Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT

PENGEMBANGAN PENUNTUN PRAKTIKUM BIOLOGI DISERTAI GAMBAR PADA MATERI JARINGAN TUMBUHAN BERBASIS GUIDED DISCOVERY UNTUK SISWA SMA SE KECAMATAN TELUKDALAM Adam Smith Bago
Jurnal Education and Development Vol 5 No 2 (2018): Vol.5.No.2.2018
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1107.67 KB) | DOI: 10.37081/ed.v5i2.1027

Abstract

Kegiatan praktikum sangat diperlukan dalam pembelajaran biologi, tetapi kegiatan praktikum tidak berjalan dengan baik karena ketidaktersediaan penuntun praktikum. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, peneliti tertarik untuk melaksanakan penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan penuntun praktikum berbasis penemuan terbimbing pada materi Jaringan tumbuhan untuk siswa SMA se-Kecamatan Telukdalam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah insturmen validasi penuntun praktikum oleh ahli, instrumen praktikalitas penuntun praktikum, serta instrumen efektifitas penuntun praktikum. Hasil dari penelitian ini adalah validasi penuntun praktikum didapatkan nilai sebesar 89,44 kategori sangat valid. Uji coba produk berdasarkan praktikalitas guru sebesar 3,45 dan praktikalitas siswa 3,44 kategori praktis. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) hasil validasi penuntun praktikum Jaringan Tumbuhan yang berbasis penemuan terbimbing sangat valid dan dinyatakan penuntun praktikum dapat dipergunakan oleh guru dan siswa dalam pelaksanaan praktikum. (2) uji praktikalitas oleh guru dan siswa dinyatakan praktis dipergunakan guru dan praktis dipergunakan siswa dalam melakukan kegiatan praktikum sehingga dapat digunakan oleh guru dan siswa dalam proses praktikum Jaringan Tumbuhan. (3) uji Efektifitas penggunaan penuntun praktikum Jaringan Tumbuhan yang berbasis penemuan terbimbing menunjukan hasil yang baik setelah pelaksanaan penuntun praktikum Jaringan Tumbuhan yang berbasis penemuan terbimbing. Saran dari agar penuntun praktikum yang di desain dapat digunakan oleh siswa dan guru dalam proses pembelajaran serta meningkatkan hasil belajar siswa.
DANGAN DAYA HAMBAT EKSTRAK PANDANUS AMARILLYFOLIUS DENGAN UNCARIA GAMBIR TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI SEBAGAI MATERI PENUNTUN PRAKTIKUM UNTUK MENUNJANG MATAKULIAH MIKROBIOLOGI. Adam Smith Bago
Jurnal Education and Development Vol 7 No 1 (2019): Vol.7.No.1.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1789.609 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i1.1028

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat daya hambat ekstrak Pandanus amarillyfolius dengan Uncaria gambir terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli, dan hasilnya disusun menjadi penuntun praktikum Mikrobiologi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dan development. Populasi penelitian ini adalah populasi gambir, pandan, E. coli, dosen dan mahasiswa. Sampel penelitian adalah Pandanus amarillyfolius dan Uncaria gambir untuk mengetahui daya hambatnya terhadap pertumbuhan Escherichia coli, sedangkan sampel pengembangan penuntun praktikum adalah dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi yang diperoleh ini dengan teknik proportional random sampling. Desain penelitian yang digunakan Rancangan Acak Kelompok untuk penelitian kuantitatif, sedangkan untuk penelitian development menggunakan model konseptual. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data uji daya hambat ekstrak Pandanus amarillyfolius dengan Uncaria gambir terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli adalah lembar observasi, sedangkan untuk penyusunan penuntun praktikum menggunakan instrumen berupa lembar analisis kurikulum, lembar analisis kebutuhan, lembar identifikasi kegiatan praktikum dan lembar validasi. Analisis deskriptif menggunakan SPSS 19 for Windows. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai Fhitung > Ftabel pada nilai signifikan 0.05 yaitu 0.515 > 0.359. Dengan demikian, Ho ditolak dan Ha diterim. Hasil analisis deskriptif penuntun menunjukkan bahwa penuntun praktikum valid dan layak digunakan. Semoga hasil penelitian dan penuntun praktikum Mikrobiologi yang telah disusun bermanfaat.
PENGARUH MEDIA TANAM GEDEBOG PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI PAHIT (BRASSICA JUNCEA. L) Adam Smith Bago
Jurnal Education and Development Vol 9 No 1 (2021): Vol.9.No.1.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.693 KB)

Abstract

Gedebog pisang mengandung unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari media tanam gedebog pisang terhadap pertumbuhan tanaman sawi pahit (Brassica juncea. L). Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kuantitatif dengan pendekatan Eksperimen dan desain pencobaan RAL (rancangan acak lengkap). Populasi penelitian ini merupakan tanaman sawi pahit yang berjumlah 40 tanaman. Sampel pada penelitian ini adalah sistem sampel jenuh. Sampel jenuh ini menyatakan bahwa seluruh jumlah populasi merupakan sampel yang digunakan. Data pada penelitian dianalisa dengan menggunakan aplikasi SPSS 20 yang terdiri dari Uji Normalitas, Uji Homogenitas, Uji Hipotesis dan Uji Lanjut. Temuan penelitian dengan menanan sawi pahit (Brassica juncea. L) pada media tanam gedebog pisang menunjukkan bahwa: (1) mempengaruhi pertambahan jumlah helai daun pada sawi pahit (Brassica juncea. L); (2) mempengaruhi pertambahan tinggi tanaman sawi pahit (Brassica juncea. L); (3) mempengaruhi intensitas penyiraman pada tanaman sawi pahit (Brassica juncea. L). Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan gedebog pisang sebagai media tanam pada pertumbuhan sawi pahit (Brassica juncea. L) merupakan salah satu cara menanam secara alami dan mudah didapatkan. Saran yang ditawarkan peneliti, hendaknya penggunaan gedebog pisang sebagai media tanam sawi pahit dapat diterapkan dan mampu meningkatkan mutu pertanian.
IDENTIFIKASI KERAGAMAN FAMILI ARACEAE SEBAGAI BAHAN PANGAN, OBAT, DAN TANAMAN HIAS DI DESA HILIONAHA KECAMATAN ONOLALU KABUPATEN NISA SELATAN Adam Smith Bago
Jurnal Education and Development Vol 8 No 4 (2020): Vol.8.No.4.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.187 KB)

Abstract

Tanaman merupakan organisme hidup baik yang di budidayakan maupun yang tumbuh secara liar, salah satunya adalah tanaman Talas-Talasan (Araceae). Talas-talasan (Famili araceae) merupakan tanaman yang sudah di kenal oleh masyarakat. Tanaman Talas-talasan (Famili araceae) ini sudah lama di budidayakan serta banyak di manfaatkan oleh masyarakaat Indonesia Khususnya di Desa Hilionaha Kecamatan Onolalu Kabupaten Nias Selatan. Ada yang dimanfaatkan sebagai bahan Pangan, Obat dan Tanaman Hias. Umbi dari jenis Famili araceae ini memiliki karbohidrat tinggi yang tersusun dari amilum (amilosa dan amilopektin). Jenis penelitian ini menggunakan metode dan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis tanaman talas-talasan dari Famili Araceae. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan maret 2020, penelitian ini dilaksanakan di Desa Hilionaha Kecamatan Onolalu Kabupaten Nias selatan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di peroleh 11 Jenis tanaman dari Famili Araceae. Perbedaan karakter antar jenis Famili Araceae terlihat pada warna dan bentuk umbi, ujung helaian daun, tepi helaian daun, permukaan atas dan bawah helaian daun, dudukan helaian daun, dan betuk helaian daun.
WIRAUSAHA USAHA RUMPUT BELULANG (ELEUSINE INDICA L. ) UNTUK LUKA BAKAR DAN KESEHATAN DI KELURAHAN PASAR TELUK DALAM Adam Smith Bago; Sri Florina Laurence Zagoto; Lies Dian Marsa Ndraha; Indah Permata Sari Lase; I Made Sutajaya
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 12 No 2 (2024): Vol 12 No 2 Mei 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pemelitian ini adalah Untuk mengetahui pemanfaatan rumput belulang (Eleusina indica L.) sebagai obat luka bakar dan kesehatan, cara mengolah rumput belulang (Eleusina indica L.) sebagai obat luka bakar dan kesehatan serta persepsi masyarakat dalam memanfaatkan rumput belulang (Eleusina indica L.) sebagai obat luka bakar dan kesehatan. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Pengambilan data yang dilakukan adalah observasi dan wawancara. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa rumput belulang dapat mengobati luka, salah satu yaitu pendarahan, luka bakar atau yang lainnya yang dapat mencegah perkembangan sel kanker, membantu membersihkan organ ginjal, membantu mengobati tipes, membantu menyembuhkan luka pendarahan, membantu penyembuhan radang sendi dan parasit, membantu menyuburkan rambut dan menghilangkan ketombe, mengatasi diabetes dan tekanan darah tinggi, mencerahkan kulit wajah dan memberikan tanggapan positif bagi masyrakat. Simpulan penelitian ini adalah rumput belulang yang sering digunakan untuk kesehatan khususnya masyarakat di Kelurahan Pasar Telukdalam yaitu digunakan untuk membersihkan ginjal, pengobatan tipes, meredekan masalah pencernaan dan mengurangi nyeri dan peredangan sedangkan pemanfaat rumput belulang yang sering digunakan masyarakat di Keluruhan Pasar Telukdalam. Saran dalam penelitian ini adalah Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan penelitian ini dapat menjadi sumber informasi tentang materi pemanfaatan rumput belulang.
MENGINTEGRASIKAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT NIAS DENGAN ILMU PENGETAHUAN ALAM Bago, Adam Smith; Sarumaha, Murnihati; Fau, Yohanna Theresia Venty; Hulu, Liberkat Solomasi; Fau, Amaano
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 1 Januari 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i1.6902

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kearifan lokal masyarakat Nias dalam pendidikan ilmu pengetahuan alam (IPA), serta integrasinya dengan ilmu pengetahuan alam dan tantangan peluang dimasa depan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan judul mengintegrasikan kearifan lokal masyarakat Nias dengan ilmu pengetahuan alam dengan pendekatan deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui studi literatur mengidentifikasi kearifan lokal masyarakat Nias dengan menggunkan dokumen, buku, artikel, dan hasil penelitian sebelumnya.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal, seperti sistem pertanian Masyarakat Nias memiliki tradisi pertanian yang erat kaitannya dengan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.. Integrasi ini diimplementasikan melalui pengembangan materi pembelajaran kontekstual berbasis budaya Nias, yang mampu meningkatkan minat belajar siswa dan mendorong pelestarian budaya lokal. Penelitian ini merekomendasikan kolaborasi antara pendidik, tokoh adat, dan peneliti untuk menciptakan sinergi antara kearifan lokal dan ilmu pengetahuan dalam upaya keberlanjutan pendidikan dan lingkungan. Kesimpulan peneltian ini adalah upaya mengintegrasikan kearifan lokal masyarakat Nias dengan ilmu pengetahuan alam adalah terciptanya pendekatan holistik yang memadukan nilai-nilai tradisional dengan metode ilmiah modern.
PEMANFAATAN DAUN CAKAR AYAM (SELAGINELLA DEODERLEINII HIERON) SEBAGAI OBAT UNTUK MENGHENTIKAN PENDARAHAN DI DESA HILIZIHONO Bago, Adam Smith; Sarumaha, Murnihati; Fau, Yohanna Theresia Venty; Hulu, Liberkat Solomasi; Fau, Amaano
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 1 Januari 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i1.6903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi daun cakar ayam (Selaginella deoderleinii Hieron) sebagai obat tradisional untuk menghentikan pendarahan di Desa Hilizihono. Daun cakar ayam telah digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat desa Hilizihono sebagai ramuan herbal untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan, khususnya pendarahan. Jenis penelitian yang digunakan dalam pemanfaatan daun cakar ayam (Selaginella) sebagai obat untuk menghentikan pendarahan di desa hilizihono kecamatan Fanayama adalah penelitian kualitatif. Pada penelitian ini, peneliti akan mengkaji fenomena yang terus dikaji secara khusus oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun cakar ayam mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, dan tanin yang berpotensi mempercepat proses pembekuan darah. Kesimpulan penelitian ini memberikan bukti ilmiah mengenai manfaat daun cakar ayam sebagai obat alami untuk menghentikan pendarahan dan mendukung pelestarian pengetahuan herbal lokal di Desa Hilizihono.
PEMBUATAN SABUN HERBAL DARI EKSTRAK DAUN SIRIH (PIPER BETLE) DAN LIDAH BUAYA (ALOEVERA) SEBAGAI ANTISEPTIK ALAMI Bago, Adam Smith; Sarumaha, Murnihati
Jurnal Education and Development Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i3.7753

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sabun herbal yang mengandung ekstrak daun sirih (Piper betle) dan lidah buaya (Aloe vera) sebagai antiseptik alami. Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian kualitatif digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah. Hasil penelitian ini adalah lidah buaya dan daun sirih merupakan kombinasi yang bagus dalam pembuatan sabun herbal antiseptik. Lidah buaya terbukti memiliki kemampuan antiseptik yang dapat menggantikan bahan kimia sintetis seperti triclosan. Dari pengakuan Masyarakat jika sabun herbal ini membantu penggunaan sabun konversial yang mudah didapatkan dialam tanpa harus dibeli dan aman alami untuk digunakan. Kesimpulan penelitian ini adalah Dengan demikian, pembuatan sabun herbal dari ekstrak daun sirih dan lidah buaya tidak hanya berkontribusi pada kesehatan kulit, tetapi juga memberikan alternatif alami yang aman dan ramah lingkungan dalam menjaga kebersihan dan kesehatan. Saran penelitian ini adalah diharapkan supaya dapat memperkaya dan menambah sumber informasi tantang sabun herbal. Masyrakat supaya dapatmemanfaatkan lidah buaya dan saun herbal dalam pembuatan sabun Peneliti dapat dikembangkan lagi untuk dijadikan sebagai bahan referansi kedepan tantang pembuatan sabun herbal.
PEMANFAATAN TANAMAN AKAR PUTRI MALU (Mimosa Pudica) SEBAGAI ALTERNATIF OBAT PENURUNAN KADAR GULA DARAH DI DESA HILISATARO Bago, Adam Smith; Sarumaha, Murnihati
Jurnal Education and Development Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i3.7754

Abstract

Permasalah dalam penelitian ini adalah mengetahui bagaimana pemanfaatan akar tanaman putri malu, cara meracik akar tanaman putri malu, serta bagaimana tanggapan masyarakat, mengenai pemanfaatan obat herbal dari akar putri malu (Mimosa pudica L), di Desa Hilisataro, metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah jenis penelitian kualitatif deskriptif. Jenis penelitian ini meliputi metode atau pendekatan dengan studi kasus (case study). penelitian kualitatif adalah pengumpulan data pada suatu latar alamiah dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. Hasil penelitian ini masyarakat memanfaatkan akar tanaman putri malu sudah cukup lama, berdasarkan pengalaman masyarakat yang diperoleh dari orang terdahulu yang sudah dilestarikan secara turun temurun. Cara meracik akar tanaman putri malu (Mimosa pudica) menjadi obat herbal bervariasi, yaitu terdiri dari direbus, dikeringkan dan ditumbuk. Akar tanaman putri malu (Mimosa pudica) dapat diracik menjadi berbagai ramuan tradisional untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan seperti penurunan kadar gula darah, sakit pinggang, rematik, hingga insomnia. Masyarakat Desa Hilisataro sangat melestarikan tanaman putri malu karena masyarakat percaya khasiat yang sangat luar biasa yang dapat membantu kesehatan dan masih digunakan sampai sekarang. Berdasarkan temuan penelitian dan pembahasan terkait pemanfaatan akar tanaman putri malu sebagai obat alternatif penurunan kadar gula darah di Desa Hilisataro Kecamatan Hilisataro Kabupaten Nias Selatan, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa pemanfaatn akar tanaman putri malu sebagai obat herbal menjadi bagian dari kearifan lokal yang masih dilestarikan oleh sebagian kecil warga Desa. Semoga penelitian ini dapat mengedukasi masyarakat dan dapat dikembangkan lagi dalam cara mengolah dan melestarikan tanaman-tanaman lokal yang memiliki manfaat yang luar biasa.