Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Optimasi Usaha Industri Kecil Menengah Dodol Kentang: Penyuluhan serta Pendampingan Analisis Kelayakan & Strategi Pemasaran Melalui Media Sosial di Desa Lubuk Nagodang, Kab. Kerinci Adi Putra; Agesha Marsyaf; Arniwita Arniwita; Iwan Eka Putra
Jurnal Abdimas UM Jambi Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas UM Jambi
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53978/jaum.v1i1.346

Abstract

Program pengabdian ini diadakan di Desa Lubuk Nagodang menerapkan pendekatan pendampingan serta pemberdayaan pengembangan usaha pada Industri Kecil Menengah (IKM) produk Dodol Kentang. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dirancang oleh Tim Dosen PKM Universitas Muhammadiyah Jambi dengan melibatkan pelaku IKM, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kerinci. Metode kegiatan mencakup penyampaian materi melalui skema ceramah, sesi tanya jawab, diskusi, dan penguatan. Pendekatan ini digunakan untuk mengatasi setiap permasalahan yang diajukan oleh peserta kegiatan. Selain pendampingan, dilakukan juga evaluasi kelayakan IKM Dodol Kentang di Desa Lubuk Nagodang. Fokus analisisnya terutama pada aspek kelayakan finansial yang mencakup kelayakan ekonomi, sosial, lingkungan usaha, dan potensi pasar. Berdasarkan hasil evaluasi, IKM Dodol Kentang dinilai sangat layak dan memiliki peluang untuk berkembang. Hasil tersebut menunjukkan keberhasilan dari kegiatan pembinaan dari khususnya dari pemerintah daerah Kabupaten Kerinci.
Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah Di Kecamatan Telanaipura Kota Jambi Melalui Bisnsi Model Canvas Agesha Marsyaf; Adi Putra; Deca Veronica; Hario Tamtomo
Jurnal Abdimas UM Jambi Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas UM Jambi
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53978/jaum.v1i2.413

Abstract

Dalam kegiatan pengabdian masyarakat (PKM) ini, kami memberikan pelatihan kepada Pelaku usaha (UMKM) binaan Mitra Asih di Kecamatan Telanaipura Kota Jambi ,hasil Hasilnya peserta berhasil menyelesaikan semua latihan dan tugas yang diberikan ,dan peserta juga dapat mengikuti praktikum dari tahap awal hingga tahap akhir dengan sangat baik. UMKM kemudian dapat mempraktekkan pelatihan bisnis plan menggunakan bisnis model canvas, ini membantu usaha-usaha home industry, terutama yang baru memulai suatu bisnis, merencanakan sebuah rencana usaha di tahap awal yang dikenal sebagai bisnis plan, dikarenakan sebelumnya masyarakat di daerah ini menghadapi kesulitan di dalam merencanakan tahap-tahap berwirausaha, yang menyebabkan mereka tidak memiliki model untuk mengelola bisnis mereka , tidak tepat tujuan, dan masih minim ilmu tentang perencanaan bisnis
DIGITALISASI UMKM DESA LANGKAI : STRATEGI PENGUATAN EKONOMI LOKAL DI ERA DIGITAL Muhammad Alfajri; Ali Fahmi; Adi Putra
Jurnal Abdimas UM Jambi Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas UM Jambi
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53978/jaum.v3i1.657

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat Indonesia, termasuk di tingkat desa. Namun, tantangan yang dihadapi UMKM saat ini tidak hanya pada proses produksi barang berkualitas, tetapi juga bagaimana memperluas jangkauan pasar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Langkai dengan tujuan mendampingi pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital melalui pelatihan penggunaan media sosial, marketplace, dan aplikasi sederhana untuk promosi produk. Program ini dilaksanakan pada tanggal 07–08 Agustus 2025 dan melibatkan sejumlah UMKM lokal seperti Babussalam Mart, produsen santan kelapa segar, serta industri rumah tangga keripik pisang. Metode yang digunakan meliputi observasi, sosialisasi, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelaku usaha terhadap pentingnya digitalisasi, keterampilan dalam menggunakan platform digital, serta semangat untuk memperluas pasar dari lingkup lokal menuju regional bahkan nasional. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan daya saing UMKM sekaligus menjadi langkah awal menuju ekonomi kreatif desa.
Analisis Kelayakan Industri Kecil Menengah Melalui Pendekatan Swot: Studi Pada Usaha Dodol Kentang Lubuk Nagodang Adi Putra; Agrien S Putra; Agesha Marsyaf; Arniwita Arniwita
Jurnal Development Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Development
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53978/jd.v12i1.380

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan dampak signifikan pada pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, termasuk IKM Dodol Kentang yang mengalami penurunan pendapatan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha Dodol Kentang dengan pendekatan kombinasi menggunakan data sekunder dan primer dan Analisis data menggunakan metode Deskriptif Kuantitatif dan SWOT. Hasil penenelitian dimana dari 37 IKM Dodol Kentang mayoritas pelaku usaha berusia 36-45 tahun, menjadikan Dodol Kentang sebagai pekerjaan utama dengan jumlah tenaga kerja terbanyak tiga orang, dan memiliki pendidikan terakhir sarjana (S1, sebanyak 35 IKM mengalami penurunan pendapatan selama pandemi, pasca pandemi, 22 IKM mengalami peningkatan pendapata, penggunaan media sosial mencakup WhatsApp (94,59%), Facebook (91,89%), Instagram (51,35%), Twitter (2,70%), dan Telegram (13,51%), dengan WhatsApp (70,72%) dan Facebook (81,08%) sebagai platform utama untuk pengembangan usaha. Analisis SWOT menunjukkan kekuatan IKM Dodol Kentang meliputi legalitas usaha, karyawan terlatih, bahan baku berkualitas, pembinaan dari pemerintah daerah, permintaan yang meningkat, harga terjangkau, dan status sebagai produk unggulan daerah. Kelemahannya termasuk ketergantungan pada bahan baku dari luar daerah, promosi yang lemah, ketahanan produk yang singkat, manajemen yang kurang baik, dan teknologi produksi serta pengemasan yang rendah. Peluangnya mencakup peningkatan permintaan pasar, harga produk yang terjangkau, dukungan pemerintah, pemasaran yang luas.
THE INFLUENCE OF REGIONAL MINIMUM WAGE ON POVERTY IN JAMBI CITY: A MODERATING ROLE OF THE OPEN UNEMPLOYMENT RATE Adi Putra; Faradilla Herlin
Jurnal Development Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Development
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53978/jd.v13i1.590

Abstract

This study aims to analyze the effect of the Regional Minimum Wage (RMW) on poverty levels in Jambi City, considering the Open Unemployment Rate (OUR) as a moderating variable. A quantitative approach was employed, using secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS) of Jambi City for the period 2013–2022. Data were analyzed using simple regression and Moderated Regression Analysis (MRA) with the assistance of SPSS software. The results show that the direct effect of RMW on OUR is very low, with an R² value of 0.031, indicating that only 3.1% of the variation in unemployment is explained by RMW. However, after including inflation as a moderating variable, the R² value significantly increased to 0.727, suggesting that inflation substantially strengthens the relationship between RMW and OUR. These findings imply that minimum wage policies alone are not sufficiently effective in reducing unemployment without being complemented by other factors such as inflation control, economic growth, and workforce quality. Furthermore, the study finds that the inflation trend in Jambi City during the period was relatively stable, averaging 3.24%, despite significant fluctuations in certain years, such as 2014 and 2020. This inflation stability plays a vital role in maintaining purchasing power and labor market equilibrium. Therefore, local governments should not rely solely on raising minimum wages as a singular strategy but must also enhance vocational training programs, improve workforce skills, and create productive employment opportunities aligned with local industry demands.
THE ROLE OF LOCAL OWN-SOURCE REVENUE AND CAPITAL EXPENDITURE IN DRIVING REGIONAL ECONOMIC GROWTH (A STUDY ON MUARO JAMBI REGENCY) Jurjani Jurjani; Adi Putra; Nurdin Nurdin
Jurnal Development Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Development
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53978/jd.v13i2.628

Abstract

Pertumbuhan ekonomi daerah merupakan indikator penting dalam mengukur keberhasilan pembangunan, di mana Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berperan sebagai tolok ukur utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Belanja Modal terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Muaro Jambi, dengan fokus pada kontribusinya terhadap peningkatan PDRB. Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena fluktuasi pertumbuhan ekonomi daerah yang tidak selalu sejalan dengan peningkatan PAD maupun alokasi belanja modal, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas kedua variabel fiskal tersebut dalam mendorong pembangunan. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan pendekatan kuantitatif berbasis analisis regresi linier berganda untuk menguji secara simultan pengaruh PAD dan belanja modal terhadap PDRB, serta membandingkan signifikansinya. Hasil analisis menunjukkan bahwa PAD memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB, di mana setiap kenaikan PAD mampu meningkatkan PDRB. Sebaliknya, belanja modal memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap PDRB. Uji F memperkuat temuan ini dengan menunjukkan bahwa secara simultan PAD dan belanja modal berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, meskipun kontribusi terbesar berasal dari PAD. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah bahwa peningkatan PAD terbukti menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi di Muaro Jambi, sementara efektivitas belanja modal masih perlu ditinjau ulang agar lebih produktif dan tepat sasaran. Implikasi praktis dari temuan ini mendorong perlunya strategi optimalisasi PAD melalui diversifikasi sumber penerimaan daerah, serta perbaikan manajemen belanja modal agar benar-benar memberikan efek pengganda (multiplier effect) terhadap pembangunan ekonomi daerah.
ANALISIS PENGARUH KONSUMSI RUMAH TANGGA, INVESTASI DAN TENAGA KERJA DI PROVINSI JAMBI Wilza Apria; Asrini Asrini; Adi Putra
Jurnal Development Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Development
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53978/jd.v13i2.644

Abstract

Penelitian ini menelaah bagaimana konsumsi rumah tangga, investasi, serta tenaga kerja memengaruhi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi pada periode 2014–2023Data sekunder dikumpulkan dari publikasi Badan Pusat Statistik, kemudian diolah dengan metode regresi linier berganda pada tingkat signifikansi 5%. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa perekonomian Jambi secara umum mengalami tren positif, meskipun sempat terkontraksi pada tahun 2020 akibat pandemi COVID-19 sebelum kembali pulih dengan laju yang stabil pada periode selanjutnya. Secara parsial, variabel konsumsi rumah tangga, Investasi serta tenaga kerja tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)karena nilai signifikansinya melebihi 0,05. Namun, uji simultan memperlihatkan bahwa secara simultan ketiga variabel tersebut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai F-hitung 24,581 dan p-value 0,039. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,974 menunjukkan bahwa 97,4% variasi PDRB dapat diterangkan oleh ketiga variabel independen, sementara 2,6% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain eksternal seperti kebijakan fiskal, perdagangan internasional, kualitas infrastruktur, serta kapasitas sumber daya manusia. Temuan ini menegaskan pentingnya konsumsi rumah tangga dan investasi sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi daerah, sementara kontribusi tenaga kerja memerlukan peningkatan kualitas dan produktivitas agar dampaknya lebih optimal. Implikasi kebijakan yang direkomendasikan mencakup penguatan daya beli masyarakat, peningkatan iklim investasi yang kondusif, serta pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi guna memperluas kesempatan kerja.