Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Peningkatan Kompetensi Guru melalui Teori Pembelajaran Moderatif di Madrasah Aliyah Darul Ulum 2 Bujur Tengah Batumarmar Pamekasan Ach Sayyi; Abdul Halim; Moh. Mahfud
Khidmat: Journal of Community Service Vol 3 No 1 (2026): April, 2026
Publisher : Pusat Studi Kebijakan dan Tata Kelola Maritim, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/khidmat.v3i1.8415

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru Madrasah Aliyah Darul Ulum 2 Bujur Tengah Batumarmar Pamekasan melalui penguatan pemahaman dan penerapan teori pembelajaran moderatif. Program ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan guru untuk mengembangkan praktik pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian kognitif, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai moderasi. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk workshop partisipatif yang melibatkan 20 peserta, terdiri atas kepala madrasah, wakil kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, dan staf tata usaha. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, penyampaian materi konseptual, diskusi reflektif, analisis studi kasus, simulasi pembelajaran, penyusunan rancangan pembelajaran, serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru dalam menghubungkan teori behavioristik, kognitif, konstruktivistik, humanistik, dan sosial-kultural dengan prinsip-prinsip moderasi beragama. Guru mulai mampu mengoperasionalkan nilai tawassuth, tawazun, tasamuh, i‘tidal, syura, musawah, dan anti-kekerasan ke dalam tujuan pembelajaran, pemilihan metode, aktivitas kelas, pola interaksi pedagogis, serta evaluasi sikap peserta didik. Produk utama kegiatan ini berupa rancangan awal pembelajaran moderatif yang relevan dengan karakteristik, kultur akademik, dan nilai kepesantrenan Madrasah Aliyah Darul Ulum 2. Meskipun demikian, program ini masih memerlukan tindak lanjut melalui observasi kelas, uji coba perangkat pembelajaran, evaluasi dampak terhadap peserta didik, pembentukan komunitas belajar guru, serta pengembangan modul ajar moderatif yang lebih baik.
Deradikalisasi Agama Melalui Integrasi Nilai Moderasi Beragama dalam Pembelajaran PAI di SMAN 1 Pamekasan Sayyi Sayyi Fithriyah
Es-Syajar:Journal of Islam, Science and Technology Integration Vol 1, No 1 (2023): Es-Syajar:Journal of Islam, Science and Technology Integration
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/es.v1i1.20424

Abstract

The presence of the era of society 5.0 is a challenge for the creation of an inclusive nation, tolerant and harmonious nation in the midst of the rapid flow of information that can be accessed and accepted by the wider community without borders, the condition of the nation which in percentage terms is 55% is not ready for the birth of this era, as a result it creates a nation that tends to being extremist, radical and intolerant of the information he received could not be properly filtered and clarified. The purpose of this research is to explore the value of religious moderation and reveal the strategy of integrating these values in PAI (Islamic Religious Education) at SMAN 1 Pamekasan which has made efforts to deradicalize the religion of its students. This study used a qualitative approach with case study design. Research data was obtained through observation, interviews, and document studies related to deradicalization of religion through the integration of various moderation values in PAI (Islamic Religious Education). The results showed that the religious moderation values include values of tolerance, egalitarianism, balance, harmony, inclusiveness, humanism, equality, love of the motherland, mutual respect, forgiveness, mutual help, fairness, consistency, discipline, and independence values. These values are integrated in PAI (Islamic Religious Education) through various integration approaches and strategies, namely; traditional integration strategy, free integration strategy, reflective integration strategy, transdisciplinary integration strategy, and trans-internal integration strategy.
MODERATE ISLAMIC EDUCATION CURRICULUM DESIGN: REALIZING TOLERANCE AMIDST SOCIAL DIVERSITY IN THE ERA OF SOCIETY 5.0 Ach. Sayyi; Saepudin Mashuri; Afandi Afandi; Abdul Salam Hamood Ghaleb Alanesi
Jurnal Konseling Pendidikan Islam Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Konseling Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAI Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jkpi.v6i3.1184

Abstract

Moderate Islamic education with a tolerant curriculum amidst diversity is crucial in shaping a generation that not only understands religious teachings but also values social and cultural differences. In Indonesia, which is rich in pluralism, the development of an Islamic education curriculum that prioritizes moderation and tolerance is a key challenge in fostering social peace. This study aims to recommend a model for designing Islamic education curricula that instills values of moderation, interfaith tolerance, and respect for differences. The approach used in this study is qualitative, with a library research method, relying on the collection of relevant literature to explore the concepts and best practices in moderate curriculum design. The results of the study indicate that an Islamic education curriculum that emphasizes moderation and tolerance must integrate materials on religious pluralism, apply dialogical and collaborative teaching methods, and include assessments based on attitudes of tolerance toward differences. Additionally, the curriculum should prioritize teaching universal values such as peace, justice, and mutual respect. Collaboration between the government, educational institutions, and society is essential to realizing an adaptive, inclusive Islamic education curriculum that can create a more peaceful and harmonious society amidst diversity.
MODERNISASI KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF AZYUMARDI AZRA Ach. Sayyi
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12 No 1 (2017)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v12i1.1285

Abstract

Ide pembaharuan kurikulum Pendidikan Islam di Indonesia menurut Azyumardi Azra perlu melihat dari input-output dunia pendidikan islam. Input dari masyarakat ke dalam sistem pendidikan yang terdiri dari idiologis-normatif, mobilisasi politik, mobilisasi ekonomi, mobilisasi sosial, dan mobilisasi kultural. Kesemuanya ini merupakan sistem pendidikan yang pokok atau bisa disebut konvensional. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitan kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode dan pendekatan kualitatif-diskriptif; menggunakan metode pengumpulan data berupa dokumentasi; dan menggunakan analisis isi (content analysis) sebagai pisau analisis berbagai data yang dieksplorasi dari berbagai karya Azyumardi Azra yang kemudian dirangkai dalam berbagai narasi yang sistematis. Walhasil Tawaran gagasan modernisasi Kurikulm pendidikan Islam Azyumardi Azra lebih banyak terfokus di pendidikan Tinggi Islam, khususnya IAIN dan UIN yang dirumuskan dalam empat langkah fundamental, yakni(1) reformulasi tujuan perguruan tinggi, (2) restrukturisasi kurikulum, (3) simplifikasi beban belajar, (4) dekompartementalisasi. Sehingga pendekatan dalam pembaharuan kurikulum, maka kurikulum yang diimplementasikan adalah tidak lagi diarahkan pada subject matter melainkan kepada child oriented dan keadaan sosial yang dikembangkan dalam kerangka integrasi ilmu agama dengan ilmu umum, sains, dan teknologi.
Arah Baru Pendidikan Islam Di Sekolah Pada Era Kenormalan Baru Muhammad Syaiful; Ach Sayyi; Moh Zaiful Rosyid
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v16i1.4286

Abstract

Islamic education in the new normal era has at least given new hope, namely the implementation of education that is better than before. The learning system carried out during the pandemic has made us aware of the importance of innovation in the realm of education. This innovation was carried out in order to respond to social changes after Covid-19 and to face the all-digital industrial era 4.0. The changes made are by applying the concept of Merdeka Belajar which in general has several points, namely: 1) the replacement of the National Examination System with the AKM, the application of one page lesson plans, activating organizations, activating schools, activating teachers, and emergency curriculum.
PENDAMPINGAN PRODUKSI, PENGEMASAN DAN PEMASARAN KOPI JAMU TRADISIONAL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI LOKAL DI DESA LARANGAN BADUNG PALENGAAN PAMEKASAN Ach. Sayyi; Imaniyatul Fithriyah; Taufiqurrohman Taufiqurrohman; Ahmad Tarmidzi Anas; Alfiansyah Alfiansyah
Ngejha Vol. 5 No. 2 (2026): Ngejha
Publisher : LP2M IAI Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/nja.v5i2.2267

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, melalui pendampingan produksi, pengemasan, dan pemasaran kopi jamu tradisional berbasis potensi lokal. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan secara aktif kelompok ibu-ibu rumah tangga yang selama ini memiliki keterbatasan akses pekerjaan tetap. Pendampingan dilaksanakan melalui workshop interaktif yang menghadirkan dua ahli, yaitu Muahammad Nur (ahli herbal dan kesehatan) serta Fadlali Rahman (ahli manajemen dan pemasaran), untuk memberikan bimbingan teknis pengolahan dua varian kopi jamu (kopi cabie jamu dan jahe) dan kopi jamu daun kelor (kopi, jahe dan daun kelor) serta strategi pemasaran berbasis digital dan jaringan lokal. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterampilan peserta dalam mengolah bahan baku, menjaga kualitas rasa dan manfaat kesehatan, mengemas produk secara higienis dan menarik, serta memasarkan produk secara lebih luas, termasuk ke pasar luar desa. Produk kopi jamu ini tidak hanya bernilai ekonomi tetapi juga memiliki manfaat kesehatan dan potensi menjadi ikon oleh-oleh khas Madura. Keberhasilan program ini diharapkan dapat berkelanjutan melalui pembentukan kelompok usaha bersama dan dukungan pemerintah desa untuk memperluas pangsa pasar, sehingga mampu berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian kearifan lokal.