Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : JURNAL AGROHITA

PEMATAHAN DORMANSI DENGAN METODE SKARIFIKASI DAN PERENDAMAN PADA BERBAGAI LAMA PENYIMPANAN BIJI ROTAN (Daemonorops didymophylla Becc) Darmadi Erwin Harahap; Syawaluddin Syawaluddin; Mukhlis Mukhlis; Amir Mahmud; Evi Apriani Siregar
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.5519

Abstract

Percobaan  ini dilakukan untuk melihat pengaruh skarifikasi dan perendaman pada berbagai lama penyimpanan terhadap pematahan dormansi biji rotan.Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan3 ulangan. Perlakuan I, Buah rotan dalam penyimpanan: B1 (penyimpanan selama 4 minggu), B2 (penyimpanan selama 3 minggu), B3 (penyimpanan selama 2 minggu), B4 (penyimpanan selama 1 minggu) dan Perlakuan II,Perlakuan pematahan dormansi biji rotan : F1 (skarifikasi/mengamplas biji 3x), F2 (perendaman dengan air panas 70ºC selama 65 menit). Untuk mengetahui pengaruh masing-masing perlakuan, data hasil penelitian diolah dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan’t pada α = 0,01 (1 %).Perlakuan lama penyimpanan  biji setelah panen memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap semua parameter pengamatan, yaitu Umur kecambah (hari), panjang plumula (mm), panjang radikula (mm) dan persentase kecambah (%). Sedangkan perlakuan skarifikasi dan perendaman serta interaksinya tidak berbeda nyata. Perlakuan terbaik terdapat pada B4D1 yaitu lama penyimpanan 1 minggu setelah panen dan skarifikasi dengan amplas 3X. Sedangkan perlakuan yang terjelek terdapat pada perlakuan B1F2 yaitu perlakuan penyimpanan selama 4 minggu dan  perendaman dalam air panas dengan suhu 700C selama   65 menit.
PEMAMFAATAN PUPUK ORGANIK KOTORAN SAPI CAIR DAN KEBUTUHAN BENIH YANG DIPAKAI SATUAN LUAS DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAYAM (AMARANTHUS SP) Darmadi Erwin Harahap; Mukhlis Mukhlis; Amir Mahmud; Suyanti Suyanti
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.7471

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dosis yang tepat dari pemakaian pupuk organik kotoran sapi cair dan jumlah benih yang dipakai pada sistem pertanian organik sayur bayam (Amaranthus SP). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Perlakuan I: Pupuk Organik Kotoran Sapi Cair (A), dimana A1: 800 cc/ liter air/plot pupuk organik kotoran sapi cair; A2: 1.200 cc/liter air/ plot pupuk organik kotoran sapi cair; A3: 1.600 cc/liter air/ plot pupuk organik kotoran sapi cair dan A4:  15 gr NPK Mutiara 16-16-16/ liter air /plot. Perlakuan II : Kebutuhan benih per satuan luas (B), dimana B1:  0,5 gr/ plot; B2: 1,0 gr/ plot dan B3: 1,5 gr/ plot. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pupuk organik kotoran sapi cair (A) berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter yang diamati dan jumlah benih yang dipakai (B) tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap semua parameter yang diamati. Sedangkan interaksi antara keduanya tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, tetapi sangat berbeda nyata terhadap parameter bobot tanaman sampel/plot dan bobot tanaman/plot. Perlakuan terbaik dijumpai pada perlakuan A3B1 (1.600 cc/liter air/ plot pupuk organik kotoran sapi cair dengan kebutuhan benih per satuan luas yang dipakai 1,5 gr/ plot)
PENGARUH DOSIS KOMPOS YANG DI DEKOMPOSISI DENGAN TRICHODERMA VIRIDE TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PISANG Darmadi Erwin Harahap; Siti Hardiyanti Wahyuni; Mukhlis Mukhlis
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 4 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i4.9328

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di rumah bibit Fakultas Pertanian Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan. Dengan ketinggian +480 m dpl. Pada Bulan Mei sampai Juli 2020. Penelitian ini dingunakan dengan rancangan Acak Kelompok (RAK) Non factorial yaitu Ko= Trichoderma viride, K1= Kotoran sapi, Ayam dan jerami di dekomposisi oleh T.viride sebanyak 100 gr, K2= Kotoran sapi, Ayam dan jerami di dekomposisi oleh Trichoderma Viride sebanyak 200 gr, K3= Kotoran sapi, Ayam dan jerami didekomposisi oleh Trichoderma viride sebanyak 300 gr, K4= Kotoran sapi, Ayam dan jerami di dekomposisikan oleh trichoderma viride sebanyak 400 gr. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1. Semua perlakuan kombinasi berbagai jenis pupuk organic didekomposisi oleh T. viride dapat memperpanjang masa inkubasi Foc. Masa inkubasi Foc yang paling lama yaitu pada bibit pisang yang diberi perlakuan kotoran sapi, ayam, dan jerami di dekomposisi oleh T. viride sebanyak  400 gr (17, 20 hari). Kombinasi berbagai jenis pupuk organik yang didekomposisi dengan Trichoderma virideyang terbaik adalah K4 dengan intensitas kerusakan bonggol  sebesar 11,742 %. Persentase daun terinfeksi Foc terendah pada minggu ke VIII terdapat pada perlakuan kombinasi berbagai jenis pupuk organik yang didekomposisi oleh T. viride sebanyak  400 gr (K4) yaitu 13.634 %. Sedangkan persentase daun terserang tertinggi yaitu pada kontrol 55.130. Kombinasi berbagai jenis pupuk organic yang didekomposisi dengan Trichoderma virideyang terbaik adalah K4 dengan intensitas kerusakan bonggol  sebesar 11,742 %
PERKECAMBAHAN BIJI LAMTORO (Leucaena leucocepala) DENGAN PERLAKUAN PERENDAMAN DAN BERBAGAI ZPT Darmadi Erwin Harahap; Rafiqah Amanda Lubis; Suryanto Suryanto
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 2 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i2.11393

Abstract

Percobaan ini dilakukan untuk melihat pengaruh lama perendaman dengan perlakuan berbagai ZPT terhadap perkecambahan biji lamtoro.  Metode yang digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor dengan 3 ulangan. Faktor I terdiri dari L1 (6 Jam), L2 (12 Jam), L3 (18 Jam), sedangkan faktor 2 terdiri dari A0 (Air), A1 (Ekstrak Bawang Merah), A2 (Ekstrak Rebung Bambu), A3 (Ekstrak Air Kelapa), A4 (Ekstrak Kecambah Kacang Hijau). Parameter yang diamati adalah daya berkecambah, tinggi tanaman, jumlah daun dan panjang akar. Dari hasil penelitian pada 28 Hst diperoleh  bahwa Lama perendaman memperlihatkan pengaruh yang nyata pada parameter daya berkecambah dan tinggi tanaman, sedangkan pemberian Zpt hanya  memberikan pengaruh yang nyata pada parameter tinggi tanaman. Interaksi dari kedua tidak memperlihatkan perbedaan pada semua parameter amatan
PENGARUH SUHU AIR DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI BALAKKA (Phyllanthus emblica L) Darmadi Erwin Harahap
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 2 (2024): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i2.17129

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana suhu air, lama perendaman, dan interaksi keduanya mempengaruhi perkecambahan biji balakka. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial : Faktor 1 dengan perlakuan suhu air (S) terdiri dari 3 taraf perlakuan, yaitu :S1=  Perendaman dengan suhu  300C ; S2 = Perendaman dengan suhu 600C dan  S3 = perendaman dengan suhu 900C. Sedangkan faktor ke 2 perlakuan lama perendaman (L) dengan 3 taraf : L1 = 10 menit ; L2 = 20 menit dan L3 = 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Daya Kecambah (%) , Panjang plumula (cm) dan panjang radikula (cm) tidak berbeda nyata terhadap perkecambahan biji balakka
HUBUNGAN STATUS HARA TANAH DENGAN PRODUKSI NIRA DI SIPIROK KABUPATEN TAPANULI SELATAN Harahap, Darmadi Erwin; Harahap, Qorry Hilmiyah
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v10i2.20556

Abstract

Aren adalah salah satu tanaman dari famili arecaceae yang bermamfaat secara ekologis. Di kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan tanaman ini tumbuh liar dan merupakan sumber penghasilan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan anatara status hara tanah (pH tanah ; C-Organik (%); N-Total tanah (%); P-tersedia tanah(Ppm) dan K-tersedia tanah (%) dengan produksi nira di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status hara tanah menunjukkan bahwa nilai signifikan α ≥ 0.05, yang artinya semua parameter status hara tidak berpengaruh nyata terhadap produksi nira. pH tanah, N-Total tanah, P-Tersedia tanah dan K-tersedia tanah berkorelasi positip terhadap produksi nira. Sedangkan C-Organik berkorelasi negatif terhadap produksi nira.
PENGARUH SUHU AIR DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI BALAKKA (Phyllanthus emblica L) Harahap, Darmadi Erwin
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 2 (2024): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i2.17129

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana suhu air, lama perendaman, dan interaksi keduanya mempengaruhi perkecambahan biji balakka. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial : Faktor 1 dengan perlakuan suhu air (S) terdiri dari 3 taraf perlakuan, yaitu :S1=  Perendaman dengan suhu  300C ; S2 = Perendaman dengan suhu 600C dan  S3 = perendaman dengan suhu 900C. Sedangkan faktor ke 2 perlakuan lama perendaman (L) dengan 3 taraf : L1 = 10 menit ; L2 = 20 menit dan L3 = 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Daya Kecambah (%) , Panjang plumula (cm) dan panjang radikula (cm) tidak berbeda nyata terhadap perkecambahan biji balakka
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna Radiate L.) DENGAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR JAKABA DAN PUPUK BHOKASI KOTORAN AYAM Ritonga, Eka Nurwani; Harahap, Darmadi Erwin
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 4 (2024): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i4.19881

Abstract

Kacang hijau (Vigna Radiate L) termasuk dalam tanaman polong-polongan (Faaceae) memiliki banyak manfaat seperti protein yang tinggi dan sumber mineral penting seperti kalsium dan fosfor yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia. Dan kacang hijau pada umumnya dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan dan industry pakan. Rendahnya kualitas tanah, alih fungsi, dan faktor lingkungan yang kurang mendukung serta penggunaan pupuk kimia yang berlebih yang mengakibatkan penurunan kualitas lahan dan produksi tanaman kacang hijau. Pupuk organik mempunyai peran penting dalam memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Penggunaan pupuk organik dapat menyuburkan tanah, memacu aktifitas mikroorganisme tanah dan membantu unsur hara ke dalam akar tanaman sehingga ketersediaan unsur hara esensial (makro dan mikro) dapat terpenuhi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Respon Pertumbuhan Tanaman Kacang Hijau (Vigna Radiate L) Terhadap Pemberian Pupuk Organik Cair Jakaba Dan Bhokasi Kotoran Ayam. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor yaitu: a. Faktor pertama adalah dosis POC Jakaba (P) disimbolkan (P) terdiri dari empat taraf yaitu P° tanpa perlakuan, P¹ (200 ml/liter air/plot), P² (400 ml/liter air/plot), P³ (600 ml/liter air/plot). B. Dosis bhokasi kotoran ayam yang disimbolkan dengan (K) dengan 3 taraf : K° (tanpa perlakuan), K¹ (500 g/plot), K² (1000 g/plot ). Dari hasil analisis statistik pemberian POC jakaba terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau menunjukkan adanya parameter yang menunjukkan nyata pada parameter tinggi tanaman umur 5 MST dan parameter jumlah polong per tanaman sampel. Pada hasil analisis statistik perlakuan pemberian bhokasi kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau menunjukkan tidak berpengaruh nyata terhadap umur berbunga dan berpengaruh nyata pada tinggi tanaman dan jumlah polong per tanaman sampel di 5 minggu setelah tanam.
PEMAMFAATAN PUPUK ORGANIK KOTORAN SAPI CAIR DAN KEBUTUHAN BENIH YANG DIPAKAI SATUAN LUAS DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAYAM (AMARANTHUS SP) Harahap, Darmadi Erwin; Mukhlis, Mukhlis; Mahmud, Amir; Suyanti, Suyanti
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.7471

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dosis yang tepat dari pemakaian pupuk organik kotoran sapi cair dan jumlah benih yang dipakai pada sistem pertanian organik sayur bayam (Amaranthus SP). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Perlakuan I: Pupuk Organik Kotoran Sapi Cair (A), dimana A1: 800 cc/ liter air/plot pupuk organik kotoran sapi cair; A2: 1.200 cc/liter air/ plot pupuk organik kotoran sapi cair; A3: 1.600 cc/liter air/ plot pupuk organik kotoran sapi cair dan A4:  15 gr NPK Mutiara 16-16-16/ liter air /plot. Perlakuan II : Kebutuhan benih per satuan luas (B), dimana B1:  0,5 gr/ plot; B2: 1,0 gr/ plot dan B3: 1,5 gr/ plot. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pupuk organik kotoran sapi cair (A) berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter yang diamati dan jumlah benih yang dipakai (B) tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap semua parameter yang diamati. Sedangkan interaksi antara keduanya tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, tetapi sangat berbeda nyata terhadap parameter bobot tanaman sampel/plot dan bobot tanaman/plot. Perlakuan terbaik dijumpai pada perlakuan A3B1 (1.600 cc/liter air/ plot pupuk organik kotoran sapi cair dengan kebutuhan benih per satuan luas yang dipakai 1,5 gr/ plot)
PENGARUH DOSIS KOMPOS YANG DI DEKOMPOSISI DENGAN TRICHODERMA VIRIDE TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PISANG Harahap, Darmadi Erwin; Hardiyanti Wahyuni, Siti; Mukhlis, Mukhlis
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 4 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i4.9328

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di rumah bibit Fakultas Pertanian Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan. Dengan ketinggian +480 m dpl. Pada Bulan Mei sampai Juli 2020. Penelitian ini dingunakan dengan rancangan Acak Kelompok (RAK) Non factorial yaitu Ko= Trichoderma viride, K1= Kotoran sapi, Ayam dan jerami di dekomposisi oleh T.viride sebanyak 100 gr, K2= Kotoran sapi, Ayam dan jerami di dekomposisi oleh Trichoderma Viride sebanyak 200 gr, K3= Kotoran sapi, Ayam dan jerami didekomposisi oleh Trichoderma viride sebanyak 300 gr, K4= Kotoran sapi, Ayam dan jerami di dekomposisikan oleh trichoderma viride sebanyak 400 gr. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1. Semua perlakuan kombinasi berbagai jenis pupuk organic didekomposisi oleh T. viride dapat memperpanjang masa inkubasi Foc. Masa inkubasi Foc yang paling lama yaitu pada bibit pisang yang diberi perlakuan kotoran sapi, ayam, dan jerami di dekomposisi oleh T. viride sebanyak  400 gr (17, 20 hari). Kombinasi berbagai jenis pupuk organik yang didekomposisi dengan Trichoderma virideyang terbaik adalah K4 dengan intensitas kerusakan bonggol  sebesar 11,742 %. Persentase daun terinfeksi Foc terendah pada minggu ke VIII terdapat pada perlakuan kombinasi berbagai jenis pupuk organik yang didekomposisi oleh T. viride sebanyak  400 gr (K4) yaitu 13.634 %. Sedangkan persentase daun terserang tertinggi yaitu pada kontrol 55.130. Kombinasi berbagai jenis pupuk organic yang didekomposisi dengan Trichoderma virideyang terbaik adalah K4 dengan intensitas kerusakan bonggol  sebesar 11,742 %
Co-Authors Abda Abda Abdul Rauf Abdul Rauf Ade Fitria Adelina Fitriani Lubis Albert Efendi Pohan Alief Aththorick Amir Mahmud Amir Mahmud Amir Mahmud Aning Tedong, Peter Arif NURYAWAN Aththorick, T. Alief Azri Syauki Batubara, Silviana Benny Sofyan Samosir Dharma Gyta Sari Harahap Elda Sari Siregar Erin Alawiyah Siregar, Erin Alawiyah Erwin Masrul Harahap Erwin Masrul Harahap Evi Apriani Siregar Fajrin Harahap, Muharram Fitra Syawal Harahap Fitra Syawal Harahap Fitra Syawal Harahap Fitra Syawal Harahap Fitra Syawal Harahap Fitriani Fitriani Fuad Abdullah, Muhammad Fujiwara, Takahiro Gyta Sari Harahap, Dharma Hamdani Harahap, R. Hamidi Hasibuan, Ilal Hanafiah Nasution, Muhammad Nizar Handayani, Surya Harahap, Basitu Rahmat Harahap, Parmanoan Harahap, Qorry Hilmiyah Hardianti Wahyuni, Siti Hardiyanti Wahyuni, Siti Harta, Rika Yusli Hasmadi Ismail, Mohd Herbis Fernando Sitompul Hosea O Siregar, Anggiat HS Siregar, Tumpal Imelda Sari Harahap Ismail, Mohd Hasmadi kholizah, Siti Lubis, Rahmat Mahrani, Mahrani Masdelima Azizah Sormin Masrizal Saraan Maulana, Mizan Meiliana Friska Mohd Hasmadi Ismail Muh. Darwis Muhammad Darwis Muhammad Darwis Muhammad Darwis Muhammad Fuad Abdullah Mukhlis Mukhlis . Mukhlis Mukhlis Mukhlis Mukhlis Mukhlis Mukhlis Mukhlis Mukhlis Mukhlis Mukhlis Muklis Muklis Nasution, Jumaria Nurmi, Aisyah Pane, Doharni Pepah, Christine Peter Aning Tedong Pratiwi, Vinny R. Hamdani Harahap Raden Mohamad Herdian Bhakti Rafiqah Amanda Lubis, Rafiqah Amanda Rahmawaty Rahmawaty Rahmawaty, Rahmawaty Rani Annisa Dalimunthe Resti Lubis Retna Astuti Kuswardani Rika Yusli Harta Ritaqwin, Zaitun Ritonga, Eka Nurwani Rosmayati Rosmayati Rosmayati Seca Gandaseca Seca Gandaseca Silitonga, Yusnita Wahyuni Simbolon, Rohani Siti Hardianti Wahyuni siti hardianti wahyuni, siti hardianti Siti Hardiyanti Wahyuni Siti Kholizah Suleman, Abdul Rahman Suryanto Suryanto Suryanto Suyanti Suyanti Suyanti Suyanti Syauki, Azri Syawal Harahap, Fitra Syawaluddin Syawaluddin Syawaluddin Syawaluddin Syawaluddin Syawaluddin Syawaluddin, Syawaluddin T Sabrina T. Sabrina Takahiro Fujiwara Tarigan, Simon Tedong, Peter Aning Tumpal H.S. Siregar Walida Hilwa Windy Ariska Harahap Wini Dirgahayu Wiwik Handayani Wulan, Nawang Yani Sukriah sireg Yusriani Nasution Zaidal Ansori Zuhirsyan, Muhammad