Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Faktor Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Pasien Gagal Ginjal Kronik dalam Menjalani Program Therapi Hemodialisa di RS PKU Muhammadiyah Gombong Laksono, Gayuh Dwi; Septiwi, Cahyu; Astuti, Dyah Puji
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pasien gagal ginjal kronik sangat bergantung pada program therapi hemodialisa untuk menggantikan ginjalnya. Kepatuhan pasien penderita gagal ginjal kronik dalam menjalankan program therapi merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan, karena jika penderita tidak patuh dalam menjalankan therapi hemodialisa maka akan menyebabkan terjadi penumpukan zat-zat berbahaya dalam tubuh dari hasil metabolisme dalam darah sehingga penderita akan merasakan sakit diseluruh tubuh. Tujuan Penelitian: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien gagal ginjal kronik dalam menjalani program therapi hemodialisa. Metode Penelitian: Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 124 responden dengan menggunakan tabel krejcie. Analisa bivariat menggunakan uji chi square dan analisa multivariat menggunakan uji regresi logistic. Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukan terdapat pengaruh antara usia dengan kepatuhan menjalani program therapi hemodialisa dengan hasil p-value 0.002 < 0.05. Terdapat pengaruh antara tingkat pengetahuan tentang hemodialisa dengan kepatuhan menjalani program therapi hemodialisa dengan hasil p-value 0.001 < 0.05. Terdapat pengaruh antara motivasi dengan kepatuhan menjalani program therapi hemodialisa dengan hasil p-value 0.000 < 0.05. Terdapat pengaruh antara persepsi pasien terhadap pelayanan perawat dengan kepatuhan menjalani program therapi hemodialisa dengan hasil p-value 0.002 < 0.05. Terdapat pengaruh antara dukungan keluarga dengan kepatuhan menjalani program therapi hemodialisa dengan hasil p-value 0.001 < 0.05. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian motivasi merupakan faktor yang paling dominan atau berpengaruh terhadap kepatuhan pasien gagal ginjal kronik dalam menjalani program therapi hemodialisa.
Gambaran Tingkat Stres dan Mekanisme Koping Mahasiswa dalam Mengerjakan Skripsi di STIKes Muhammadiyah Gombong Tahun 2019 Fasya, Zaim Afifuddin; Yuwono, Podo; Septiwi, Cahyu
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi rentang mengalami stres karena disebabkan kendala-kendala yaitu internal dan eksternal. Cara mengatasi stres tersebut perlu adanya mekanisme koping untuk mengatasi dan menyelesaikan sebuah masalah.Tujuan penelitian : Mengetahui gambaran tingkat stres dan mekanisme koping mahasiswa dalam mengerjakan skripsi di STIKES Muhammadiyah Gombong Tahun 2019. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, dengan jumlah populasi 132 mahasiswa yang mengerjakan skripsi. Sampel yang digunakan dengan teknik total sampling, pengumpulan data dilakukan pada tanggal 22 April-16 Mei 2019, instrumen yang digunakan dengan kuesioner DASS 42 dan kuesioner mekanisme koping. Hasil uji validitas didapatkan rentang nilai r hitung 0,540–0,798, sedangkan nilai r tabel untuk N = 20 adalah 0,444. Uji reliabilitas didapatkan nilai Alpha Cronbach yaitu : ?= 0.927.Hasil penelitian : Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan, karakteristik jenis kelamin mayoritas adalah perempuan sebanyak (77,3%). Sebagian besar tingkat stres mahasiswa dalam mengerjakan skripsi mayoritas stres sedang sebanyak (48,5%), stres berat (9,1%), stres ringan (22,0%), dan normal (20,5%). Dan sebagian besar mekanisme koping mahasiswa dalam mengerjakan skripsi mayoritas baik sebanyak (74,2), cukup (23,5) dan kurang (2,3).Kesimpulan : Sebagian besar mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi masuk dalam kategori stres sedang. Dan mekanisme koping mahasiswa dalam mengerjakan skripsi masuk dalam kategori mekanisme koping yang baik.
Hubungan Basic Conditioning Factors terhadap Self-Care Management Cairan Pasien Heomodialisa Faridatunnisa, Tuhfah; Septiwi, Cahyu; Astuti, Dyah Puji
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penyakit gagal ginjal merupakan suatu masalahkesehatan serius yang mana prevalnsinya terus meningkat yaitusecara global 13,4%. Permasalahan yang masih sulit untuk diatasipada pasien hemodialisa adalah pembatasan cairan. Maka dari itupentingnya pasien untuk memperkuat self care management cairanagar tidak menimbulkan masalah kesehatan yang lain sehinggameningkatkan kualitas hidup pasien.Tujuan penelitian : Untuk mengetahui adakah hubungan basicconditioning factors terhadap self care management cairan pasienhemodialisa di PKU Muhammadiyah Gombong.Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelatifdengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil berdasarkankriteria inklusi sebanyak 144 responden pasien hemodialisa.Hasil : Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yangsigifikan antara faktor usia, status perkembangan, status kesehatan,pola hidup, system keluarga, social budaya, lingkungan, ketersediaansumber terhadap self care management cairan (p< 0,05). Faktoryang paling dominan adalah pola hidup dengan nilai OR 0,28.Kesimpulan : Terdapat hubungan bermakna antara basicconditioning factors terhadap self care management cairan. Faktoryang paling dominan memengaruhi self care management cairanadalah faktor pola hidupRekomendasi : Agar mampu meningkatkan kemampuan self caremanagement cairan pasien hemodialisa dengan melihat faktor yangmempengaruhinya.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KATARAK DI POLIKLINIK MATA RSU PURBOWANGI KEBUMEN Dewi Sumiasih, Puspa; Septiwi, Cahyu; Puji Astuti, Dyah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Gangguan penglihatan dan kebutaan adalahpenyebab utama kesalahan refraksi dan katarak tidak dikoreksi.Pravelensi katarak dunia sebanyak 65,2 juta orang dan di Indonesia0,1% per tahun. Faktor penyebab katarak terdiri dari usia, jeniskelamin, riwayat kesehatan, penggunaan obat kortikosteroid, riwayatmerokok, konsumsi alkohol, trauma mata, penyakit mata, sinar UVdan status gizi.Tujuan : Untuk menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinyakatarak di Poliklinik mata RSU Purbowangi Kebumen.Metode Penelitian : Penelitian menggunakan metode korelasionalkuantitatif dan cros sectional. Sampel berjumlah 100 respondendengan tekhnik purposive sample. Teknik analisa data univariat danbivariat melalui uji chi-square dan nilai odds ratio (OR).Hasil : Uji statistic chi-square tingkat kemaknaan 95% menunjukkanada hubungan katarak yang terdiri dari faktor umur (OR=8,145,IK:1,02-64,7), DM (OR=7,188, IK:1,3-39,5), hipertensi (OR=3,8,IK:1,4-9,6), sinar ultraviolet (OR=4,949, IK:1,9-12,5), sedangkanfaktor yang tidak ada hubungan dengan kejadian katarak (pvalue>0,05) terdiri dari faktor jenis kelamin, status pendidikan,pekerjaan, kebiasaan merokok, dan penggunaan obat kortikosteroid.Kesimpulan : Terdapat hubungan antara umur, riwayat DM,hipertensi, dan paparan sinar ultraviolet dengan kejadian katarak.Rekomendasi : Hasil penelitian disimpulkan bahwa faktor jeniskelamin dan riwayat merokok perlu dikaji lebih dalam, sehingga darifaktor yang sudah diteliti dapat dijadikan acuan pencegahanterjadinya katarak.
Relationship between Knowledge Level and Prevention of Diabetic Ulcers in Diabetes Mellitus Patients Maisy, Maudy Rismawati Al; Septiwi, Cahyu; Santoso, Dadi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit yang sering dijumpai oleh masyarakat luas dan komplikasi yang paling sering terjadi yaitu ulkus kaki diabetik pada penderita. Pengetahuan tentang ulkus diabetik dan pencegahnnya sangat penting pada masa pandemi Covid-19, dimana penderita diabetes merupakan salah satu penyakit komorbid. Tujuan Penelitian: Untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan tentang ulkus kaki diabetik dengan pencegahan ulkus kaki diabetik pada pasien diabetes melitus. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain korelasi dan dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling dengan jumlah 100 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan ulkus kaki diabetik dan pencegahan ulkus kaki diabetik. Hasil Penelitian: Distribusi frekuensi tingkat pengetahuan ulkus kaki diabetik paling banyak adalah cukup sebanyak 43 responden (43%), dan untuk frekuensi pencegahan ulkus kaki diabetik paling banyak adalah cukup sebanyak 92 responden (92%). Hasil analisis chi square diperoleh nilai probabilitas (p value = 0.040 < 0.05) maka terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ulkus kaki daibetik dengan pencegahan ulkus kaki diabetik. Kesimpulan: Ada hubungan antara tingkat pengetahuan ulkus kaki diabetik dengan pencegahan ulkus kaki diabetik pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Kebumen 1.
The Relationship between Knowledge and Practice on The COVID-19 Prevention of Undergraduate Nursing Program of STIKES Muhammadiyah Gombong Mulyawati, Rizki Tri; Septiwi, Cahyu; Santoso, Dadi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation) A
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : The countries worldwide have the same health problems and focus on the COVID-19. The number of cases day to day is increasing significantly. Objective : to identify the relationship between knowledge and practice on the COVID-19 prevention of undergraduate nursing program of STIKES Muhammadiyah Gombong Method : This study was quatitative design with cross-sectional approach. Eighty-eight respondents were taken by random sampling technique and questinnaire was distributed by Google Form then analyzed using Ranks Spearman. Results : data analysis showed that forty-six respondents were in in a moderate knowledge category (52,3%). At the same time, the practice on the COVID-19 prevention showed ttaht fifty-six respondents (63,6%) were in the good practice category. The Rank Spearman test showed a relationship between knowledge and practice on thhe COVID-19 prevention (p-value =0.008). Conclusion : There was a relationship between knowledge and practice on the COVID-19 prevention of undergraduate nursing program of STIKES Muhammdiyah Gombong.
Factors Affecting Compliance Community In Implementing The Health Protocol Program During The Covid-19 Pandemic In Sempor Hamlet, Pujotirto Village, Kebumen Regency Utomo, Aji; Santoso, Dadi; Septiwi, Cahyu
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COVID-19 cases reached 147.8 million, while the data in Indonesia that had been confirmed positive was 1.64 million cases. The government programs that are being promoted are, “3M, namely wearing masks, washing hands, and avoiding crowds. During the implementation of health protocols during this pandemic, there are still some people who do not comply, this can be caused by many things. That the factors that influence compliance include knowledge, motivation and family support. Objective: aims to determine the factors that affect community compliance in implementing the Health Protocol during the COVID-19 pandemic in Sempor Hamlet, Pujotirto Village, Kebumen Regency. Methods: The design used is quantitative research which is descriptive analytic. By using a cross-sectional approach. The population in this study were residents of Sempor hamlet, amounting to 573 people with a total sample of 100 people using the Slovin formula. Data analysis using Chi Square test. Results: The results showed that there are two factors that have a significant relationship with community compliance with family support health protocols (p-value 0.009), level of motivation (p-value 0.006). While the level of knowledge has no relationship with compliance (p-value 0.359). Conclusion: Based on these results, it shows that there are several factors that can affect a person's compliance in running a program
Factors Relating to Patient Compliance with Hypertension Management in the Era of the Covid-19 Pandemic Sari, Lulu Permata; Septiwi, Cahyu; Santoso, Dadi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension is abnormally high blood pressure and a serious health problem in the world that causes morbidity and mortality. Uncontrolled hypertension can cause serious complications such as coronary heart disease, stroke, kidney disease, vision problems and is one of the comorbid diseases during the Covid-19 pandemic. Compliance to hypertension manajement to control their blood pressure is very importantto avoid hypertension’s complications and death. This study aim to determine the factors related to patient compliance with hypertension management in the era of the Covid-19 pandemic. This research method uses a descriptive analytic method with a cross sectional approach. The sample consists of 100 respondents, data collection using a questionnaire and analyzed using univariate and bivariate analysis. There is a relationship between age and patient compliance with hypertension management (p=0.016). There is a relationship between knowledge and patient compliance with hypertension management (p=0.020). There is a relationship between motivation and patient compliance with hypertension management (p=0.045). There is a relationship between family support and patient compliance with hypertension management (p=0.018). There is a significant relationship between factors of age, knowledge, motivation, and family support with patient compliance with hypertension management. Factors related to patient compliance in managing their disease are very important and need to be considered and improved in an effort to maintain blood pressure stability in hypertensive patients to avoid complications and death.
Factors Affecting Nurse's Caring Behavior Towards Chronical Kidney Failure Patients Who Are Taking Hemodialization at PKU Muhammadiyah Gombong Hospital Dewi, Luthfiana; Santoso, Dadi; Septiwi, Cahyu
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation) A
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chronic kidney failure is a public health problem in the world with an incidence of 697.5 million cases. Patients with chronic kidney failure on hemodialysis experience a decreased quality of life good from the aspect physical and psychic. Caring behavior is a dynamic approach to help the patient's healing process which is influenced by several factors as work motivation, knowledge, workload and work environment in carrying out their role as implementers of nursing care. The aim of this research is to identifying factors affecting nurse caring behavior toward chornical kidney failure patients who are taking hemodialization, using quantitative methods through a cross sectional approach by doing crosstab. Research sample is 30 nurses with total sampling model. Instrument in this study using questionnaires. The analysis used is the Kendall Tau. From the research result can be found out that the result is that there is correlation between work motivation toward nurse caring behavior at the hemodialysis room with a significance value (p=0,032), there is not any correlation between knowledge toward nurse caring behavior with a significance value (p=0,054), there is not any correlation between workload toward nurse caring behavior with a significance value (p=0,418) and there is not any correlation between work environment toward nurse caring behavior with a significance value (p=0,228).
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kecemasan Pada Petugas Uptd Puskesmas Gombong 1 Di Masa Pandemi Covid-19 Wardoyo, Robertus Eka; Septiwi, Cahyu; Setianingsih, Endah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan dan penyebaran COVID-19 yang cepat dapat mempengaruhi kondisi fisik dan psikis petugas fasilitas pelayanan kesehatan. Gangguan psikis yang terjadi pada masa pandemi COVID-19 ini diantaranya kecemasan, maka kesehatan dan kesejahteraan jiwa petugas di garis depan fasilitas pelayanan kesehatan perlu diperhatikan dan didukung. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan kecemasan petugas UPTD Puskesmas Gombong 1 di masa pandemi COVID-19. Penelitian adalah untuk mengetahui secara ilmiah mengenai faktor faktor yang berhubungan dengan kecemasan petugas UPTD Puskesmas Gombong 1 di masa pandemi COVID-19. Penelitian deskriptif analisis, dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian, pada hasil uji analisis statistic menggunakan uji Kendall Tau diketahui bahwa ada hubungan antara status pernikahan (p=0,027) dan riwayat komorbid diri/keluarga (p=0,000) dan tidak ada hubungan antara umur (p=0,112), jenis kelamin (p=0,139), pendidikan (p=0,903), masa kerja (p=0,394), pelatihan (p=0,941), unit kerja (p=1,000), dan fasilitas APD (p=0,821) dengan tingkat kecemasan petugas di UPTD Puskesmas Gombong I pada masa pandemi COVID-19. Sebagian besar responden berada pada tingkat kecemasan ringan sebanyak 32(57,1%) dan ada hubungan antara status pernikahan (p=0,027) dan riwayat komorbid diri/keluarga (p=0,000) dengan tingkat kecemasan petugas di UPTD Puskesmas Gombong I pada masa pandemi COVID-19. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya, menambahkan variable seperti jenis profesi yang lebih spesifik dan tingkat pengetahuan tentang COVID-19 pada populasi yang homogen dengan alat ukur kecemasan yang lebih objektif lagi.