Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Penyuluhan Irigasi Tetes Pada Masyarakat Di Dusun Dasan Tereng Desa Gumantar Kabupaten Lombok Utara Negara, I Dewa Gede Jaya; Karyawan, I Dewa Made Alit; Rohani; Suparjo; Supriyadi, Anid; Budianto, M Bagus; Setiawan, Ery; Suroso, Agus; Sulistiyono, Heri; Eniarti, Miko; Pradjoko, Eko; Saadi, Yusron
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 2 (2025): April-Juni 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i2.11210

Abstract

The Gumantar Village community is a community located in the hills with terraced and sloping village conditions. Most of the community has yards and gardens, although not very large with terraced land conditions. The water source of the Gumantar Village Community comes from the upstream hillsides, with the number of hamlets as many as 16 hamlets with a population of around 2000 people and most of them are field farmers. Considering the potential of the surrounding land which is very large and in the form of terraces, it is necessary to provide counseling to the community on how to utilize limited water sources for farming activities with a drip irrigation system. To help the community, counseling is needed so that the community quickly understands the drip irrigation system. This community service aims to provide efficient irrigation counseling, namely drip irrigation, to encourage farming to be carried out around the yard. The community service consists of location survey activities, counseling, discussion and question and answer sessions, and evaluation. This community service has succeeded in providing counseling to 35 people consisting of housewives and fathers, as well as young people from the Dasan Tereng Hamlet mosque. Participants have gained knowledge about drip irrigation and obtained examples of the use of drip irrigation in yards and dry land, so that people are able to utilize limited water in the dry season for agricultural purposes in their yards
Analysis Of Land Erosion Hazard Level In The Babak River Watershed Using The Usle Method Andari Putri, Ni Putu Ayu Satya; Setiawan, Ery; Suroso, Agus; Sulistiyono, Heri
Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Vol. 4 No. 10 (2025): Indonesian Journal of Multidisciplinary Science
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/ijoms.v4i10.1158

Abstract

The Babak watershed is considered a high utility watershed that has strategic functions. With its very diverse functions, this watershed is not immune from various problems such as land conversion which results in critical lands, narrowing of river channels and sedimentation. Land degradation by erosion contributes an important role to high sedimentation. This research aims to calculate the amount of erosion and determine of erosion hazard level in the Babak watershed. To estimate the amount of erosion, the Universal Soil Loss Equation (USLE) method is used. The amount of erosion in the Babak watershed is assessed through the 9 weirs in the Babak watershed, namely Jengguar, Babak, Gde Bongoh, Keru, Simbe, Jurang Sate, Gebong, Datar and Baturiti weirs. The results of the analysis show that the amount of erosion that occurred at the weir was respectively 92,399 tons/ha/year, 86,828 tons/ha/year, 87,193 tons/ha/year, 72,074 tons/ha/year, 55,534 tons/ha/year, 112,123 tons/ha/year, 33,756 tons/ha/year, 32,935 tons/ha/year, and 34,073 tons/ha/year. Based on classification results is known that the dominant level of erosion hazard in the Babak watershed is very light to moderate. Gebong, Datar and Baturiti weirs are dominated by a very light erosion hazard level (I) with a total area spread of 56.889%, 59.715% and 67.13% respectively. Jengguar, Gde Bongoh, Keru and Simbe weirs are dominated by light erosion hazard level (II) with a total area spread of 41.454%, 42.272%, 45.684% and 49.468% respectively.
Irrigation Water Supply Optimization Model in Jurang Batu Irrigation Area, Central Lombok District Putri, Ni Komang Triya Apriani Paramitha; Setiawan, Ery; Pracoyo, Atas
Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Vol. 4 No. 10 (2025): Indonesian Journal of Multidisciplinary Science
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/ijoms.v4i10.1164

Abstract

The Jurang Batu Irrigation Area is an irrigation area located in Central Lombok Regency. The Jurang Batu Irrigation Area is one of the service areas of the Jangkok-Babak High Level Diversion (HLD) Canal. The HLD canal is an interconnection channel between watersheds on Lombok Island, its purpose is to supply excess water from the Jangkok watershed to the southern Lombok irrigation area. The uneven water allocation conditions in the HLD system cause downstream areas to often experience water crises, so the construction of the Meninting Dam is expected to be able to increase the supply of discharge to the South Lombok region. The Meninting Dam will later replace the irrigation discharge in part of the Sesaot Irrigation Area area so that by replacing some of the water in the Sesaot Irrigation Area, it is expected that the Jangkok - Babak HLD supplementary discharge can be increased. From the analysis results, it is known that the average discharge obtained by the Jurang Batu Irrigation Area from the additional water allocation after the construction of the Meninting Dam is 69.15 lt / second, and after optimization, alternative II, namely with AMT December II, is the most optimal alternative, with the acquisition of agricultural profits of Rp. 88,152,598,737.74 (eighty eight billion one hundred fifty two million five hundred ninety eight thousand seven hundred thirty seven point seventy four rupiah).
SOSIALISASI BERSAHABAT DENGAN BENCANA ALAM GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DI DESA PEMENANG BARAT KECAMATAN PEMENANG KABUPATEN LOMBOK UTARA Budianto, Muh Bagus; Yasa, I Wayan; Setiawan, Ery; Widianty, Desi; Yuniarti, Ratna
Jurnal Bakti Nusa Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL BAKTI NUSA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/baktinusa.v2i1.24

Abstract

Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, karena letak Indonesia yang berada pada gugusan gunung api (ring of fire) dunia dan dilewati tiga lempeng tektonik, yaitu Indo-Australia, Pasifik dan Eurasia. Sejak akhir bulan Juli hingga akhir tahun 2018 telah terjadi gempa bumi di Lombok. Gempa tersebut mengakibatkan kerusakan lingkungan, terjadinya tanah longsor, runtuhnya bangunan rumah, tempat ibadah, perkantoran dan jatuhnya korban jiwa maupun yang luka-luka. Kabupaten Lombok Utara merupakan wilayah terparah yang terkena dampak gempa Lombok, karena wilayah ini sangat dekat dengan pusat gempa. Banyaknya korban dan rusaknya infrastruktur akibat gempa harus menjadi pembelajaran bagi pemerintah dan masyarakat, agar ke depan dapat disusun kebijakan yang lebih ramah terhadap gempa. Selain itu di masyarakat juga perlu dilatih dan dibangkitkan budaya sadar bencana alam termasuk gempa bumi dan tsunami melalui penyuluhan. Hasil kegiatan meningkatnya kapasitas pengetahuan masyarakat tentang gempa bumi dan meningkatnya kesadaran masyarakat memitigasi gempa bumi dan tsunami, sehingga bila terjadi gempa lagi masyarakat telah siap dan dapat hidup harmonis dengan keadaan alam.
Ketidaktepatan Sasaran Jamkesmas Berdasarkan Kriteria Miskin Pendataan Program Perlindungan Sosial Luthfiah, Umi; Setiawan, Ery; Lucia, Sindu Setia
Kesmas Vol. 9, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peserta Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) hingga tahun 2010 mencapai 76,4 juta jiwa mencakup masyarakat miskin dan tidak mampu, sedangkan peserta Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) mencapai 31,6 juta jiwa. Secara prinsip, program Jamkesda dibentuk untuk memfasilitasi masyarakat miskin dan kurang mampu di luar kuota Jamkesmas yang dibiayai oleh pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau ketepatan sasaran peserta program Jamkesmas berdasarkan kriteria miskin Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS). Sumber data yang digunakan adalah data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2012. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh rumah tangga di Indonesia tahun 2012. Sampel penelitian adalah rumah tangga terpilih dari masing-masing blok sensus. Analisis yang dilakukan adalah analisis univariat, bivariat hingga multivariat dengan regresi logistik. Masih terdapat 12,4% penduduk yang mendapatkan Jamkesmas, tetapi tidak miskin atau hampir miskin. Selain itu, masih terdapat 56,4% penduduk yang hampir miskin dan 41,1% penduduk miskin yang belum terjangkau pesertaan Jamkesmas. Layanan gratis merupakan faktor yang paling menentukan apakah penduduk dapat menjadi peserta Jamkesmas atau tidak. Mereka yang memiliki layanan kesehatan gratis berpeluang 5,462 kali mendapatkan layanan Jamkesmas dibandingkan mereka yang tidak memiliki layanan gratis. Perbaikan basis data, pengawasan, evaluasi serta sistem alokasi yang baik sangat diperlukan untuk mengurangi ketidaktepatan sasaran. Penyesuaian data antara Kementerian Kesehatan dan dinas kesehatan daerah berguna dalam penanganan peserta yang belum terdata. Participants of Public Health Insurance (Jamkesmas) up to 2010 reached 76.4 million including poor and disadvantaged people, meanwhile participants of Regional Health Insurance (Jamkesda) reached 31.6 million people. In principle, Jamkesda program is made to facilitate the poor and disadvantaged people outside Jamkesmas quota funded by local government. This study aimed to review the accuracy of Jamkesmas participant target according to the poor criteria of Data Collection for Social Protection Program. Data source used is national socio-economic survey (Susenas) 2012. Population of this study was all households in Indonesia within 2012. Sample of this study was households selected from each block sensus. Analysis conducted was univariate, bivariate, and multivariate with logictic regression. There were 12.4% people receiving Jamkesmas, but they were not poor or almost poor. Moreover, there were 56.4% the almost poor and 41.1% the poor not yet having access to Jamkesmas. Free service is the most determining factor whether people can be Jamkesmas participants. The people who having free health services had an opportunity 5.462 times to get Jamkesmas service compared to the people who did not. Database improvement, surveillance, evaluation as well as good allocation system are needed to reduce the inaccuracy of target. Adjustment of data between Health Ministry and local health agency is useful in handling uncovered participants.
Financing the Contact Investigation – TB Patients (Case Study in Mimika District, Papua, Indonesia) Setiawan, Ery; Hafidz, Firdaus; Lestari, Trisasi
BKM Public Health and Community Medicine The 12th UGM Public Health Symposium
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose: This study aims to estimate the unit costs and budget impact of implementing a tuberculosis (TB) contact investigation program in Mimika District, Papua, Indonesia. Method: The study used a microcosting approach to calculate the unit costs of contact investigation activities. Data were collected from six community health centers (Puskesmas) over two months (July-August 2023). Cost components included human resources, medical and non-medical supplies, equipment, and transportation. Combining unit cost data with epidemiological information on TB cases in Mimika allowed for an estimate of the budget impact. Results: The average cost of a home visit for contact investigation was Rp. 53,913, with significant variations across different health centers. For example, the cost ranged from Rp. 39,214 at PKM Limau Asri to Rp. 66,494 at PKM Timika Jaya. On average, the costs were broken down into human resources (Rp. 15,946), supplies (Rp. 25,767), equipment (Rp. 2,833), and transportation (Rp. 16,000). For high-risk individuals requiring further examination, the costs varied based on the diagnostic method used. Microscopic examination cost approximately Rp. 44,482, while rapid molecular testing (TCM) was significantly higher at Rp. 541,472. Overall, the total budget impact to cover all indexed cases in Mimika District was estimated at Rp. 146,969,364. The economic analysis indicated a benefit-cost ratio of 2.62, suggesting that each rupiah invested could yield a return of 2.62 rupiah. Conclusion: Funding the TB contact investigation program in Mimika District is economically beneficial. The program's implementation would require detailed budgeting but promises substantial returns in terms of both economic and health benefits.
PENERAPAN ISOCHRONE DAN KURVA TIME-AREA UNTUK HIDROGRAF LIMPASAN: Applied of isochrone and time-area curve for determining runoff hidrograph Setiawan, Ery
Spektrum Sipil Vol 4 No 1 (2017): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perhitungan limpasan dari suatu daerah tangkapan dapat ditentukan dengan beberapa metode, baik secara empirik maupun konseptual tergantung dari beberapa faktor, diantaranya adalah anggapan yang digunakan dan kemampuan metodenya. Hidrograf limpasan dengan metode fungsi tampungan didasarkan pada model hidrograf satuan Clark yang menggunakan konsep fungsi tampungan linier dengan dua parameter yaitu konstanta tampungan (k) dan waktu konsentrasi (tc). Tujuan penelitian ini adalah menentukan hidrograf limpasan suatu daerah studi berdasarkan kurva time-area dan isochrone-nya. Metode yang digunakan adalah menggunakan sekumpulan kejadian hujan dengan interval waktu 5-menitan dan durasi waktu Δt ≥ 60 menit sebagai input (masukan) untuk menentukan hidrograf limpasan dari persamaan fungsi tampungan linier model Clark. Lokasi studi yang digunakan adalah daerah aliran sungai (DAS) Jangkok Hulu di titik pengamatan TMA Aiknyet. Hasil analisis menunjukkan bahwa hidrograf limpasan dipengaruhi oleh nilai konstanta tampungan k, sedangkan perubahan nilai k dipengaruhi oleh perubahan waktu konsentrasi, luas daerah tangkapan dan hujan efektif yang terjadi, isochrone dan kurva time-area. Disarankan penggunaan data hujan dan aliran untuk beberapa kejadian dengan durasi waktu Δt < 60 menit karena diindikasikan dapat memberikan hasil yang signifikan dan lokasi lain sebagai pembanding (validasi).
OPTIMASI PEMANFAATAN SUMBER AIR UNTUK IRIGASI PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI KREMIT: Optimization of Water Resourcess for Irrigation in Kremit Watershed Budianto, Muh Bagus; Kholilaturrohmi, Siti; Setiawan, Ery
Spektrum Sipil Vol 9 No 1 (2022): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v9i1.237

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Kremit merupakan salah satu DAS yang ada di Pulau Lombok. Di sepanjang Sungai Kremit terdapat tiga bendung yang melayani areal irigasi seluas 1.773 ha. Permasalahan pada DAS Kremit adalah ketidakseimbangan antara kebutuhan air dan ketersediaan air di hulu dan hilir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan potensi air pada DAS Kremit. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan metode optimasi dengan program linier. Optimasi dilakukan dengan mempertimbangkan asas keseimbangan dan keadilan dengan memaksimumkan luas tanam untuk mendapatkan keuntungan usaha tani. Output yang dihasilkan optimasi berupa luas tanam tiap musim, pemberian air dan keuntungan yang diperoleh pada keandalan 80% dan 50%. Hasil analisis menunjukkan pemanfaatan sumberdaya air pada DAS Kremit untuk irigasi dengan pola tanam padi-padi/palawija-palawija dengan debit andalan Q80 sebesar Rp. 116.918.174.838,-, dengan luas tanam 982 ha pada musim tanam pertama, 1.625 ha pada musim tanam kedua (385 ha padi dan 1.240 ha palawija) dan 1.773 ha untuk musim tanam ketiga. Sedangkan keuntungan yang diperoleh untuk Q50 sebesar Rp 133.726.364.036,-, dengan luas tanam 1.773 ha pada setiap musim tanam.
EVALUASI PENYIMPANGAN DATA HUJAN SATELIT TRMM JAXA DALAM ANALISIS CURAH HUJAN RANCANGAN DI WILAYAH SUMBAWA: Evaluation of TRMM JAXA Satellite Rainfall Data on Design Rainfall Analysis in Sumbawa saidah, Humairo; Setiawan, Agustono; Setiawan, Ery; Salehudin, Salehudin
Spektrum Sipil Vol 10 No 1 (2023): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v10i1.305

Abstract

Pemanfaatan data hujan satelit sebagai salah satu alternatif penyedia jasa semakin dirasakan manfaatnya, utamanya bagi daerah yang memiliki stasiun penakar hujan terbatas. Salah satu satelit penyedia data hujan yang cakupan wilayahnya termasuk Indonesia adalah TRMM JAXA. Penelitian ini menguji seberapa jauh kedekatan data hujan dari TRMM JAXA dibandingkan data hujan pengukuran. Tahapan dimulai dengan mengumpulkan data hujan dilanjutkan dengan perhitungan hujan rancangan, dan mengukur penyimpangannya dengan nilai RMSE dan BIAS. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa data hujan dari satelit TRMM JAXA di Wilayah Sumbawa cenderung underestimate dan memiliki tingkat akurasi yang cukup dibandingkan data hujan pengamatan dengan penyimpangan rerata sebesar -0.05. Besaran hujan rancangan yang dihasilkan dari analisis frekuensi menggunakan data hujan satelit TRMM JAXA memiliki penyimpangan yang cukup besar yaitu sebesar 21%.
Pemanfaatan Down Flow Sand Filter Sebagai Pengolah Kualitas Air Sungai Berampes Di Desa Setanggor, Kabupaten Lombok Tengah (Tahap Instalasi dan Uji Fungsi Alat) Setiawan, Ery; Supriyadi, Anid; Sulistiyono, Heri; Budianto, Muh. Bagus; Hartana; Pracoyo, Atas; Agastya, Dewandha Mas; Dewi, Evrianti Syntia; Sari, Nopia Puspita
Portal ABDIMAS Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal PORTAL ABDIMAS
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/portalabdimas.v2i1.4479

Abstract

Desa Setanggor dilewati oleh sebuah sungai yaitu Sungai Berampes yang dapat dimanfaatkan sebagai penyediaan air di musim kering melalui pengolahan kualitas air. Sebagian besar masyarakat di Desa Setanggor Kecamatan Praya Barat belum memanfaatkan dan terlayani oleh jaringan air bersih PDAM sehingga memanfaatkan air dari sumur bor komunal sebagai penghasil air baku sehari-hari. Namun, karena beberapa keterbatasan teknis dan non-teknis menyebabkan ketidakcukupan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat sekitar. Akibatnya sebagian masyarakat mengalami kekurangan air bersih terutama di masa kemarau panjang. Hasil instalasi dan uji fungsi alat menggunakan sampel air dari sungai Berampes menghasilkan 4 dari 5 nilai parameter kualitas air yang sesuai dengan standar dari Permenkes 32/2017, kecuali temperatur. Oleh karena itu, disarankan lokasi dan waktu pengambilan sampel air serta perlakuan pra-pengujian mendapatkan perhatian dan porsi khusus dalam proses pengujian, selain jenis material gradasi partikel penyaringnya.