Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Persepsi Persepsi Pengunjung terhadap Kualitas Lanskap dan Fasilitas di Destinasi Ekowisata di Bukit Doa Mahawu di Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara Paembonan, Nista Paembonan; Saroinsong, Fabiola B.; Kalangi, Josephus I.
Silvarum Vol. 4 No. 3 (2025): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v4i3.63587

Abstract

Persepsi pengunjung sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan keberlanjutan destinasi ekowisata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi pengunjung terhadap kualitas lanskap dan fasilitas di Bukit Doa. Mahawu, destinasi wisata religi dan ekowisata populer yang terletak di kaki Gunung Mahawu, Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Indonesia. Sebanyak 51 responden disurvei menggunakan kuesioner terstruktur yang mencakup kualitas lanskap, kualitas fasilitas, dan kepuasan keseluruhan. Hasilnya menunjukkan bahwa pengunjung sangat menghargai keindahan alam, sudut pandang yang indah, dan suasana damai di lokasi tersebut, didukung oleh ruang hijau yang terawat baik dan lingkungan pegunungan yang segar. Lanskapnya secara umum dinilai estetis, bersih, dan tertata rapi. Dari segi fasilitas, pengunjung menyatakan kepuasan terhadap aksesibilitas, kebersihan, area tempat duduk, infrastruktur ibadah, pengelolaan sampah, dan ketersediaan tempat parkir. Keberadaan rambu petunjuk arah yang jelas semakin meningkatkan pengalaman pengunjung. Secara keseluruhan, sebagian besar responden melaporkan sangat puas dengan lanskap dan fasilitasnya, dengan banyak yang menunjukkan niat kuat untuk mengunjungi kembali dan merekomendasikan lokasi tersebut kepada orang lain. Temuan ini menyoroti pentingnya menjaga kualitas lanskap yang tinggi dan fasilitas yang memadai untuk meningkatkan kepuasan pengunjung dan loyalitas destinasi. Studi ini memberikan wawasan praktis bagi pengelola ekowisata dan pembuat kebijakan untuk meningkatkan kualitas destinasi sekaligus melestarikan nilainilai lingkungan dan budaya Bukit Doa yang unik. Mahawu.
Kualitas Fasilitas Ekowisata di Makatete Hills, Minahasa Berdasarkan Perspektif Pengunjung Zega, Wina Arlina; Kalangi, Josephus I.; Saroinsong, Fabiola B.
Silvarum Vol. 4 No. 3 (2025): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v4i3.63824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi pengunjung terhadap fasilitas ekowisata di Makatete Hills, Kabupaten Minahasa, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kepuasannya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, dan observasi. Instrumen penelitian telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,72 yang menunjukkan tingkat reliabilitas yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengunjung memiliki persepsi yang baik terhadap fasilitas yang tersedia, khususnya dalam aspek kebersihan, ketersediaan fasilitas umum, pelayanan staf, dan aksesibilitas. Mayoritas responden menilai fasilitas yang ada telah memadai dan berkontribusi pada pengalaman wisata yang menyenangkan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas fasilitas memiliki peran penting dalam membentuk kepuasan pengunjung dan memperkuat posisi Makatete Hills sebagai destinasi ekowisata unggulan di Sulawesi Utara.
Urban Forests as Nature-Based Solutions for Climate Resilience and Human Well-Being in Urban Landscapes. Saroinsong, Fabiola B.; Patinggi, Febi F.; Pangemanan, Euis F. S.; Nurmawan, Wawan; Kalangi, Josephus I.
Jurnal Agroekoteknologi Terapan (JAT) Vol. 7 No. 1 (2026): ISSUE JANUARY-JUNE 2026
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v7i1.49650

Abstract

Rapid urban expansion has increased environmental pressures in cities, including rising urban temperatures, declining air quality, higher stormwater runoff and flood risk, and growing public health concerns. Nature-based solutions have gained attention as cost-effective and multifunctional approaches to address these challenges, with urban forests representing one of the most strategic forms of green infrastructure. This study reviews recent scientific evidence on the role of urban forests as nature-based solutions for strengthening climate resilience and improving human well-being in urban landscapes. A structured literature review was conducted using Scopus, Web of Science, and Google Scholar, focusing on peer-reviewed journal articles published between 2021 and 2025 and indexed with a DOI. Findings were synthesized thematically across key ecosystem service pathways, including urban heat regulation, stormwater and runoff control, carbon storage and sequestration, air quality improvement, and wellbeing-related benefits. The reviewed literature indicates that urban forests contribute to climate adaptation by reducing heat exposure through shading and evapotranspiration and by supporting stormwater regulation through rainfall interception and improved infiltration. Urban forests also contribute to climate mitigation through carbon storage and ongoing sequestration, while providing co benefits for human health through recreation opportunities, psychological restoration, and improved quality of life. However, effectiveness depends on long term canopy continuity, appropriate species selection, maintenance capacity, and governance arrangements, with common challenges including limited land availability, funding constraints, and unequal access to green spaces. Overall, urban forests function as multifunctional nature-based infrastructure that can enhance urban resilience and human wellbeing when integrated into long-term planning and participatory management. Keywords: climate resilience, ecosystem services, human wellbeing, nature-based solutions, urban forest
Concepts of Landscape Planning and Design for the Conservation of Target Species and Target Ecosystems in Biodiversity Management for Sustainable Tourism Saroinsong, Fabiola B.; Cumentas, Javier M.; Pangemanan, Euis F. S.; Sumakud, Maria Y. M.A.
Asia Pacific Journal of Interdisciplinary Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Asia Pacific Journal of Interdisciplinary Studies
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/asnvet90

Abstract

Conservation-based landscape planning is an increasingly important strategic approach in addressing the challenges of ecosystem degradation and species extinction due to land use change, habitat fragmentation, and climate change. This article aims to analyze how landscape planning can effectively support the conservation of target species and target ecosystems within the framework of sustainable biodiversity management. Through a systematic literature review of 30 articles of reputable international journals (2005–2025), this study identifies the main principles, planning methods, and indicators of success in integrating conservation into landscape spatial planning. The results show that ecosystem-based approaches, connectivity planning, and multi-stakeholder participation are the main foundations in conservation landscape planning. Indicator species and umbrella species are often used as proxies to identify priority areas, while target ecosystems are selected based on their level of uniqueness, threat, and ecological function. The integration of GIS-based spatial data and habitat modeling allows for effective identification of ecological corridors and conservation core areas. Studies also found that long-term success relies heavily on supportive policies, institutional capacity, and local community involvement. This article concludes that holistic and adaptive landscape planning is key to achieving conservation goals while supporting sustainable development. Policy recommendations include strengthening cross-sectoral landscape governance and building technical capacity in evidence-based planning.
Kajian Tutupan Lahan di Taman Hutan Raya Gunung Tumpa Menggunakan Sistem Informasi Geografis Aruan Tasik, Hestika; Kalangi, Josephus I.; Saroinsong, Fabiola B.
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/v1n97216

Abstract

Taman Hutan Raya (TAHURA) Gunung Tumpa memiliki peran vital sebagai kawasan konservasi dan satu-satunya area tangkapan air yang tersisa di Kota Manado. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tutupan lahan di kawasan TAHURA Gunung Tumpa dalam kurun waktu 2016 hingga 2025 menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode penelitian yang digunakan adalah survei yang menggabungkan analisis spasial data sekunder citra satelit Sentinel-2 dan validasi lapangan menggunakan GPS. Hasil penelitian menunjukkan adanya dinamika perubahan pada tujuh kelas tutupan lahan. Selama periode 2016–2025, terjadi peningkatan signifikan pada luas hutan sekunder sebesar 11,00 ha (dari 88,12% menjadi 93,39%). Sebaliknya, terjadi penurunan luas pada kelas semak belukar sebesar 9,52 ha dan hilangnya kelas lahan terbuka seluas 3,28 ha. Selain itu, teridentifikasi munculnya kelas tutupan baru pada tahun 2025 berupa ladang (0,08 ha) dan padang rumput (0,21 ha). Secara keseluruhan, perubahan tutupan lahan di TAHURA Gunung Tumpa menunjukkan tren positif yang mengindikasikan terjadinya pemulihan vegetasi alami dan efektivitas fungsi kawasan konservasi.