Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT

EKSISTENSI NILAI KEARIFAN LOKAL KAULINAN DAN KAKAWIHAN BARUDAK SEBAGAI UPAYA PENANAMAN NILAI JATIDIRI BANGSA Aiman Faiz; Imas Kurniawaty; Purwati .
Jurnal Education and Development Vol 8 No 4 (2020): Vol.8.No.4.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.89 KB) | DOI: 10.37081/ed.v8i4.2067

Abstract

Tujuan artikel ini untuk menjelaskan eksistensi nilai kearifan lokal yang masih bertahan di era moden saat ini, salah satunya kebudayaan kaulinan dan kakawihan barudak yang masih bertahan di SD Yayasan Atikan Sunda Bandung. Untuk memperoleh data dari peneliti kualitatif deskriptif ini, peneliti menggunakan wawancara dan observasi kepada siswa kelas 1 sampai 3. Hasil penelitian menunjukkan, implementasi penanaman nilai kearifan lokal sebagai upaya menjaga Jatidiri bangsa khususnya di wilayah Jawa Barat agar tidak hilang oleh modernisasi. Media kaulinan dan kakawihan barudak (permainan dan nyanyain anak) sebagai upaya menanamkan nilai-nilai sosial dan mengasah kreativitas siswa sangat relevan dalam menunjang pembelajaran berbasis kearifan lokal. Selain itu, pembelajaran berbasis kearifan lokal kaulinan dan kakawihan barudak bisa menanamkan nilai karakter (sosioemosional) melalui media bermain peran. Peran guru dalam strategi pembelajaran dengan media bermain peran bukan hanya memberi informasi ke pikiran anak, namun dapat mendorong siswa untuk mengeksplorasi dunia mereka untuk menemukan pengetahuan dan berpikir secara kritis melalui dunia bermain dan belajar. Generasi muda yang harapan dalam mempertahankan eksistensi kearifan lokal saat ini perlu mendapat sentuhan agar kembali tertanam kemauan untuk mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal agar tidak hilang dan tergantikan oleh budaya asing
PERAN FILSAFAT PROGRESIVISME DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN CALON PENDIDIK DI ABAD-21 Aiman Faiz; Purwati .
Jurnal Education and Development Vol 9 No 1 (2021): Vol.9.No.1.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.545 KB) | DOI: 10.37081/ed.v9i1.2308

Abstract

Perubahan yang semakin pesat perlu diimbangi dengan kemampuan manusianya agar tidak terjadi kesalahan dalam menyikapinya, termasuk dalam aspek pendidikan. Pendidikan berperan besar dalam memberikan keseimbangan dalam mengembangkan kemampuan manusia di abad-21. Peran agen pendidikan dalam hal ini dosen, perlu diarahkan dalam mencetak calon-calon pendidik yang memiliki kriteria dan kemampuan seperti yang di inginkan di abad-21 ini. Dalam penelitian ini menggunakan library research yang bertujuan untuk mengeksplore data dan informasi dengan berbagai sumber yang diperoleh dari buku, jurnal, makalah, dokumen, catatan dan lain-lainnya. Dasar dalam penelitian library research ini adalah menerapkan konsep filsafat progresivisme dalam pembelajaran abad-21 khususnya bagi para mahasiswa calon pendidik. Hasil penelitian ini menemukan konsep-konsep apa saja yang harus dikembangkan dalam penelitian kepustakaan baik secara teoritis maupun praktis diantaranya hal-hal yang harus dikembangkan oleh dosen mencakup kompetensi pedagogik dan karakteristik pembelajaran abad-21. Selain itu, dosen juga harus mampu mengembangkan pemikiran 4C (critical thinking, creative, collaborative dan comunicative) pada mahasiswa. Dengan kondisi yang ada calon pendidik dibekali kompetensi yang nantinya untuk dikembangkan kepada para peserta didik sesuai zamannya. Sejalan dengan konsep live long education (pendidikan seumur hidup) yang menekankan pendidikan harus menyesuaikan dengan kondisi zaman.
PERAN LINGKUNGAN KELUARGA DALAMPEMBENTUKAN KARAKTER Vini Agustiani Hadian; Dewinta Arum Maulida; Aiman Faiz
Jurnal Education and Development Vol 10 No 1 (2022): Vol.10. No.1 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.592 KB) | DOI: 10.37081/ed.v10i1.3365

Abstract

Artikel ini berfokus membahas pengaruh lingkungan terhadap pembentukan karakter siswa. Pada dasarnya lingkungan sangat berpengaruh dalam pembentukan sikap, karakter, dan moral seseorang. Jika siswa berada dalam lingkungan yang baik, maka akan berpengaruh baik terhadap perkembangan dan pembentukan karakternya. Salah satu yang berperan penting dalam pembentukan karakter adalah lingkungan keluarga. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan keluarga dalam pembentukan karakter siswa. Penelitian ini dilakukan melalui studi pustaka atau studi literatur dengan melihat hasil penelitian pada jurnal terkait yang tersedia di media elektronik. Hasil penelitian studi pustaka menunjukkan bahwa, lingkungan keluarga merupakan tempat tumbuh dan berkembangnya seorang anak secara utuh. Lingkungan keluarga merupakan pendidikan pertama bagi anak untuk mempelajari segala sesuatu. Lingkungan keluarga juga menjadi wadah bagi siswa untuk mengimplementasikan nilai-nilai karakter yang telah ditanamkan dan diajarkan di sekolah. Kesimpulan dari artikel ini adalah bahwa lingkungan keluarga berperan penting dalam pembentukan karakter siswa dimana siswa mendapatkan bekal utama pendidikan melalui peran orang tua dan lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga yang harmonis akan mendukung penuh proses pembetukan karakter anak sehingga dapat berjalan dengan optimal.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI MASA PANDEMI COVID-19: PROSES PEMBELAJARAN DAN HAMBATAN Silmi Kapatan Inda Robby; Dina Abdilah; Aiman Faiz
Jurnal Education and Development Vol 10 No 1 (2022): Vol.10. No.1 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.665 KB) | DOI: 10.37081/ed.v10i1.3366

Abstract

Masa pendemi Covid-19 merupakan tantangan untuk dunia termasuk negara Indonesia. Banyak aspek-aspek kehidupan yang terkena dampak karena adanya pandemiCovid-19 tidak terkecuali dengan dunia pendidikan. Kondisi pergantian pola pembelajaran dari tradisional menuju online secara masif akan memengaruhi keadaan psikologis anak. Keadaan tersebut juga akan berakibat pada pendidikan karakter peserta didik. Karakter adalah gambaran deskripsi visual manusia secara utuh yang membuat unik dari manusia lain. Dapat diartikan bahwa karakter ialah bentuk dari keseluruhan pikiran, perasaan dan perilaku yang dimiliki oleh manusia. Keseimbangan antara ketiga komponen tersebut hendaknya menghasilkan suatu bentuk karakter yang ideal. Sehingga pemerintah perlu melakukan bermacam-macam kebijakan untuk menerapkan pendidikan karakter saat musim pandemiCovid-19. Tujuan dalam kajian ini ialah untuk mendiskripsikanproses pembelajaran, hambatan yang dialamidan implementasi karakter di musim pandemiCovid-19. Metode yang digunakan dalam karya ilmiah ini adalah kajian pustaka. Hasil penelitian menjelaskan ide-pengembangan karakter sesuai nilai-nilai karakter Founding Fathers Indonesia (FFI), proses pembelajaran, hambatan yang dilalui, implementasi pembelajaran online bermuatan pendidikan karakter dalam kondisi Covid-19.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI MATA KULIAH WAJIB UMUM Imas Kurniawaty; Aiman Faiz
Jurnal Education and Development Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2. 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.482 KB) | DOI: 10.37081/ed.v10i2.3588

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui informasi tentang kebijakan serta kendala dalam pengembangan mata kuliah wajib umum Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Polman. Metode yang digunakan adalah metode deksriptif analisis pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada dosen dan mahasiswa Polman, observasi dan dokumentasi. Pengajaran MKWU PKn di Polman ini sudah berjalan dengan baik. Pedoman kurikulum telah merujuk pada kebijakan yang telah ditetapkan, tetapi masih ada kekurangan dan ketidaksesuaian dengan ketentuan yang berlaku, diantaranya adalah: (1) MKWU dititipkan pada Unit Sosio Manufaktur (USM); (2) Pengajar MKWU PKn tidak ditangani oleh dosen lulusan PKn; (3) Dosen PKn yang tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan, dalam proses pembelajaran cenderung mengajarkan ilmu Kewarganegaraan, bukan Pendidikan Kewarganegaraan; (4) Beban studi per semester selama 21 minggu dengan bobot sks yang banyak serta menggunakan sistem blok antara teori dan praktek; (5) Adanya program penyelesaian MKWU selama 3 minggu; (6) MKWU tidak diajarkan pada semster awal (semester 1 dan 2), melainkan diajarkan pada semester akhir (semester 5).
PERAN GURU DALAM PENDIDIKAN MORAL DAN KARAKTER Aiman Faiz; Purwati .
Jurnal Education and Development Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2. 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.442 KB) | DOI: 10.37081/ed.v10i2.3671

Abstract

Penanaman moral dalam pendidikan merupakan fondasi dan modal utama dalam mengembangkan karakter masyarakat dan mengokohkan jatidiri bangsa. Tujuan artikel ini untuk mendeskripsikan peran guru dan penggunaan strategi dan pendekatan dalam pendidikan moral dan karakter di Sekolah. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian studi pustaka dengan metode deskriptif. Peran guru sebagai pewaris nilai dan agen moral harus memahami betapa perannya sangat penting dalam menanamkan nilai moral. Peran guru yang memiliki otoritas bukan semata-mata untuk memperlakukan siswa dengan seenaknya, akan tetapi untuk menciptakan aturan agar siswa menjadi terbiasa patuh pada aturan yang menjadi nilai pada lingkungan tersebut.Guru juga perlu memahami strategi dan pendekatan apa yang akan digunakan dalam penanaman moral kepada siswa, baik itu melalui pendekatan transmisi maupun pendekatan konstruksi, tergantung pada situasi dan kondisi nilai yang ingin dikembangkan oleh guru maupun sekolah. Dengan dua pendekatan yang telah dibahas, diharapkan mempermudah guru dalam menginternalisasi nilai moral sehingga dapat efektif membentuk karakter siswa dalam lingkup pendidikan.
MEMAHAMI MAKNA TES, PENGUKURAN (MEASUREMENT), PENILAIAN (ASSESSMENT), DAN EVALUASI (EVALUATION) DALAM PENDIDIKAN Aiman Faiz; Nugraha Permana Putra; Fajar Nugraha
Jurnal Education and Development Vol 10 No 3 (2022): Vol.10. No.3 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.801 KB) | DOI: 10.37081/ed.v10i3.3861

Abstract

Pendidikan adalah proses pembentukan intelektual dan emosional yang merupakan suatu usaha untuk mengembangkan kualitas manusia. Tujuan Pendidikan Nasional yang mengharapkan berkembangnya kualitas Sumber Daya Manusia tersebut tentu saja dapat terwujud apabila keseluruhan sistem pendidikannya berjalan sesuai relnya. Pada artikel ini membahas tentang makna tes, pengukuran, penilaian dan evaluasi pendidikan. Penelitian ini menggunakan studi pustaka. Evaluasi merupakan subsistem yang sangat penting dan sangat di butuhkan dalam sistem pendidikan, karena evaluasi dapat mencerminkan seberapa jauh perkembangan atau kemajuan hasil pendidikan. Tolok ukur pendidikan yang diselenggrakan itu terlihat sukses atau tidaknya jika adanya hasil yang sesuai dengan tujuan pendidikan Nasional, baik dalam bentuk angka maupun sikap.
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER CINTA TANAH AIR Imas Kurniawaty; Purwati Purwati; Aiman Faiz
Jurnal Education and Development Vol 10 No 3 (2022): Vol.10. No.3 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.303 KB) | DOI: 10.37081/ed.v10i3.3905

Abstract

Karakter merupakan aspek penting yang perlu dikembangkan saat ini, mengingat berbagai tantangan dan hambatan yang datang dari luar sangat membahayakan bagi kondisi karakter remaja Indonesia. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi dan implementasi siswa terkait dengan pentingnya nilai cinta tanah air dalam penguatan pendidikan karakter program pembiasaan. Pendidikan karakter mesti terlaksana dengan baik dan berkesinambungan, penguatan pendidikan karakter yang dilakukan di SMPN 2 Sumber melalui program pembiasaan menyanyikan lagu kebangsaan sudah berjalan dengan baik namun perlu dilakukan secar continue agar siswa tidak hanya sebatas memahami (knowing), namun juga harus mencapai action agar nilai cinta tanah air dapat tertanam dikalangan remaja.
PANDANGAN MASYARAKAT TERHADAP MATA UANG DIGITAL UNTUK ALAT PEMBAYARAN ZAKAT, INFAQ, DAN SHADAQOH/DONASI DALAM HUKUM ISLAM Aiman Faiz; Dede Darisman; Abdul Aziz Ridha
Jurnal Education and Development Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.807 KB) | DOI: 10.37081/ed.v11i1.4521

Abstract

Penggunaan Financial Technology (FinTech) sangat membantu kehidupan manusia saat ini dan membantu umat muslim untuk melaksanakan ibadah dan kewajibannya, seperti dalam jual beli secara online, dengan metode pembayaran e-money. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam hukum penggunaan teknologi finansial. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode data kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner yang berisi pertanyaan yang kemudian dianalisis menggunakan dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian mengungkapkan sebagian besar responden sudah mengetahui bahwa teknologi keuangan hukumnya adalah halal jika transaksinya dilakukan sesuai dengan syariat islam. Sedangkan sebagian besar responden belum mengetahui bahwa penggunaan uang kripto itu hukumnya haram. Pengetahuan tersebut berdampak pada persepsi mereka tentang penggunaan mata uang kripto untuk transaksi zakat, infaq, dan sodaqoh yakni tidak terlihat perbedaan signifikan yang menunjukkan antara responden yang setuju dan tidak setuju dengan penggunaan koin kripto untuk transaksi tersebut. Meskipun responden yang tidak setuju persentasenya sedikit lebih banyak dari yang setuju.