effisien dan efektif. Hasil dari kegiatan ini masyarakat dapat menghasilkan Biobriket dari pemanfaatan limbah kulit durian, dimana berdasarkan hasil uji coba dimana 250 gram briket kulit durian mampu mendidihkan 2,5 liter air dalam waktu 30 menit. Berdasarkan hasil riset uji kalor biobriket kulit durian dapat dijelaskan bahwa panas yang dihasilkan cukup untuk menggantikan batu arang yang saat ini tersedia. Dengan hasil tersebut diharapkan masyarakat mampu menciptakan peluang kerja baru memproduksi biobriket sebagai sumber pendapatan tambahan.