Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Tentang Swamedikasi dan Pelatihan Apoteker Cilik Bakri, Nur Fadilah; Andre Anusta Barus; Felycitae Ekalaya Appa; Rani Dewi Pratiwi; Elsye Gunawan; Mustika Endah Pratiwi
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2024): April
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v6i3.2184

Abstract

Pengobatan diri sendiri atau yang biasa dikenal sebagai swamedikasi merupakan langkah yang diambil oleh individu untuk memelihara kesehatannya sendiri. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kota Jayapura tentang swamedikasi dan lebih mengenal profesi apoteker. Kegiatan ini diikuti oleh 52 orang siswa/siswi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kota Jayapura. Pelatihan diberikan dengan Cara Belajar Insan Aktif. Hasil dari kegiatan meliputi peningkatan pengetahuan peserta tentang swamedikasi cara meracik obat yaitu berupa puyer dan peserta lebih mengenal profesi apoteker.
UJI ANTIINFLAMASI FRAKSI ETIL ASETAT KULIT KAYU AKWAY (Drymis piperita) ASAL PAPUA PADA TIKUS (Ratus norvegicus) JANTAN Rani Dewi Pratiwi; Elsye Gunawan
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Manuntung
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v7i1.415

Abstract

This study aimed to test the anti-inflammatory effect of ethyl acetate fraction of akway bark (Drymis piperita) on male mice (Hundred norvegicus) and look at pain responses in test animals. The use of akway bark by the local community by boiling and boiling water is then drunk, there are also local people who directly use by chewing. Akway bark anti-inflammatory test and pain response to male rats with a test sample concentration of 200 mg/kg. The method to be used in the study for anti-inflammatory test of akway bark is by the formation of artificial inflammation in the soles of the left foot of male rats while the pain response method uses the Tail flick Method. The test animals were made in 3 groups in each test with a total of 5 heads per group. Group 1 was given positive control (anti-inflammatory testing using mefenamic acid, while pain response test using Na Diclofenac), group 2 was given negative control (CMC) and and group 3 was given a test solution. The test results showed anti-inflammatory activity of ethyl acetate fraction of the skin had anti-inflammatory activity with a percent anti-inflammatory power of 48.47%, while percent pain resistance of ethyl acetate fraction of the bark akway by 33.02%.
Kulit Batang Jabon (Anthocephalus cadamba (Roxb) Miq.): Flavonoid dan Fenolik Total serta Uji Aktivitas Antifungi Bakri, Nur Fadilah; Tobi, Claudius Hendraman B.; Muayyidah, Nurita A. S.; Rusnaeni, Rusnaeni; Appa, Felycitae Ekalaya; Dewi, Krisna; Pratiwi, Rani Dewi
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.1003

Abstract

Pemanfaatan tanaman alam sebagai antifungi alami telah menjadi fokus perhatian dalam bidang kesehatan dan pengobatan karena keunggulan mereka dalam memberikan alternatif terhadap antifungi sintetis yang sudah ada yang semakin rentan terhadap resistensi mikroorganisme khususnya fungi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi antifungi dari ekstrak kulit batang Jabon (Anthocephalus cadamba (Roxb) Miq.) dan menentukan kadar flavonoid dan fenoliknya. Metode spektrofotometri digunakan untuk menentukan kadar flavonoid dan fenolik total sedangkan untuk pengujian aktivitas antifungi menggunakan metode difusi cakram dan dilusi. Hasil penelitian menunjukkan kadar flavonoid total sebesar 59.457 mgQE/g ± 0.577 dan kadar fenolik total sebesar 102.931 mgGAE/g ± 1.034, hasil ini menunjukkan kadar fenolik total lebih tinggi dibandingkan dengan kadar flavonoid total. Adapun uji aktivitas antifungi menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit batang Jabon tidak menunjukkan daya hambat pada fungi Candida albicans dan Aspergillus brasiliensis baik pada uji difusi maupun dilusi cair. Sedangkan kontrol positif (Ketoconazole) memiliki aktivitas antifungi yaitu memiliki diameter daya hambat 30.39 mm terhadap Candida albicans dan 18.46 terhadap Aspergillus brasiliensis. Pada uji dilusi cair kontrol positif menunjukkan tidak adanya pertumbuhan fungi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada korelasi positif antara kadar flavonoid dan fenolik dengan aktivitas sebagai antifungi dalam penelitian ini.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERWIRAUSAHA LULUSAN FARMASIS UNIVERSITAS CENDERAWASIH MELALUI MEDIA ZOOM Elsye Gunawan; Irene Sondang Lingga; Rani Dewi Pratiwi; Elfride Irawati Sianturi; Lia Rahmadiyani Yustina; Basmindah Basmindah; Anisa Nurhidayah; Desky Kondolele; Enjeline Siregar; Valerie Palege
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 5 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i5.1601-1611

Abstract

Pandemi Covid-19 telah menyebabkan meningkatnya jumlah pengangguran, termasuk di Papua. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pengangguran di Papua sebanyak 75.658 orang pada tahun 2020. Sebanyak 60.607 pengangguran di Bumi Cenderawasih tercatat sedang mencari pekerjaan. Angka ini mencapai 80,11% dari total pengangguran di Papua. Program peningkatan kemampuan berwirausaha lulusan farmasi diselenggarakan untuk menciptakan wirausahawan muda terutama bagi alumni program studi Farmasi Universitas Cenderawasih, sehingga dapat membantu pemerintah maupun masyarakat luas dalam penyediaan lapangan pekerjaan. Sasaran kegiatan adalah lulusan farmasi Universitas Cenderawasih. Kegiatan dilakukan melalui webinar secara online dengan menggunakan media zoom dan kegiatan berlangsung pada 11 April 2022. Programnya adalah pemberian materi terkait mengenal potensi diri lulusan farmasi Uncen, apa saja karakter dan kemampuan/ skill dalam berwirausaha, serta aspek-aspek yang diperhatikan ketika membuka sebuah usaha. Kesimpulan kegiatan adalah peningkatan peserta dalam mengenal kelebihan atau potensi diri masing-masing, peningkatan karakter dan kemampuan/ skill berwirausaha lulusan farmasi Uncen, dan peningkatan dalam pengetahuan terkait aspek-aspek yang diperhatikan ketika membuka sebuah usaha.
PELATIHAN MEMBUAT JAMU INSTAN KEKINIAN PADA SISWA SMK N 2 BISNIS MANAJEMEN JAYAPURA Rani Dewi Pratiwi; Rusnaeni Rusnaeni; Krisna Dewi; Elsye Gunawan; Nur Fadilah Bakri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 5 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i5.1722-1727

Abstract

Pesatnya penularan covid-19 menyebabkan WHO menetapkan status covid-19 menjadi pandemi di seluruh dunia pada tahun 2020. Covid-19 masuk dalam kategori penyakit yang dapat menular dan disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Penularan Covid-19 termasuk sangat cepat sehingga mengharuskan masyarakat untuk tetap siaga dan memastikan daya tahan tubuh tetap terjaga sehinggatidah mudah tertular covid-19, satu cara untuk mempertahankan daya tahan tubuh salah satunya dengan mengkonsumsi minuman tradisional yaitu ramuan dengan kandungan bahan-bahan alami seperti Jahe, Kunyit, temulawak dan lain-lain. Pembuatan ramuan seperti rebusan membutuhkan waktu pembuatan yang tidak cepat, sehingga pemilihan jamu instan merupakan hal yang tepat karena lebih praktis dan mudah. Masyarakat perlu mengetahui pembuatan jamu instan agar mempermudah mengkonsumsi ramuan tradisional dengan membuat sendiri di rumah. Siswa SMK N 2 Bisnis Manajemen Jayapura merupakan remaja aktif yang perlu menjaga daya tahan tubuh, tetapi banyak dari para remaja yang menganggap jamu merupakan minuman yang tidak popular selain rasanya yang kurang enak. Pengabdian ini bertujuan meperkenalkan jamu instan dan melakukan pelatihan membuat jamu instan kepada Siswa SMK N 2 Manajemen Bisnis Jayapura. Hasil pengabdian menunjukkan adanya kenaikan pemahaman siswa tentang bahan dan jamu instan. Sekitar 67,74% siswa ingin membuat jamu instan sendiri di rumah dan sekitar 96,77% siswa ingin membagi ilmu membuat jamu instan ke orang lain.  Â